Dewa United Basketball Academy resmi memiliki markas baru di Gading Serpong, Tangerang, Banten. Kehadiran gedung tersebut menjadi bagian dari langkah Dewa United dalam memperkuat pembinaan atlet muda sekaligus membangun fondasi bagi perkembangan bola basket Indonesia dalam jangka panjang.
Markas baru ini tidak sekadar disiapkan sebagai tempat latihan. Dewa United merancang fasilitas akademi dengan pendekatan pembinaan yang lebih menyeluruh, mulai dari latihan teknis, pengembangan fisik, nutrisi, kesehatan, pemulihan, hingga lingkungan yang mendukung perjalanan atlet muda. Gagasan tersebut menempatkan akademi sebagai bagian penting dari proses mencetak generasi baru pemain basket.
Markas Baru Dewa United Basketball Academy
Gedung Dewa United Basketball Academy di Gading Serpong resmi dikukuhkan pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Peresmian fasilitas latihan tersebut dihadiri sejumlah tokoh, termasuk Gubernur Banten Andra Soni yang meresmikan gedung, Founder JHL Group Jerry Hermawan Lo, CEO Dewa United Academy Archangela Lina, Presiden Dewa United Basketball Club Michael Ow, serta Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo.
Kehadiran fasilitas tersebut menjadi perkembangan penting bagi program akademi Dewa United yang telah berjalan hampir tiga tahun sejak klub profesional Dewa United terlibat dalam kompetisi Indonesia Basketball League atau IBL. Setelah menjalankan program pembinaan dalam periode tersebut, Dewa United kini menghadirkan tempat yang lebih lengkap untuk menunjang aktivitas para atlet muda.
CEO Dewa United Group Lexyndo Hakim menjelaskan bahwa penyediaan fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya mempersiapkan masa depan basket Indonesia. Orientasinya tidak hanya untuk kepentingan klub, tetapi juga diarahkan pada pembinaan yang dapat memberi kontribusi terhadap perkembangan olahraga basket nasional.
Pembinaan Talenta Muda Menjadi Fokus Utama
Dalam olahraga prestasi, keberadaan akademi memiliki peran penting karena proses pembentukan atlet tidak dapat dilakukan secara instan. Kemampuan seorang pemain berkembang melalui latihan yang konsisten, lingkungan yang tepat, pendampingan yang berkelanjutan, serta kesempatan untuk memahami berbagai aspek kehidupan sebagai atlet.
Konsep tersebut terlihat dalam pembangunan Dewa United Basketball Academy. Akademi ini tidak hanya menyediakan lapangan untuk berlatih teknik dasar dan permainan basket. Berbagai fasilitas pendukung juga ditempatkan dalam satu ekosistem agar kebutuhan atlet muda dapat diperhatikan sejak mereka menjalani proses pembinaan.
Pendekatan seperti ini membuat proses pembinaan menjadi lebih luas. Anak-anak yang datang ke akademi bukan sekadar berlatih menembak, menggiring bola, melakukan passing, atau memahami sistem permainan. Mereka juga diarahkan untuk membangun kebugaran, menjaga kondisi tubuh, memahami pentingnya pemulihan, dan mendapatkan dukungan ketika menghadapi persoalan fisik selama proses latihan.
Bagi perkembangan basket Indonesia, pembinaan seperti itu memiliki arti tersendiri. Regenerasi atlet membutuhkan proses panjang dan tidak hanya bergantung pada munculnya pemain berbakat. Talenta perlu berada di lingkungan yang mampu membantu mereka berkembang secara bertahap sampai siap menghadapi level kompetisi yang lebih tinggi.
Fasilitas Dibangun dalam Ekosistem Pembinaan
Dewa United Basketball Academy berdiri di atas lahan sekitar 2.100 meter persegi. Proses pembangunan fasilitas tersebut berlangsung kurang lebih dua tahun dengan bangunan yang terdiri dari tiga setengah lantai.
Struktur bangunan dirancang untuk menampung berbagai kebutuhan akademi. Setiap area memiliki fungsi yang berbeda, tetapi keseluruhannya saling mendukung proses pembinaan. Dengan konsep tersebut, kegiatan atlet tidak berhenti pada aktivitas latihan di lapangan karena tersedia pula fasilitas yang berkaitan dengan kebugaran, kesehatan, nutrisi, dan pemulihan.
Area Basement
Perjalanan memasuki gedung akademi dimulai dari area basement yang digunakan sebagai tempat parkir. Area tersebut memiliki kapasitas hingga 32 mobil dan juga menyediakan tempat parkir sepeda motor.
Keberadaan area parkir menjadi bagian dari kebutuhan operasional gedung, terutama karena akademi merupakan fasilitas yang akan digunakan oleh atlet muda, pelatih, staf, serta pihak lain yang terlibat dalam kegiatan pembinaan. Penataan fasilitas pendukung seperti ini membantu menciptakan lingkungan yang lebih terorganisasi untuk aktivitas akademi.
Lobi, Kafeteria, dan Pro Shop
Di lantai pertama terdapat lobi dan kafeteria. Area tersebut disiapkan untuk mendukung kebutuhan atlet muda yang menjalani kegiatan latihan di akademi. Kafeteria menyediakan pilihan makanan dan minuman yang lebih beragam serta bernutrisi.
Aspek nutrisi menjadi bagian penting dalam pembinaan atlet karena aktivitas olahraga membutuhkan dukungan kondisi fisik yang baik. Dengan menyediakan area konsumsi di dalam lingkungan akademi, kebutuhan tersebut dapat menjadi bagian dari ekosistem fasilitas yang dirancang Dewa United.
Lantai pertama juga memiliki pro shop yang menyediakan perlengkapan olahraga, termasuk sepatu basket dan berbagai merchandise. Keberadaan area tersebut membuat gedung akademi tidak hanya berfungsi sebagai pusat latihan, tetapi juga memiliki ruang pendukung yang berkaitan dengan aktivitas olahraga.
Tiga Court Multifungsi di Pusat Akademi
Pusat aktivitas basket berada di lantai kedua. Di area tersebut terdapat kantor yang digunakan oleh tim manajemen dan staf pendukung, serta area utama berupa lapangan basket dengan lantai kayu berlisensi FIBA.
Dewa United Basketball Academy memiliki tiga court multifungsi. Dalam kebutuhan pertandingan, ketiga court tersebut dapat dikonfigurasi menjadi satu lapangan utama. Fleksibilitas tersebut memungkinkan fasilitas digunakan untuk kebutuhan latihan maupun penyelenggaraan pertandingan.
Area lapangan juga dilengkapi tribun teleskopik di sisi kiri dan kanan. Sistem tersebut memungkinkan susunan tribun disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan yang berlangsung di dalam gedung.
Untuk kebutuhan latihan, konfigurasi lapangan dapat digunakan dengan total enam ring basket. Artinya, fasilitas tersebut memungkinkan beberapa kelompok atlet menjalani program latihan secara bersamaan. Bagi sebuah akademi yang berorientasi pada pembinaan usia muda, kapasitas dan fleksibilitas seperti ini dapat membantu pengelolaan sesi latihan secara lebih terstruktur.
Pengaturan tersebut juga memberikan ruang bagi akademi untuk mengembangkan aktivitas pembinaan tanpa harus bergantung pada satu lapangan yang digunakan secara bergantian. Kelompok atlet dapat menjalani program sesuai kebutuhan masing-masing, sementara fasilitas tetap dapat digunakan untuk kegiatan lainnya.
Latihan Tidak Berhenti di Lapangan Basket
Salah satu hal yang menonjol dari konsep akademi adalah perhatian terhadap aspek di luar kemampuan teknis bermain basket. Dewa United menempatkan pengembangan fisik dan kesehatan sebagai bagian dari proses pembinaan atlet muda.
Di lantai atas tersedia pusat kebugaran yang dirancang untuk kebutuhan atlet muda. Program strength and conditioning diberikan untuk membantu meningkatkan kekuatan, kebugaran, serta kemampuan fisik secara terukur.
Pendekatan tersebut penting karena perkembangan seorang pemain basket tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menguasai bola. Permainan membutuhkan kombinasi antara teknik, kekuatan, kecepatan, koordinasi, daya tahan, serta kemampuan tubuh beradaptasi terhadap intensitas pertandingan.
Dengan adanya pusat kebugaran di lingkungan akademi, aspek pengembangan fisik dapat menjadi bagian dari rutinitas pembinaan. Atlet muda memiliki ruang yang dirancang untuk mendukung kebutuhan kondisi tubuh mereka sesuai dengan tahap perkembangan masing-masing.
Dukungan Kesehatan dan Pemulihan
Fasilitas akademi juga dilengkapi locker room dan area medis dengan ruang fisioterapi. Para atlet mendapatkan dukungan dari terapis olahraga profesional untuk membantu menjaga kondisi tubuh, menjalani proses pemulihan, maupun menangani cedera.
Keberadaan fasilitas kesehatan di dalam lingkungan pembinaan memperlihatkan bahwa perjalanan atlet dipandang sebagai proses yang membutuhkan perhatian menyeluruh. Cedera atau kelelahan dapat menjadi bagian dari aktivitas olahraga, sehingga pemantauan kondisi tubuh dan proses pemulihan menjadi aspek yang tidak dapat dipisahkan dari latihan.
Bagi atlet muda, pemahaman mengenai kesehatan juga menjadi bagian dari pendidikan olahraga. Mereka tidak hanya belajar bagaimana meningkatkan kemampuan permainan, tetapi juga memahami pentingnya menjaga tubuh sebagai modal utama dalam menjalani aktivitas olahraga secara berkelanjutan.
Visi Jangka Panjang untuk Basket Indonesia
Di balik pembangunan markas baru tersebut terdapat visi yang lebih besar daripada sekadar memperkuat fasilitas internal Dewa United. Akademi diarahkan menjadi salah satu bagian dari upaya membangun fondasi basket Indonesia melalui pembinaan dari tingkat akar rumput.
Lexyndo Hakim menyampaikan bahwa tujuan akademi bukan hanya memenuhi kebutuhan Dewa United. Pembinaan yang dilakukan diharapkan dapat berkontribusi terhadap perkembangan basket nasional dalam jangka panjang.
Visi tersebut menempatkan waktu sebagai bagian penting dalam proses pembentukan atlet. Pemain muda yang saat ini menjalani latihan masih membutuhkan perjalanan panjang sebelum mencapai tingkat profesional. Karena itu, hasil dari sebuah program pembinaan tidak selalu dapat diukur dalam waktu singkat.
Harapannya, proses yang dilakukan sejak usia muda dapat melahirkan pemain yang memiliki dasar teknik, kondisi fisik, pemahaman permainan, serta mentalitas yang lebih siap ketika memasuki jenjang kompetisi berikutnya.
Mengapa Akademi Penting bagi Regenerasi Basket?
Regenerasi merupakan salah satu tantangan utama dalam olahraga. Ketika sebuah negara ingin meningkatkan kualitas kompetisi dan prestasi tim nasional, ketersediaan pemain baru yang memiliki kemampuan memadai harus terus dijaga.
Akademi menjadi salah satu jalur yang dapat membantu proses tersebut. Melalui akademi, pemain muda dapat memperoleh latihan secara rutin dan mendapatkan pendampingan yang lebih terarah. Proses ini juga memungkinkan pelatih memantau perkembangan pemain dari waktu ke waktu.
Dalam konteks Dewa United, pembangunan fasilitas baru memberikan ruang yang lebih memadai untuk menjalankan proses tersebut. Tiga court multifungsi, pusat kebugaran, area medis, fisioterapi, kafeteria, serta ruang pendukung lainnya berada dalam satu gedung yang dirancang khusus untuk aktivitas akademi.
Keberadaan fasilitas fisik memang bukan satu-satunya penentu keberhasilan pembinaan. Kualitas pelatih, metode latihan, kedisiplinan atlet, konsistensi program, kompetisi yang diikuti, serta dukungan keluarga juga memiliki peran besar. Namun, fasilitas yang memadai dapat menjadi salah satu fondasi agar proses tersebut berjalan dengan lebih terstruktur.
Dari Akar Rumput Menuju Level Nasional
Basket Indonesia membutuhkan kesinambungan antara pembinaan usia muda dan kompetisi tingkat tinggi. Talenta yang berkembang di level akar rumput perlu memiliki jalur yang jelas untuk melanjutkan perjalanan menuju level yang lebih kompetitif.
Dalam kerangka tersebut, akademi seperti Dewa United Basketball Academy dapat berperan sebagai ruang awal untuk mengenalkan budaya latihan dan kompetisi kepada generasi muda. Pemain tidak hanya dibentuk untuk mengejar kemampuan individual, tetapi juga belajar menjadi bagian dari sebuah tim dan memahami tuntutan olahraga prestasi.
Jika proses pembinaan berjalan konsisten, manfaatnya dapat melampaui kepentingan satu klub. Pemain yang berkembang melalui sistem pembinaan dapat memiliki peluang untuk melanjutkan karier di berbagai jenjang kompetisi. Pada akhirnya, semakin banyak pemain berkualitas yang tersedia, semakin besar pula pilihan yang dapat dimiliki ekosistem basket nasional.
Namun, pembangunan sumber daya manusia olahraga tetap membutuhkan waktu. Gedung baru hanyalah salah satu tahap awal dari perjalanan panjang tersebut. Tantangan berikutnya adalah bagaimana fasilitas dan program yang tersedia dapat digunakan secara optimal untuk membentuk atlet yang berkembang dari tahun ke tahun.
Markas Baru sebagai Rumah Talenta Basket
Dewa United menggambarkan akademi tersebut bukan sekadar gedung latihan biasa, melainkan rumah bagi calon talenta dan generasi baru bola basket Indonesia. Pernyataan tersebut mencerminkan arah yang ingin dibangun melalui keberadaan fasilitas baru.
Konsep rumah dalam konteks pembinaan olahraga memiliki makna yang luas. Atlet muda membutuhkan tempat untuk berlatih, berkembang, belajar menjaga kesehatan, mengenal disiplin, dan memahami proses panjang menuju prestasi. Semua kebutuhan tersebut membutuhkan lingkungan yang mendukung.
Dengan fasilitas yang dirancang secara khusus, akademi memiliki peluang untuk menciptakan lingkungan pembinaan yang lebih terintegrasi. Latihan teknis berada dekat dengan pengembangan fisik, sementara aspek kesehatan dan pemulihan juga mendapatkan ruang yang memadai.
Model seperti ini menunjukkan bahwa pembinaan modern tidak cukup hanya menyediakan lapangan. Perkembangan atlet membutuhkan pendekatan multidimensi yang mempertimbangkan kemampuan permainan sekaligus kondisi fisik dan kesehatan.
Tantangan Setelah Fasilitas Berdiri
Peresmian markas baru tentu bukan akhir dari perjalanan akademi. Justru setelah fasilitas tersedia, tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh fasilitas tersebut benar-benar mendukung program pembinaan secara konsisten.
Pengelolaan akademi membutuhkan program latihan yang terukur, pendampingan yang tepat, serta evaluasi perkembangan atlet. Setiap kelompok usia memiliki kebutuhan yang berbeda sehingga metode pembinaan perlu disesuaikan dengan tahap perkembangan pemain.
Selain itu, kesempatan bertanding juga menjadi bagian penting dari perkembangan pemain. Latihan memberikan dasar kemampuan, sementara pengalaman menghadapi situasi pertandingan membantu atlet memahami bagaimana kemampuan tersebut diterapkan dalam kondisi kompetitif.
Karena itu, keberadaan fasilitas yang lengkap perlu berjalan beriringan dengan program pembinaan yang kuat. Gedung, lapangan, gym, ruang medis, dan fasilitas lainnya merupakan sarana. Hasil akhirnya tetap sangat bergantung pada bagaimana seluruh sarana tersebut digunakan dalam proses pendidikan dan pembentukan atlet.
Harapan untuk Generasi Berikutnya
Visi Dewa United Basketball Academy untuk melihat kekuatan Tim Nasional Basket Indonesia berkembang dalam 10 hingga 15 tahun ke depan menunjukkan bahwa pembinaan dipandang sebagai investasi jangka panjang. Pemain yang dilatih hari ini belum tentu langsung menjadi bagian dari tim nasional dalam waktu dekat, tetapi proses yang mereka jalani dapat menjadi bekal untuk perjalanan karier berikutnya.
Dalam olahraga, keberhasilan regenerasi membutuhkan kesabaran. Talenta muda perlu diberikan kesempatan untuk berkembang tanpa membebani mereka dengan tuntutan hasil instan. Yang lebih penting adalah memastikan mereka memperoleh lingkungan latihan yang aman, terarah, dan konsisten.
Markas baru Dewa United Basketball Academy menjadi salah satu contoh bagaimana klub profesional dapat memperluas perhatian dari kompetisi tingkat elite menuju pembinaan pemain muda. Langkah tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan ekosistem olahraga tidak hanya berlangsung ketika pertandingan profesional digelar, tetapi juga melalui pekerjaan panjang di belakang layar.
Jika pembinaan usia dini dapat dilakukan secara berkelanjutan, ekosistem basket Indonesia memiliki peluang untuk memperoleh lebih banyak pemain yang siap bersaing pada masa mendatang. Proses tersebut tentu membutuhkan kontribusi banyak pihak, mulai dari klub, akademi, pelatih, keluarga, sekolah, komunitas, hingga federasi.
Lebih dari Sekadar Gedung Latihan
Markas baru Dewa United Basketball Academy pada akhirnya bukan hanya tentang bangunan tiga setengah lantai atau jumlah lapangan yang tersedia. Nilai utamanya terletak pada fungsi fasilitas tersebut sebagai tempat berlangsungnya proses pembinaan generasi muda.
Di dalam gedung tersebut, pemain belajar mengembangkan kemampuan basket sekaligus mengenal aspek lain yang diperlukan dalam olahraga prestasi. Mereka mendapatkan ruang latihan, fasilitas kebugaran, dukungan kesehatan, pemulihan, serta lingkungan yang diharapkan dapat membantu mereka tumbuh sebagai atlet.
Langkah Dewa United juga menunjukkan bahwa investasi terhadap olahraga tidak selalu harus berbentuk perekrutan pemain bintang atau pencapaian dalam kompetisi saat ini. Investasi dapat dilakukan melalui pembangunan sistem pembinaan yang hasilnya baru terlihat dalam jangka panjang.
Bagi basket Indonesia, keberadaan fasilitas pembinaan seperti ini menjadi bagian dari perjalanan menuju regenerasi yang lebih berkelanjutan. Masa depan olahraga tidak hanya ditentukan oleh siapa yang bermain hari ini, tetapi juga oleh seberapa serius generasi berikutnya dipersiapkan.
Dengan markas baru di Gading Serpong, Dewa United Basketball Academy kini memiliki fasilitas yang lebih lengkap untuk menjalankan visi tersebut. Tantangan selanjutnya adalah menjaga konsistensi program dan memastikan fasilitas yang telah dibangun benar-benar menjadi ruang tumbuh bagi talenta muda.
Pada akhirnya, masa depan basket Indonesia membutuhkan proses yang panjang. Akademi, klub, kompetisi, pelatih, keluarga, dan para atlet muda memiliki peran masing-masing. Markas baru Dewa United menjadi salah satu bagian dari perjalanan tersebut, dengan harapan pembinaan yang dimulai dari akar rumput dapat menghasilkan generasi pemain yang semakin siap membawa basket Indonesia ke level yang lebih tinggi.



