Drone Pertama Dunia Lahir dari Proyek Rahasia Perang
Kisah Kettering Bug memperlihatkan bagaimana proyek militer rahasia pada Perang Dunia I menjadi salah satu tonggak awal teknologi pesawat tanpa awak.
Penelitian, penemuan, biologi, fisika, dan ilmu pengetahuan umum.
← Kembali ke Sains & LingkunganKisah Kettering Bug memperlihatkan bagaimana proyek militer rahasia pada Perang Dunia I menjadi salah satu tonggak awal teknologi pesawat tanpa awak.
Fosil berusia sekitar 236 juta tahun memberi petunjuk baru tentang evolusi reproduksi mamalia dan membantu ilmuwan memahami kapan garis keturunan mamalia mulai beralih dari bertelur menuju melahirkan.
Shadow bands menjadi fenomena unik yang muncul menjelang dan sesudah gerhana Matahari total berupa garis gelap-terang yang bergerak cepat di permukaan.
Gerhana Matahari Total pada 12 Agustus 2026 tidak dapat diamati dari Indonesia. BMKG menyebut jalur gerhana tidak melewati wilayah Nusantara.
Ilmuwan mulai mempelajari pergerakan hiu di lautan untuk mencari petunjuk baru yang dapat membantu meningkatkan akurasi prediksi badai.
Teknik Lingkungan UIN Walisongo membahas persoalan mikroplastik dengan menghadirkan pakar dari India dalam kegiatan akademik dan pengembangan wawasan riset.
Ilmuwan untuk pertama kalinya menciptakan virus dengan genom yang dirancang AI. Terobosan ini membuka peluang riset baru sekaligus memicu perhatian terhadap keamanan hayati.
Astronom berhasil menangkap penampakan permukaan Matahari dengan resolusi tinggi yang memperlihatkan pusaran plasma panas dan aktivitas dinamis di atmosfer bintang tersebut.
Satelit Lampung-1 meluncur dari China dengan teknologi hiperspektral berbasis AI untuk mendukung pemantauan lingkungan, pertanian, dan sumber daya alam.
Ilmuwan menemukan fosil dinosaurus berusia sekitar 125 juta tahun dengan bagian kulit yang masih terawetkan. Temuan spesies Haolong dongi mengungkap struktur duri unik yang menyerupai landak.
Bagian atas roket Falcon 9 milik SpaceX diprediksi akan menghantam permukaan Bulan pada Agustus 2026. Tumbukan tersebut diperkirakan dapat membentuk kawah baru dan menjadi perhatian komunitas astronomi dunia.
Pengamatan terbaru menunjukkan Galaksi Bima Sakti kemungkinan memiliki ukuran lebih besar dari perkiraan sebelumnya. Temuan ini dapat mengubah pemahaman ilmuwan tentang struktur dan evolusi galaksi tempat Bumi berada.