Ibunda Lady Nayoan Lawan Kanker Selama 3 Tahunalik Perjuangan Ibunda Lady Nayoan Lawan Kanker

Ibunda Lady Nayoan, Rima Sania Pontoh, meninggal setelah tiga tahun melawan kanker. Ia menjalani 14 kali kemoterapi dan 33 kali radiasi dengan penuh ketegaran.

Lady Nayoan mengenang perjuangan ibundanya Rima Sania Pontoh melawan kanker
Lady Nayoan mengenang perjuangan ibundanya Rima Sania Pontoh melawan kanker

JAKARTA - Kabar duka datang dari keluarga Lady Nayoan. Ibunda Lady, Rima Sania Pontoh, meninggal dunia pada Senin, 24 Agustus 2026, pukul 19.23 WIB setelah menjalani perjuangan panjang melawan kanker selama sekitar tiga tahun.

Kepergian sang ibunda meninggalkan kesedihan mendalam bagi Lady Nayoan dan keluarga. Namun, di balik masa-masa sulit tersebut, Lady mengenang sosok ibunya sebagai perempuan yang memiliki semangat hidup luar biasa dan mampu menjalani rangkaian pengobatan panjang dengan penuh ketegaran. :contentReference[oaicite:0]{index=0}

Lady bahkan menyebut perjuangan sang ibu sebagai sebuah mukjizat. Menurutnya, kondisi fisik sang ibu tetap terlihat kuat meski telah menjalani pengobatan kanker yang cukup berat, termasuk 14 kali kemoterapi dan 33 kali radiasi. :contentReference[oaicite:1]{index=1}

Berjuang Melawan Kanker Selama Tiga Tahun

Perjuangan Rima Sania Pontoh menghadapi kanker berlangsung sejak 2023. Selama masa tersebut, ia menjalani berbagai tahapan pengobatan untuk menghadapi penyakit yang dideritanya.

Lady mengenang bagaimana ibunya tetap menunjukkan semangat hidup meski harus menjalani prosedur medis berkali-kali. Kondisi tersebut membuat keluarga melihat Rima sebagai sosok yang memiliki keteguhan luar biasa dalam menghadapi penyakit.

Perjalanan pengobatan tersebut juga tidak selalu berjalan mulus. Rendy Kjaernett, suami Lady Nayoan, menyebut kondisi sang ibu sempat membaik sebelum kemudian kembali mengalami kekambuhan atau relapse. :contentReference[oaicite:2]{index=2}

Menjalani 14 Kali Kemoterapi

Salah satu bagian paling berat dari perjalanan pengobatan Rima adalah kemoterapi. Lady mengungkapkan bahwa sang ibu telah menjalani kemoterapi sebanyak 14 kali.

Meski menjalani kemoterapi berkali-kali, Lady menyebut rambut ibunya hanya mengalami kerontokan dan tidak sampai mengalami kebotakan. Hal tersebut menjadi salah satu alasan Lady menggambarkan kondisi sang ibu sebagai sebuah mukjizat.

Perjuangan tersebut menunjukkan bagaimana Rima tetap menjalani proses pengobatan dalam waktu panjang tanpa kehilangan semangat untuk terus bertahan.

33 Kali Menjalani Radiasi

Selain kemoterapi, Rima juga menjalani 33 kali radiasi. Rangkaian pengobatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjangnya menghadapi kanker selama sekitar tiga tahun.

Banyaknya prosedur medis yang dijalani tidak membuat Rima kehilangan semangat. Lady mengatakan ibunya tetap terlihat memiliki energi dan semangat hidup tinggi di tengah kondisi kesehatan yang sedang dihadapi.

Pengalaman tersebut menjadi kenangan kuat bagi keluarga, terutama karena Rima tetap berusaha menjalani aktivitas seperti biasa meski sedang menjalani pengobatan.

Orang di Sekitar Sempat Tidak Menyangka

Lady mengatakan semangat hidup ibunya begitu tinggi sehingga orang-orang yang bertemu dengannya terkadang tidak menyangka bahwa Rima sedang berjuang melawan penyakit berat.

Teman-teman yang bertemu Rima di lingkungan gereja bahkan disebut tidak menyangka bahwa dirinya sedang menjalani pengobatan kanker. Hal tersebut menunjukkan bagaimana Rima berusaha tetap menjalani kehidupan dengan ceria.

Bagi Lady, sikap tersebut menjadi salah satu hal paling berkesan dari sosok ibunya. Rima tidak ingin penyakit yang dideritanya membuat seluruh kehidupannya hanya berpusat pada rasa sakit.

Rendy Kjaernett Kagumi Ketegaran Mertuanya

Rendy Kjaernett juga mengenang sosok Rima sebagai perempuan yang kuat. Menurut Rendy, proses pengobatan yang dijalani mertuanya selama tiga tahun berlangsung naik turun, tetapi Rima tidak pernah menyerah.

Rendy menyebut sang mertua sebagai sosok ibu dan oma yang baik. Kenangan tersebut membuat kepergian Rima menjadi kehilangan besar bagi keluarga Lady Nayoan.

Di tengah suasana duka, Rendy juga mengingat berbagai momen sederhana yang pernah mereka lalui bersama selama Rima menjalani perjuangan melawan kanker. :contentReference[oaicite:3]{index=3}

Momen Ulang Tahun Rendy yang Tak Terlupakan

Salah satu kenangan yang paling melekat bagi Rendy adalah kejutan ulang tahun yang diberikan Rima. Momen tersebut terjadi ketika kondisi kesehatan Rima sebenarnya masih menjadi perhatian keluarga.

Rendy sempat meminta Rima agar tidak perlu repot memberikan kejutan karena memahami kondisi kesehatan sang mertua. Namun, Rima tetap berusaha datang dan memberikan surprise pada malam hari.

Bagi Rendy, tindakan tersebut menggambarkan karakter Rima yang tetap ingin memberikan kebahagiaan kepada orang-orang yang disayanginya meski sedang menjalani masa pengobatan.

Pesan untuk Didoakan

Dalam momen ulang tahun tersebut, Rima juga sempat meminta Rendy untuk mendoakannya. Rendy mengenang permintaan tersebut sebagai salah satu percakapan yang sangat membekas setelah kepergian sang mertua.

Rima meminta didoakan agar dapat sembuh. Bagi Rendy, permintaan tersebut memperlihatkan harapan dan semangat yang tetap dimiliki Rima selama menghadapi penyakitnya.

Kenangan itu kini menjadi salah satu momen berharga yang disimpan keluarga setelah Rima meninggal dunia. :contentReference[oaicite:4]{index=4}

Perjalanan Pengobatan Mengalami Naik Turun

Selama tiga tahun, kondisi kesehatan Rima tidak selalu berada dalam keadaan yang sama. Rendy menyebut sang mertua sempat mengalami masa membaik sebelum kemudian penyakitnya kembali atau mengalami relapse.

Situasi tersebut membuat perjalanan pengobatan menjadi panjang dan penuh tantangan. Namun, Rima tetap berusaha menjalani proses tersebut tanpa banyak mengeluh.

Ketegaran itu menjadi salah satu hal yang paling dikagumi keluarga. Bagi Lady dan Rendy, perjuangan Rima meninggalkan kenangan tentang sosok yang kuat dalam menghadapi masa sulit.

Lady Mengenang Sang Ibu sebagai Sosok yang Kuat

Lady tidak hanya mengenang ibunya melalui sakit yang diderita. Ia juga mengingat Rima sebagai sosok dengan semangat hidup tinggi yang tetap berusaha menjalani kehidupan sehari-hari.

Sikap tersebut membuat penyakit tidak selalu terlihat dari luar. Orang-orang yang berinteraksi dengan Rima bahkan dapat melihatnya seperti orang yang tidak sedang menjalani pengobatan berat.

Bagi keluarga, semangat tersebut menjadi salah satu warisan emosional yang akan terus dikenang setelah kepergian Rima.

Rima Tetap Dekat dengan Cucu-Cucunya

Selain menjadi ibu bagi Lady, Rima juga dikenal dekat dengan cucu-cucunya. Kedekatan tersebut menjadi bagian penting dari kehidupan keluarga besar Lady Nayoan.

Rendy mengenang Rima sebagai seorang oma yang sangat baik. Anak-anak Lady bahkan memiliki panggilan khusus untuk sang nenek, yaitu Mima.

Panggilan tersebut menjadi salah satu gambaran kedekatan Rima dengan kelima cucunya. Sosoknya tidak hanya hadir sebagai ibu bagi Lady, tetapi juga sebagai figur nenek yang dekat dengan keluarga.

Lady Beri Penghormatan Terakhir

Setelah Rima meninggal dunia, Lady Nayoan turut memberikan penghormatan terakhir kepada sang ibunda. Lady bahkan turun tangan langsung merias wajah ibunya sebelum jenazah dimakamkan.

Lady memperbaiki riasan wajah sang ibu setelah proses pengawetan jenazah membuat sebagian riasan sebelumnya berubah. Ia ingin memastikan ibunya tetap terlihat cantik dan sempurna untuk terakhir kalinya.

Momen tersebut menjadi salah satu bentuk kasih sayang Lady kepada ibunya di tengah suasana kehilangan. :contentReference[oaicite:5]{index=5}

Kepergian Rima Tinggalkan Duka

Rima Sania Pontoh meninggal dunia pada usia sekitar 54 tahun setelah berjuang melawan kanker selama tiga tahun. Kepergiannya membuat keluarga besar Lady Nayoan berkumpul di rumah duka di kawasan Mustika Jaya, Bekasi.

Lady dan Rendy berada di rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir sekaligus menemani proses persiapan sebelum pemakaman.

Kabar tersebut juga mendapat perhatian publik karena Lady selama ini dikenal sebagai figur yang cukup terbuka mengenai perjalanan kehidupan keluarganya.

Mukjizat yang Dikenang Lady

Istilah mukjizat yang digunakan Lady bukan sekadar menggambarkan hasil pengobatan, melainkan juga ketahanan fisik dan mental sang ibu selama menjalani proses panjang tersebut.

Lady melihat semangat hidup Rima sebagai sesuatu yang luar biasa. Meskipun harus menghadapi kemoterapi dan radiasi dalam jumlah banyak, sang ibu tetap berusaha menjalani kehidupan dengan penuh semangat.

Kenangan tersebut menjadi cara Lady memandang perjalanan ibunya secara lebih luas, bukan hanya dari sisi penyakit, tetapi juga dari keteguhan dan kasih sayang yang diberikan selama bertahun-tahun.

Perjuangan Menjadi Kenangan Keluarga

Perjalanan tiga tahun menghadapi kanker tentu meninggalkan banyak kenangan bagi keluarga. Ada masa ketika kondisi Rima membaik, tetapi ada pula periode ketika penyakit kembali menyerang.

Di tengah perubahan kondisi tersebut, keluarga tetap mendampingi Rima. Bagi Lady, setiap tahap pengobatan menjadi bagian dari perjalanan yang menunjukkan betapa kuatnya sang ibu.

Kenangan tersebut kini menjadi sumber kekuatan bagi keluarga untuk menerima kepergian Rima.

Kisah yang Menggambarkan Ketegaran

Kisah Rima juga menunjukkan bahwa perjuangan menghadapi penyakit tidak selalu terlihat dari kondisi fisik seseorang. Di mata orang lain, ia tetap dapat terlihat aktif dan bersemangat meski sedang menjalani pengobatan.

Lady mengatakan orang-orang yang ditemuinya di gereja bahkan tidak menyangka Rima sedang sakit. Hal itu memperlihatkan bagaimana sang ibu berusaha tidak menjadikan penyakit sebagai pusat kehidupannya.

Bagi keluarga, sikap tersebut menjadi salah satu hal yang paling menginspirasi dan akan terus dikenang.

Peran Keluarga Selama Masa Pengobatan

Perjalanan menghadapi penyakit dalam waktu panjang juga membutuhkan dukungan dari keluarga. Lady, Rendy, dan anggota keluarga lainnya menjadi bagian dari perjalanan Rima selama menjalani pengobatan.

Dukungan tersebut tidak selalu berupa hal besar. Kebersamaan, perhatian, doa, dan momen sederhana juga menjadi bagian dari perjalanan keluarga menghadapi kondisi kesehatan Rima.

Permintaan Rima agar didoakan oleh Rendy menjadi salah satu contoh bagaimana dukungan spiritual dan emosional memiliki tempat penting dalam keluarga mereka.

Rendy Simpan Kenangan Bersama Mertua

Bagi Rendy, Rima bukan hanya ibu dari Lady Nayoan, tetapi juga sosok mertua yang dekat dengan keluarga. Ia mengingat kebaikan dan ketegaran Rima selama menjadi bagian dari kehidupan mereka.

Momen kejutan ulang tahun menjadi salah satu kenangan yang paling kuat bagi Rendy. Peristiwa sederhana tersebut justru menjadi sangat berarti setelah Rima berpulang.

Rendy juga menyebut Rima sebagai ibu dan oma yang baik, sebuah gambaran yang menunjukkan kedekatan emosional mereka.

Pesan dari Perjalanan Rima

Perjuangan Rima selama tiga tahun meninggalkan cerita tentang keteguhan dan semangat hidup. Meski menghadapi proses pengobatan yang panjang, ia tetap berusaha menjalani kehidupan dengan optimisme.

Lady memilih mengenang ibunya bukan hanya melalui penyakit yang diderita, tetapi juga melalui keberanian menghadapi setiap tahap pengobatan.

Kisah tersebut menjadi bagian dari kenangan keluarga sekaligus cara Lady memberikan penghormatan kepada sosok ibu yang telah mendampinginya sepanjang hidup.

Kesimpulan

Ibunda Lady Nayoan, Rima Sania Pontoh, meninggal dunia pada 24 Agustus 2026 setelah sekitar tiga tahun berjuang melawan kanker. Selama menjalani pengobatan, Rima tercatat menjalani 14 kali kemoterapi dan 33 kali radiasi. Lady mengenang ketahanan sang ibu sebagai sebuah mukjizat karena semangat hidupnya tetap tinggi meski menjalani rangkaian pengobatan yang panjang. :contentReference[oaicite:6]{index=6}

Rendy Kjaernett juga mengenang mertuanya sebagai sosok ibu dan oma yang baik serta kuat. Salah satu kenangan yang paling membekas adalah ketika Rima memberikan kejutan ulang tahun kepada Rendy dan meminta agar dirinya didoakan supaya sembuh. :contentReference[oaicite:7]{index=7}

Setelah kepergian sang ibu, Lady memberikan penghormatan terakhir dengan merias wajah jenazah ibunya. Di tengah duka, Lady dan keluarga memilih mengenang Rima melalui ketegaran, kasih sayang, serta semangat hidup yang ia tunjukkan selama menghadapi penyakit.

Kisah perjuangan Rima menjadi kenangan mendalam bagi Lady Nayoan dan keluarga. Tiga tahun menghadapi kanker meninggalkan banyak momen penuh tantangan, tetapi juga memperlihatkan sosok ibu yang tetap berusaha menjalani hidup dengan kuat hingga akhir.

Sumber