JOMBANG - Kisah Mohamad Adeen Tiro, sarjana Pendidikan Jasmani asal Jombang, Jawa Timur, menjadi perhatian setelah video aktivitasnya sebagai pelatih fitness lansia viral di media sosial. Pria yang akrab disapa Adeen Tiro tersebut memilih menggunakan ilmu dan pengalaman olahraga yang dimilikinya untuk mendampingi para lanjut usia agar tetap aktif bergerak.
Adeen merupakan lulusan S1 Pendidikan Jasmani Universitas PGRI Jombang. Alih-alih hanya mengejar pekerjaan di jalur konvensional setelah menyelesaikan pendidikan, ia justru mengembangkan bidang kebugaran dan memberikan pendampingan khusus bagi klien lansia.
Video yang diunggah melalui akun Instagram @adeentiro memperlihatkan aktivitas Adeen ketika mendampingi para lansia berolahraga. Unggahan tersebut kemudian mendapat banyak perhatian dan pujian dari warganet karena dianggap menunjukkan pemanfaatan ilmu pendidikan jasmani untuk membantu masyarakat.
Berawal dari Rutinitas Mendampingi Lansia
Video yang membuat namanya dikenal luas sebenarnya bukan dibuat khusus untuk mencari popularitas. Adeen menjelaskan bahwa aktivitas tersebut merupakan bagian dari rutinitasnya ketika mendampingi klien lansia berlatih secara privat.
Bagi Adeen, latihan fisik tidak semata-mata berkaitan dengan membentuk tubuh atau mengejar perubahan penampilan. Ia lebih melihat olahraga sebagai sarana membantu seseorang mempertahankan kemampuan bergerak, meningkatkan kekuatan, serta membangun kepercayaan diri terhadap kondisi tubuhnya.
Pendekatan tersebut membuat pekerjaan sebagai pelatih kebugaran memiliki makna yang lebih luas baginya. Perubahan kecil yang dialami klien menjadi salah satu alasan Adeen tetap menekuni bidang tersebut.
Senang Melihat Lansia Kembali Aktif
Adeen mengaku mendapatkan kepuasan tersendiri ketika melihat perkembangan para klien yang sebelumnya mengalami kesulitan bergerak. Menurutnya, kemajuan tidak selalu harus berupa perubahan besar atau hasil fisik yang terlihat dalam waktu singkat.
Kemampuan untuk melakukan gerakan tertentu dengan lebih baik, menjadi lebih percaya diri, atau kembali menjalani aktivitas sehari-hari merupakan perkembangan yang dianggap berharga.
Pemikiran tersebut membuat Adeen tidak menjadikan latihan sebagai perlombaan untuk mendapatkan hasil instan. Ia lebih menekankan proses dan perkembangan bertahap sesuai kondisi masing-masing klien.
Terinspirasi dari Kesehatan Orang Tua
Keputusan Adeen menekuni pendampingan fitness lansia juga memiliki latar belakang personal. Ia mengatakan ide awalnya muncul dari lingkungan sekitar, terutama keinginannya menjaga kondisi fisik kedua orang tuanya.
Adeen mulai memikirkan bagaimana olahraga dapat membantu orang tua tetap bugar. Dari sana, ketertarikannya terhadap kebugaran lansia berkembang hingga akhirnya menjadi bagian dari pekerjaan yang ia jalani.
Ia melihat masih ada anggapan bahwa olahraga hanya penting bagi anak muda atau orang yang ingin membentuk tubuh. Padahal, menurut Adeen, aktivitas fisik juga penting bagi orang tua dan lansia agar mereka dapat mempertahankan kebugaran serta kemandirian.
Memulai Fitness Sejak 2014
Adeen bukan orang yang baru mengenal dunia kebugaran. Ia telah menekuni hobi fitness sejak 2014. Selain menjadi penggemar olahraga, Adeen juga aktif sebagai atlet binaraga.
Pengalaman tersebut kemudian menjadi modal ketika ia memilih menjadikan industri kebugaran sebagai bagian dari perjalanan kariernya. Setelah lulus kuliah, ia semakin serius mengembangkan kemampuan dan pengalaman yang telah dimilikinya.
Pengalaman sebagai atlet membuat Adeen memahami pentingnya latihan, disiplin, dan konsistensi. Namun, ketika menangani lansia, pendekatan yang digunakan tentu tidak dapat disamakan dengan latihan atlet atau orang yang masih muda.
Membuka Jasa Pendampingan Fitness Lansia
Adeen mulai membuka jasa spesialis pendampingan fitness lansia pada 2024. Fokus tersebut membuatnya memiliki bidang yang cukup spesifik dalam industri kebugaran.
Ia memilih mendampingi lansia karena melihat adanya kebutuhan untuk memberikan pendekatan latihan yang sesuai dengan kemampuan masing-masing individu. Kondisi fisik lansia dapat sangat beragam sehingga program latihan perlu disesuaikan dan tidak dapat diberikan secara sembarangan.
Dalam menjalankan pekerjaannya, Adeen mengaku harus lebih sabar, teliti, dan terus memperdalam pengetahuan mengenai teknik olahraga yang aman bagi lansia.
Tantangan Mengubah Pandangan tentang Olahraga Lansia
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Adeen adalah mengubah pandangan sebagian masyarakat yang masih menganggap orang lanjut usia sebaiknya menghindari aktivitas olahraga.
Rasa takut untuk bergerak sering kali muncul karena adanya keterbatasan fisik atau kekhawatiran mengalami cedera. Adeen berusaha menghadapi kondisi tersebut dengan memberikan edukasi secara bertahap.
Ia juga berusaha mendengarkan kebutuhan setiap klien dan menyesuaikan program latihan berdasarkan kemampuan mereka. Menurutnya, perkembangan tidak harus berlangsung cepat selama dilakukan secara konsisten dan sesuai kemampuan.
Latihan Harus Disesuaikan dengan Kondisi Lansia
Melatih lansia memiliki tantangan berbeda dibandingkan mendampingi orang yang berada pada usia produktif. Kemampuan fisik, mobilitas, keseimbangan, dan tingkat kebugaran setiap orang dapat berbeda.
Karena itu, pelatih perlu memahami batas kemampuan klien. Program latihan sebaiknya dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi individu, bukan memaksakan target yang sama untuk semua orang.
Adeen menyadari tanggung jawab tersebut. Ia menyebut perlu terus belajar mengenai teknik latihan yang aman agar pendampingan yang diberikan dapat sesuai dengan kebutuhan klien.
Dari Keluarga Sederhana
Di balik perjalanan Adeen menjadi pelatih kebugaran, terdapat kisah perjuangan keluarga. Ia tumbuh dari keluarga sederhana. Ibunya bekerja sebagai buruh cuci, sedangkan ayahnya bekerja sebagai tukang bangunan.
Sejak masih duduk di bangku SMP, Adeen sudah terbiasa bekerja serabutan untuk membantu kondisi ekonomi keluarga. Pengalaman tersebut membentuk sikap kerja keras dan tidak mudah menyerah yang kemudian ia bawa dalam perjalanan pendidikan dan karier.
Adeen bahkan mampu membiayai pendidikannya sendiri sejak kelas 3 SMK hingga akhirnya meraih gelar sarjana. Perjalanan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam kisah hidupnya.
Mimpi Memiliki Klub Kebugaran
Keseriusan Adeen di bidang fitness sudah muncul sejak beberapa tahun sebelum ia memiliki klub kebugaran sendiri. Sejak 2017, ia mengaku memiliki impian untuk membangun tempat latihan miliknya.
Impian tersebut akhirnya terwujud pada 2023. Klub kebugaran tersebut dibangun menggunakan tabungan yang dikumpulkannya dari hasil kerja keras.
Keberhasilan memiliki klub sendiri menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan Adeen di industri kebugaran. Dari tempat tersebut, ia kemudian terus mengembangkan aktivitasnya dan memberikan pendampingan kepada masyarakat.
Berprestasi sebagai Atlet Binaraga
Selain menjadi pelatih, Adeen juga memiliki pengalaman sebagai atlet binaraga. Ia pernah meraih prestasi di tingkat daerah dan kemudian berhasil menembus ajang olahraga nasional.
Adeen tercatat menyumbangkan dua medali emas dalam Pekan Olahraga Provinsi atau Porprov Jawa Timur. Ia juga berhasil tampil di Pekan Olahraga Nasional atau PON XXI di Sumatera Utara.
Pengalaman kompetitif tersebut menjadi bagian dari perjalanan olahraga Adeen. Pengetahuan yang diperoleh dari dunia atletik kemudian dapat ia kombinasikan dengan latar belakang akademisnya ketika mendampingi klien.
Ilmu Pendidikan Jasmani Tidak Hanya untuk Sekolah
Kisah Adeen memperlihatkan bahwa ilmu Pendidikan Jasmani memiliki ruang penerapan yang luas. Lulusan bidang tersebut tidak selalu harus berfokus pada profesi pendidikan formal.
Pengetahuan tentang aktivitas fisik, kebugaran, gerak tubuh, dan olahraga dapat diterapkan pada berbagai bidang, termasuk industri kebugaran dan pendampingan aktivitas fisik masyarakat.
Adeen memilih jalur tersebut dengan menggabungkan pendidikan formalnya, pengalaman sebagai atlet, serta ketertarikannya terhadap fitness.
Viral Setelah Diunggah ke Media Sosial
Popularitas Adeen meningkat setelah aktivitasnya mendampingi lansia berolahraga dibagikan melalui media sosial. Video tersebut menarik perhatian karena memperlihatkan sisi lain dari profesi pelatih kebugaran.
Alih-alih menampilkan latihan intens untuk membentuk tubuh, konten tersebut menunjukkan aktivitas yang berfokus pada membantu lansia tetap bergerak. Pesan mengenai kebermanfaatan dan kepedulian menjadi salah satu hal yang membuat unggahan tersebut mendapatkan respons positif.
Sejumlah warganet memberikan apresiasi dan menyebut Adeen sebagai sosok yang inspiratif. Komentar positif tersebut turut membuat kisahnya semakin banyak diperbincangkan.
Pesan tentang Bergerak Sepanjang Hayat
Kisah Adeen juga mengangkat gagasan bahwa aktivitas fisik tidak seharusnya berhenti hanya karena seseorang memasuki usia lanjut. Kemampuan bergerak tetap menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari.
Dengan pendekatan yang tepat dan disesuaikan dengan kemampuan individu, aktivitas fisik dapat menjadi bagian dari rutinitas lansia. Tujuannya bukan sekadar mencapai bentuk tubuh tertentu, tetapi mempertahankan fungsi gerak dan rasa percaya diri.
Pandangan tersebut sejalan dengan fokus Adeen dalam mendampingi klien. Ia ingin membantu orang tetap aktif dan mampu menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih percaya diri.
Perkembangan Kecil Tetap Berarti
Adeen tidak mengukur keberhasilan latihan hanya dari perubahan fisik yang cepat. Ia justru menilai perkembangan kecil sebagai bagian penting dari proses.
Ketika seorang klien yang sebelumnya kesulitan bergerak mulai menunjukkan kemampuan lebih baik, hal tersebut sudah menjadi pencapaian. Perubahan seperti itu membuat Adeen merasa pekerjaannya memberikan manfaat nyata.
Pendekatan tersebut juga membuat proses latihan menjadi lebih manusiawi karena setiap klien memiliki kemampuan, kebutuhan, dan target yang berbeda.
Dukungan Keluarga
Perjalanan Adeen di dunia olahraga mendapat dukungan dari keluarganya. Mereka telah melihat ketekunan Adeen menekuni olahraga sejak 2014 dan memahami bahwa kebugaran bukan sekadar hobi baginya.
Keluarga juga memberikan dukungan ketika Adeen mulai mengembangkan usaha di bidang kebugaran. Bagi Adeen, dukungan tersebut menjadi salah satu sumber motivasi untuk terus berkembang.
Ia merasa bangga ketika ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama bertahun-tahun dapat digunakan untuk membantu orang lain menjadi lebih sehat dan percaya diri.
Menggabungkan Pendidikan dan Pengalaman
Salah satu kekuatan Adeen dalam menjalankan profesinya adalah kombinasi antara pendidikan formal dan pengalaman langsung di dunia olahraga. Latar belakang Pendidikan Jasmani memberinya dasar akademis, sementara pengalaman sebagai atlet memberikan pemahaman praktis mengenai latihan.
Ketika diterapkan kepada lansia, kedua pengalaman tersebut perlu disesuaikan kembali. Latihan untuk lansia membutuhkan perhatian terhadap kemampuan individu dan tingkat keamanan aktivitas.
Karena itu, Adeen terus menekankan pentingnya belajar dan memahami teknik latihan yang sesuai untuk kliennya.
Menjadi Pelatih Sekaligus Penyemangat
Bagi Adeen, peran sebagai pelatih tidak berhenti pada memberikan instruksi gerakan. Ia juga berusaha menjadi penyemangat bagi klien yang mungkin merasa takut atau kurang percaya diri untuk memulai olahraga.
Dukungan tersebut penting karena sebagian orang membutuhkan waktu untuk membangun kebiasaan baru. Pendekatan yang sabar dapat membantu klien merasa lebih nyaman dalam menjalani proses latihan.
Dalam konteks lansia, aspek psikologis dan rasa percaya diri juga menjadi bagian dari perjalanan untuk kembali aktif bergerak.
Menolak Anggapan Lansia Tidak Bisa Berolahraga
Adeen melihat masih ada anggapan bahwa usia lanjut identik dengan berhenti melakukan aktivitas fisik. Ia berusaha memberikan perspektif berbeda melalui pekerjaan yang dijalaninya.
Menurutnya, olahraga merupakan kebutuhan semua kelompok usia. Tentu bentuk, intensitas, dan jenis latihan perlu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu.
Pesan tersebut menjadi salah satu alasan Adeen memilih fokus pada fitness lansia. Ia ingin menunjukkan bahwa usia bukan alasan untuk sepenuhnya meninggalkan aktivitas fisik.
Inspirasi dari Jombang
Kisah Adeen berasal dari Jombang, tetapi pesan yang dibawanya dapat diterapkan lebih luas. Perjalanan dari keluarga sederhana hingga mampu menyelesaikan pendidikan dan membangun usaha kebugaran menunjukkan pentingnya ketekunan.
Di sisi lain, pilihannya untuk fokus mendampingi lansia menunjukkan bahwa keberhasilan karier tidak selalu harus diukur dari popularitas atau materi.
Adeen justru menemukan kepuasan ketika ilmu yang dimilikinya dapat memberi manfaat langsung bagi orang lain.
Karier yang Dibangun dari Pengalaman
Perjalanan Adeen memperlihatkan bahwa karier dapat berkembang dari kombinasi pendidikan, minat, pengalaman, dan kebutuhan masyarakat. Ia memulai dari ketertarikan terhadap fitness, kemudian berkembang menjadi atlet, membangun klub kebugaran, dan akhirnya mengembangkan jasa pendampingan khusus lansia.
Proses tersebut berlangsung selama bertahun-tahun dan tidak terjadi secara instan. Pengalaman bekerja sejak muda juga membentuk kemandirian yang membantunya membangun karier secara bertahap.
Kisah tersebut menjadi contoh bahwa latar belakang sederhana tidak harus menjadi penghalang untuk mengembangkan kemampuan.
Olahraga sebagai Bentuk Pengabdian
Bagi Adeen, aktivitas yang dilakukan bersama lansia memiliki nilai pengabdian. Ia dapat menerapkan ilmu yang dipelajari selama kuliah sekaligus membantu orang di lingkungan sekitarnya.
Pilihan tersebut membuat profesinya memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar pekerjaan. Setiap perkembangan klien menjadi bentuk kepuasan yang tidak selalu dapat diukur dengan materi.
Inilah yang membuat kisahnya mendapatkan respons positif setelah dibagikan melalui media sosial.
Pesan untuk Tetap Konsisten
Adeen menekankan pentingnya konsistensi dalam menjalani proses latihan. Perkembangan fisik tidak harus terjadi secara instan dan setiap orang membutuhkan waktu yang berbeda.
Pendekatan bertahap juga dapat membantu seseorang membangun kebiasaan olahraga yang lebih realistis. Untuk lansia, penyesuaian program menjadi semakin penting karena kondisi tubuh setiap individu tidak sama.
Dengan konsistensi dan pendampingan yang tepat, aktivitas fisik dapat menjadi bagian dari rutinitas kehidupan sehari-hari.
Kisah yang Menginspirasi Warganet
Viralnya kisah Adeen menunjukkan bahwa konten sederhana tentang aktivitas yang memberikan manfaat bagi orang lain dapat menarik perhatian publik. Respons warganet sebagian besar memberikan apresiasi terhadap pilihannya mendedikasikan ilmu untuk membantu lansia.
Pesan mengenai kerja keras, kepedulian terhadap orang tua, dan pentingnya aktivitas fisik menjadi beberapa sisi yang membuat kisah tersebut terasa dekat dengan kehidupan banyak orang.
Adeen sendiri tetap menempatkan manfaat bagi lingkungan sekitar sebagai salah satu alasan utama ia menjalani pekerjaan tersebut.
Kesimpulan
Mohamad Adeen Tiro, sarjana Pendidikan Jasmani asal Jombang, Jawa Timur, viral setelah video aktivitasnya mendampingi lansia berolahraga mendapat perhatian di media sosial. Lulusan Universitas PGRI Jombang berusia 26 tahun itu memilih mengembangkan karier sebagai pelatih kebugaran dengan fokus pada pendampingan lansia.
Adeen telah menekuni fitness sejak 2014 dan aktif sebagai atlet binaraga. Ia kemudian membuka jasa spesialis pendampingan fitness lansia pada 2024. Ide tersebut berawal dari keinginannya membantu orang tua tetap bugar dan dari kepeduliannya terhadap masih adanya anggapan bahwa olahraga hanya diperuntukkan bagi anak muda.
Dalam mendampingi lansia, Adeen menghadapi tantangan berupa kondisi fisik klien yang beragam serta kekhawatiran sebagian orang untuk mulai berolahraga. Ia memilih pendekatan bertahap, mendengarkan kebutuhan klien, dan menyesuaikan program latihan agar proses dapat dilakukan secara konsisten.
Perjalanan hidupnya juga tidak lepas dari perjuangan. Adeen tumbuh dari keluarga sederhana dengan ibu yang bekerja sebagai buruh cuci dan ayah sebagai tukang bangunan. Sejak SMP, ia terbiasa bekerja serabutan dan kemudian mampu membiayai pendidikan hingga meraih gelar sarjana.
Tekadnya di bidang kebugaran akhirnya membuahkan hasil. Mimpi memiliki klub kebugaran sejak 2017 terwujud pada 2023 melalui tabungan hasil kerja keras. Di dunia olahraga, ia juga pernah meraih dua medali emas Porprov Jawa Timur dan berhasil tampil di PON XXI Sumatera Utara.
Kisah Adeen menjadi pengingat bahwa ilmu olahraga dapat diterapkan dalam banyak bidang dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Bagi dirinya, keberhasilan bukan hanya tentang pencapaian fisik, tetapi juga ketika seseorang yang sebelumnya kesulitan bergerak mulai kembali aktif dan percaya diri.



