Musim FIA Formula 2 2021 menjadi salah satu periode penting dalam perjalanan karier Oscar Piastri. Pembalap Australia tersebut bukan hanya berhasil mengamankan gelar juara Formula 2 bersama PREMA Racing, tetapi juga menciptakan standar baru dalam jenjang balap junior FIA. Piastri menjadi pembalap pertama yang menjuarai FIA Formula 3 dan FIA Formula 2 dalam dua musim berurutan sebagai rookie, sebuah pencapaian yang kemudian menjadi tolok ukur bagi pembalap muda yang ingin menembus Formula 1.
Kampanye Piastri pada 2021 berlangsung dalam persaingan yang ketat. Sejumlah nama yang kemudian dikenal di level Formula 1 maupun jenjang balap internasional turut berada dalam persaingan. Di antara mereka terdapat Zhou Guanyu, Robert Shwartzman, dan Théo Pourchaire. Musim tersebut juga memperlihatkan bagaimana Formula 2 berfungsi sebagai salah satu panggung penting bagi pembalap muda untuk menunjukkan kemampuan sebelum melangkah ke level tertinggi.
Piastri Membuka Musim dengan Kemenangan
Perjalanan Piastri menuju gelar Formula 2 tidak dimulai dengan dominasi penuh sejak balapan pertama. Namun, ia sudah menunjukkan potensinya pada putaran pembuka musim dengan meraih kemenangan Sprint Race di Sakhir. Hasil tersebut menjadi awal dari kampanye yang kemudian berkembang semakin kuat sepanjang musim.
PREMA Racing menjadi tim yang menaungi Piastri dalam perjuangannya merebut gelar. Setelah kemenangan awal tersebut, pembalap Australia itu terus membangun momentum. Salah satu titik penting terjadi ketika Formula 2 memasuki Monza pada putaran kelima.
Di Monza, Piastri meraih kemenangan Feature Race pertamanya di Formula 2. Hasil tersebut menjadi titik balik penting karena setelah itu performanya semakin konsisten. Ia tidak hanya mampu bersaing di barisan depan, tetapi juga mulai menunjukkan kecepatan yang membuatnya sulit dihentikan dalam sesi kualifikasi dan Feature Race berikutnya.
Monza Menjadi Titik Balik Perjalanan Menuju Gelar
Monza menjadi panggung penting dalam musim Piastri. Setelah meraih kemenangan Feature Race pertamanya, ia mulai membangun rangkaian hasil yang sangat kuat. Pole position yang diraih di Monza menjadi pole kedua secara beruntun bagi pembalap PREMA Racing tersebut.
Performa di sirkuit yang dikenal dengan karakter kecepatan tinggi itu memperlihatkan kemampuan Piastri dalam memanfaatkan peluang. Dalam Feature Race, ia sempat kehilangan posisi terdepan setelah intervensi Safety Car. Namun, Piastri kembali merebut posisi pertama setelah periode Safety Car berikutnya.
Feature Race tersebut akhirnya berakhir lebih awal setelah Red Flag menyusul kecelakaan yang melibatkan David Beckmann dan Bent Viscaal. Meski demikian, akhir balapan tersebut tidak mengurangi arti penting akhir pekan Monza bagi Piastri. Justru dari titik inilah rentetan performa impresifnya mulai terbentuk.
Empat Kemenangan Feature Race Beruntun
Salah satu pencapaian paling menonjol Piastri pada Formula 2 2021 adalah empat kemenangan Feature Race secara beruntun. Setelah Monza, ia melanjutkan performanya pada putaran-putaran berikutnya dan mengubah pole position menjadi kemenangan Feature Race di setiap event berikutnya dalam rangkaian tersebut.
FIA Formula 2 mencatat rangkaian empat kemenangan Feature Race itu sebagai rekor F2 untuk kemenangan beruntun dalam format Feature Race. Catatan tersebut memperlihatkan betapa konsistennya Piastri ketika memasuki fase penentuan musim.
Keberhasilan tersebut tidak datang tanpa persaingan. Sepanjang musim, Piastri harus menghadapi Zhou Guanyu dan rekan setimnya di PREMA Racing, Robert Shwartzman. Keduanya menjadi bagian dari persaingan utama yang membuat perebutan gelar Formula 2 2021 berlangsung kompetitif.
Jeddah Menjadi Bagian Penting dalam Perjalanan Piastri
Jeddah menjadi tambahan baru dalam kalender Formula 2 pada 2021. Sirkuit jalan raya yang memiliki karakter cepat dan mengalir tersebut menjadi salah satu lokasi yang memperlihatkan kemampuan Piastri dalam menghadapi tantangan berbeda.
Piastri berhasil meraih kemenangan pada Sprint Race kedua dan Feature Race di akhir pekan Jeddah. Hasil tersebut semakin memperkuat posisinya di puncak klasemen menjelang putaran terakhir musim.
Keberhasilan di Jeddah juga menunjukkan bahwa performa Piastri tidak terbatas pada satu jenis karakter sirkuit. Setelah tampil kuat di Monza, ia kembali mampu mengonversi kecepatannya menjadi kemenangan ketika menghadapi sirkuit baru dengan karakter yang berbeda.
Gelar Juara Dikunci di Yas Marina
Penentuan gelar Formula 2 2021 berlangsung pada putaran terakhir di Yas Marina. Piastri memasuki akhir musim dengan keunggulan yang membuatnya hanya membutuhkan hasil tertentu untuk memastikan posisi puncak klasemen tidak lagi dapat dikejar rival.
Dalam Sprint Race pertama di Yas Marina, Piastri finis di posisi ketiga. Hasil tersebut sudah cukup untuk memastikan dirinya tidak dapat lagi dikejar dalam perolehan poin. Dengan demikian, gelar juara Formula 2 menjadi milik pembalap Australia tersebut.
Akhir musim kemudian ditutup dengan kemenangan Feature Race keempat secara beruntun. Piastri mengakhiri kampanyenya dengan cara yang sangat kuat dan semakin mempertegas dominasi pada fase akhir musim.
Rekor di Jenjang Junior FIA
Gelar Formula 2 2021 memiliki arti khusus karena menjadi gelar ketiga Piastri secara beruntun di jenjang junior. Sebelum Formula 2, ia meraih gelar FIA Formula 3 pada 2020. Keberhasilan tersebut membuatnya menjadi pembalap pertama yang memenangkan gelar FIA Formula 3 dan FIA Formula 2 dalam dua musim berturut-turut sebagai rookie.
Pencapaian tersebut memberikan gambaran mengenai konsistensi Piastri ketika naik dari satu tingkat kompetisi ke tingkat berikutnya. Ia tidak membutuhkan waktu panjang untuk beradaptasi dengan Formula 2 sebelum mampu bersaing untuk gelar.
FIA Formula 2 kemudian menyebut pencapaian tersebut sebagai blueprint atau pola yang menjadi acuan bagi pembalap muda yang memiliki ambisi mencapai Formula 1. Catatan tersebut juga menunjukkan pentingnya performa berkelanjutan dalam setiap jenjang piramida balap FIA.
Théo Pourchaire Menjadi Bintang Muda Lainnya
Musim 2021 tidak hanya menjadi panggung bagi Piastri. Théo Pourchaire juga mencuri perhatian setelah mencatat sejarah sebagai pemenang termuda dalam sejarah Formula 2 pada saat itu.
Pourchaire meraih kemenangan pertamanya pada usia 17 tahun. Kemenangan tersebut terjadi pada Feature Race di Monte Carlo pada putaran kedua. Sebelumnya, pembalap asal Prancis itu telah meraih pole position pertamanya di Formula 2 dan menjadi pembalap termuda yang meraih pole dalam sejarah kejuaraan pada saat itu.
Dengan kemenangan tersebut, Pourchaire menunjukkan bahwa dirinya merupakan salah satu talenta yang layak diperhatikan. Ia kemudian menambah satu kemenangan lagi pada Sprint Race pertama di Monza dan mengakhiri musim di posisi kelima klasemen pembalap.
Perjalanan Pourchaire menjadi salah satu cerita penting di balik musim 2021 karena memperlihatkan munculnya generasi pembalap muda yang bersaing dengan pengalaman dan tekanan tinggi. Catatan usia yang dibuatnya juga memperkuat reputasi Formula 2 sebagai tempat lahirnya talenta baru.
Persaingan dengan Nama-Nama Besar
Formula 2 2021 juga diwarnai kehadiran sejumlah pembalap yang memiliki ambisi besar untuk melangkah lebih tinggi. Zhou Guanyu dan Robert Shwartzman menjadi bagian dari persaingan Piastri dalam perebutan gelar, sementara nama-nama lain seperti Dan Ticktum juga tampil dalam persaingan di lintasan.
Zhou menjadi salah satu rival utama Piastri dalam perebutan gelar. Sementara itu, Shwartzman yang merupakan rekan setim Piastri di PREMA Racing juga memberikan tantangan sepanjang musim. Persaingan internal di PREMA menjadi salah satu dinamika menarik karena kedua pembalap memiliki mobil yang sama-sama kompetitif.
Kehadiran nama-nama tersebut menunjukkan bahwa gelar Piastri bukan diperoleh dalam kondisi tanpa tekanan. Ia harus mempertahankan konsistensi di tengah persaingan pembalap muda yang sama-sama mengejar peluang untuk naik ke jenjang yang lebih tinggi.
Konsistensi Menjadi Kunci Keberhasilan
Salah satu aspek yang paling menonjol dari kampanye Piastri adalah konsistensinya. FIA Formula 2 mencatat bahwa pada akhir musim ia hanya sekali gagal finis di podium pada Feature Race sepanjang musim, yaitu pada putaran pembuka di Sakhir.
Catatan tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan meraih gelar tidak hanya berasal dari kemenangan. Kemampuan mengumpulkan hasil tinggi secara konsisten juga menjadi faktor penting dalam kejuaraan yang memiliki banyak balapan dan format Sprint Race serta Feature Race.
Piastri mampu menggabungkan kecepatan dalam kualifikasi dengan performa balapan. Setelah meraih pole position keduanya di Monza, ia mempertahankan posisi teratas dalam kualifikasi hingga akhir musim. Konsistensi tersebut menjadi fondasi penting dalam perjuangannya mengamankan gelar.
Formula 2 sebagai Jalan Menuju Formula 1
Formula 2 memiliki posisi penting dalam piramida pembinaan pembalap FIA. Kejuaraan tersebut menjadi salah satu tahapan bagi pembalap muda untuk menguji kemampuan sebelum mencoba mencapai Formula 1. Karena itu, performa pada musim 2021 menjadi bagian penting dari perjalanan sejumlah pembalap yang kemudian melanjutkan karier di level lebih tinggi.
Kisah Piastri menjadi contoh bagaimana performa di kategori junior dapat membangun momentum menuju Formula 1. Gelar FIA Formula 3 pada 2020 kemudian diikuti gelar Formula 2 pada 2021. Dua gelar dalam dua musim berurutan tersebut membuat jalur kariernya menjadi salah satu yang paling menonjol dalam sejarah modern jenjang junior FIA.
Namun, pencapaian tersebut juga menunjukkan bahwa perjalanan menuju Formula 1 membutuhkan lebih dari sekadar satu hasil bagus. Konsistensi, kemampuan beradaptasi, pengelolaan tekanan, dan performa dalam berbagai kondisi balapan menjadi bagian dari proses yang harus dijalani pembalap muda.
Standar Baru yang Sulit Diabaikan
Keberhasilan Oscar Piastri di Formula 2 2021 menciptakan standar baru bagi pembalap muda. Menjuarai Formula 3 dan Formula 2 dalam musim berturut-turut sebagai rookie menunjukkan tingkat adaptasi dan konsistensi yang sangat tinggi.
Rekor tersebut kemudian menjadi target bagi generasi pembalap berikutnya. FIA Formula 2 mencatat bahwa Gabriel Bortoleto menjadi satu-satunya pembalap lain yang sejauh ini mengikuti jejak tersebut dengan memenangkan gelar F3 dan F2 dalam musim berurutan sebagai rookie.
Hal itu membuat pencapaian Piastri tetap relevan ketika Formula 2 melihat kembali perjalanan satu dekade kejuaraannya. Rekor dan standar yang tercipta dari satu generasi dapat menjadi tolok ukur bagi pembalap lain yang berusaha menembus Formula 1.
Warisan Musim 2021 dalam Perjalanan Piastri
Formula 2 2021 pada akhirnya menjadi salah satu fondasi penting dalam perjalanan karier Oscar Piastri. Bersama PREMA Racing, ia melewati musim yang kompetitif, menghadapi rival kuat, membangun rangkaian kemenangan Feature Race, dan memastikan gelar di Yas Marina.
Musim tersebut juga memperlihatkan kekuatan Formula 2 sebagai panggung bagi talenta muda. Piastri mencetak rekor penting, Pourchaire mencatat prestasi usia, sementara Zhou Guanyu dan Robert Shwartzman turut menjadi bagian dari persaingan utama. Nama-nama tersebut membuat musim 2021 memiliki cerita yang lebih luas daripada sekadar perebutan satu gelar.
Bagi Piastri, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa jalur menuju Formula 1 dapat dibangun melalui performa konsisten di setiap jenjang. Gelar Formula 3 pada 2020 dan Formula 2 pada 2021 menciptakan rangkaian prestasi yang kemudian menjadi standar baru dalam pengembangan pembalap muda.
Ketika Formula 2 melihat kembali musim 2021 sebagai bagian dari perjalanan satu dekade kejuaraan, kampanye Piastri menjadi salah satu episode yang paling menonjol. Empat kemenangan Feature Race beruntun, konsistensi di podium, pole position yang terus dipertahankan, dan gelar juara di Yas Marina menjadi rangkaian pencapaian yang memperkuat namanya dalam sejarah Formula 2.



