25 Perempuan Terkaya di Industri Teknologi, dari Pendiri Startup hingga Bos AI

Industri teknologi melahirkan banyak perempuan sukses dengan kekayaan besar. Dari pendiri software hingga pemimpin AI, mereka membangun karier melalui inovasi dan bisnis.

Ilustrasi perempuan pemimpin industri teknologi dan kecerdasan buatan
Ilustrasi perempuan pemimpin industri teknologi dan kecerdasan buatan

Industri teknologi semakin memperlihatkan peran penting perempuan dalam membangun perusahaan, mengembangkan inovasi, dan menciptakan kekayaan dalam skala besar. Dalam daftar perempuan kaya mandiri di Amerika Serikat yang disusun Forbes untuk 2025, sektor teknologi menjadi salah satu bidang dengan representasi yang kuat. Sebanyak 25 perempuan dari daftar tersebut berasal dari industri teknologi, dengan latar belakang mulai dari perangkat lunak, jaringan komputer, semikonduktor, keamanan siber, hingga kecerdasan buatan.

Daftar tersebut menarik karena memperlihatkan beragam jalur yang dapat membawa perempuan menuju posisi puncak dalam ekosistem teknologi. Sebagian membangun perusahaan dari tahap awal, sementara lainnya mencapai kesuksesan melalui kepemimpinan di perusahaan teknologi besar. Ada pula nama-nama yang memperoleh kekayaan melalui perkembangan industri AI, sebuah sektor yang dalam beberapa tahun terakhir semakin menjadi bagian penting dari ekonomi digital.

Judy Faulkner Memimpin dari Sektor Perangkat Lunak Kesehatan

Posisi teratas di antara perempuan teknologi dalam daftar tersebut ditempati Judy Faulkner, pendiri Epic Systems. Perusahaan yang dibangunnya bergerak di bidang perangkat lunak kesehatan dan dikenal melalui pengembangan sistem rekam medis elektronik.

Faulkner membangun Epic Systems sejak 1979. Perjalanan panjang tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan perusahaan teknologi tidak selalu lahir dari tren teknologi yang sedang populer. Sebuah perusahaan dapat tumbuh melalui konsistensi mengembangkan solusi yang dibutuhkan industri tertentu.

Perangkat lunak kesehatan juga memperlihatkan bagaimana teknologi dapat memiliki peran langsung dalam sektor yang membutuhkan pengelolaan data secara terstruktur. Sistem digital digunakan untuk membantu institusi kesehatan mengelola informasi dan proses kerja yang kompleks.

Dengan kekayaan yang tercatat sekitar 7,8 miliar dolar AS dalam daftar Forbes Self-Made Women 2025, Faulkner menjadi salah satu contoh perempuan yang membangun kekayaan dari perusahaan teknologi yang dikembangkan dalam jangka panjang.

Thai Lee dan Perkembangan Bisnis Layanan Teknologi

Nama berikutnya adalah Thai Lee, yang dikenal melalui SHI International, perusahaan penyedia layanan teknologi informasi. Lee memiliki kekayaan sekitar 6,1 miliar dolar AS dalam daftar tersebut.

Perjalanan Lee menunjukkan bahwa perusahaan teknologi tidak selalu harus membuat perangkat atau aplikasi konsumen untuk berkembang. Layanan teknologi untuk perusahaan juga menjadi bisnis besar karena organisasi membutuhkan dukungan dalam pengadaan, pengelolaan, dan pemanfaatan berbagai solusi digital.

Model bisnis seperti ini menjadi semakin penting seiring meningkatnya ketergantungan perusahaan terhadap infrastruktur teknologi. Sistem kerja modern membutuhkan perangkat lunak, jaringan, keamanan, layanan cloud, serta berbagai layanan pendukung yang membantu perusahaan menjalankan operasionalnya.

Jayshree Ullal Memimpin Bisnis Jaringan Komputer

Jayshree Ullal menjadi salah satu tokoh lain yang menonjol. Sebagai pemimpin Arista Networks, ia berkiprah di bidang jaringan komputer yang menjadi fondasi penting bagi perkembangan cloud computing dan infrastruktur digital.

Perkembangan pusat data, layanan cloud, dan kecerdasan buatan membuat kebutuhan terhadap jaringan berkapasitas tinggi semakin penting. Berbagai layanan digital yang digunakan masyarakat bergantung pada infrastruktur jaringan yang mampu menangani lalu lintas data dalam jumlah besar.

Kehadiran Ullal dalam daftar perempuan terkaya di industri teknologi memperlihatkan bahwa bisnis infrastruktur digital juga memiliki potensi ekonomi besar. Industri teknologi bukan hanya tentang aplikasi yang terlihat langsung oleh pengguna, tetapi juga mencakup berbagai komponen yang bekerja di balik layar.

Semikonduktor Menjadi Jalur Penting Menuju Kekayaan

Sektor semikonduktor juga menjadi salah satu bidang yang melahirkan sejumlah perempuan dengan kekayaan besar. Weili Dai, Susan Ocampo, Lisa Su, Colette Kress, dan Debora Shoquist merupakan beberapa nama yang memiliki keterkaitan dengan industri chip atau perusahaan semikonduktor.

Semikonduktor memiliki posisi strategis karena menjadi komponen penting dalam hampir seluruh perangkat elektronik modern. Komputer, pusat data, kendaraan modern, perangkat komunikasi, hingga sistem kecerdasan buatan membutuhkan chip dengan kemampuan yang semakin tinggi.

Perkembangan AI membuat industri semikonduktor mendapatkan perhatian yang semakin besar. Model AI membutuhkan infrastruktur komputasi dengan kapasitas tinggi, sehingga perusahaan yang bergerak dalam pembuatan prosesor, akselerator, jaringan, dan komponen pendukung memiliki posisi penting dalam rantai industri teknologi.

Lisa Su, yang dikenal sebagai pemimpin AMD, menjadi salah satu figur penting dalam bidang tersebut. Sementara itu, Colette Kress dan Debora Shoquist berkiprah di Nvidia. Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa perempuan memiliki peran tidak hanya dalam pendirian startup, tetapi juga dalam pengelolaan perusahaan teknologi besar.

AI Melahirkan Generasi Baru Perempuan Kaya

Salah satu perkembangan paling menarik dalam daftar tersebut adalah munculnya perempuan yang membangun kekayaan melalui perusahaan berbasis kecerdasan buatan. Lucy Guo dan Daniela Amodei merupakan dua nama yang berkaitan langsung dengan perkembangan industri AI.

Lucy Guo dikaitkan dengan Scale AI, perusahaan yang bergerak dalam ekosistem data dan kecerdasan buatan. Sementara itu, Daniela Amodei merupakan salah satu tokoh penting di Anthropic, perusahaan AI yang mengembangkan teknologi kecerdasan buatan.

Kehadiran kedua nama tersebut memperlihatkan bahwa perkembangan AI tidak hanya menghasilkan peluang bagi perusahaan teknologi lama. Industri ini juga menciptakan ruang baru bagi perusahaan rintisan dan pemimpin generasi baru untuk membangun bisnis dengan valuasi besar.

AI menjadi salah satu bidang yang menarik perhatian investor karena aplikasinya dapat menjangkau berbagai sektor. Teknologi tersebut digunakan untuk membantu pekerjaan berbasis data, otomatisasi, pengembangan perangkat lunak, analisis informasi, hingga berbagai layanan digital lainnya.

Namun, besarnya potensi AI juga membuat persaingan menjadi semakin ketat. Perusahaan harus memiliki teknologi, talenta, modal, serta kemampuan mengembangkan produk yang relevan agar dapat bertahan dalam industri yang bergerak cepat.

Keamanan Siber dan Software HR Juga Menjadi Bisnis Besar

Industri teknologi memiliki cakupan yang jauh lebih luas daripada AI. Michelle Zatlyn, misalnya, dikenal melalui Cloudflare yang bergerak dalam bidang keamanan dan infrastruktur internet. Perusahaan seperti Cloudflare berperan dalam membantu berbagai layanan digital menghadapi tantangan keamanan, performa jaringan, dan distribusi konten.

Keamanan siber semakin menjadi kebutuhan penting seiring meningkatnya jumlah aktivitas masyarakat dan perusahaan di internet. Data perusahaan, layanan pelanggan, transaksi digital, serta sistem operasional membutuhkan perlindungan agar tidak mudah terganggu oleh ancaman siber.

Nama Shuo Wang juga masuk dalam daftar melalui bisnis perangkat lunak sumber daya manusia. Perkembangan software untuk pengelolaan tenaga kerja menunjukkan bahwa digitalisasi telah masuk ke berbagai aspek perusahaan, termasuk proses perekrutan, pengelolaan karyawan, dan administrasi.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa peluang bisnis teknologi tidak hanya berada pada produk yang sedang populer. Solusi untuk kebutuhan spesifik perusahaan juga dapat berkembang menjadi bisnis bernilai besar jika mampu menjawab persoalan yang luas.

Meg Whitman dan Sheryl Sandberg Mewakili Generasi Eksekutif Teknologi

Daftar tersebut juga mencakup sejumlah perempuan yang memperoleh kekayaan melalui posisi penting di perusahaan teknologi besar. Meg Whitman, misalnya, dikenal melalui kiprahnya di eBay dan kemudian Hewlett-Packard.

Sheryl Sandberg juga menjadi salah satu nama yang tidak asing dalam industri teknologi. Ia dikenal sebagai mantan Chief Operating Officer Meta dan memiliki peran penting dalam perkembangan bisnis perusahaan media sosial tersebut.

Kehadiran mereka menunjukkan bahwa jalur menuju kekayaan dalam teknologi tidak hanya tersedia bagi pendiri perusahaan. Kepemimpinan eksekutif juga dapat memberikan pengaruh besar terhadap pertumbuhan bisnis, strategi monetisasi, ekspansi pasar, dan pengelolaan organisasi dalam skala global.

Gwynne Shotwell dan Teknologi Antariksa

Gwynne Shotwell menjadi contoh lain bahwa batas industri teknologi semakin luas. Ia dikenal melalui perannya di SpaceX, perusahaan yang bergerak dalam teknologi antariksa.

Industri antariksa modern membutuhkan kombinasi berbagai bidang teknologi, mulai dari rekayasa, sistem komunikasi, komputasi, manufaktur, hingga pengembangan kendaraan antariksa. Karena itu, perusahaan antariksa juga menjadi bagian dari ekosistem teknologi yang memiliki potensi ekonomi besar.

Peran Shotwell memperlihatkan bahwa kepemimpinan perempuan dapat ditemukan dalam industri teknologi dengan tingkat kompleksitas tinggi. Bidang seperti antariksa selama bertahun-tahun sering diasosiasikan dengan dominasi laki-laki, tetapi semakin banyak perempuan yang menempati posisi penting di dalamnya.

Daftar 25 Perempuan dari Industri Teknologi

Berdasarkan daftar Forbes Self-Made Women 2025 yang dirangkum sejumlah sumber, 25 perempuan yang berasal dari sektor teknologi mencakup berbagai bidang. Daftar tersebut menunjukkan betapa luasnya ekosistem teknologi modern.

  • Judy Faulkner — perangkat lunak kesehatan.
  • Thai Lee — layanan teknologi informasi.
  • Jayshree Ullal — jaringan komputer.
  • Meg Whitman — eBay dan teknologi.
  • Weili Dai — semikonduktor.
  • Safra Catz — perangkat lunak melalui Oracle.
  • Sheryl Sandberg — Facebook atau Meta.
  • Susan Ocampo — semikonduktor.
  • Michelle Zatlyn — keamanan siber melalui Cloudflare.
  • Shuo Wang — perangkat lunak sumber daya manusia.
  • Lucy Guo — kecerdasan buatan.
  • Daniela Amodei — kecerdasan buatan.
  • Gwynne Shotwell — teknologi antariksa melalui SpaceX.
  • Neerja Sethi — konsultasi teknologi informasi.
  • Marissa Mayer — Google dan Yahoo.
  • Lisa Su — semikonduktor melalui AMD.
  • Pamela M. Lopker — perangkat lunak.
  • Colette Kress — Nvidia.
  • Neha Narkhede — perangkat lunak dan teknologi data.
  • Ruth Porat — Google atau Alphabet.
  • Sara Liu — perangkat keras komputer.
  • Christina Cacioppo — perangkat lunak.
  • Therese Tucker — perangkat lunak.
  • Daphne Koller — perangkat lunak dan teknologi kesehatan.
  • Debora Shoquist — Nvidia.

Makna Kehadiran Perempuan dalam Industri Teknologi

Daftar tersebut tidak hanya berbicara tentang jumlah kekayaan. Di balik setiap nama terdapat perjalanan bisnis yang berbeda dan menunjukkan beragam cara perempuan membangun karier dalam industri teknologi.

Ada yang memulai dari perusahaan rintisan kecil, ada yang membangun perusahaan sendiri, dan ada yang meniti karier hingga mencapai posisi eksekutif. Jalur tersebut memperlihatkan bahwa industri teknologi menawarkan banyak ruang bagi kepemimpinan dengan latar belakang yang berbeda.

Perkembangan ini juga penting bagi generasi muda. Kehadiran perempuan sebagai pendiri, CEO, pemimpin teknologi, dan pengambil keputusan dapat memberikan gambaran bahwa karier di bidang teknologi tidak terbatas pada satu kelompok tertentu.

Lebih jauh, keberagaman dalam industri teknologi dapat memperluas perspektif ketika perusahaan merancang produk dan layanan. Teknologi digunakan oleh masyarakat dengan latar belakang yang sangat beragam, sehingga keberagaman orang yang terlibat dalam proses pengembangannya dapat menjadi salah satu unsur yang mendukung lahirnya perspektif berbeda.

AI, Data, dan Infrastruktur Menjadi Area Strategis

Jika melihat latar belakang para perempuan dalam daftar tersebut, terdapat sejumlah sektor yang terus menjadi bagian penting dalam perkembangan ekonomi digital. AI, perangkat lunak, semikonduktor, keamanan siber, jaringan komputer, dan infrastruktur digital menjadi bidang yang memiliki hubungan erat satu sama lain.

AI membutuhkan komputasi dan semikonduktor. Komputasi membutuhkan pusat data serta jaringan. Perusahaan digital membutuhkan keamanan siber. Sementara itu, seluruh sistem tersebut membutuhkan perangkat lunak untuk mengoperasikan dan mengelola layanan.

Hubungan antarsektor tersebut menjelaskan mengapa perkembangan teknologi modern tidak bisa dilihat hanya dari aplikasi yang digunakan konsumen. Banyak nilai ekonomi justru terbentuk pada lapisan infrastruktur yang mendukung layanan digital.

Karena itu, keberhasilan para perempuan dalam daftar ini juga dapat dibaca sebagai gambaran mengenai sektor-sektor teknologi yang memiliki nilai strategis. Perangkat lunak, cloud, jaringan, chip, AI, dan keamanan digital merupakan bagian dari rantai teknologi yang saling terhubung.

Peluang Masih Terbuka bagi Generasi Berikutnya

Perkembangan industri teknologi terus menciptakan bidang baru. AI generatif, komputasi awan, keamanan siber, semikonduktor, robotika, dan berbagai bentuk inovasi digital masih membuka peluang bagi perusahaan dan talenta baru.

Bagi perempuan yang ingin masuk ke industri tersebut, daftar tokoh sukses dapat menjadi gambaran bahwa jalur karier tidak harus mengikuti satu pola. Seseorang dapat menjadi pengembang teknologi, pendiri startup, pemimpin bisnis, peneliti, investor, atau eksekutif perusahaan.

Yang menjadi pembeda bukan hanya kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan memahami masalah, membangun produk, memimpin tim, mengambil keputusan, serta membaca perubahan pasar. Industri teknologi membutuhkan kombinasi berbagai kemampuan tersebut agar inovasi dapat berkembang menjadi bisnis yang berkelanjutan.

Teknologi Tidak Lagi Sekadar Industri Masa Depan

Kisah para perempuan terkaya di industri teknologi menunjukkan bahwa teknologi telah menjadi bagian dari ekonomi saat ini. Perusahaan perangkat lunak, semikonduktor, jaringan, AI, keamanan siber, dan layanan digital telah berkembang menjadi bisnis dengan pengaruh besar.

Daftar 25 perempuan tersebut juga memperlihatkan perubahan karakter industri teknologi. Jika dahulu perusahaan teknologi identik dengan komputer dan perangkat elektronik, kini ekosistemnya mencakup kesehatan digital, cloud, keamanan internet, AI, data, antariksa, serta berbagai layanan berbasis perangkat lunak.

Pada akhirnya, keberhasilan para perempuan tersebut bukan hanya soal angka kekayaan. Mereka menunjukkan bagaimana pengetahuan teknologi, kepemimpinan, inovasi, dan kemampuan membangun perusahaan dapat menghasilkan pengaruh ekonomi yang besar. Seiring teknologi terus berkembang, peluang bagi generasi baru untuk menciptakan inovasi dan membangun bisnis juga diperkirakan akan semakin beragam.

Sumber