Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan posisi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam alokasi anggaran pendidikan 2027. Dari total anggaran pendidikan sebesar Rp820,9 triliun, pemerintah mengalokasikan Rp240 triliun atau sekitar 29,23 persen untuk program MBG.
Penjelasan tersebut disampaikan Purbaya dalam keterangan yang dimuat Suara.com pada Senin, 17 Agustus 2026. Besarnya alokasi untuk MBG menjadi bagian dari pembahasan mengenai bagaimana anggaran pendidikan 2027 didistribusikan untuk berbagai kebutuhan pemerintah.
Rp240 Triliun Dialokasikan untuk MBG
Purbaya menjelaskan bahwa alokasi Rp240 triliun untuk MBG ditujukan bagi pelaksanaan program yang menyasar 60,6 juta penerima. Angka tersebut menjadi bagian dari total anggaran pendidikan 2027 yang mencapai Rp820,9 triliun.
Dengan penempatan anggaran tersebut, MBG menjadi salah satu komponen penting dalam struktur belanja yang dikaitkan dengan anggaran pendidikan. Pemerintah menjelaskan alokasi itu bersamaan dengan pemaparan mengenai penggunaan anggaran pendidikan untuk sejumlah kebutuhan lainnya.
Anggaran Pendidikan Tidak Hanya untuk MBG
Selain alokasi untuk MBG, Purbaya menyebut anggaran pendidikan juga digunakan untuk berbagai kebutuhan pendidikan lainnya. Di antaranya adalah renovasi 12 ribu sekolah, pendanaan Program Indonesia Pintar atau PIP, KIP Kuliah, operasional Bantuan Operasional Sekolah atau BOS, serta Tunjangan Profesi Guru atau TPG.
Alokasi tersebut menunjukkan bahwa pembahasan anggaran pendidikan 2027 mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari dukungan kepada peserta didik hingga pembiayaan yang berkaitan dengan tenaga pendidik dan sarana pendidikan.
Renovasi Sekolah Masuk dalam Alokasi Pendidikan
Renovasi 12 ribu sekolah menjadi salah satu penggunaan anggaran yang disebut dalam penjelasan Menteri Keuangan. Program tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan sehingga menjadi bagian dari komponen belanja pendidikan yang perlu diperhatikan.
Di sisi lain, penyebutan renovasi sekolah bersama dengan program bantuan pendidikan dan tunjangan guru memperlihatkan cakupan penggunaan anggaran yang tidak hanya berorientasi pada satu program. Anggaran pendidikan juga mencakup kebutuhan infrastruktur dan dukungan terhadap proses belajar mengajar.
PIP, KIP Kuliah, dan Operasional BOS
Purbaya juga menyebut pendanaan PIP dan KIP Kuliah sebagai bagian dari penggunaan anggaran pendidikan. Kedua program tersebut berkaitan dengan dukungan pembiayaan bagi peserta didik pada jenjang pendidikan yang berbeda.
Selain itu, terdapat anggaran untuk operasional BOS. Bantuan operasional tersebut menjadi salah satu komponen yang disebut dalam penjelasan mengenai distribusi anggaran pendidikan 2027.
Tunjangan Profesi Guru untuk 3 Juta Pengajar
Komponen lain yang disebut Purbaya adalah Tunjangan Profesi Guru atau TPG bagi 3 juta pengajar. Penyebutan jumlah tersebut memberikan gambaran mengenai skala penerima manfaat dari salah satu komponen anggaran pendidikan yang disampaikan pemerintah.
Dengan demikian, penjelasan mengenai anggaran pendidikan 2027 mencakup beberapa kelompok penerima manfaat, mulai dari penerima program MBG, peserta didik yang memperoleh dukungan melalui PIP dan KIP Kuliah, sekolah yang mendapatkan dukungan operasional maupun renovasi, hingga guru penerima TPG.
Penjelasan Pemerintah soal Struktur Anggaran
Penjelasan Purbaya penting karena alokasi Rp240 triliun untuk MBG disebut berada dalam total anggaran pendidikan 2027 sebesar Rp820,9 triliun. Pemerintah sekaligus memaparkan sejumlah pos lain yang tetap mendapatkan pendanaan dalam anggaran pendidikan tersebut.
Dalam konteks kebijakan anggaran, angka-angka tersebut menggambarkan bagaimana pemerintah membagi ruang fiskal untuk sejumlah program yang berkaitan dengan pendidikan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat. MBG menjadi salah satu program yang mendapatkan porsi besar, sementara berbagai kebutuhan pendidikan lainnya tetap disebut dalam distribusi anggaran.
MBG Menyasar 60,6 Juta Penerima
Salah satu angka utama dalam penjelasan Menteri Keuangan adalah sasaran penerima MBG yang mencapai 60,6 juta orang. Sasaran tersebut menjadi dasar yang disebut pemerintah ketika menjelaskan alokasi Rp240 triliun untuk program tersebut.
Informasi mengenai jumlah penerima dan besaran anggaran memberikan konteks terhadap skala program MBG yang dimasukkan dalam pembahasan anggaran pendidikan 2027. Namun, penjelasan tersebut tidak secara rinci menguraikan pembagian dana berdasarkan wilayah, kelompok penerima, atau komponen biaya pelaksanaan.
Fokus Anggaran Tetap Mencakup Berbagai Kebutuhan Pendidikan
Di luar MBG, pemerintah menyebut sejumlah kebutuhan yang tetap masuk dalam alokasi pendidikan. Renovasi sekolah, PIP, KIP Kuliah, operasional BOS, dan TPG menjadi bagian dari daftar penggunaan anggaran yang disampaikan Purbaya.
Artinya, pembahasan anggaran pendidikan 2027 tidak hanya berkaitan dengan satu program. Ada pula kebutuhan untuk memperbaiki fasilitas sekolah, mendukung peserta didik, menjaga operasional sekolah, serta memberikan tunjangan kepada tenaga pengajar.
Penjelasan tersebut juga membantu memperjelas bahwa angka Rp240 triliun merupakan bagian dari total anggaran pendidikan yang lebih besar. Pemerintah menyatakan total anggaran pendidikan 2027 mencapai Rp820,9 triliun, dengan MBG memperoleh alokasi Rp240 triliun.
Menunggu Rincian Pelaksanaan Lebih Lanjut
Penjelasan Menteri Keuangan yang tersedia saat ini berfokus pada besaran anggaran dan kelompok penggunaan utama. Rincian lebih lanjut mengenai mekanisme pelaksanaan, pembagian anggaran secara detail, serta komponen biaya MBG tidak dijelaskan dalam materi yang menjadi sumber artikel ini.
Karena itu, informasi yang dapat dipastikan dari penjelasan tersebut adalah total anggaran pendidikan 2027 sebesar Rp820,9 triliun, alokasi Rp240 triliun untuk MBG atau 29,23 persen, sasaran 60,6 juta penerima, serta sejumlah penggunaan anggaran pendidikan lainnya yang mencakup renovasi 12 ribu sekolah, PIP, KIP Kuliah, operasional BOS, dan TPG bagi 3 juta pengajar.
Dengan struktur tersebut, pemerintah menempatkan MBG sebagai salah satu komponen besar dalam anggaran yang dijelaskan sebagai bagian dari anggaran pendidikan 2027. Pada saat yang sama, sejumlah program pendidikan lain tetap tercantum dalam distribusi anggaran yang dipaparkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.



