Masa depan status Geopark Ijen sebagai bagian dari UNESCO Global Geoparks memasuki tahap penting pada Agustus 2026. Kawasan yang berada di wilayah Banyuwangi dan Bondowoso, Jawa Timur, tersebut menjalani proses revalidasi untuk memastikan pengelolaannya masih memenuhi standar yang ditetapkan UNESCO. Hasil evaluasi menjadi penentu keberlanjutan status internasional kawasan tersebut.
Revalidasi ini bukan sekadar penilaian terhadap daya tarik wisata. Proses tersebut menyentuh berbagai aspek pengelolaan kawasan, mulai dari konservasi warisan geologi, pendidikan, pengembangan pariwisata, pemberdayaan masyarakat, aksesibilitas, kemitraan, hingga keselamatan pengunjung. Karena itu, perhatian terhadap hasil evaluasi Geopark Ijen tidak hanya datang dari pemerintah, tetapi juga dari pelaku pariwisata dan masyarakat di kawasan sekitar.
Geopark Ijen Memasuki Tahap Revalidasi UNESCO
Geopark Ijen resmi menyandang status UNESCO Global Geopark pada 2023. Pengakuan tersebut menempatkan kawasan Ijen dalam jaringan geopark dunia sekaligus memberikan tanggung jawab baru untuk mempertahankan kualitas pengelolaannya secara berkelanjutan.
Status tersebut bukan penghargaan yang berlaku tanpa evaluasi. UNESCO memiliki mekanisme revalidasi secara berkala untuk memastikan geopark yang telah memperoleh pengakuan internasional tetap menjalankan prinsip dan standar yang menjadi dasar penetapannya. Dalam konteks Ijen, proses revalidasi 2026 menjadi evaluasi penting setelah kawasan tersebut masuk jaringan UNESCO Global Geoparks.
Pemerintah sebelumnya menyampaikan bahwa revalidasi Geopark Ijen dijadwalkan berlangsung pada awal Agustus 2026. Tim asesor melakukan peninjauan terhadap kawasan dan sejumlah aspek pengelolaannya untuk melihat perkembangan yang telah dicapai sejak penetapan sebagai UNESCO Global Geopark.
Proses lapangan tersebut menjadi bagian penting karena penilaian tidak hanya didasarkan pada dokumen administratif. Kondisi kawasan, kualitas pengelolaan, program edukasi, keterlibatan masyarakat, serta upaya menjaga warisan geologi dan budaya menjadi bagian dari gambaran menyeluruh mengenai keberlanjutan Geopark Ijen.
Apa yang Dinilai dalam Revalidasi?
Revalidasi UNESCO pada dasarnya merupakan evaluasi terhadap bagaimana sebuah geopark dikelola setelah memperoleh pengakuan internasional. Sebuah kawasan tidak cukup hanya memiliki lanskap geologi yang menarik. Pengelolaan harus mampu menghubungkan kekayaan geologi dengan pendidikan, konservasi, budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Karena itu, proses evaluasi Geopark Ijen memiliki cakupan yang luas. Pengelola perlu menunjukkan bahwa berbagai potensi kawasan tidak hanya dimanfaatkan sebagai objek wisata, tetapi juga dirawat dan dikembangkan dengan pendekatan yang berkelanjutan.
Konservasi Warisan Geologi
Salah satu aspek penting adalah bagaimana warisan geologi kawasan dilindungi. Ijen memiliki karakter geologi dan bentang alam yang menjadi bagian utama dari nilai geopark. Keunikan kawasan tersebut perlu dijaga agar pemanfaatan untuk pariwisata tidak mengurangi nilai alam yang menjadi dasar pengakuan internasional.
Konservasi menjadi semakin penting ketika sebuah destinasi mengalami peningkatan perhatian wisatawan. Semakin tinggi aktivitas wisata, semakin besar pula kebutuhan terhadap pengelolaan pengunjung, perlindungan lingkungan, pengendalian dampak aktivitas manusia, dan pemeliharaan kawasan.
Pendidikan dan Interpretasi
Geopark juga memiliki fungsi pendidikan. Pengunjung tidak hanya datang untuk melihat pemandangan, tetapi idealnya dapat memahami proses geologi, sejarah alam, keanekaragaman hayati, serta budaya masyarakat yang berkembang di kawasan tersebut.
Dalam proses revalidasi, keberadaan pusat informasi dan berbagai bentuk interpretasi menjadi bagian yang penting. Pengunjung perlu memperoleh informasi yang dapat membantu mereka memahami alasan kawasan Ijen memiliki nilai khusus. Pendekatan semacam ini membuat kegiatan wisata memiliki dimensi edukasi sekaligus memperkuat kesadaran terhadap konservasi.
Pemberdayaan Masyarakat
Aspek lain yang tidak kalah penting adalah keterlibatan masyarakat. Konsep geopark tidak hanya berorientasi pada perlindungan alam, tetapi juga mendorong agar keberadaan kawasan memberikan manfaat kepada masyarakat setempat.
Pelibatan masyarakat dapat berkaitan dengan aktivitas pariwisata, produk lokal, budaya, edukasi, jasa wisata, hingga berbagai kegiatan ekonomi yang berkembang di sekitar kawasan. Prinsipnya, pengembangan destinasi tidak berhenti pada peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga harus menciptakan manfaat yang lebih luas bagi komunitas lokal.
Mengapa Status Green Card Menjadi Perhatian?
Pemerintah Indonesia menargetkan Geopark Ijen dapat mempertahankan status Green Card dalam proses revalidasi. Target tersebut menunjukkan bahwa pemerintah ingin mempertahankan pengakuan dan posisi Ijen dalam jaringan UNESCO Global Geoparks.
Green Card dalam konteks revalidasi menunjukkan bahwa suatu geopark dinilai mampu mempertahankan standar yang dipersyaratkan. Sebaliknya, proses evaluasi juga dapat menghasilkan rekomendasi perbaikan apabila terdapat aspek yang masih perlu ditingkatkan. Karena itu, revalidasi sebaiknya dipahami sebagai mekanisme evaluasi dan perbaikan berkelanjutan, bukan semata-mata sebagai ujian untuk mempertahankan label.
Target mempertahankan Green Card juga memperlihatkan bahwa pemerintah melihat status UNESCO sebagai bagian dari tanggung jawab pengelolaan jangka panjang. Pengakuan internasional akan memiliki nilai yang lebih besar apabila diikuti oleh konsistensi dalam menjaga kawasan dan meningkatkan kualitas pengalaman wisata.
Blue Fire dan Tantangan Keselamatan Wisata
Salah satu daya tarik paling dikenal dari kawasan Ijen adalah fenomena blue fire. Fenomena alam tersebut menjadi magnet bagi wisatawan dan sekaligus memperlihatkan mengapa aspek keselamatan menjadi bagian penting dalam pengelolaan destinasi.
Pemerintah dan pengelola perlu memastikan bahwa aktivitas wisata di kawasan yang memiliki karakter alam ekstrem tetap dilakukan dengan memperhatikan keselamatan. Peningkatan popularitas destinasi tidak boleh menghilangkan perhatian terhadap kondisi lingkungan dan risiko yang dapat muncul ketika wisatawan melakukan aktivitas di kawasan vulkanik.
Dalam persiapan revalidasi, pengelolaan kawasan blue fire juga menjadi salah satu perhatian. Pengembangan pariwisata harus berjalan bersama dengan prinsip keselamatan dan keberlanjutan sehingga daya tarik alam tetap dapat dinikmati tanpa mengorbankan perlindungan kawasan maupun keamanan pengunjung.
Pengelolaan Ijen Melibatkan Banyuwangi dan Bondowoso
Geopark Ijen tidak hanya berkaitan dengan satu wilayah administratif. Kawasannya mencakup wilayah Banyuwangi dan Bondowoso sehingga pengelolaan membutuhkan koordinasi lintas daerah.
Kondisi tersebut membuat keberhasilan pengelolaan geopark tidak dapat hanya bergantung pada satu lembaga. Pemerintah daerah, pemerintah pusat, pengelola geopark, lembaga konservasi, masyarakat, pelaku usaha pariwisata, serta berbagai pemangku kepentingan perlu memiliki arah yang sejalan.
Koordinasi menjadi semakin penting ketika kawasan menghadapi proses evaluasi internasional. Rekomendasi yang diberikan asesor harus dapat diterjemahkan menjadi program nyata dan dijalankan secara konsisten. Dengan demikian, revalidasi tidak berhenti pada pemenuhan administratif, tetapi menghasilkan peningkatan kualitas pengelolaan yang dapat dirasakan di lapangan.
Revalidasi Bukan Hanya Tentang Mempertahankan Label
Pengakuan UNESCO memang dapat memberikan nilai tambah bagi sebuah destinasi, tetapi keberadaan label internasional bukanlah tujuan akhir. Tantangan terbesar justru terletak pada bagaimana kawasan tetap dikelola dengan baik setelah mendapatkan pengakuan.
Geopark Ijen memiliki daya tarik alam yang kuat. Namun, semakin terkenal sebuah destinasi, semakin besar pula kebutuhan untuk mengelola pertumbuhan aktivitas wisata. Tanpa pengelolaan yang tepat, peningkatan kunjungan dapat memberikan tekanan terhadap lingkungan, fasilitas, kebersihan, keselamatan, dan kenyamanan wisatawan.
Karena itu, evaluasi UNESCO dapat menjadi momentum untuk melihat kembali apakah sistem pengelolaan yang diterapkan selama ini sudah berjalan secara efektif. Rekomendasi dari asesor dapat menjadi dasar bagi pengelola untuk memperbaiki kekurangan dan memperkuat program yang sudah berjalan.
Dampak bagi Pariwisata Banyuwangi dan Jawa Timur
Geopark Ijen memiliki posisi penting dalam perkembangan pariwisata Banyuwangi dan Jawa Timur. Daya tarik alamnya membuat kawasan tersebut menjadi salah satu tujuan wisata yang memiliki potensi untuk menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah maupun mancanegara.
Keberlanjutan status UNESCO berpotensi memperkuat posisi Ijen sebagai destinasi yang memiliki daya tarik berbasis alam, geologi, budaya, dan edukasi. Namun, manfaat tersebut hanya akan optimal apabila pertumbuhan pariwisata dibarengi dengan pengelolaan destinasi yang berkualitas.
Peningkatan kualitas amenitas, kebersihan, keamanan, kenyamanan, pengelolaan sampah, sumber daya manusia, serta kemampuan menyampaikan cerita mengenai kawasan menjadi bagian penting dari pengembangan destinasi. Wisatawan modern tidak hanya mencari tempat indah, tetapi juga pengalaman yang aman, informatif, nyaman, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Menjaga Keseimbangan antara Wisata dan Konservasi
Tantangan utama Geopark Ijen ke depan adalah menjaga keseimbangan antara pemanfaatan kawasan dan perlindungan alam. Pariwisata dapat memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat, tetapi kegiatan tersebut harus tetap berada dalam batas yang dapat ditoleransi oleh lingkungan.
Konsep pariwisata berkelanjutan menjadi semakin relevan dalam pengelolaan kawasan geopark. Pengunjung perlu mendapatkan pengalaman yang berkualitas, sementara masyarakat memperoleh manfaat ekonomi dan lingkungan tetap terlindungi.
Keseimbangan tersebut membutuhkan kebijakan yang konsisten. Tidak cukup hanya mengandalkan promosi destinasi. Pengelola juga harus memperhatikan kapasitas kawasan, perilaku wisatawan, kondisi fasilitas, sistem keselamatan, serta edukasi mengenai aturan berkunjung.
Hasil Revalidasi Menjadi Penentu Tahap Berikutnya
Proses revalidasi pada Agustus 2026 menjadi salah satu tahap penting bagi perjalanan Geopark Ijen setelah memperoleh status UNESCO Global Geopark pada 2023. Penilaian tersebut akan memberikan gambaran mengenai kualitas pengelolaan kawasan dan menentukan bagaimana status Ijen dalam jaringan geopark UNESCO selanjutnya.
Yang terpenting, hasil evaluasi seharusnya tidak hanya dilihat sebagai keputusan mengenai sebuah status. Apa pun hasil akhirnya, rekomendasi dan temuan selama proses revalidasi dapat menjadi bahan untuk memperbaiki pengelolaan kawasan secara berkelanjutan.
Bagi masyarakat Banyuwangi dan Bondowoso, keberlanjutan Geopark Ijen berkaitan langsung dengan upaya menjaga kekayaan alam dan budaya yang menjadi bagian dari identitas wilayah. Sementara bagi sektor pariwisata, pengelolaan yang konsisten dapat membantu memastikan bahwa perkembangan destinasi tidak mengorbankan sumber daya yang menjadi daya tarik utamanya.
Menunggu Hasil dengan Fokus pada Keberlanjutan
Geopark Ijen kini berada pada fase penting setelah menjalani rangkaian persiapan dan proses revalidasi UNESCO. Pemerintah telah menyampaikan target untuk mempertahankan Green Card, sementara pengelola dan pemangku kepentingan memiliki tanggung jawab untuk memastikan berbagai rekomendasi dan standar pengelolaan dapat diterapkan.
Perhatian terhadap Ijen tidak seharusnya berhenti setelah hasil evaluasi diumumkan. Masa depan kawasan justru akan ditentukan oleh kemampuan seluruh pihak menjaga kualitas pengelolaan dari waktu ke waktu. Konservasi, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, keselamatan, dan pariwisata berkelanjutan perlu berjalan sebagai satu kesatuan.
Dengan demikian, revalidasi UNESCO dapat menjadi lebih dari sekadar proses mempertahankan predikat internasional. Evaluasi tersebut dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat fondasi Geopark Ijen sebagai destinasi yang tidak hanya terkenal karena keindahan alamnya, tetapi juga mampu menunjukkan tata kelola kawasan yang bertanggung jawab dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Hasil penilaian pada Agustus 2026 akan menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut. Namun, terlepas dari hasil akhirnya, tantangan terbesar tetap sama: memastikan kekayaan geologi, alam, budaya, dan kehidupan masyarakat di kawasan Ijen dapat dijaga sekaligus dimanfaatkan secara bijaksana untuk generasi mendatang.



