JAKARTA - Arafah Rianti kini tidak hanya dikenal sebagai komika dan figur hiburan. Perempuan yang dikenal lewat dunia stand-up comedy tersebut juga semakin serius mengembangkan bisnis rental PlayStation (PS) dan warnet. Usahanya berkembang hingga memiliki beberapa cabang di kawasan sekitar Jakarta dan Depok.
Perkembangan bisnis tersebut menunjukkan sisi lain Arafah di luar panggung hiburan. Di tengah aktivitasnya sebagai figur publik, ia memilih membangun usaha yang berkaitan dengan hiburan digital dan permainan konsol. Bisnis tersebut bahkan terus diperluas ke sejumlah lokasi baru.
Dalam laporan Liputan6, Arafah mengungkapkan bahwa store keduanya berada di Depok, store ketiga di Pamulang, dan store keempat di Cinere. Pernyataan itu disampaikan ketika ia ditemui di kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan, pada 11 Agustus 2026.
Bisnis Rental PS Arafah Terus Berkembang
Bisnis rental PS Arafah menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Dari satu lokasi, usaha tersebut kemudian diperluas ke beberapa wilayah yang masih berada di sekitar Jakarta dan Depok.
Arafah menyebut beberapa lokasi cabang yang sudah dimilikinya. Store kedua berada di Depok, kemudian store ketiga berada di Pamulang, sedangkan store keempat berada di Cinere. Jumlah tersebut memperlihatkan bahwa bisnis rental PS yang dijalankannya bukan sekadar usaha sampingan dalam skala kecil.
Sebelumnya, Arafah juga telah memperlihatkan rencana ekspansi bisnis ke kawasan Cirendeu. detikHot melaporkan bahwa Arafah sedang membangun warnet dan rental PS di kawasan tersebut pada awal Agustus 2026.
Modal Bisnis Tidak Sedikit
Membangun bisnis rental PS tentu membutuhkan modal yang cukup besar. Pengeluaran tidak hanya digunakan untuk membeli konsol permainan, tetapi juga perangkat komputer, RAM, layar, jaringan internet, furnitur, ruangan, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Arafah sendiri mengakui bahwa modal yang dibutuhkan untuk bisnis tersebut cukup fantastis. Ia menggambarkan besarnya biaya perangkat dengan membandingkannya dengan harga sebuah mobil.
Salah satu komponen yang menjadi perhatian adalah perangkat keras. Arafah menyebut harga RAM dan konsol PS yang kemudian dikalikan hingga sekitar 40 unit membuat nilai investasinya menjadi sangat besar.
Besarnya investasi tersebut menunjukkan bahwa bisnis rental PS modern membutuhkan perencanaan modal yang berbeda dibandingkan rental permainan generasi sebelumnya. Pelaku usaha harus mempertimbangkan harga perangkat sekaligus biaya operasional dan pemeliharaan.
Hingga Puluhan Unit Perangkat
Jumlah perangkat menjadi salah satu faktor yang menentukan kapasitas sebuah tempat rental PS. Semakin banyak konsol yang tersedia, semakin banyak pula pelanggan yang dapat dilayani dalam waktu bersamaan.
Dalam bisnis Arafah, perangkat PS disebut mencapai sekitar 40 unit untuk satu kebutuhan investasi yang ia gambarkan. Angka tersebut memperlihatkan skala usaha yang cukup besar dibandingkan tempat rental PS sederhana yang hanya menyediakan beberapa konsol.
Namun, jumlah perangkat yang banyak juga berarti kebutuhan perawatan semakin besar. Setiap konsol dan perangkat pendukung membutuhkan pemeliharaan agar tetap dapat digunakan pelanggan dengan baik.
Cabang Menjangkau Beberapa Wilayah
Ekspansi Arafah tidak berhenti di satu kawasan. Depok, Pamulang, dan Cinere menjadi beberapa wilayah yang disebut dalam perkembangan bisnisnya.
Penyebaran lokasi tersebut memungkinkan bisnis menjangkau pelanggan dari kawasan yang berbeda. Bagi usaha berbasis layanan seperti rental PS dan warnet, lokasi menjadi salah satu faktor penting karena pelanggan biasanya memilih tempat yang mudah dijangkau dari rumah atau aktivitas sehari-hari.
Ekspansi ke beberapa wilayah juga membuat pengelolaan bisnis menjadi lebih kompleks. Arafah perlu memastikan setiap cabang memiliki perangkat yang memadai, fasilitas yang nyaman, serta sistem operasional yang dapat berjalan dengan baik.
Ekspansi ke Cirendeu
Selain cabang yang telah berjalan, Arafah juga memperluas bisnisnya ke Cirendeu. Pada awal Agustus 2026, ia membagikan kabar mengenai pembangunan lokasi baru melalui media sosial.
detikHot melaporkan bahwa lokasi tersebut menggabungkan konsep warnet dan rental PS. Arafah menyampaikan bahwa proses pembangunan masih berlangsung dan meminta dukungan agar pembukaan lokasi baru tersebut berjalan lancar.
Ekspansi tersebut memperlihatkan bahwa Arafah masih melihat peluang di bisnis hiburan berbasis permainan digital. Kehadiran warnet bersama rental PS juga dapat memperluas jenis layanan yang diberikan kepada pelanggan.
Rental PS Bukan Sekadar Tempat Bermain
Salah satu hal menarik dari bisnis Arafah adalah cerita mengenai perilaku pelanggan. Ia mengungkapkan bahwa terdapat pelanggan yang bahkan memilih menginap di tempat rental PS miliknya.
Menurut Arafah, kondisi tersebut terjadi karena sebagian pelanggan merasa rental PS miliknya memberikan tempat yang nyaman. Fenomena itu menjadi gambaran bahwa tempat rental modern dapat berkembang menjadi ruang berkumpul, bermain, dan menghabiskan waktu dalam durasi yang cukup lama.
Namun, cerita tersebut tidak berarti seluruh pelanggan menginap di lokasi. Arafah hanya menggambarkan bahwa ada pelanggan yang memilih melakukan hal tersebut di rental PS miliknya.
Konsep Kenyamanan Jadi Daya Tarik
Bisnis rental PS pada dasarnya tidak hanya menjual akses terhadap konsol permainan. Pengalaman pelanggan juga menjadi bagian penting yang dapat menentukan apakah seseorang akan kembali menggunakan layanan tersebut.
Ruangan yang nyaman, perangkat yang berfungsi baik, koneksi internet, kebersihan, serta suasana yang mendukung aktivitas bermain dapat menjadi faktor yang membuat pelanggan betah.
Dalam kasus usaha Arafah, keberadaan pelanggan yang menginap menunjukkan bahwa suasana tempat menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian. Hal tersebut juga memperlihatkan bagaimana konsep rental PS dapat berkembang menjadi tempat berkumpul bagi komunitas.
Arafah Tetap Berhubungan dengan Dunia Hiburan
Meski semakin aktif sebagai pengusaha, Arafah tidak sepenuhnya meninggalkan dunia hiburan. Bisnis menjadi salah satu aktivitas yang ia jalankan ketika kesempatan tampil atau syuting tidak sebanyak sebelumnya.
SINDOnews melaporkan Arafah membantah anggapan bahwa dirinya sengaja meninggalkan dunia hiburan demi bisnis. Ia menjelaskan bahwa aktivitas sang adik, Halda Rianta, sedang cukup padat sehingga panggung hiburan lebih banyak diisi oleh Halda.
Kondisi tersebut membuat Arafah memiliki kesempatan untuk lebih fokus mengurus bisnis. Dengan demikian, perkembangan rental PS dapat dilihat sebagai bagian dari diversifikasi aktivitasnya, bukan semata-mata pengganti karier di dunia hiburan.
Pernah Mencoba Bisnis Kuliner
Selain rental PS, Arafah juga pernah mencoba menjalankan bisnis di bidang kuliner. Namun, usaha tersebut untuk sementara dihentikan.
Menurut Arafah, bisnis makanan atau food and beverage memiliki tantangan tersendiri. Persaingan yang tinggi serta perubahan harga bahan baku membuat bisnis kuliner dinilai lebih sulit untuk dijalankan dalam kondisi tertentu.
Ia menyebut bisnis kuliner akan dipertimbangkan kembali apabila kondisi harga bahan baku sudah lebih stabil. Keputusan tersebut menunjukkan bahwa Arafah mencoba menyesuaikan ekspansi bisnis dengan kondisi operasional dan pasar.
Belajar dari Pengalaman Bisnis
Pengalaman menjalankan lebih dari satu jenis usaha memberikan Arafah gambaran mengenai karakter masing-masing sektor. Rental PS memiliki kebutuhan modal perangkat yang besar, tetapi dapat dikelola dengan model layanan berbasis penggunaan fasilitas.
Sementara itu, bisnis kuliner memiliki tantangan berbeda karena berhubungan dengan bahan baku, kualitas produk, persaingan menu, tenaga kerja, serta perubahan harga. Perbedaan tersebut membuat setiap jenis usaha membutuhkan strategi pengelolaan yang berbeda.
Arafah tampaknya memilih untuk lebih fokus pada bisnis yang saat ini menunjukkan perkembangan positif. Ekspansi rental PS menjadi salah satu bukti bahwa ia masih melihat peluang dalam usaha tersebut.
Halda Rianta Ikut Tertarik Berbisnis
Kesuksesan Arafah dalam menjalankan usaha ternyata ikut mendorong minat sang adik, Halda Rianta, untuk mencoba masuk ke dunia bisnis.
Dalam wawancara yang dikutip Liputan6, Halda menyebut beberapa ide bisnis yang sempat muncul, termasuk laundry koin dan fotobox. Ia mengaku belum menentukan bisnis yang akan dijalankan, tetapi pengalaman Arafah menjadi salah satu referensi dalam pembicaraan tersebut.
Hal tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas bisnis Arafah juga berkembang menjadi inspirasi bagi lingkungan keluarganya. Bisnis tidak hanya menjadi sumber kegiatan baru bagi Arafah, tetapi juga membuka pembicaraan mengenai peluang usaha di antara anggota keluarga.
Bisnis Selebriti Semakin Beragam
Arafah merupakan salah satu contoh figur publik yang memanfaatkan popularitas dan pengalamannya untuk membangun usaha di luar industri hiburan. Bisnis selebriti di Indonesia kini tidak terbatas pada kuliner atau produk kecantikan, tetapi juga mencakup layanan berbasis teknologi dan hiburan.
Rental PS dan warnet memiliki karakter berbeda dari bisnis yang biasanya dikembangkan oleh figur publik. Usaha tersebut membutuhkan investasi perangkat, tempat, jaringan, serta pengelolaan operasional secara langsung.
Keputusan Arafah untuk memperluas usaha ke beberapa lokasi menunjukkan bahwa ia melihat potensi pasar dari layanan hiburan digital. Namun, keberlanjutan bisnis tetap bergantung pada kemampuan mengelola biaya dan mempertahankan pelanggan.
Tantangan Mengelola Banyak Cabang
Memiliki banyak cabang membawa tantangan baru. Pengelolaan stok perangkat, perawatan konsol, koneksi internet, keamanan, kebersihan, dan sumber daya manusia harus dilakukan secara konsisten di setiap lokasi.
Jika satu cabang mengalami masalah, pengelola harus dapat merespons dengan cepat agar tidak mengganggu pengalaman pelanggan. Karena itu, ekspansi bisnis tidak hanya membutuhkan modal awal, tetapi juga sistem manajemen yang mampu mendukung operasional beberapa lokasi.
Arafah kini berada pada tahap ketika bisnisnya sudah tidak hanya bergantung pada satu tempat. Dengan bertambahnya cabang, pengelolaan usaha menjadi semakin penting untuk memastikan pertumbuhan tetap berjalan secara sehat.
Peluang dari Komunitas Gamer
Rental PS juga memiliki peluang untuk membangun komunitas. Pelanggan tidak hanya datang untuk memainkan permainan, tetapi dapat bertemu dengan pemain lain dan membentuk lingkungan sosial berdasarkan minat yang sama.
Konsep tersebut dapat menjadi nilai tambah bagi tempat rental yang mampu menciptakan suasana nyaman. Turnamen, kegiatan komunitas, atau layanan tambahan dapat menjadi bagian dari strategi pengembangan usaha, meskipun tidak seluruhnya diterapkan pada bisnis Arafah.
Dengan semakin berkembangnya industri gim dan komunitas pemain, tempat fisik seperti rental PS masih memiliki ruang untuk berkembang apabila mampu menawarkan pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Investasi Perangkat Menjadi Komponen Utama
Perangkat menjadi salah satu komponen investasi terbesar dalam bisnis rental PS. Harga konsol, RAM untuk komputer, layar, aksesori, dan perangkat jaringan harus diperhitungkan sejak awal.
Arafah memberikan gambaran mengenai besarnya kebutuhan modal dengan menyebut perangkat yang digunakan dikalikan hingga puluhan unit. Ia bahkan menyamakan nilai tersebut dengan harga sebuah mobil mewah.
Selain investasi awal, pemilik usaha juga harus memperhitungkan biaya listrik, internet, sewa tempat, perawatan, penggantian perangkat, dan kebutuhan operasional lainnya. Artinya, keberhasilan bisnis rental tidak hanya ditentukan oleh jumlah konsol yang tersedia.
Mengapa Bisnis Rental PS Menarik?
Rental PS menawarkan model bisnis yang relatif sederhana untuk dipahami. Pelanggan membayar berdasarkan waktu penggunaan fasilitas, sementara pemilik usaha menyediakan perangkat dan tempat yang dapat digunakan.
Model tersebut memungkinkan satu perangkat digunakan oleh banyak pelanggan secara bergantian. Jika tingkat keterisian tinggi dan biaya operasional dapat dikendalikan, investasi perangkat dapat memberikan nilai ekonomi dalam jangka panjang.
Namun, persaingan dan perubahan teknologi juga menjadi tantangan. Pemilik usaha harus mengikuti perkembangan konsol, gim, perangkat komputer, dan preferensi pelanggan agar layanan tetap relevan.
Perjalanan Bisnis Arafah Rianti
Perkembangan usaha Arafah memperlihatkan perjalanan dari satu lokasi menuju beberapa cabang. Depok, Pamulang, dan Cinere menjadi bagian dari ekspansi yang ia ungkapkan, sementara Cirendeu menjadi salah satu lokasi yang sedang dikembangkan.
detikHot sebelumnya mencatat Arafah telah memiliki tempat rental PS dan warnet di Depok serta Pamulang sebelum memperluas usaha ke Cirendeu.
Dengan bertambahnya lokasi, Arafah memiliki kesempatan untuk menjangkau pelanggan yang lebih luas. Namun, pertumbuhan tersebut juga menuntut sistem operasional yang lebih matang.
Tidak Berhenti pada Satu Usaha
Keputusan Arafah untuk mencoba beberapa bidang bisnis memperlihatkan pendekatan diversifikasi. Ketika bisnis kuliner dihentikan sementara, rental PS justru terus dikembangkan.
Strategi tersebut memungkinkan pengusaha untuk tidak bergantung pada satu sumber pendapatan. Meski demikian, setiap bisnis tetap membutuhkan fokus dan pengawasan agar tidak menimbulkan masalah dalam operasional.
Bagi Arafah, bisnis rental PS saat ini menjadi salah satu kegiatan usaha yang paling menonjol. Perluasan cabang menjadi indikator bahwa ia masih memiliki keyakinan terhadap peluang bisnis tersebut.
Kesimpulan
Arafah Rianti kini memiliki aktivitas yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar karier sebagai komika. Ia berhasil mengembangkan bisnis rental PS dan warnet ke sejumlah wilayah di sekitar Jakarta dan Depok.
Menurut keterangan Arafah yang dikutip Liputan6, store keduanya berada di Depok, store ketiga di Pamulang, dan store keempat di Cinere. Ia juga tengah mengembangkan lokasi baru di Cirendeu.
Modal bisnis tersebut tidak kecil. Arafah menggambarkan biaya perangkat yang digunakan dalam jumlah puluhan unit sebagai investasi yang nilainya dapat setara dengan sebuah mobil mewah. Hal ini menunjukkan bahwa bisnis rental PS modern membutuhkan modal dan pengelolaan yang serius.
Menariknya, tempat usaha Arafah juga memiliki pelanggan yang memilih menginap karena merasa nyaman berada di sana. Fenomena tersebut menjadi gambaran bahwa rental PS dapat berfungsi sebagai ruang hiburan sekaligus tempat berkumpul.
Di tengah ekspansi rental PS, Arafah juga pernah mencoba bisnis kuliner sebelum memutuskan menghentikannya sementara. Ia menilai sektor makanan memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait persaingan dan kestabilan harga bahan baku.
Perjalanan Arafah memperlihatkan bagaimana figur publik dapat membangun sumber usaha di luar industri hiburan. Dengan terus bertambahnya cabang, tantangan berikutnya adalah menjaga kualitas layanan, mengelola biaya operasional, dan memastikan setiap lokasi dapat berkembang secara berkelanjutan.



