Penjualan HP Xiaomi Anjlok 26 Persen, Harga Makin Mahal

Penjualan smartphone Xiaomi pada kuartal II 2026 turun sekitar 26 persen, sementara harga jual rata-rata justru meningkat akibat perubahan strategi produk dan tekanan biaya komponen.

Ilustrasi smartphone Xiaomi yang menunjukkan perubahan pasar dan strategi harga
Ilustrasi smartphone Xiaomi yang menunjukkan perubahan pasar dan strategi harga

Penjualan smartphone Xiaomi menghadapi tekanan cukup besar pada kuartal II 2026. Jumlah pengiriman ponsel Xiaomi secara global turun sekitar 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Di saat volume penjualan melemah, harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) justru meningkat tajam. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa Xiaomi sedang menghadapi situasi ketika jumlah perangkat yang terjual dan nilai rata-rata setiap perangkat bergerak ke arah yang berbeda.

Berdasarkan laporan kinerja kuartal II 2026, Xiaomi mencatat pengiriman smartphone global sekitar 31,2 juta unit, turun 26,5 persen secara tahunan. Pada periode yang sama, ASP smartphone mencapai rekor sekitar 1.351 yuan, meningkat 25,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Data tersebut memperlihatkan adanya perubahan komposisi produk yang dijual Xiaomi, sekaligus menunjukkan tekanan yang sedang dihadapi industri smartphone akibat meningkatnya biaya komponen.

Pengiriman Smartphone Xiaomi Turun Tajam

Penurunan pengiriman menjadi salah satu perhatian utama dalam kinerja bisnis smartphone Xiaomi. Perusahaan sebelumnya dikenal memiliki kekuatan besar pada segmen harga terjangkau hingga menengah. Model-model pada rentang tersebut membantu Xiaomi menjangkau konsumen yang sensitif terhadap perubahan harga. Namun, kondisi industri smartphone pada 2026 membuat segmen tersebut menghadapi tantangan yang semakin berat.

Dalam laporan kuartal II, pengiriman smartphone Xiaomi berada di sekitar 31,2 juta unit. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan volume tidak hanya menggambarkan melemahnya permintaan pada sebagian pasar, tetapi juga berkaitan dengan keputusan perusahaan untuk mengubah komposisi produk dan lebih berhati-hati terhadap perangkat dengan margin rendah.

Perubahan strategi tersebut penting dipahami karena penurunan jumlah unit tidak otomatis berarti seluruh bisnis smartphone Xiaomi kehilangan daya tarik. Xiaomi masih mempertahankan posisi sebagai salah satu produsen smartphone terbesar dunia. Masalah utamanya adalah bagaimana perusahaan menjaga keseimbangan antara volume penjualan, harga produk, biaya produksi, dan tingkat keuntungan.

Harga Jual Rata-rata Justru Naik

Hal yang membuat kinerja Xiaomi pada kuartal II 2026 menarik adalah kenaikan harga jual rata-rata di tengah penurunan pengiriman. ASP smartphone Xiaomi mencapai sekitar 1.351 yuan per unit, atau naik 25,9 persen secara tahunan. Nilai tersebut menjadi rekor tertinggi bagi perusahaan.

Kenaikan ASP tidak berarti setiap model Xiaomi mengalami kenaikan harga dengan persentase yang sama. ASP merupakan nilai rata-rata yang dipengaruhi oleh keseluruhan komposisi produk yang terjual. Ketika kontribusi perangkat dengan harga lebih tinggi meningkat dan penjualan perangkat murah berkurang, rata-rata harga jual perusahaan dapat naik meskipun kondisi volume secara keseluruhan melemah.

Situasi tersebut tampaknya menjadi bagian dari strategi Xiaomi untuk memperkuat segmen produk bernilai lebih tinggi. Perusahaan tidak hanya mengejar sebanyak mungkin unit terjual, tetapi juga berusaha meningkatkan nilai setiap perangkat yang berhasil dijual. Strategi seperti ini dapat membantu produsen menghadapi tekanan biaya, meskipun konsekuensinya adalah sebagian konsumen yang sangat sensitif terhadap harga dapat menunda pembelian atau memilih produk lain.

Strategi Premiumisasi Xiaomi Makin Terlihat

Kenaikan ASP menjadi salah satu tanda bahwa Xiaomi terus mendorong strategi premiumisasi. Pendekatan ini berarti perusahaan berusaha meningkatkan porsi produk dengan nilai jual lebih tinggi dalam portofolionya. Strategi tersebut bukan hal baru bagi Xiaomi, tetapi perkembangan pada 2026 menunjukkan semakin kuatnya dorongan menuju perangkat dengan nilai tambah lebih besar.

Di pasar China daratan, data perusahaan menunjukkan smartphone dengan harga ritel setidaknya 3.000 yuan menyumbang 32,1 persen dari total unit smartphone Xiaomi pada kuartal II 2026. Porsi tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perubahan komposisi ini menjadi salah satu faktor yang membantu mendorong ASP perusahaan ke level tertinggi.

Premiumisasi juga memberikan peluang bagi Xiaomi untuk membangun citra yang lebih kuat di pasar smartphone kelas atas. Selama bertahun-tahun, perusahaan dikenal luas karena menawarkan spesifikasi kompetitif dengan harga relatif terjangkau. Kini, Xiaomi juga berusaha bersaing lebih serius pada segmen yang memiliki harga dan margin lebih tinggi.

Namun, strategi tersebut memiliki tantangan. Semakin tinggi harga rata-rata perangkat, semakin besar pula tuntutan konsumen terhadap kualitas kamera, performa, desain, layar, daya tahan baterai, pembaruan perangkat lunak, serta pengalaman penggunaan secara keseluruhan. Artinya, kenaikan harga harus diikuti dengan alasan yang jelas agar konsumen tetap melihat nilai yang ditawarkan.

Tekanan Biaya Memori Menjadi Tantangan

Salah satu faktor penting yang memengaruhi industri smartphone pada 2026 adalah meningkatnya biaya memori. Komponen seperti DRAM dan NAND memiliki peran penting dalam smartphone modern, baik untuk menjalankan aplikasi maupun menyediakan kapasitas penyimpanan. Ketika biaya komponen meningkat, produsen menghadapi pilihan sulit antara menyerap kenaikan tersebut, menaikkan harga perangkat, mengubah spesifikasi, atau mengurangi produksi pada model tertentu.

Tekanan tersebut terasa lebih berat pada smartphone kelas pemula dan menengah karena biaya komponen memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap keseluruhan struktur biaya perangkat. Ruang untuk menaikkan harga juga lebih terbatas karena konsumen di segmen tersebut umumnya lebih sensitif terhadap perubahan harga.

Dalam situasi seperti itu, produsen dapat mengurangi ketergantungan pada model dengan margin rendah dan mengarahkan portofolio ke produk dengan nilai jual lebih tinggi. Langkah tersebut dapat membantu menjaga profitabilitas, tetapi berpotensi menekan volume penjualan apabila kenaikan harga membuat sebagian konsumen keluar dari pasar.

Pendapatan Bisnis Smartphone Ikut Tertekan

Penurunan jumlah pengiriman pada akhirnya memberi dampak terhadap pendapatan bisnis smartphone Xiaomi. Pada kuartal II 2026, pendapatan bisnis smartphone tercatat sekitar 42,1 miliar yuan dan turun 7,5 persen secara tahunan. Angka ini menunjukkan bahwa kenaikan harga jual rata-rata belum sepenuhnya mampu mengimbangi penurunan volume pengiriman.

Fenomena tersebut penting karena memperlihatkan perbedaan antara pertumbuhan nilai per unit dan pertumbuhan bisnis secara keseluruhan. Jika perusahaan menjual lebih sedikit perangkat tetapi dengan harga rata-rata lebih tinggi, pendapatan tetap dapat turun ketika penurunan volume lebih besar daripada kenaikan harga.

Dengan kata lain, kenaikan ASP tidak selalu berarti bisnis smartphone sedang tumbuh. Dalam kasus Xiaomi, kenaikan ASP lebih tepat dilihat sebagai bagian dari upaya perusahaan menyesuaikan diri terhadap kondisi pasar dan tekanan biaya. Keberhasilan strategi tersebut pada akhirnya akan sangat bergantung pada kemampuan Xiaomi mempertahankan permintaan terhadap produk dengan harga yang semakin tinggi.

Margin Smartphone Masih Mendapat Tekanan

Tekanan tidak berhenti pada volume dan pendapatan. Bisnis smartphone Xiaomi juga menghadapi tekanan margin. Pada kuartal II 2026, margin kotor bisnis smartphone disebut berada di sekitar 8,5 persen, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa kenaikan harga jual tidak secara otomatis menghasilkan peningkatan keuntungan. Ketika harga komponen naik cukup cepat, produsen tetap dapat mengalami tekanan meskipun harga produk kepada konsumen meningkat. Sebagian kenaikan biaya harus ditanggung perusahaan agar kenaikan harga tidak terlalu besar dan permintaan tidak semakin melemah.

Bagi Xiaomi, tantangan tersebut membuat pengelolaan portofolio menjadi semakin penting. Perusahaan perlu menentukan model mana yang layak dipertahankan, segmen mana yang perlu diperkuat, serta bagaimana mengatur harga tanpa mengorbankan daya saing. Keputusan mengenai produk kelas bawah, menengah, hingga premium dapat berpengaruh langsung terhadap kinerja bisnis secara keseluruhan.

Perubahan Strategi Bisa Mengubah Posisi Xiaomi

Perkembangan ini memperlihatkan bahwa Xiaomi sedang berada dalam fase perubahan strategi di pasar smartphone. Perusahaan tidak lagi hanya mengandalkan pertumbuhan jumlah unit. Fokus terhadap perangkat bernilai lebih tinggi menjadi semakin penting karena kondisi industri membuat strategi berbasis volume saja menjadi lebih sulit.

Perubahan tersebut juga terlihat dari perkembangan lini flagship Xiaomi. Produk kelas atas menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan ASP dan memperkuat posisi merek. Pada saat yang sama, perusahaan harus tetap mempertahankan produk yang mampu menjangkau pasar luas agar basis pengguna tidak menyusut terlalu jauh.

Tantangan terbesar adalah menemukan keseimbangan antara kedua pendekatan tersebut. Jika Xiaomi terlalu agresif menaikkan harga, konsumen pada segmen sensitif dapat beralih ke pesaing. Namun, jika perusahaan mempertahankan harga terlalu rendah ketika biaya komponen meningkat, margin keuntungan dapat semakin tertekan.

Dampak bagi Konsumen Smartphone

Bagi konsumen, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa membeli smartphone pada 2026 dapat membutuhkan pertimbangan yang lebih matang. Harga perangkat tidak hanya dipengaruhi oleh fitur yang ditawarkan, tetapi juga oleh kondisi rantai pasok dan biaya komponen.

Kenaikan ASP Xiaomi juga tidak berarti seluruh ponsel Xiaomi otomatis menjadi mahal dalam tingkat yang sama. Konsumen tetap memiliki pilihan pada berbagai kelas produk. Namun, arah strategi perusahaan menunjukkan bahwa perangkat dengan fitur lebih lengkap dan spesifikasi lebih tinggi kemungkinan menjadi semakin penting dalam portofolio Xiaomi.

Konsumen yang memiliki anggaran terbatas dapat menghadapi tantangan lebih besar apabila kenaikan biaya komponen terus berlangsung. Dalam kondisi tersebut, perbedaan antara generasi perangkat, kapasitas memori, penyimpanan, dan fitur tambahan dapat menjadi semakin penting ketika menentukan pilihan.

Persaingan Pasar Smartphone Makin Ketat

Perubahan Xiaomi juga perlu dilihat dalam konteks persaingan industri smartphone global. Produsen besar menghadapi tekanan biaya yang serupa, sementara konsumen tetap mengharapkan perangkat dengan fitur lebih baik tanpa kenaikan harga yang terlalu tinggi.

Dalam kondisi seperti ini, perusahaan yang memiliki portofolio produk luas mempunyai lebih banyak ruang untuk mengatur strategi. Produsen dapat mengurangi penekanan pada segmen tertentu, memperkuat kelas menengah atas, atau mengembangkan perangkat premium untuk meningkatkan nilai penjualan.

Namun, persaingan premium juga berbeda dari persaingan di kelas terjangkau. Konsumen premium biasanya lebih mempertimbangkan reputasi merek, kualitas kamera, performa, desain, ekosistem, layanan purnajual, dan dukungan perangkat lunak. Karena itu, peningkatan ASP harus dibarengi dengan peningkatan pengalaman pengguna agar strategi tersebut dapat berkelanjutan.

Volume Turun, Nilai Produk Naik

Data kuartal II 2026 pada akhirnya memperlihatkan sebuah paradoks dalam bisnis smartphone Xiaomi. Pengiriman global turun sekitar 26 persen, tetapi harga jual rata-rata meningkat sekitar 26 persen. Dua angka tersebut menggambarkan perubahan penting dalam cara perusahaan mengelola bisnis smartphone.

Penurunan volume menunjukkan adanya tekanan terhadap permintaan dan produksi, sementara kenaikan ASP menunjukkan pergeseran menuju produk dengan nilai lebih tinggi. Keduanya tidak dapat dibaca secara terpisah. Kenaikan ASP dapat membantu perusahaan mempertahankan pendapatan dan menghadapi biaya yang lebih tinggi, tetapi penurunan volume tetap menjadi persoalan apabila berlangsung dalam waktu panjang.

Karena itu, perkembangan berikutnya akan sangat bergantung pada kemampuan Xiaomi mempertahankan minat konsumen terhadap produk yang semakin mahal. Jika premiumisasi berhasil menghasilkan permintaan yang kuat, strategi tersebut dapat membantu perusahaan memperbaiki kualitas pendapatan dan profitabilitas. Sebaliknya, jika konsumen semakin sensitif terhadap harga, perusahaan dapat kembali menghadapi tekanan volume.

Arah Xiaomi Setelah Kuartal II 2026

Hasil kuartal II 2026 memberikan gambaran bahwa Xiaomi harus menjalankan strategi yang lebih selektif di tengah perubahan industri smartphone. Perusahaan perlu menghadapi biaya memori yang meningkat, menjaga daya saing harga, memperkuat produk premium, sekaligus mempertahankan basis konsumen yang luas.

Untuk konsumen, kenaikan ASP menjadi sinyal bahwa era smartphone dengan spesifikasi semakin tinggi tetapi harga terus ditekan mungkin menghadapi tantangan baru. Kondisi komponen dan strategi produsen dapat membuat harga rata-rata perangkat bergerak naik, sementara pilihan produk murah dengan spesifikasi tinggi menjadi semakin terbatas.

Bagi Xiaomi sendiri, penurunan pengiriman sekitar 26 persen menjadi peringatan bahwa perubahan strategi perlu dilakukan dengan hati-hati. Rekor harga jual rata-rata menunjukkan perusahaan berhasil menaikkan nilai per perangkat, tetapi tantangan berikutnya adalah memastikan peningkatan nilai tersebut tidak mengorbankan terlalu banyak volume.

Dengan demikian, kinerja smartphone Xiaomi pada kuartal II 2026 bukan sekadar cerita tentang penjualan yang turun. Angka tersebut mencerminkan perubahan lebih luas dalam industri smartphone: produsen semakin berupaya mengejar nilai dan keuntungan ketika biaya komponen meningkat, sementara konsumen harus menghadapi perangkat dengan harga rata-rata yang semakin tinggi.

Sumber