Rekap SPK GIIAS 2026, Mobil Listrik Mulai Dominasi Model Terlaris

GIIAS 2026 memperlihatkan perubahan minat konsumen terhadap kendaraan elektrifikasi. Sejumlah mobil listrik dan hybrid berhasil mencatat pemesanan tinggi dan mulai mendominasi daftar model terlaris sejumlah merek.

Mobil listrik dan kendaraan elektrifikasi yang menjadi model terlaris pada GIIAS 2026
Mobil listrik dan kendaraan elektrifikasi yang menjadi model terlaris pada GIIAS 2026

JAKARTA - Gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi peluncuran mobil-mobil baru. Rekap Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) selama pameran juga memperlihatkan perubahan menarik dalam selera konsumen Indonesia.

Mobil listrik dan kendaraan elektrifikasi mulai menunjukkan pengaruh yang semakin besar terhadap penjualan. Sejumlah model listrik bahkan menjadi penyumbang terbesar SPK di masing-masing merek, mengalahkan kendaraan bermesin konvensional yang selama ini menjadi tulang punggung penjualan.

Fenomena tersebut terlihat pada beberapa merek yang mengumumkan hasil penjualan GIIAS 2026. Wuling, misalnya, mencatat total 3.290 SPK dan Aira EV menyumbang 2.238 unit atau sekitar 68 persen dari keseluruhan pemesanan Wuling.

GIIAS 2026 Jadi Panggung Kendaraan Elektrifikasi

GIIAS 2026 berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, dan menjadi salah satu ajang penting bagi industri otomotif Indonesia. Pameran tersebut dimanfaatkan berbagai produsen untuk memperkenalkan produk baru, termasuk kendaraan listrik, hybrid, plug-in hybrid, serta teknologi elektrifikasi lainnya.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa kendaraan elektrifikasi tidak lagi hanya menjadi produk pelengkap dalam portofolio produsen. Beberapa model bahkan mampu menjadi produk dengan permintaan tertinggi selama pameran.

GAIKINDO menyebut GIIAS 2026 menjadi panggung penting bagi kendaraan listrik. Sejumlah merek memperluas portofolio elektrifikasi dengan membawa model baru maupun kendaraan yang sedang dipersiapkan untuk pasar Indonesia.

Wuling Aira EV Jadi Salah Satu Bintang

Salah satu contoh paling menonjol datang dari Wuling. Selama GIIAS 2026, Wuling mencatatkan 3.290 SPK dan 2.203 aktivitas test drive.

Dari total pemesanan tersebut, Aira EV menjadi model yang paling banyak dipesan. Mobil listrik tersebut mencatat 2.238 SPK, setara sekitar 68 persen dari total SPK Wuling selama pameran.

Menariknya, komposisi pemesanan Aira EV terdiri dari 165 unit varian Standard Range dan 2.073 unit varian Long Range. Angka tersebut memperlihatkan bahwa konsumen memberikan respons yang sangat besar terhadap mobil listrik Wuling.

Setelah Aira EV, model Wuling lainnya yang mencatat pemesanan cukup besar adalah Darion EV dengan 517 unit dan Eksion EV sebanyak 179 unit. Artinya, sebagian besar kontribusi pemesanan Wuling pada pameran tersebut berasal dari lini kendaraan listrik.

Geely EX2 Juga Menjadi Andalan

Geely menjadi merek lain yang memperlihatkan kuatnya minat konsumen terhadap kendaraan listrik. Produsen tersebut membukukan 3.033 SPK selama GIIAS 2026.

Dari total tersebut, sekitar 70 persen pemesanan disebut berasal dari Geely EX2. Model listrik tersebut menjadi produk dengan kontribusi terbesar terhadap capaian Geely selama pameran.

Geely sendiri menutup keikutsertaannya di GIIAS 2026 dengan hasil yang jauh lebih tinggi dibandingkan capaian pada pameran sebelumnya. EX2 menjadi salah satu contoh bahwa mobil listrik berharga lebih terjangkau mulai mendapatkan tempat yang kuat di pasar Indonesia.

Aion V Memimpin Penjualan GAC Aion

Tren serupa terlihat pada GAC Aion. Merek tersebut mencatatkan 2.170 SPK selama GIIAS 2026.

Model Aion V menjadi penyumbang terbesar dengan 1.122 unit. Angka tersebut menunjukkan bahwa mobil listrik menjadi salah satu produk yang paling diminati konsumen di booth GAC Aion.

Selain Aion V, Aion UT juga menjadi bagian dari lini kendaraan listrik yang mendapatkan perhatian. Hasil tersebut memperkuat gambaran bahwa merek yang fokus pada kendaraan listrik mampu memperoleh respons positif dalam pameran otomotif tahun ini.

Chery Catat 3.500 SPK

Chery juga mencatatkan hasil positif selama GIIAS 2026 dengan total 3.500 SPK. Capaian tersebut menunjukkan kuatnya persaingan merek-merek baru di pasar otomotif Indonesia.

Chery Q menjadi model dengan kontribusi terbesar, mencapai sekitar 1.750 SPK atau 50 persen dari total pemesanan Chery selama pameran.

Dominasi model baru dalam komposisi pemesanan menunjukkan bahwa konsumen GIIAS tidak hanya mencari model yang sudah lama dikenal. Produk baru dengan teknologi elektrifikasi juga mendapatkan perhatian besar.

Toyota Tetap Kuat dengan Elektrifikasi

Perubahan tren tidak berarti kendaraan konvensional langsung kehilangan peminat. Toyota tetap mencatat hasil besar dengan total 6.175 SPK selama GIIAS 2026.

Menariknya, kendaraan elektrifikasi menyumbang sekitar 56 persen dari total SPK Toyota. Angka tersebut memperlihatkan bahwa konsumen Toyota juga mulai memberikan porsi yang semakin besar terhadap kendaraan hybrid dan listrik.

Keluarga Kijang Innova masih menjadi salah satu kontributor penting penjualan Toyota. Namun, besarnya kontribusi kendaraan elektrifikasi menunjukkan bahwa pilihan konsumen mulai semakin beragam.

Mitsubishi Dapat Dukungan dari Model Hybrid

Mitsubishi juga memperlihatkan tren yang sama. Merek tersebut mencatat 3.212 SPK selama GIIAS 2026.

Salah satu produk elektrifikasi yang menjadi penopang pemesanan adalah Xforce Hybrid. Model tersebut menyumbang lebih dari 1.000 pemesanan selama pameran.

Hasil ini memperlihatkan bahwa kendaraan hybrid juga memiliki posisi penting dalam perubahan pasar. Konsumen tidak hanya memiliki pilihan antara mobil bensin dan mobil listrik murni, tetapi semakin banyak ditawarkan teknologi yang menggabungkan mesin pembakaran dengan sistem elektrifikasi.

Elektrifikasi Tidak Selalu Berarti Mobil Listrik Murni

Ketika membahas dominasi kendaraan elektrifikasi di GIIAS 2026, penting untuk membedakan mobil listrik murni dengan kendaraan hybrid. Keduanya menggunakan teknologi elektrifikasi, tetapi cara kerja dan sumber energinya berbeda.

Mobil listrik murni atau battery electric vehicle menggunakan motor listrik sebagai penggerak utama dan baterai sebagai sumber energi. Sementara itu, kendaraan hybrid menggabungkan mesin pembakaran internal dengan motor listrik.

Dalam konteks penjualan GIIAS, pertumbuhan minat terhadap kedua jenis teknologi tersebut menunjukkan bahwa konsumen Indonesia semakin terbuka terhadap kendaraan dengan sistem penggerak elektrifikasi.

BAIC Juga Melihat Elektrifikasi Mendapat Respons Positif

BAIC Indonesia mencatat 407 SPK selama GIIAS 2026. Menariknya, kendaraan elektrifikasi menjadi bagian yang dominan dalam pemesanan BAIC selama pameran.

BAIC BJ30 HEV menjadi model dengan penjualan tertinggi. Capaian tersebut menunjukkan bahwa teknologi hybrid juga dapat menarik perhatian konsumen meskipun merek tersebut masih memperluas kehadirannya di pasar Indonesia.

Hasil BAIC memperlihatkan bahwa tren elektrifikasi tidak hanya terjadi pada produsen yang sejak awal dikenal sebagai pemain kendaraan listrik. Merek yang memiliki lini SUV dan kendaraan konvensional juga mulai mengandalkan teknologi elektrifikasi untuk menarik konsumen.

Mengapa Mobil Listrik Mulai Mendominasi?

Ada sejumlah faktor yang dapat menjelaskan meningkatnya pemesanan mobil listrik di GIIAS 2026. Salah satunya adalah semakin banyaknya pilihan model dengan rentang harga yang lebih beragam.

Jika beberapa tahun lalu pilihan mobil listrik di Indonesia masih terbatas pada sejumlah model, kini konsumen dapat menemukan berbagai jenis kendaraan listrik mulai dari city car, hatchback, SUV, MPV hingga kendaraan premium.

Perluasan pilihan tersebut membuat mobil listrik tidak lagi hanya menyasar konsumen yang ingin menggunakan teknologi terbaru. Produk listrik kini mulai masuk ke segmen pasar yang lebih luas.

Harga Menjadi Faktor Penting

Harga juga menjadi salah satu pertimbangan utama konsumen. GIIAS 2026 menghadirkan sejumlah mobil listrik dengan harga yang relatif lebih mudah dijangkau dibandingkan produk listrik premium.

Beberapa model listrik di pameran bahkan ditawarkan dalam rentang harga yang berada di bawah atau sekitar Rp400 juta. Kehadiran kendaraan seperti ini dapat memperluas pasar karena konsumen tidak harus menyediakan dana sebesar yang dibutuhkan untuk membeli mobil listrik premium.

Wuling Aira EV dan sejumlah model listrik China lainnya menjadi contoh bagaimana produsen berusaha menghadirkan kendaraan listrik dengan harga yang lebih kompetitif. Perkembangan ini dapat menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan pemesanan.

Merek China Semakin Agresif

GIIAS 2026 juga memperlihatkan semakin kuatnya kehadiran merek China. Geely, Wuling, Chery, GAC Aion, BAIC dan sejumlah merek lainnya membawa produk dengan teknologi elektrifikasi ke pasar Indonesia.

Keunggulan yang ditawarkan tidak hanya berkaitan dengan sistem penggerak listrik. Produsen juga bersaing dalam hal desain, fitur, teknologi bantuan pengemudi, jarak tempuh, serta harga.

Persaingan tersebut memberikan semakin banyak pilihan kepada konsumen Indonesia. Di sisi lain, produsen lama juga dituntut untuk mempercepat pengembangan produk elektrifikasi agar tidak kehilangan pangsa pasar.

Model Baru Menjadi Magnet Pengunjung

Salah satu karakter GIIAS 2026 adalah banyaknya model baru yang diperkenalkan. Mobil listrik menjadi bagian penting dari gelombang peluncuran tersebut.

GAIKINDO mencatat sejumlah merek memperluas portofolio kendaraan listriknya. Hyundai, misalnya, membawa Palisade Hybrid, Staria listrik, Ioniq 3, Ioniq 9, serta prototipe Neira Electric yang dikembangkan dengan mempertimbangkan pasar Indonesia.

Kehadiran model-model baru tersebut membuat konsumen memiliki lebih banyak alasan untuk mengunjungi pameran. Pada saat yang sama, produsen dapat mengukur respons pasar terhadap produk yang baru diperkenalkan.

SPK Menjadi Gambaran Minat Konsumen

Surat Pemesanan Kendaraan atau SPK merupakan salah satu indikator yang sering digunakan untuk melihat respons konsumen selama pameran otomotif. Namun, angka SPK tidak sama dengan angka kendaraan yang sudah dikirim atau tercatat sebagai penjualan retail akhir.

SPK menunjukkan adanya pemesanan dari konsumen. Proses selanjutnya dapat mencakup pembayaran, administrasi, produksi atau pengadaan unit, hingga pengiriman kendaraan kepada konsumen.

Karena itu, rekap SPK GIIAS sebaiknya dibaca sebagai gambaran minat pasar selama pameran, bukan sebagai angka penjualan tahunan secara keseluruhan.

Persaingan Tidak Hanya soal Mobil Listrik

Meskipun mobil listrik mulai mendominasi daftar model terlaris di sejumlah merek, kendaraan bermesin pembakaran tetap memiliki pasar yang besar. Toyota, Daihatsu dan berbagai produsen lain masih mendapatkan pemesanan untuk model konvensional.

Daihatsu, misalnya, menutup GIIAS 2026 dengan 591 SPK. Sigra menjadi model terlaris Daihatsu dengan 122 unit, disusul Gran Max Van 102 unit dan Gran Max Pick Up 84 unit.

Hal ini menunjukkan bahwa pasar otomotif Indonesia masih sangat beragam. Mobil keluarga, kendaraan niaga, SUV, hybrid dan listrik semuanya memiliki konsumen masing-masing.

Perubahan Komposisi Pasar Mulai Terlihat

Yang berubah adalah komposisi minat konsumen. Kendaraan elektrifikasi kini mampu menjadi produk dengan kontribusi besar bahkan pada merek yang sebelumnya mengandalkan kendaraan bermesin bensin.

Perubahan tersebut penting bagi industri otomotif karena produsen harus menyesuaikan strategi produk. Investasi pada kendaraan listrik, fasilitas produksi, jaringan pengisian daya, layanan purnajual, serta teknologi baterai akan menjadi semakin penting.

Persaingan juga kemungkinan akan semakin ketat karena semakin banyak merek menghadirkan produk listrik dengan harga dan spesifikasi yang berbeda.

Infrastruktur Pengisian Tetap Menjadi Tantangan

Di balik meningkatnya minat terhadap mobil listrik, masih terdapat tantangan yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah infrastruktur pengisian daya.

Konsumen yang mempertimbangkan mobil listrik tidak hanya melihat harga dan desain. Mereka juga perlu mempertimbangkan ketersediaan stasiun pengisian, fasilitas pengisian di rumah, waktu pengisian, serta pola perjalanan sehari-hari.

Semakin luas infrastruktur pengisian, semakin mudah konsumen merasa yakin untuk berpindah dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik.

Harga dan Produk Akan Menentukan Persaingan Berikutnya

Setelah GIIAS 2026 berakhir, persaingan tidak berhenti. Tantangan bagi produsen adalah mempertahankan minat yang muncul selama pameran hingga menjadi penjualan nyata di pasar.

Harga, ketersediaan unit, layanan purnajual, garansi baterai, jaringan servis, serta nilai jual kembali akan menjadi pertimbangan konsumen ketika memilih kendaraan elektrifikasi.

Produsen yang mampu menawarkan kombinasi harga kompetitif, teknologi yang sesuai kebutuhan, jaringan layanan yang kuat dan ketersediaan produk berpotensi mendapatkan keuntungan dari perubahan tren tersebut.

GIIAS 2026 Menunjukkan Arah Baru Industri

Rekap SPK dari berbagai merek memberikan satu gambaran penting: elektrifikasi semakin sulit dipisahkan dari masa depan industri otomotif Indonesia.

Wuling Aira EV, Geely EX2, GAC Aion V, Xforce Hybrid dan sejumlah model lainnya menunjukkan bahwa kendaraan elektrifikasi dapat menjadi produk dengan permintaan tinggi. Pada beberapa merek, kontribusinya bahkan menjadi mayoritas dari total pemesanan.

Di saat yang sama, model konvensional tetap memiliki basis konsumen yang kuat. Karena itu, perubahan pasar kemungkinan tidak berlangsung dalam bentuk penggantian total mobil bensin oleh mobil listrik dalam waktu singkat, melainkan melalui proses transisi dengan berbagai jenis teknologi yang hidup berdampingan.

Kesimpulan

GIIAS 2026 memperlihatkan semakin kuatnya posisi kendaraan elektrifikasi di pasar otomotif Indonesia. Sejumlah mobil listrik dan hybrid berhasil menjadi model dengan pemesanan tertinggi di masing-masing merek selama pameran.

Wuling mencatat 3.290 SPK dengan Aira EV menyumbang 2.238 unit atau sekitar 68 persen. Geely meraih 3.033 SPK dengan EX2 sebagai kontributor terbesar, sementara GAC Aion membukukan 2.170 SPK dan Aion V menjadi model dengan pemesanan terbanyak.

Toyota juga mencatat 6.175 SPK dengan kendaraan elektrifikasi menyumbang sekitar 56 persen. Mitsubishi mendapatkan dukungan besar dari Xforce Hybrid, sedangkan BAIC melihat kendaraan elektrifikasi mendominasi pemesanan mereka selama pameran.

Data tersebut menunjukkan bahwa konsumen Indonesia semakin terbuka terhadap mobil listrik dan hybrid. Bertambahnya pilihan model, semakin kompetitifnya harga, serta semakin agresifnya produsen baru menjadi faktor yang mendorong perubahan tersebut.

Meski demikian, SPK tetap merupakan indikator pemesanan selama pameran dan belum dapat disamakan dengan penjualan retail akhir. Perkembangan setelah GIIAS akan menjadi penentu apakah tingginya minat tersebut mampu berlanjut menjadi pertumbuhan kendaraan elektrifikasi di pasar nasional.

Jika tren tersebut terus berlanjut, persaingan industri otomotif Indonesia ke depan tidak hanya akan ditentukan oleh siapa yang memiliki model paling populer, tetapi juga siapa yang mampu menyediakan teknologi listrik dan hybrid dengan harga kompetitif, jaringan layanan luas, serta ekosistem pendukung yang semakin matang.

Sumber