Jepang Siapkan Misi MMX untuk Ambil Sampel dari Bulan Mars Phobos

Jepang melalui JAXA menyiapkan misi MMX untuk menjelajahi Phobos dan Deimos, mengambil lebih dari 10 gram sampel dari Phobos, lalu membawanya kembali ke Bumi pada 2031.

Ilustrasi wahana MMX JAXA menjelajahi Phobos dan Deimos, dua bulan Mars
Ilustrasi wahana MMX JAXA menjelajahi Phobos dan Deimos, dua bulan Mars

Jepang menyiapkan misi antariksa Martian Moons eXploration atau MMX untuk menjelajahi dua bulan Mars, Phobos dan Deimos. Misi yang dipimpin Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) ini dirancang tidak hanya untuk mengamati kedua benda langit tersebut dari dekat, tetapi juga mendarat di Phobos, mengambil material permukaannya, dan membawa sampel itu kembali ke Bumi.

JAXA menargetkan peluncuran MMX pada tahun fiskal 2026. Setelah menempuh perjalanan sekitar satu tahun menuju kawasan Mars, wahana akan melakukan rangkaian pengamatan terhadap Phobos dan Deimos. Tahap berikutnya adalah pengambilan sampel dari Phobos sebelum wahana meninggalkan kawasan Mars dan melakukan perjalanan kembali ke Bumi.

MMX Dirancang untuk Membawa Sampel Phobos ke Bumi

MMX merupakan misi sample return yang memiliki sasaran utama Phobos. JAXA menargetkan pengumpulan material lebih dari 10 gram dari permukaan bulan Mars tersebut. Sampel kemudian akan ditempatkan dalam kapsul khusus untuk dibawa kembali ke Bumi.

Jika berhasil, MMX akan menjadi misi pertama yang membawa material dari kawasan Mars kembali ke Bumi. Misi ini memperluas pengalaman Jepang dalam teknologi pengambilan dan pengembalian sampel benda langit yang sebelumnya dikembangkan melalui program Hayabusa dan Hayabusa2.

Pengambilan sampel Phobos memiliki nilai ilmiah penting karena para peneliti masih memperdebatkan asal-usul dua bulan Mars. Salah satu kemungkinan menyebut Phobos dan Deimos terbentuk dari material yang berkaitan dengan Mars, sedangkan hipotesis lain menyatakan kedua bulan tersebut merupakan asteroid yang kemudian tertangkap gravitasi Mars.

Perjalanan MMX Menuju Sistem Mars

Setelah diluncurkan, wahana MMX diperkirakan membutuhkan sekitar satu tahun untuk mencapai kawasan Mars. Wahana kemudian akan memasuki lintasan di sekitar Phobos untuk melakukan observasi sebelum menjalankan operasi di permukaan bulan tersebut.

Menurut rancangan JAXA, MMX akan menghabiskan beberapa tahun di kawasan Mars. Selain mempelajari Phobos, wahana juga akan mengamati Deimos dan melakukan pengamatan terhadap lingkungan Mars. Tahapan ini memungkinkan para peneliti memperoleh gambaran lebih lengkap mengenai sistem Mars, bukan hanya karakteristik satu bulan.

Setelah kegiatan pengamatan dan pengambilan sampel selesai, wahana akan meninggalkan kawasan Mars. Perjalanan kembali menuju Bumi diperkirakan memerlukan sekitar satu tahun. JAXA menjadwalkan pengembalian kapsul sampel pada tahun fiskal 2031.

Dua Sistem Digunakan untuk Mengambil Sampel

Pengambilan material Phobos menjadi salah satu bagian paling menantang dari misi MMX. JAXA mengembangkan dua pendekatan pengambilan sampel agar material dari bagian permukaan maupun lapisan yang sedikit lebih dalam dapat dikumpulkan.

Salah satu perangkat menggunakan sistem coring atau pengeboran untuk mengambil material dari kedalaman lebih dari dua sentimeter. Sistem lainnya menggunakan gas bertekanan untuk mengangkat material permukaan ke dalam wadah sampel.

Kombinasi kedua sistem tersebut dirancang agar sampel yang diperoleh dapat memberikan informasi lebih lengkap mengenai material penyusun Phobos. Material yang diambil dari kedalaman dan permukaan dapat memiliki karakteristik berbeda sehingga keduanya berpotensi membantu penelitian mengenai sejarah benda langit tersebut.

Mencari Jawaban tentang Asal-usul Phobos

Salah satu tujuan utama MMX adalah mencari petunjuk mengenai bagaimana Phobos dan Deimos terbentuk. Asal-usul kedua bulan Mars masih menjadi pertanyaan penting dalam ilmu keplanetan karena karakteristiknya belum memberikan jawaban yang sepenuhnya meyakinkan.

Jika Phobos merupakan pecahan material yang berasal dari Mars, komposisi sampelnya dapat memberikan petunjuk mengenai proses pembentukan dan evolusi sistem Mars. Sebaliknya, apabila Phobos merupakan asteroid yang tertangkap gravitasi Mars, material yang dibawa kembali dapat memberikan petunjuk mengenai asal-usulnya dari wilayah lain di Tata Surya.

Analisis sampel di Bumi diharapkan memberikan informasi yang tidak dapat diperoleh hanya melalui pengamatan dari jarak jauh. Para ilmuwan dapat memeriksa komposisi mineral dan karakteristik material secara langsung menggunakan fasilitas laboratorium yang lebih lengkap.

Rover IDEFIX Mendukung Eksplorasi Phobos

Misi MMX juga membawa rover kecil bernama IDEFIX yang dikembangkan melalui kerja sama Prancis dan Jerman. Rover tersebut dirancang untuk membantu mempelajari kondisi permukaan Phobos dan mendukung persiapan aktivitas eksplorasi.

Keberadaan rover menjadi bagian dari pendekatan MMX untuk memahami medan Phobos sebelum dan selama operasi utama. Informasi mengenai permukaan dapat membantu tim misi memilih lokasi yang sesuai untuk aktivitas pendaratan dan pengambilan sampel.

Phobos memiliki gravitasi yang sangat rendah sehingga pengoperasian kendaraan di permukaannya memiliki tantangan tersendiri. Kondisi tersebut membuat teknologi mobilitas dan navigasi menjadi bagian penting dari persiapan misi.

Teknologi untuk Eksplorasi Jarak Jauh

Selain tujuan ilmiah, MMX juga dirancang untuk mengembangkan teknologi yang dapat digunakan dalam eksplorasi ruang angkasa pada masa mendatang. JAXA memasukkan kemampuan perjalanan pulang-pergi menuju kawasan Mars, teknologi pengambilan sampel dari permukaan benda langit, serta sistem komunikasi untuk operasi ruang angkasa dalam tujuan teknis misi.

Wahana MMX terdiri atas modul propulsi, modul eksplorasi, dan modul pengembalian. Konfigurasi tersebut memungkinkan wahana menjalankan perjalanan panjang, melakukan eksplorasi di kawasan Mars, mengambil sampel, kemudian membawa material kembali menuju Bumi.

Teknologi pengambilan sampel menjadi salah satu aspek yang dapat memberikan pengalaman penting untuk misi eksplorasi berikutnya. Operasi di permukaan benda langit dengan gravitasi rendah membutuhkan perencanaan dan teknik yang berbeda dibandingkan pengambilan sampel di Bumi.

Kerja Sama Internasional

MMX merupakan proyek internasional yang dipimpin Jepang dengan keterlibatan sejumlah lembaga antariksa dan organisasi penelitian dari negara lain. NASA, badan antariksa Prancis CNES, German Aerospace Center atau DLR, serta European Space Agency atau ESA turut berkontribusi dalam misi tersebut.

Kerja sama tersebut mencakup penyediaan instrumen, teknologi, dukungan komunikasi, hingga pengembangan rover. Keterlibatan berbagai lembaga membuat MMX menjadi salah satu proyek eksplorasi planet yang menggabungkan kemampuan teknologi dan keahlian ilmiah dari sejumlah negara.

NASA juga mencatat MMX sebagai misi yang bertujuan mengamati Phobos dan Deimos, mengumpulkan sampel dari Phobos, serta mengembalikannya ke Bumi. Data yang diperoleh diharapkan membantu menjelaskan asal-usul kedua bulan Mars dan perkembangan sistem Mars.

Sampel Ditargetkan Kembali pada 2031

Setelah menyelesaikan observasi dan pengambilan sampel, MMX akan memulai perjalanan kembali ke Bumi. Sampel Phobos akan ditempatkan dalam Sample Return Capsule yang dirancang untuk memasuki atmosfer Bumi dan membawa material tersebut hingga tahap pemulihan.

Rencana JAXA menyebut kapsul pengembalian akan dipisahkan dari wahana pada fase akhir perjalanan. Setelah memasuki atmosfer, kapsul dijadwalkan dipulihkan di Australia sebelum sampel dipindahkan ke fasilitas kurasi JAXA untuk penanganan dan penelitian lebih lanjut.

Pengendalian kontaminasi menjadi aspek penting dalam proses tersebut. Material dari Phobos harus dijaga agar tidak tercampur dengan material Bumi sehingga nilai ilmiahnya tetap dapat dipertahankan. Karena itu, proses setelah kapsul tiba di Bumi juga menjadi bagian penting dari keberhasilan misi.

Langkah Penting untuk Eksplorasi Mars

MMX tidak dirancang untuk mendarat di Mars, tetapi eksplorasinya terhadap Phobos dan Deimos dapat memberikan informasi baru mengenai sejarah kawasan Mars. Sampel yang dibawa pulang akan memberikan kesempatan kepada ilmuwan untuk mempelajari material dari lingkungan Mars secara langsung.

Keberhasilan misi juga akan menjadi demonstrasi kemampuan Jepang dalam menjalankan operasi kompleks di kawasan Mars. Mulai dari perjalanan antariksa jarak jauh, navigasi di sekitar bulan Mars, pendaratan di Phobos, pengambilan sampel, hingga pengembalian material ke Bumi harus dilakukan secara terintegrasi.

Dengan target peluncuran pada 2026 dan pengembalian sampel pada 2031, MMX menjadi salah satu proyek eksplorasi antariksa yang dinantikan untuk membuka informasi baru mengenai Phobos, Deimos, dan sejarah sistem Mars. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, sampel dari Phobos dapat menjadi sumber data baru untuk menguji teori tentang asal-usul bulan Mars sekaligus memperkuat teknologi eksplorasi ruang angkasa generasi berikutnya.

Sumber