Detik-Detik Penangkapan Pengirim Pesan Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15

Ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15 sempat membuat panik. Polisi bergerak cepat dan berhasil menangkap pelaku yang ternyata merupakan orang tua siswa.

Petugas kepolisian melakukan penyisiran di SDN Srengseng Sawah 15
Petugas kepolisian melakukan penyisiran di SDN Srengseng Sawah 15

Jakarta – Suasana hari pertama masuk sekolah di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, mendadak mencekam setelah muncul ancaman bom melalui pesan singkat pada Senin pagi.

Pesan tersebut dikirim sekitar pukul 07.30 WIB kepada pihak sekolah. Ancaman baru disadari setelah upacara selesai, sehingga sempat memicu kepanikan di kalangan guru dan staf.

Tim kepolisian bersama Gegana dan Densus 88 segera turun ke lokasi untuk melakukan penyisiran. Hasil pemeriksaan menyatakan tidak ditemukan bahan peledak dan situasi dinyatakan aman.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan cepat dan berhasil mengidentifikasi pelaku berinisial MY (34). Pelaku ditangkap di kediamannya yang tidak jauh dari sekolah pada hari yang sama tanpa perlawanan.

Fakta mengejutkan terungkap, pelaku merupakan orang tua salah satu siswa di sekolah tersebut. Polisi juga mengamankan ponsel yang digunakan untuk mengirim ancaman sebagai barang bukti.

Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengaku melakukan aksi tersebut karena iseng. Meski demikian, pihak kepolisian masih mendalami motif lebih lanjut.

Kasus ini menjadi pengingat serius bahwa ancaman palsu dapat menimbulkan kepanikan dan berdampak besar, terutama di lingkungan pendidikan. Pelaku terancam sanksi hukum sesuai peraturan yang berlaku.