Daftar HP Xiaomi yang Kebagian Desain Soft Light Glass ala iOS

Xiaomi menghadirkan desain Soft Light Glass di HyperOS 4, tetapi fitur ini hanya tersedia pada sejumlah HP dengan kemampuan perangkat keras tertentu.

Antarmuka Xiaomi HyperOS 4 dengan desain Soft Light Glass
Antarmuka Xiaomi HyperOS 4 dengan desain Soft Light Glass

JAKARTA - Xiaomi memperkenalkan perubahan visual besar melalui sistem operasi HyperOS 4. Salah satu fitur yang paling mencuri perhatian adalah desain antarmuka bernama Soft Light Glass, yang menghadirkan elemen transparan, efek cahaya lembut, serta tampilan menyerupai material kaca.

Desain baru tersebut membuat tampilan antarmuka Xiaomi terlihat lebih modern dan memiliki karakter yang sekilas mengingatkan pada pendekatan visual Liquid Glass yang digunakan Apple pada sistem operasi terbarunya. Meski demikian, Xiaomi menggunakan bahasa desain dan implementasi sendiri melalui HyperOS 4.

Yang menarik, Soft Light Glass tidak diberikan secara merata kepada seluruh perangkat Xiaomi. Fitur ini membutuhkan kemampuan pemrosesan grafis yang cukup tinggi sehingga Xiaomi memilih perangkat tertentu sebagai penerima awal. Informasi mengenai perangkat yang mendapatkan fitur tersebut juga berkaitan dengan kemampuan chipset yang digunakan.

Apa Itu Soft Light Glass?

Soft Light Glass merupakan bahasa desain baru yang diperkenalkan Xiaomi pada HyperOS 4. Tampilan ini menggunakan kombinasi transparansi, lapisan visual, efek buram, serta pencahayaan dinamis pada sejumlah bagian antarmuka.

Efek tersebut dapat ditemukan pada berbagai elemen sistem, seperti menu, Quick Settings, widget, folder, kartu informasi, dan sejumlah komponen antarmuka lainnya. Tujuannya bukan sekadar membuat tampilan menjadi transparan, tetapi menciptakan kesan kedalaman visual yang lebih dinamis.

Ketika pengguna menggulir atau berpindah menu, elemen antarmuka dapat memberikan efek visual yang membuat tampilan terasa lebih hidup. Wallpaper dan konten di belakang elemen UI juga dapat berpengaruh terhadap tampilan transparansi dan pencahayaan.

Terinspirasi Tren Desain Kaca

Desain berbasis kaca atau glassmorphism bukan hal baru dalam industri teknologi. Konsep tersebut telah digunakan berbagai perusahaan untuk menciptakan antarmuka yang memiliki lapisan transparan dan efek buram.

Pada HyperOS 4, Xiaomi mengembangkan konsep tersebut melalui Soft Light Glass. Tampilan baru ini membuat sejumlah komponen sistem terlihat seperti lapisan kaca yang dapat memantulkan cahaya dan berinteraksi secara visual dengan konten di belakangnya.

Karena karakter visualnya, Soft Light Glass kemudian banyak dibandingkan dengan pendekatan desain Liquid Glass milik Apple. Perbandingan tersebut terutama muncul karena keduanya sama-sama memanfaatkan transparansi, efek cahaya, dan kedalaman visual dalam antarmuka.

Tidak Semua HP Xiaomi Mendapatkannya

Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan pengguna adalah Soft Light Glass tidak tersedia untuk seluruh HP Xiaomi. Xiaomi membatasi dukungan awal karena efek visual tersebut membutuhkan kemampuan grafis yang cukup besar.

Menurut informasi yang tersedia, perangkat dengan chipset kelas atas menjadi prioritas pada tahap awal pengujian. Beberapa persyaratan perangkat keras yang disebut mencakup chipset Snapdragon 8 Elite atau lebih baru, MediaTek Dimensity 9500 atau lebih baru, serta chip Xiaomi dari keluarga Xring O1 atau lebih baru.

Pembatasan tersebut menunjukkan bahwa Soft Light Glass bukan hanya perubahan gambar atau ikon sederhana. Rendering transparansi, blur, pencahayaan dinamis, dan animasi secara real-time membutuhkan kemampuan pemrosesan grafis yang memadai.

Daftar HP Xiaomi yang Mendapat Soft Light Glass

Daftar kompatibilitas yang beredar mencakup sejumlah perangkat flagship Xiaomi, seri Redmi, perangkat lipat, serta tablet. Dukungan juga direncanakan meluas ke beberapa perangkat generasi sebelumnya.

Berikut perangkat yang masuk dalam daftar kompatibilitas Soft Light Glass berdasarkan informasi yang tersedia:

  • Xiaomi MIX Fold 4
  • Xiaomi MIX Fold 3
  • Xiaomi MIX Fold 2
  • Xiaomi MIX Flip
  • Xiaomi 17 series
  • Xiaomi 17T series
  • Xiaomi 15 series
  • Xiaomi 14 series
  • Xiaomi 13 series
  • Xiaomi Civi 5 Pro
  • Redmi K100 Pro series
  • Redmi K90 series
  • Redmi K80 series
  • Redmi K70 series, kecuali K70E
  • Redmi Turbo 5 Max
  • Redmi Turbo 5
  • Redmi Turbo 4 Pro
  • Xiaomi Pad 8 Pro
  • Xiaomi Pad 8
  • Xiaomi Pad 7 Ultra
  • Xiaomi Pad 7S Pro
  • Redmi K Pad 2

Daftar tersebut perlu dipahami sebagai daftar perangkat yang direncanakan atau masuk dalam dukungan HyperOS 4 Soft Light Glass. Daftar final dapat berubah seiring proses pengujian dan optimalisasi perangkat lunak.

Xiaomi 17 Jadi Salah Satu Prioritas

Seri Xiaomi 17 menjadi salah satu perangkat yang mendapatkan perhatian dalam pengembangan HyperOS 4. Sebagai lini flagship, perangkat tersebut memiliki kemampuan perangkat keras yang sesuai dengan kebutuhan pemrosesan antarmuka baru.

Pengguna perangkat generasi terbaru memiliki peluang lebih besar untuk menikmati keseluruhan pengalaman visual HyperOS 4. Selain desain Soft Light Glass, sistem operasi baru Xiaomi juga membawa sejumlah perubahan lain pada animasi, notifikasi, layar kunci, serta integrasi perangkat.

Xiaomi 15 dan Xiaomi 14 Juga Masuk Daftar

Dukungan terhadap seri yang lebih lama menjadi kabar menarik bagi pengguna Xiaomi. Sejumlah model dari keluarga Xiaomi 15 dan Xiaomi 14 juga tercantum dalam daftar perangkat yang mendapatkan Soft Light Glass.

Hal ini menunjukkan bahwa Xiaomi tidak hanya memusatkan fitur visual baru pada generasi terbaru. Perangkat flagship yang masih memiliki kemampuan perangkat keras memadai tetap mendapatkan perhatian dalam pengembangan HyperOS 4.

Dukungan tersebut juga dapat memperpanjang relevansi perangkat lama karena pengguna tetap memperoleh pengalaman antarmuka baru tanpa harus langsung mengganti smartphone.

Xiaomi 13 Ikut Berpeluang Mendapat Tampilan Baru

Seri Xiaomi 13 juga tercantum dalam daftar perangkat yang direncanakan mendukung Soft Light Glass. Kehadiran seri ini menarik karena perangkat tersebut merupakan generasi yang lebih lama dibandingkan Xiaomi 15 dan Xiaomi 17.

Dukungan terhadap perangkat generasi sebelumnya memperlihatkan bahwa kemampuan chipset menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan Xiaomi. Artinya, umur perangkat tidak selalu menjadi satu-satunya penentu apakah fitur visual tertentu dapat diberikan.

Namun, implementasi akhir tetap dapat berbeda berdasarkan model, wilayah, versi perangkat lunak, dan tahapan distribusi HyperOS 4.

Redmi K Series Juga Mendapat Perhatian

Selain perangkat flagship Xiaomi, sejumlah HP Redmi dari lini K juga masuk dalam daftar. Seri Redmi K90, K80, dan beberapa model K70 disebut termasuk perangkat yang akan memperoleh efek Soft Light Glass.

Redmi K70E menjadi salah satu pengecualian dalam daftar K70. Hal tersebut memperlihatkan bahwa dukungan fitur dapat berbeda antarvarian meskipun masih berada dalam keluarga produk yang sama.

Perbedaan tersebut umumnya berkaitan dengan kemampuan perangkat keras dan konfigurasi masing-masing model. Fitur visual yang membutuhkan pemrosesan grafis tinggi tidak selalu dapat dijalankan secara optimal pada semua varian.

Perangkat Lipat Xiaomi Ikut Mendapat Soft Light Glass

Perangkat foldable Xiaomi juga menjadi bagian dari ekosistem yang mendapatkan perhatian. Beberapa model dari seri MIX Fold dan MIX Flip tercantum dalam daftar kompatibilitas.

Perangkat lipat memiliki karakteristik layar dan antarmuka yang berbeda dari smartphone konvensional. Karena itu, penerapan Soft Light Glass pada perangkat jenis ini menjadi menarik untuk dilihat, terutama ketika antarmuka harus beradaptasi dengan ukuran dan orientasi layar yang berbeda.

Xiaomi juga dapat memanfaatkan kemampuan perangkat lipat untuk menampilkan efek visual yang lebih kompleks pada layar berukuran besar.

Tablet Xiaomi Tidak Ketinggalan

Soft Light Glass bukan hanya ditujukan untuk smartphone. Sejumlah tablet Xiaomi juga masuk dalam daftar perangkat yang mendapatkan dukungan, termasuk Xiaomi Pad 8 Pro dan Xiaomi Pad 8.

Beberapa tablet dari generasi sebelumnya seperti Pad 7 Ultra dan Pad 7S Pro juga disebut dalam daftar. Kehadiran fitur tersebut membuat pengalaman visual antara smartphone dan tablet dalam ekosistem Xiaomi berpotensi menjadi lebih konsisten.

Integrasi antarmuka menjadi semakin penting karena Xiaomi tidak hanya menjual smartphone. Perusahaan juga memiliki tablet, perangkat wearable, komputer, dan berbagai perangkat pintar yang dapat terhubung dalam satu ekosistem.

Soft Light Glass Membutuhkan GPU yang Kuat

Alasan utama Xiaomi membatasi fitur tersebut adalah kebutuhan pemrosesan grafis. Efek transparansi dan blur yang berubah secara real-time dapat membutuhkan sumber daya GPU lebih besar dibandingkan antarmuka statis.

Jika efek tersebut diterapkan pada terlalu banyak perangkat dengan kemampuan berbeda, pengalaman pengguna berpotensi tidak konsisten. Perangkat dengan GPU yang kurang kuat dapat mengalami penurunan performa, animasi tersendat, atau konsumsi daya yang lebih tinggi.

Karena itu, Xiaomi tampaknya memilih pendekatan berbasis kemampuan perangkat keras untuk menentukan kompatibilitas awal Soft Light Glass.

HyperOS 4 Tidak Hanya Mengubah Tampilan

Soft Light Glass memang menjadi salah satu perubahan yang paling mudah dilihat, tetapi HyperOS 4 tidak hanya berfokus pada tampilan. Xiaomi juga membawa berbagai optimalisasi sistem dan fitur berbasis kecerdasan buatan.

HyperOS 4 diperkenalkan sebagai pembaruan besar yang mencakup perubahan antarmuka, peningkatan kinerja, integrasi perangkat, serta kemampuan AI melalui Super XiaoAI 2.0.

Dengan demikian, Soft Light Glass hanya menjadi bagian dari perubahan yang lebih luas. Xiaomi berupaya menggabungkan desain baru dengan peningkatan pengalaman penggunaan sehari-hari.

Layar Kunci Mendapat Perubahan

Salah satu area yang mendapatkan perhatian dalam HyperOS 4 adalah layar kunci. Xiaomi memberikan lebih banyak pilihan penyesuaian terhadap tampilan jam dan elemen lainnya.

Pengguna dapat memperoleh tampilan yang lebih fleksibel dibandingkan generasi sebelumnya. Efek visual berbasis kaca juga dapat memberikan karakter baru pada elemen layar kunci yang kompatibel.

Perubahan ini membuat layar kunci tidak lagi sekadar halaman untuk membuka perangkat, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman visual keseluruhan HyperOS 4.

Notifikasi Dibuat Lebih Terorganisasi

HyperOS 4 juga membawa pendekatan baru terhadap notifikasi. Sistem dapat mengelompokkan notifikasi sehingga informasi yang masuk tidak memenuhi seluruh area layar.

Penempatan dan pengelompokan tersebut dirancang agar antarmuka terlihat lebih rapi sekaligus memudahkan pengguna menemukan informasi yang dibutuhkan.

Perubahan ini sejalan dengan tujuan desain Soft Light Glass yang menekankan tampilan berlapis, transparan, dan lebih terorganisasi.

Folder dan Widget Lebih Fleksibel

Area layar utama juga mendapat sejumlah penyempurnaan. Folder dan widget dapat ditata dengan lebih fleksibel sehingga pengguna memiliki ruang lebih besar untuk menyesuaikan tampilan sesuai kebutuhan.

Efek transparansi dan blur membuat folder serta widget dapat menyatu secara visual dengan wallpaper. Pendekatan tersebut memberikan kesan kedalaman yang lebih kuat dibandingkan antarmuka dengan elemen sepenuhnya solid.

Bagi pengguna yang senang melakukan kustomisasi, perubahan visual ini menjadi salah satu bagian menarik dari HyperOS 4.

Ada Fitur Interaktif Baru

HyperOS 4 juga memperkenalkan sejumlah elemen interaktif baru. Salah satunya adalah Inspiration Ball, sebuah elemen mengambang yang dapat membantu pengguna memindahkan teks, foto, atau file untuk menjalankan tindakan tertentu.

Ada pula Status Island yang digunakan untuk menampilkan aktivitas tertentu seperti timer, perekaman, atau navigasi tanpa harus menutup aplikasi yang sedang digunakan.

Xiaomi juga memperkenalkan elemen untuk akses cepat ke pemindaian QR atau barcode melalui gestur tertentu. Fitur-fitur tersebut menunjukkan bahwa HyperOS 4 tidak hanya mengubah tampilan, tetapi juga cara pengguna berinteraksi dengan sistem.

Super XiaoAI 2.0 Jadi Bagian dari HyperOS 4

Kecerdasan buatan menjadi bagian penting dari HyperOS 4 melalui Super XiaoAI 2.0. Asisten tersebut dikembangkan untuk menangani tugas yang lebih kompleks dan terintegrasi dengan berbagai fungsi perangkat.

Xiaomi juga memperkenalkan kemampuan AI pada aplikasi seperti Notes dan Recorder. Sistem dapat membantu merangkum rekaman, mengenali poin penting, menyusun informasi, serta menjalankan fungsi berbasis suara.

Namun, sejumlah fitur AI pada tahap awal dapat memiliki keterbatasan berdasarkan wilayah dan bahasa. Pengguna global mungkin tidak langsung memperoleh seluruh fitur yang tersedia pada versi China.

Rollout Awal Berlangsung di China

HyperOS 4 pada tahap awal diperkenalkan melalui program beta di China. Distribusinya dilakukan secara bertahap untuk sejumlah perangkat yang telah ditentukan.

Batch awal dimulai pada 14 Agustus 2026 untuk sejumlah perangkat, termasuk Xiaomi 17 series, Redmi K90 series, dan Xiaomi Pad 8. Tahap berikutnya dijadwalkan mencakup perangkat lain seperti Xiaomi 17 Max, Xiaomi 17T series, Xiaomi 15 series, serta Redmi K Pad 2.

Tahap berikutnya kembali diperluas pada 17 September 2026 dengan sejumlah perangkat Redmi K100, Redmi K80, Xiaomi MIX Flip 2, serta beberapa tablet Xiaomi. Jadwal tersebut merupakan roadmap beta yang tersedia untuk pasar China dan bukan berarti seluruh perangkat global menerima pembaruan pada tanggal yang sama.

Bagaimana dengan Pengguna Xiaomi di Indonesia?

Bagi pengguna Xiaomi di Indonesia, daftar perangkat yang mendukung Soft Light Glass belum otomatis berarti pembaruan langsung tersedia. Xiaomi biasanya dapat memiliki jadwal distribusi berbeda berdasarkan wilayah, model perangkat, dan versi firmware.

Karena itu, pengguna sebaiknya tidak menganggap daftar beta China sebagai jadwal resmi pembaruan untuk Indonesia. Ketersediaan fitur global dapat diumumkan secara terpisah setelah proses pengujian selesai.

Perbedaan regional juga dapat memengaruhi fitur AI dan layanan tertentu. Ada kemungkinan beberapa fungsi tersedia lebih dulu atau hanya tersedia di wilayah tertentu.

Soft Light Glass Bukan Sekadar Meniru iOS

Kemiripan visual dengan desain Apple membuat Soft Light Glass menjadi bahan perbincangan. Namun, Xiaomi tetap mengembangkan implementasi tersebut sebagai bagian dari bahasa desain HyperOS 4.

Penggunaan efek transparansi, blur, pencahayaan, dan lapisan visual merupakan tren yang telah berkembang luas dalam desain antarmuka. Karena itu, kemiripan konsep tidak otomatis berarti seluruh implementasinya identik.

Yang menjadi pembeda adalah bagaimana Xiaomi menerapkan efek tersebut pada struktur antarmuka HyperOS, termasuk menu, widget, folder, layar kunci, notifikasi, dan berbagai fitur interaktif.

Keuntungan bagi Pengguna

Jika perangkat mendukung Soft Light Glass, pengguna akan mendapatkan tampilan antarmuka yang terasa lebih modern. Elemen transparan dapat membuat layar terlihat lebih dinamis, sementara animasi dan efek cahaya memberikan kesan lebih premium.

Selain perubahan estetika, integrasi dengan fitur HyperOS 4 juga dapat membuat pengalaman penggunaan lebih konsisten di berbagai perangkat Xiaomi.

Namun, tampilan yang lebih kompleks tetap perlu diimbangi dengan optimalisasi performa. Xiaomi harus memastikan efek visual tidak mengganggu kelancaran penggunaan atau mengonsumsi daya secara berlebihan.

Daftar Perangkat Masih Bisa Berubah

Karena HyperOS 4 masih berada dalam tahap pengembangan dan pengujian, daftar perangkat yang memperoleh Soft Light Glass dapat berubah. Xiaomi dapat menambahkan perangkat lain setelah melakukan optimalisasi, atau menyesuaikan dukungan berdasarkan hasil pengujian.

Hal tersebut juga menjelaskan mengapa beberapa perangkat generasi lama dapat memperoleh dukungan sementara model lain dengan nama seri yang mirip belum tentu mendapatkan seluruh efek visual.

Faktor seperti chipset, kemampuan GPU, versi perangkat lunak, serta optimalisasi masing-masing model menjadi pertimbangan dalam proses tersebut.

Kesimpulan

Soft Light Glass menjadi salah satu perubahan visual paling mencolok yang hadir melalui HyperOS 4. Desain tersebut menggunakan transparansi, blur, lapisan visual, serta efek pencahayaan untuk menciptakan tampilan antarmuka yang lebih modern dan dinamis.

Xiaomi tidak memberikan fitur tersebut kepada seluruh perangkat. Dukungan awal diprioritaskan pada perangkat dengan kemampuan pemrosesan grafis yang dianggap mampu menangani efek visual secara optimal. Sejumlah perangkat dari keluarga Xiaomi 17, Xiaomi 15, Xiaomi 14, Xiaomi 13, Xiaomi MIX, Redmi K series, Redmi Turbo, serta Xiaomi Pad masuk dalam daftar kompatibilitas yang tersedia saat ini.

Menariknya, beberapa perangkat generasi sebelumnya juga tetap mendapatkan perhatian. Xiaomi 13 dan Redmi K70, misalnya, termasuk dalam daftar yang direncanakan mendukung Soft Light Glass, meskipun Redmi K70E menjadi pengecualian dalam daftar tersebut.

Selain perubahan tampilan, HyperOS 4 membawa peningkatan lain seperti pengelolaan notifikasi, kustomisasi layar kunci, perubahan widget dan folder, fitur interaktif baru, serta Super XiaoAI 2.0.

Untuk saat ini, distribusi beta masih berfokus pada pasar China. Pengguna Xiaomi di negara lain, termasuk Indonesia, perlu menunggu informasi resmi mengenai jadwal global dan daftar perangkat yang benar-benar mendapatkan pembaruan.

Jika Xiaomi mampu mempertahankan performa sekaligus menghadirkan efek visual tersebut secara mulus, Soft Light Glass dapat menjadi salah satu ciri khas HyperOS 4. Fitur ini juga memperlihatkan bagaimana persaingan sistem operasi smartphone kini tidak hanya berkaitan dengan fungsi, tetapi juga pengalaman visual dan cara pengguna berinteraksi dengan perangkat.

Sumber