Pasar konsol game di Amerika Serikat menghadapi tekanan yang semakin besar pada Juli 2026. Penjualan perangkat keras gaming tercatat berada pada level terendah untuk periode Juli sejak 2020, sementara harga sistem mengalami kenaikan dan krisis pasokan komponen, terutama RAM, ikut menekan minat konsumen terhadap PlayStation 5, Xbox Series, dan Nintendo Switch 2.
Data tersebut berasal dari Circana dan disampaikan oleh Mat Piscatella, senior director sekaligus penasihat bisnis video game di perusahaan riset tersebut. Menurut data yang dikutip GamesRadar+, penurunan pasar tidak semata-mata dapat dijelaskan oleh perbandingan dengan periode peluncuran konsol sebelumnya. Masalah pasokan komponen dan harga perangkat yang semakin tinggi menjadi faktor tambahan yang ikut membebani pasar.
Penjualan Hardware Gaming Turun Tajam
Data Circana menunjukkan bahwa penjualan hardware gaming secara keseluruhan pada Juli 2026 turun 39 persen dibandingkan Juli tahun sebelumnya. Pada saat yang sama, harga rata-rata sebuah sistem meningkat 16 persen.
Perubahan tersebut menciptakan kombinasi yang kurang menguntungkan bagi pasar. Konsumen menghadapi perangkat dengan harga lebih tinggi, sementara kondisi ekonomi membuat pembelian barang elektronik bernilai besar perlu dipertimbangkan lebih matang.
GamesRadar+ mencatat bahwa kondisi tersebut membuat penjualan perangkat keras berada pada level Juli yang tidak terlihat sejak 2020. Perbandingan tahunan juga dipengaruhi oleh keberhasilan peluncuran Nintendo Switch 2 pada periode yang sama tahun sebelumnya, tetapi Circana menilai persoalannya lebih luas daripada sekadar efek siklus peluncuran produk.
Krisis RAM Menjadi Salah Satu Tekanan Utama
Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah ketersediaan komponen. Permintaan besar dari pusat data membuat pasokan RAM semakin ketat, sementara kebutuhan terhadap komponen tersebut juga tetap tinggi di berbagai jenis perangkat elektronik.
Kondisi pasokan yang ketat dapat meningkatkan biaya produksi dan pada akhirnya memberikan tekanan terhadap harga produk yang sampai ke konsumen. Dalam kasus konsol game, kenaikan biaya komponen menjadi masalah karena perangkat tersebut sudah berada dalam persaingan ketat untuk mendapatkan perhatian pembeli.
Menurut analisis Piscatella yang dikutip GamesRadar+, kenaikan harga hardware yang dipengaruhi krisis RAM dan komponen telah berdampak terhadap tingkat penjualan PlayStation 5 dan Xbox Series. Artinya, persoalan pasar bukan hanya mengenai seberapa banyak unit tersedia, tetapi juga mengenai apakah konsumen bersedia membayar harga yang lebih tinggi.
PS5 dan Xbox Series Ikut Tertekan
PlayStation 5 dan Xbox Series berada dalam situasi yang cukup menantang ketika harga perangkat meningkat. Bagi konsumen yang belum memiliki konsol generasi sekarang, keputusan pembelian dapat menjadi semakin sulit ketika harga perangkat utama naik bersamaan dengan tekanan ekonomi lainnya.
GamesRadar+ menyebut harga PlayStation 5 kelas tertinggi telah mencapai 899,99 dolar AS, sementara versi termurah yang disebut dalam laporan tersebut berada di 599,99 dolar AS. Perbedaan harga tersebut menunjukkan bahwa konsumen harus mengeluarkan dana cukup besar untuk masuk ke ekosistem konsol.
Kenaikan harga juga dapat memengaruhi strategi pembelian konsumen. Sebagian calon pembeli mungkin menunda pembelian, mencari model yang lebih murah, atau menunggu periode promosi dan momentum penjualan besar sebelum mengambil keputusan.
Nintendo Switch 2 Menghadapi Tantangan Berbeda
Nintendo Switch 2 juga berada dalam situasi yang berbeda dibandingkan PS5 dan Xbox karena konsol tersebut menikmati dampak besar dari peluncurannya pada tahun sebelumnya. Tingginya penjualan Switch 2 pada periode pembanding membuat angka 2026 terlihat semakin lemah secara tahunan.
Namun, tekanan terhadap Nintendo tidak hanya berasal dari efek perbandingan tersebut. Dalam laporan yang dikutip GamesRadar+, Nintendo dijadwalkan menaikkan harga hardware Switch 2 mulai 1 September 2026.
Rencana kenaikan harga itu dapat menjadi faktor penting bagi pasar konsol Nintendo pada paruh kedua tahun ini. Konsumen yang sudah mempertimbangkan Switch 2 mungkin memiliki alasan untuk mempercepat pembelian sebelum perubahan harga, sementara calon pembeli baru dapat menjadi lebih sensitif terhadap biaya setelah harga meningkat.
Penurunan Bukan Sekadar Efek Siklus
Pasar perangkat game memang sering mengalami perubahan besar ketika sebuah konsol baru diluncurkan. Tahun pertama sebuah platform dapat menghasilkan lonjakan penjualan yang kemudian membuat perbandingan pada tahun berikutnya terlihat lebih rendah.
Dalam kasus Juli 2026, faktor tersebut memang ikut berperan karena Nintendo Switch 2 memberikan dorongan besar terhadap penjualan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, Circana menilai persoalan pasar saat ini tidak dapat sepenuhnya dijelaskan oleh siklus tersebut.
Krisis komponen dan peningkatan harga membuat kondisi pasar menjadi lebih kompleks. Konsumen bukan hanya membandingkan produk baru dengan produk lama, tetapi juga mempertimbangkan apakah harga perangkat saat ini sepadan dengan kemampuan dan kebutuhan mereka.
Harga Menjadi Pertimbangan Penting Konsumen
Kenaikan harga rata-rata sistem sebesar 16 persen memberikan gambaran mengenai perubahan kondisi pasar. Ketika harga perangkat meningkat, konsumen membutuhkan alasan yang semakin kuat untuk melakukan pembelian.
Situasi tersebut menjadi lebih terasa pada produk elektronik yang bukan kebutuhan primer. Konsol game pada umumnya merupakan perangkat hiburan, sehingga pembelian dapat ditunda ketika konsumen menghadapi tekanan biaya dari kebutuhan lain.
Harga juga dapat memengaruhi keputusan antara beberapa platform. Jika satu perangkat mengalami kenaikan harga yang signifikan, konsumen dapat mempertimbangkan alternatif lain atau memilih untuk tetap menggunakan perangkat yang sudah dimiliki.
Industri Konsol Menghadapi Tekanan Ganda
Pasar konsol saat ini menghadapi dua persoalan yang saling berkaitan. Di satu sisi, biaya komponen dapat meningkat akibat keterbatasan pasokan. Di sisi lain, harga yang lebih tinggi dapat mengurangi kemampuan atau kemauan konsumen untuk membeli perangkat baru.
Tekanan tersebut tidak hanya berdampak pada angka penjualan unit. Perusahaan pembuat konsol juga harus mempertimbangkan bagaimana harga hardware berhubungan dengan strategi jangka panjang, basis pengguna, penjualan game, layanan digital, serta aksesori.
Karena itu, penurunan penjualan hardware dapat menjadi indikator penting bagi industri. Jika konsumen menunda pembelian perangkat, perusahaan perlu mencari cara untuk mempertahankan keterlibatan pengguna melalui perangkat yang sudah beredar maupun layanan yang tersedia.
GTA 6 Bisa Menjadi Penggerak Baru
Salah satu faktor yang berpotensi memberikan dorongan terhadap pasar konsol adalah kehadiran GTA 6. GamesRadar+ menilai game tersebut dapat memberikan pergerakan tambahan pada penjualan konsol menjelang periode liburan dan memasuki tahun berikutnya.
Game dengan daya tarik besar dapat mendorong konsumen yang sebelumnya menunda pembelian untuk akhirnya masuk ke generasi perangkat terbaru. Efek tersebut terutama dapat terasa ketika sebuah judul populer hanya tersedia atau mendapatkan pengalaman terbaik pada hardware generasi baru.
Namun, besarnya dampak GTA 6 terhadap penjualan konsol masih belum dapat dipastikan. Kondisi harga hardware dan situasi ekonomi konsumen tetap menjadi faktor yang dapat memengaruhi keputusan pembelian.
Periode Liburan Bisa Menjadi Titik Penting
Paruh akhir tahun biasanya menjadi periode penting bagi industri game karena konsumen mulai meningkatkan belanja untuk kebutuhan hiburan dan hadiah. Perusahaan juga dapat memanfaatkan momentum tersebut melalui bundel, promosi, dan peluncuran perangkat atau game baru.
Dalam kondisi 2026, periode liburan menjadi semakin penting karena pasar hardware membutuhkan momentum baru setelah penurunan penjualan pada Juli. Produk dengan daya tarik tinggi dapat membantu mengubah sentimen konsumen, tetapi kenaikan harga tetap menjadi tantangan yang harus diperhitungkan.
Keberhasilan periode tersebut akan membantu menunjukkan apakah penurunan Juli merupakan fase sementara atau bagian dari tekanan pasar yang lebih panjang.
Dampak Krisis Komponen terhadap Industri Game
Krisis RAM juga menunjukkan bahwa industri game semakin dipengaruhi oleh kondisi rantai pasok teknologi yang lebih luas. Konsol bukanlah produk yang berdiri sendiri karena produksinya membutuhkan berbagai komponen yang juga digunakan oleh komputer, perangkat elektronik, dan infrastruktur pusat data.
Ketika permintaan dari sektor lain meningkat, produsen perangkat gaming dapat menghadapi persaingan dalam mendapatkan komponen tertentu. Dampaknya kemudian dapat muncul dalam bentuk keterbatasan pasokan, biaya produksi yang meningkat, atau harga produk yang lebih tinggi.
Situasi ini membuat perkembangan pasar konsol tidak hanya bergantung pada kualitas game dan kekuatan merek. Faktor manufaktur dan ketersediaan komponen juga menjadi bagian penting dari persaingan industri.
Prospek PS5, Xbox, dan Nintendo
PS5, Xbox Series, dan Nintendo Switch 2 tetap memiliki basis pengguna serta katalog game masing-masing. Namun, tekanan harga menunjukkan bahwa produsen harus menghadapi pasar yang lebih sensitif terhadap biaya.
Untuk Sony dan Microsoft, kemampuan mempertahankan penjualan PS5 dan Xbox Series akan menjadi penting ketika harga hardware meningkat. Sementara bagi Nintendo, kenaikan harga Switch 2 yang dijadwalkan mulai September menjadi perkembangan yang perlu diperhatikan karena datang setelah efek besar dari peluncuran tahun sebelumnya.
Pasar juga akan dipengaruhi oleh game-game besar yang hadir dalam beberapa waktu ke depan. Jika judul populer mampu meningkatkan minat terhadap hardware, penurunan penjualan dapat memperoleh tekanan balik. Namun, jika konsumen tetap menunda pembelian karena harga, pemulihan pasar dapat berjalan lebih lambat.
Kesimpulan
Penjualan hardware gaming di Amerika Serikat mengalami tekanan pada Juli 2026 dengan penurunan 39 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Data Circana yang dikutip GamesRadar+ menunjukkan bahwa penjualan perangkat keras mencapai titik terendah untuk bulan Juli sejak 2020, sementara harga rata-rata sistem meningkat 16 persen.
Krisis RAM dan komponen menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi tersebut. Permintaan tinggi dari pusat data membuat pasokan RAM semakin ketat, yang kemudian berkontribusi terhadap tekanan biaya dan harga hardware gaming.
PS5 dan Xbox Series ikut terdampak oleh kenaikan harga, sementara Nintendo Switch 2 menghadapi tantangan tambahan karena perbandingan dengan periode peluncuran yang kuat pada tahun sebelumnya serta rencana kenaikan harga hardware mulai September 2026.
Meski demikian, pasar masih memiliki peluang untuk bergerak pada periode berikutnya. Musim liburan dan kehadiran game besar seperti GTA 6 dapat menjadi pendorong permintaan baru. Seberapa besar dampaknya akan sangat bergantung pada harga perangkat, kondisi pasokan komponen, serta keputusan konsumen untuk kembali berinvestasi pada hardware generasi terbaru.



