Esports World Cup 2026 memasuki pekan kedua setelah membuka kompetisi berskala global dengan total hadiah 75 juta dolar AS. Berbeda dari dua edisi sebelumnya yang identik dengan Riyadh, turnamen tahun ini resmi berlangsung di Paris dan menjadi penyelenggaraan EWC pertama di luar ibu kota Arab Saudi.
Kompetisi dimulai pada 6 Juli dan dijadwalkan berlangsung hingga 23 Agustus 2026. Penyelenggara menghadirkan 25 turnamen dari 24 judul esports selama tujuh pekan, dengan lebih dari 200 klub dan pemain yang berasal dari 84 negara.
Besarnya hadiah membuat EWC 2026 kembali memecahkan rekor turnamen tersebut. Edisi 2025 di Riyadh sebelumnya membawa total hadiah lebih dari 70 juta dolar AS, sedangkan nilai pada 2026 meningkat menjadi 75 juta dolar AS.
Namun, EWC 2026 belum dapat dinilai berdasarkan hasil akhir karena kompetisi masih berlangsung. Gambaran awal baru terlihat dari pekan pertama ketika gelar Apex Legends, FATAL FURY: City of the Wolves, dan VALORANT dimenangkan oleh peserta yang mewakili kawasan berbeda.
EWC 2026 Berlangsung di Paris, Bukan Riyadh
Informasi resmi penyelenggara menyebut EWC 2026 berlangsung di Paris. Upacara pembukaan digelar di La Seine Musicale pada 8 Juli dengan penampilan DJ Snake, Aya Nakamura, Theodora, dan Mosimann.
Kompetisi dan rangkaian kegiatan penggemar berlangsung di Paris Expo Porte de Versailles. Penyelenggara menyebut edisi ini sebagai pembukaan babak internasional baru sekaligus EWC pertama yang dilaksanakan di luar Riyadh.
Perubahan lokasi tersebut penting untuk diperjelas karena sejumlah informasi awal mengenai EWC 2026 masih mencantumkan Riyadh sebagai tuan rumah. Riyadh memang menjadi lokasi penyelenggaraan EWC 2024 dan 2025, tetapi pertandingan edisi 2026 berlangsung di Paris.
Format acaranya tetap mempertahankan konsep festival esports selama tujuh pekan. Penonton dapat mengikuti pertandingan dari berbagai judul permainan, kegiatan komunitas, program kreator, dan Fan Fest yang berlangsung bersamaan dengan kompetisi utama.
Juara Pekan Pertama Datang dari Berbagai Kawasan
Pekan pertama memperlihatkan peta persaingan yang tersebar di beberapa kawasan. Tiga gelar awal dimenangkan oleh UNLIMIT dari Jepang, pemain Meksiko DarkAngel yang mewakili Natus Vincere, serta organisasi Amerika Utara 100 Thieves.
UNLIMIT menjadi juara Apex Legends Global Series setelah melalui pertandingan final dengan sistem Match Point. Sebanyak 11 tim sempat memenuhi syarat Match Point sebelum UNLIMIT memastikan kemenangan pada gim kesepuluh.
Tim Jepang tersebut membawa pulang hadiah 600.000 dolar AS. Kemenangan itu juga menjadi gelar turnamen tingkat S pertama bagi UNLIMIT di Apex Legends, setelah mereka memasuki babak final sebagai salah satu tim yang tidak banyak diunggulkan.
Pada FATAL FURY: City of the Wolves, Luis Guadalupe DarkAngel Castillo Gomez keluar sebagai juara setelah mengalahkan pemain Jepang mi2ha4 dengan skor 5-1 pada pertandingan final.
Pemain asal Meksiko yang membela Natus Vincere tersebut memperoleh hadiah 250.000 dolar AS. Hasil itu sekaligus memberi Natus Vincere posisi kuat dalam persaingan Club Championship setelah pekan pertama.
Gelar lainnya diraih 100 Thieves dalam kompetisi VALORANT. Organisasi Amerika Utara tersebut menundukkan NRG dengan skor seri 3-1 dan menyelesaikan turnamen tanpa kekalahan.
100 Thieves memperoleh hadiah 600.000 dolar AS dan 1.000 poin Club Championship. Kemenangan tersebut menjadi trofi internasional VALORANT pertama bagi organisasi itu.
Persaingan Club Championship Baru Dimulai
EWC tidak hanya menentukan juara pada setiap permainan. Organisasi yang tampil pada beberapa judul juga mengumpulkan poin untuk memperebutkan gelar Club Championship berdasarkan hasil keseluruhan selama tujuh pekan.
Setelah pekan pertama, Natus Vincere dan 100 Thieves berada di posisi teratas dengan masing-masing 1.000 poin. NRG, Team Vision, dan Virtus.pro mengikuti dengan 750 poin berdasarkan hasil mereka di turnamen awal.
UNLIMIT tidak masuk dalam klasemen Club Championship meskipun menjadi juara Apex Legends. Aturan kompetisi mensyaratkan sebuah klub meraih posisi delapan besar dalam sedikitnya dua turnamen agar memenuhi ketentuan untuk memperebutkan gelar antarklub.
Apex Legends menjadi satu-satunya cabang yang diikuti UNLIMIT di EWC 2026. Karena tidak memiliki perwakilan pada turnamen kedua, organisasi tersebut tidak dapat memenuhi persyaratan dasar Club Championship.
Team Vitality menjadi klub pertama yang memenuhi ketentuan dua hasil delapan besar. Organisasi tersebut menempati posisi kelima dalam VALORANT dan FATAL FURY, sehingga telah memenuhi syarat untuk masuk dalam persaingan gelar antarklub.
Sistem tersebut memberi keuntungan kepada organisasi yang mampu membangun tim kompetitif pada banyak permainan. Sebuah gelar memberi poin besar, tetapi konsistensi pada sejumlah judul dapat menjadi faktor penentu ketika klasemen akhir dihitung.
Hadiah Besar Mengubah Strategi Klub Esports
Total hadiah 75 juta dolar AS membuat EWC menjadi salah satu pusat perhatian terbesar dalam kalender esports 2026. Nilainya tidak hanya tersebar pada juara setiap permainan, tetapi juga berkaitan dengan Club Championship, babak kualifikasi, dan penghargaan individu.
Besarnya hadiah mendorong organisasi memperluas kehadiran mereka ke lebih banyak judul permainan. Klub yang sebelumnya berfokus pada satu atau dua cabang mulai membangun divisi baru, merekrut pemain dari negara lain, atau bekerja sama dengan tim yang telah memiliki tempat di jalur kualifikasi.
Kondisi tersebut memperkuat karakter multinasional dalam esports. Identitas organisasi tidak selalu sama dengan kewarganegaraan seluruh pemainnya. Sebuah klub dapat berbasis di satu negara, memiliki pemain dari beberapa kawasan, dan bertanding dalam permainan yang komunitas terbesarnya berada di wilayah berbeda.
Pekan pertama EWC 2026 menunjukkan pola tersebut. Gelar dibagi antara tim Jepang, pemain Meksiko di bawah organisasi internasional, serta klub Amerika Utara. Belum ada satu negara atau kawasan yang benar-benar mendominasi seluruh kompetisi.
Persaingan masih dapat berubah ketika judul lain menyelesaikan turnamennya. League of Legends, Dota 2, Mobile Legends: Bang Bang, Free Fire, dan berbagai permainan lain akan menambah perolehan poin serta hadiah selama pekan-pekan berikutnya.
EWC 2026 Belum Selesai
Penyelenggaraan di Paris, hadiah 75 juta dolar AS, dan kemenangan lintas kawasan membuat pekan pembuka EWC 2026 mendapat perhatian besar. Meski demikian, klaim mengenai klub dominan atau keberhasilan akhir turnamen masih terlalu dini karena kompetisi baru melewati pekan pertama.
Natus Vincere dan 100 Thieves memimpin Club Championship sementara, tetapi puluhan turnamen masih harus diselesaikan hingga 23 Agustus. Klub dengan banyak divisi berpeluang mengejar melalui hasil konsisten, sedangkan organisasi yang telah meraih gelar harus mempertahankan performanya pada cabang lain.
Rekor hadiah juga memperlihatkan meningkatnya skala ekonomi esports global. Turnamen tidak lagi hanya mempertemukan pemain terbaik dalam satu permainan, tetapi menjadi kompetisi antarklub yang menilai kekuatan organisasi di berbagai genre.
EWC 2026 pada akhirnya menjadi ujian bagi model tersebut. Keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh nilai hadiah, tetapi juga kualitas pertandingan, jumlah penonton, jangkauan siaran, pengalaman pengunjung, serta kemampuan penyelenggara menjaga kompetisi yang adil selama tujuh pekan.
Untuk sementara, pekan pertama telah menghasilkan tiga juara dengan latar belakang berbeda dan membuka persaingan Club Championship yang masih sangat panjang. EWC 2026 bukan berlangsung di Riyadh seperti informasi awal yang beredar, melainkan di Paris sebagai edisi pertama turnamen tersebut di luar Arab Saudi.



