Perkembangan ekonomi digital membuat aktivitas usaha di Indonesia semakin beragam. Di tengah perubahan tersebut, Sensus Ekonomi 2026 menjadi salah satu momentum penting untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap mengenai struktur perekonomian nasional, termasuk aktivitas ekonomi yang selama ini relatif sulit terlihat dalam statistik konvensional.
Badan Pusat Statistik atau BPS menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan program pemerintah untuk menyediakan data dasar mengenai seluruh kegiatan ekonomi. Pada pelaksanaan 2026, pendataan dirancang untuk membaca perkembangan ekonomi yang semakin kompleks, termasuk perubahan akibat digitalisasi.
Mengapa Ekonomi Digital Perlu Dipetakan?
Digitalisasi telah mengubah cara masyarakat menjalankan kegiatan ekonomi. Transaksi, pemasaran, distribusi, hingga hubungan antara pelaku usaha dan konsumen dapat berlangsung melalui berbagai kanal digital. Perubahan tersebut membuat batas antara kegiatan ekonomi konvensional dan digital semakin dinamis.
Dalam konteks ini, istilah invisible economy dapat digunakan untuk menggambarkan aktivitas ekonomi yang tidak selalu mudah terlihat apabila hanya mengandalkan pendekatan atau indikator lama. Bukan berarti kegiatan tersebut tidak memiliki nilai ekonomi, melainkan aktivitasnya dapat berlangsung melalui pola usaha yang berbeda dari model bisnis tradisional.
Usaha yang memanfaatkan platform digital, misalnya, dapat menjalankan pemasaran tanpa memiliki toko fisik. Pelaku usaha juga dapat menggunakan kanal daring untuk menjangkau konsumen di luar wilayahnya. Pola seperti ini membuat pemetaan ekonomi membutuhkan pendekatan yang mampu mengikuti perubahan cara berusaha.
Sensus Ekonomi 2026 Membaca Perubahan Struktur Usaha
SE2026 merupakan pendataan terhadap pelaku usaha di Indonesia dan menjadi agenda statistik yang dilakukan secara berkala. BPS menyebut hasil sensus akan menjadi basis data ekonomi yang dapat digunakan untuk membantu penyusunan kebijakan pembangunan berbasis data.
Ruang lingkup tersebut penting karena perekonomian tidak hanya terdiri atas perusahaan besar. Usaha mikro dan kecil, usaha berbasis rumah tangga, hingga kegiatan usaha yang memanfaatkan teknologi digital juga menjadi bagian dari ekosistem ekonomi yang perlu dipahami secara lebih menyeluruh.
Dengan pemetaan yang lebih lengkap, pemerintah dan pemangku kepentingan dapat memperoleh gambaran mengenai bagaimana usaha tersebar, bagaimana karakteristiknya, serta bagaimana perubahan teknologi memengaruhi cara pelaku usaha menjalankan kegiatan ekonomi.
Ekonomi Digital Tidak Hanya Soal Perusahaan Teknologi
Salah satu hal penting dalam melihat ekonomi digital adalah memahami bahwa digitalisasi tidak terbatas pada perusahaan teknologi. Pelaku usaha dari berbagai lapangan usaha dapat menggunakan teknologi untuk mendukung kegiatan produksinya, memasarkan produk, menerima pembayaran, mengelola pelanggan, atau menjalankan distribusi.
BPS menyebut pendekatan ekonomi digital dalam SE2026 dilakukan melalui pelaku usaha lintas lapangan usaha. Pendekatan ini juga memperhatikan pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan atau AI dan Internet of Things dalam aktivitas usaha, yang menjadi bagian dari perubahan dibandingkan pelaksanaan Sensus Ekonomi sebelumnya.
Pendekatan tersebut membuat pembacaan ekonomi digital menjadi lebih luas. Fokusnya bukan sekadar menghitung perusahaan yang bergerak di bidang teknologi, tetapi memahami sejauh mana teknologi telah masuk ke berbagai aktivitas ekonomi.
Mengungkap Aktivitas yang Selama Ini Sulit Terlihat
Perubahan pola usaha menjadi salah satu alasan mengapa data ekonomi perlu terus diperbarui. Dalam satu dekade, teknologi dapat mengubah cara produk dipasarkan, bagaimana konsumen melakukan transaksi, dan bagaimana pelaku usaha membangun jaringan bisnis.
Jika perubahan tersebut tidak tercatat dengan baik, terdapat risiko bahwa gambaran mengenai struktur ekonomi menjadi kurang mencerminkan kondisi terbaru. Karena itu, pendataan ekonomi tidak sekadar menjadi proses administratif, tetapi juga berperan dalam membaca transformasi yang sedang berlangsung.
Konsep invisible economy dalam konteks ini dapat dipahami sebagai bagian dari aktivitas ekonomi yang keberadaannya lebih sulit ditangkap oleh cara pandang lama. Digitalisasi membuat sebagian kegiatan usaha menjadi lebih fleksibel, tersebar, dan tidak selalu memiliki bentuk fisik yang mudah dikenali.
Marketplace, media digital, layanan berbasis platform, serta pemanfaatan berbagai perangkat lunak telah membuka banyak cara baru bagi pelaku usaha untuk berinteraksi dengan pasar. Karena itu, pemetaan yang mempertimbangkan cara usaha beroperasi menjadi semakin penting.
Data Menjadi Dasar Kebijakan Ekonomi
Nilai penting SE2026 tidak berhenti pada proses pendataan. BPS menempatkan hasil sensus sebagai dasar untuk memperoleh informasi ekonomi yang lebih mutakhir dan komprehensif. Data tersebut diharapkan dapat mendukung pemerintah dalam menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Bagi pemerintah, data yang lebih lengkap dapat membantu memahami struktur ekonomi berdasarkan wilayah, skala usaha, serta karakteristik kegiatan ekonomi. Bagi dunia usaha, informasi tersebut juga dapat memberikan gambaran mengenai kondisi pasar dan lingkungan bisnis yang terus berubah.
Dalam materi BPS mengenai SE2026, isu ekonomi digital disebut sebagai salah satu aspek yang hendak dijawab melalui sensus. Selain itu, SE2026 juga diarahkan untuk menghasilkan informasi mengenai karakteristik usaha, kendala dan prospek usaha, permodalan, investasi, kinerja, serta daya saing.
Tantangan di Tengah Perubahan Digital
Perkembangan ekonomi digital membawa peluang sekaligus tantangan. Pelaku usaha mendapatkan akses yang lebih luas terhadap konsumen dan berbagai sarana digital, tetapi pada saat yang sama harus menghadapi perubahan persaingan, kebutuhan keamanan siber, serta tuntutan untuk terus beradaptasi.
BPS juga menyoroti bahwa perkembangan ekonomi digital mengubah pola konsumsi dan wajah perekonomian. Karena itu, data mengenai penerapan teknologi dalam aktivitas usaha menjadi semakin relevan untuk memahami arah perubahan tersebut.
Tantangan lainnya adalah memastikan data yang dikumpulkan mampu menggambarkan keragaman usaha di lapangan. Ekonomi Indonesia terdiri atas berbagai skala dan bentuk usaha, sehingga pendekatan pendataan perlu mampu menjangkau aktivitas ekonomi yang tidak selalu memiliki pola operasional yang sama.
SE2026 dan Masa Depan Ekonomi Indonesia
Sensus Ekonomi 2026 hadir pada saat ekonomi Indonesia sedang mengalami perubahan akibat perkembangan teknologi. Digitalisasi bukan lagi sekadar isu yang berada di sektor teknologi, tetapi telah memengaruhi cara berbagai pelaku usaha menjalankan kegiatan ekonomi.
Karena itu, keberhasilan pemetaan ekonomi digital dapat membantu memperlihatkan bagian-bagian perekonomian yang sebelumnya sulit terlihat secara utuh. Data yang lebih lengkap memungkinkan perubahan struktur ekonomi dibaca dengan lebih baik, termasuk bagaimana usaha kecil, menengah, maupun besar beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Pada akhirnya, upaya mengungkap invisible economy bukan sekadar mencari aktivitas yang belum terlihat dalam statistik. Hal yang lebih penting adalah membangun gambaran ekonomi yang semakin sesuai dengan kenyataan di lapangan. Ketika cara masyarakat berusaha berubah, cara membaca perekonomian juga perlu mengikuti perubahan tersebut.
SE2026 dengan demikian menjadi salah satu instrumen penting untuk memperbarui pemahaman mengenai ekonomi Indonesia. Di tengah pertumbuhan ekonomi digital, data yang akurat dan relevan akan semakin dibutuhkan agar kebijakan pembangunan tidak hanya mengikuti angka, tetapi juga mampu menangkap perubahan nyata yang terjadi di balik aktivitas ekonomi masyarakat.



