Sering Dapat Telepon dari Nomor Asing? Cek Dulu, Bisa Jadi Penipuan

Panggilan dari nomor asing tidak selalu aman. Pengguna dapat memeriksa nomor dengan aplikasi identifikasi panggilan, tetapi tetap perlu waspada terhadap modus penipuan dan rekayasa sosial.

Ilustrasi panggilan telepon dari nomor asing yang berpotensi menjadi penipuan
Ilustrasi panggilan telepon dari nomor asing yang berpotensi menjadi penipuan

Panggilan telepon dari nomor asing atau nomor yang tidak tersimpan di kontak semakin mudah ditemukan di ponsel. Sebagian merupakan panggilan biasa, tetapi sebagian lainnya dapat berupa spam atau menjadi bagian dari modus penipuan. Karena itu, pengguna sebaiknya tidak langsung percaya hanya karena penelepon terdengar meyakinkan atau mengaku berasal dari perusahaan, bank, lembaga tertentu, maupun orang yang dikenal.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan ketika menerima panggilan mencurigakan adalah memeriksa nomor tersebut menggunakan aplikasi identifikasi penelepon. Layanan seperti Truecaller atau Getcontact dapat membantu memberikan informasi berdasarkan basis data dan laporan pengguna. Namun, hasil identifikasi tetap perlu diperlakukan sebagai petunjuk, bukan bukti mutlak bahwa seseorang merupakan penipu.

Yang paling penting adalah cara pengguna merespons panggilan tersebut. Nomor yang terlihat asing tidak otomatis berarti berbahaya, tetapi permintaan yang tidak wajar, tekanan untuk segera bertindak, permintaan data pribadi, kode verifikasi, kata sandi, atau informasi keuangan merupakan tanda yang patut dicurigai.

Mengapa Nomor Asing Perlu Diwaspadai?

Panggilan dari nomor yang tidak dikenal dapat muncul karena berbagai alasan. Ada panggilan pemasaran, salah sambung, layanan pelanggan, komunikasi bisnis, hingga panggilan spam. Masalahnya, pengguna sering tidak dapat mengetahui tujuan panggilan hanya dari nomor yang tampil di layar.

Dalam konteks keamanan siber, telepon juga dapat digunakan sebagai sarana rekayasa sosial. Pelaku tidak selalu membutuhkan kemampuan teknis yang rumit. Mereka dapat mencoba memengaruhi korban melalui percakapan agar korban sendiri memberikan informasi yang seharusnya dirahasiakan.

Ahli keamanan siber yang dikutip Kompas.com sebelumnya menjelaskan bahwa risiko utama telepon spam muncul ketika penerima mengikuti instruksi penelepon. Jika pengguna tidak mengikuti perintah atau memberikan informasi sensitif, risiko kerugian dapat lebih rendah. Sebaliknya, percakapan yang berlanjut ke pemberian data pribadi, kredensial, atau tindakan tertentu dapat membuka peluang terjadinya pengambilalihan akun maupun kerugian finansial.

Aplikasi Bisa Membantu Mengenali Nomor

Aplikasi identifikasi panggilan menjadi salah satu alat yang dapat digunakan untuk membantu mengenali nomor tidak dikenal. Layanan seperti Getcontact dan Truecaller menggunakan data yang dikumpulkan dari berbagai sumber, termasuk informasi berbasis komunitas pengguna, untuk memberikan label atau identifikasi terhadap nomor tertentu.

Ketika sebuah nomor pernah dilaporkan sebagai spam atau dikaitkan dengan aktivitas yang mengganggu, informasi tersebut dapat muncul ketika nomor diperiksa. Hal ini dapat membantu pengguna menentukan apakah sebuah panggilan perlu direspons atau sebaiknya diabaikan.

Getcontact, misalnya, dikenal memiliki fitur tagging yang memungkinkan nomor dikaitkan dengan nama atau label tertentu berdasarkan data pengguna. Sementara itu, Truecaller menyediakan fungsi identifikasi penelepon dan deteksi panggilan spam. Kedua layanan tersebut dapat menjadi alat bantu ketika pengguna ingin melakukan pemeriksaan awal terhadap nomor asing.

Jangan Menganggap Hasil Aplikasi sebagai Bukti Mutlak

Meski bermanfaat, aplikasi identifikasi nomor tidak dapat menjamin bahwa seluruh informasi yang ditampilkan selalu benar. Data berbasis komunitas dapat mengandung kesalahan, label yang tidak relevan, atau informasi yang sudah tidak sesuai dengan kondisi terbaru.

Karena itu, pengguna sebaiknya tidak langsung menyimpulkan bahwa sebuah nomor aman hanya karena tidak memiliki label spam. Sebaliknya, nomor yang memiliki label tertentu juga sebaiknya diperiksa berdasarkan konteks panggilan dan perilaku penelepon.

Pendekatan yang lebih aman adalah menggunakan aplikasi sebagai lapisan pemeriksaan awal. Setelah itu, pengguna tetap perlu melakukan verifikasi melalui saluran resmi apabila penelepon mengaku mewakili perusahaan, bank, layanan digital, atau lembaga tertentu.

Waspadai Modus Wangiri

Salah satu jenis penipuan yang berkaitan dengan panggilan dari nomor asing adalah wangiri. Modus ini memanfaatkan panggilan singkat atau panggilan tidak terjawab untuk membuat penerima penasaran dan menelepon kembali.

Jika penerima menelepon balik nomor asing tanpa mengetahui siapa pemiliknya, panggilan tersebut dapat terhubung ke layanan internasional atau layanan berbiaya tinggi, tergantung pada nomor dan skema yang digunakan. Karena itu, panggilan tidak terjawab dari nomor luar negeri yang tidak dikenal sebaiknya tidak langsung dibalas dengan panggilan balik.

Prinsip sederhananya adalah jangan menelepon kembali hanya karena penasaran. Jika memang ada pihak yang memiliki kepentingan penting, pengguna dapat mencari kanal komunikasi resminya dan melakukan verifikasi secara mandiri.

Penipu Bisa Mengaku sebagai Pihak Resmi

Risiko lain yang perlu diperhatikan adalah penipuan dengan penyamaran identitas. Penelepon dapat mengaku sebagai petugas bank, perusahaan teknologi, layanan belanja online, kurir, lembaga pemerintah, atau pihak lain yang dianggap memiliki kredibilitas.

Tujuannya dapat berupa membuat korban percaya kemudian mengikuti instruksi tertentu. Dalam situasi seperti ini, penipu biasanya memanfaatkan rasa takut, kepanikan, atau keinginan korban untuk segera menyelesaikan masalah.

Misalnya, penelepon dapat mengklaim terdapat transaksi mencurigakan, akun akan diblokir, paket mengalami masalah, atau pengguna mendapatkan hadiah. Korban kemudian diarahkan untuk memberikan data tertentu atau membuka tautan yang dikirim melalui pesan.

Google mengingatkan pengguna agar tidak memberikan informasi pribadi atau keuangan sebagai respons terhadap permintaan dari pihak yang tidak dipercaya. Pengguna juga disarankan berhati-hati terhadap permintaan yang mendesak dan tidak masuk akal karena penipu kerap memanfaatkan tekanan emosional agar korban bertindak tanpa melakukan verifikasi.

Jangan Berikan Kode OTP dan Data Perbankan

Salah satu aturan paling penting ketika menerima panggilan mencurigakan adalah menjaga kerahasiaan informasi autentikasi. Kode OTP, PIN, kata sandi, kode keamanan, serta informasi perbankan tidak seharusnya diberikan kepada penelepon yang identitasnya belum diverifikasi.

Nomor telepon sendiri juga merupakan informasi yang perlu dikelola dengan hati-hati. Namun, risiko dapat meningkat ketika nomor tersebut dikombinasikan dengan informasi lain seperti nama lengkap, tanggal lahir, nomor identitas, alamat, data rekening, atau kredensial akun.

Penipu dapat menggunakan informasi yang dikumpulkan untuk membangun percakapan yang terlihat meyakinkan. Karena itu, jangan merasa aman hanya karena penelepon mengetahui beberapa informasi dasar mengenai diri Anda. Informasi tersebut bisa saja diperoleh dari berbagai sumber.

Bagaimana Jika Penelepon Mengaku dari Bank?

Jika seseorang menghubungi dan mengaku sebagai petugas bank, pengguna tidak perlu menyelesaikan masalah melalui nomor yang menghubungi. Langkah yang lebih aman adalah mengakhiri percakapan lalu menghubungi bank melalui nomor layanan resmi yang tercantum pada aplikasi, situs resmi, kartu, atau dokumen resmi.

Dengan cara tersebut, pengguna dapat memastikan komunikasi dilakukan melalui kanal yang benar. Jangan menggunakan nomor atau tautan yang diberikan oleh penelepon jika belum diverifikasi.

Hal yang sama berlaku untuk perusahaan teknologi, marketplace, layanan pengiriman, maupun lembaga lainnya. Jika terdapat masalah dengan akun atau transaksi, buka aplikasi atau situs resminya secara mandiri dan gunakan kanal bantuan yang tersedia.

Nomor Asing Tidak Selalu Berarti Penipuan

Penting untuk tidak mengambil kesimpulan bahwa setiap panggilan dari nomor asing merupakan penipuan. Nomor internasional dapat berasal dari berbagai situasi yang sah, terutama jika pengguna memang memiliki kontak, aktivitas pekerjaan, layanan, atau kepentingan di luar negeri.

Karena itu, kewaspadaan perlu dibedakan dari kepanikan. Pengguna tidak perlu takut hanya karena melihat kode negara yang berbeda. Yang perlu diperhatikan adalah apakah panggilan tersebut memiliki alasan yang masuk akal dan apakah penelepon meminta tindakan yang berisiko.

Jika panggilan tidak diharapkan dan tidak ada alasan yang jelas, pengguna dapat membiarkannya tidak terjawab. Nomor tersebut kemudian dapat diperiksa sebelum memutuskan apakah perlu dihubungi kembali.

Langkah Aman Saat Menerima Telepon Mencurigakan

Ada beberapa kebiasaan sederhana yang dapat membantu mengurangi risiko ketika menerima telepon dari nomor tidak dikenal.

  1. Jangan terburu-buru menjawab permintaan penelepon. Beri waktu untuk memahami siapa yang menghubungi dan apa tujuannya.
  2. Periksa nomor menggunakan layanan identifikasi. Aplikasi seperti Getcontact atau Truecaller dapat digunakan sebagai pemeriksaan awal terhadap laporan spam atau identitas nomor.
  3. Jangan berikan data rahasia. Hindari memberikan OTP, PIN, kata sandi, nomor kartu, atau kredensial perbankan melalui telepon.
  4. Jangan membuka tautan yang dikirim secara tiba-tiba. Jika penelepon mengarahkan Anda ke sebuah situs, cari sendiri situs resmi melalui kanal yang sudah dikenal.
  5. Jangan memasang aplikasi atas arahan penelepon yang tidak dikenal. Permintaan memasang perangkat lunak tertentu perlu dicurigai, terutama jika aplikasi tersebut meminta akses yang tidak relevan.
  6. Verifikasi melalui kanal resmi. Jika penelepon mengaku berasal dari perusahaan atau lembaga tertentu, hubungi pihak tersebut melalui nomor resmi.
  7. Blokir nomor yang mengganggu. Jika panggilan berulang dan tidak diinginkan, pengguna dapat memanfaatkan fitur pemblokiran pada ponsel atau aplikasi telepon.

Fitur Bawaan Ponsel Juga Bisa Dimanfaatkan

Pengguna tidak selalu harus mengandalkan aplikasi tambahan. Perangkat Android maupun iPhone memiliki sejumlah fungsi untuk menangani panggilan dari nomor tidak dikenal, meskipun nama dan letak fiturnya dapat berbeda tergantung perangkat dan versi sistem operasi.

Selain memblokir nomor tertentu, beberapa perangkat menyediakan fitur untuk menyaring atau membisukan panggilan dari nomor yang tidak dikenal. Fitur tersebut dapat membantu mengurangi gangguan, terutama bagi pengguna yang sering menerima panggilan spam.

Namun, pengguna perlu memahami bahwa membisukan panggilan tidak sama dengan memastikan nomor tersebut adalah penipu. Fitur tersebut lebih berfungsi sebagai alat pengelolaan panggilan agar pengguna dapat menentukan mana komunikasi yang perlu diperiksa.

Penipuan Telepon Sering Memanfaatkan Rekayasa Sosial

Teknologi yang digunakan penipu tidak selalu berupa perangkat lunak canggih. Dalam banyak kasus, titik lemahnya justru manusia. Penipu mencoba membuat korban percaya bahwa situasi yang sedang dihadapi harus segera diselesaikan.

Teknik semacam ini dikenal sebagai rekayasa sosial. Pelaku dapat memanfaatkan rasa takut, rasa penasaran, keuntungan finansial, atau kewajiban yang dibuat seolah-olah nyata. Ketika korban panik, kemungkinan melakukan kesalahan dapat meningkat.

Karena itu, kebiasaan berhenti sejenak sebelum bertindak sangat penting. Jika penelepon meminta keputusan segera, pengguna justru sebaiknya mengambil waktu untuk melakukan pemeriksaan. Tidak ada alasan untuk menyerahkan data sensitif hanya karena seseorang di ujung telepon mengatakan bahwa hal tersebut harus dilakukan saat itu juga.

Jika Sudah Terlanjur Memberikan Data

Jika seseorang sudah terlanjur memberikan informasi sensitif kepada penelepon yang ternyata mencurigakan, tindakan berikutnya perlu dilakukan secepat mungkin. Prioritasnya adalah mengamankan akun dan membatasi kemungkinan penyalahgunaan data.

Untuk akun yang kredensialnya mungkin diketahui pihak lain, segera lakukan penggantian kata sandi melalui situs atau aplikasi resmi. Jika informasi perbankan terlibat, hubungi bank melalui kanal resmi dan jelaskan situasinya. Pengguna juga perlu memeriksa aktivitas transaksi atau login yang tidak dikenal.

Jika korban menerima tautan phishing dan memasukkan informasi akun, jangan menunggu sampai terjadi kerugian untuk mengambil tindakan. Segera amankan akun yang bersangkutan dan lakukan pemeriksaan terhadap aktivitas yang mencurigakan.

Waspada Tanpa Harus Panik

Panggilan dari nomor asing merupakan salah satu bentuk komunikasi yang perlu disikapi secara hati-hati, terutama jika panggilan tidak diharapkan dan penelepon langsung meminta informasi atau tindakan tertentu. Aplikasi identifikasi nomor dapat membantu pengguna melakukan pemeriksaan awal, tetapi hasilnya tidak boleh menjadi satu-satunya dasar untuk menentukan apakah sebuah panggilan aman.

Prinsip yang lebih penting adalah tidak memberikan informasi sensitif melalui panggilan yang belum terverifikasi. Jika penelepon mengaku dari lembaga resmi, pengguna dapat menutup telepon dan menghubungi pihak tersebut melalui kanal resmi. Cara ini mungkin membutuhkan waktu lebih lama, tetapi jauh lebih aman dibandingkan mengikuti instruksi dari sumber yang belum dipastikan.

Di tengah meningkatnya komunikasi digital, kewaspadaan terhadap telepon spam dan penipuan menjadi bagian dari kebiasaan keamanan siber sehari-hari. Mengenali nomor, memeriksa informasi, menjaga kerahasiaan data, dan tidak mudah terpancing oleh tekanan penelepon merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi risiko menjadi korban.

Pada akhirnya, nomor asing tidak otomatis berarti penipuan. Namun, jika identitas penelepon tidak jelas, tujuan panggilan tidak masuk akal, dan permintaan yang disampaikan menyangkut data pribadi atau keuangan, pengguna memiliki alasan kuat untuk berhenti, memeriksa, dan melakukan verifikasi sebelum mengambil tindakan.

Sumber