Kota Tua Jakarta tidak hanya menarik untuk dikunjungi karena bangunan bersejarah dan suasana klasiknya. Kawasan yang lekat dengan sejarah Batavia ini juga memiliki sejumlah tempat makan yang memanfaatkan bangunan heritage sebagai bagian dari pengalaman bersantap. Pengunjung dapat menikmati makanan sekaligus merasakan atmosfer masa lalu melalui restoran dan kafe dengan konsep yang mempertahankan karakter bangunan lama.
Sejumlah tempat makan di kawasan ini menawarkan pilihan kuliner yang beragam, mulai dari hidangan Nusantara hingga sajian yang terinspirasi kuliner Belanda. Berikut lima tempat makan unik dan bersejarah yang berada di kawasan Kota Tua Jakarta.
1. Cafe Batavia
Cafe Batavia menjadi salah satu tempat makan yang paling dikenal di kawasan Kota Tua Jakarta. Bangunannya memiliki sejarah panjang sejak era kolonial dan disebut pernah digunakan sebagai tempat tinggal pejabat VOC.
Bangunan tersebut kemudian dipugar pada 1993 dan diubah menjadi restoran dengan konsep klasik bergaya kolonial. Setelah beroperasi selama puluhan tahun, Cafe Batavia juga ditetapkan sebagai cagar budaya DKI Jakarta.
Daya tarik Cafe Batavia tidak hanya berasal dari arsitektur dan suasana vintage. Restoran ini juga menawarkan sejumlah menu, di antaranya bitterballen, sup iga, nasi jeruk dengan aneka lauk, serta ayam kodok.
2. Jajaghu Restaurant
Jajaghu Restaurant berada di House of Tugu, Kota Tua Jakarta. Restoran ini menggabungkan unsur sejarah, budaya, dan cita rasa Nusantara dalam satu pengalaman kuliner.
Lokasinya berada di sebuah bangunan heritage yang disebut pernah digunakan sebagai gudang gula. Bangunan tersebut kemudian dihadirkan kembali sebagai tempat makan dengan suasana klasik dan berbagai koleksi benda antik.
Konsep kulinernya menonjolkan warisan makanan Indonesia. Beberapa sajian yang disebut menjadi pilihan di restoran ini antara lain sup buntut, soto ayam, serta jajanan tradisional.
3. AMS&DAM
AMS&DAM menjadi salah satu pilihan bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana Kota Tua dengan sentuhan kuliner Belanda. Kafe ini berada di Museum Bank Mandiri, sebuah bangunan bersejarah yang menjadi bagian dari kawasan tersebut.
Konsep AMS&DAM memadukan arsitektur kolonial dengan sajian yang terinspirasi dari kuliner Amsterdam. Suasana bangunan lama menjadi bagian dari pengalaman pengunjung ketika menikmati makanan.
Menu yang tersedia antara lain roti panggang dan ayam goreng krispi. Berdasarkan informasi yang dimuat detikFood, harga menu di tempat ini mulai dari Rp50.000.
4. Kedai Seni Djakarte
Kedai Seni Djakarte berada di kawasan Taman Fatahillah. Tempat makan ini menawarkan nuansa vintage melalui bangunan dan dekorasi yang mengingatkan pada suasana Jakarta tempo dulu.
Konsep kedai memadukan unsur seni dengan interior klasik, termasuk koleksi foto serta dekorasi lawas. Pilihan makanan yang disajikan cukup beragam, mulai dari masakan Nusantara hingga hidangan Western.
Salah satu menu yang menjadi pilihan adalah soto Betawi. Hidangan tersebut disajikan dengan kuah gurih dan tekstur daging yang empuk. Dalam artikel detikFood, menu tersebut disebut dibanderol Rp39.000.
5. Rode Winkel Coffee & Savoury
Rode Winkel Coffee & Savoury berada di bangunan yang populer dengan nama Toko Merah. Bangunan tersebut memiliki sejarah panjang di kawasan Kota Tua dan disebut berdiri sejak 1730.
Keberadaan Toko Merah menjadi bagian dari perjalanan sejarah Batavia pada masa kolonial Belanda. Rode Winkel tetap mempertahankan karakter arsitektur lawas bangunan tersebut yang telah menjadi bagian dari bangunan cagar budaya.
Untuk pilihan minuman dan makanan ringan, terdapat Kopi Susu Rode serta Pisang Wijen. Berdasarkan informasi detikFood, Kopi Susu Rode dibanderol Rp24.000, sedangkan Pisang Wijen seharga Rp26.000.
Menikmati Kuliner Sekaligus Suasana Sejarah
Lima tempat makan tersebut menunjukkan bagaimana kawasan Kota Tua Jakarta tidak hanya menawarkan wisata sejarah melalui bangunan dan museum. Pengunjung juga dapat mengenal karakter kawasan melalui restoran dan kafe yang memanfaatkan bangunan lama sebagai bagian dari konsep mereka.
Cafe Batavia menghadirkan atmosfer kolonial yang kuat, Jajaghu menonjolkan warisan kuliner Nusantara, sementara AMS&DAM membawa sentuhan kuliner Amsterdam. Di sisi lain, Kedai Seni Djakarte menawarkan perpaduan suasana seni dan vintage, sedangkan Rode Winkel Coffee & Savoury memberikan kesempatan menikmati makanan dan minuman di lingkungan Toko Merah yang bersejarah.
Pengalaman seperti ini membuat wisata kuliner di Kota Tua memiliki daya tarik tersendiri. Pengunjung tidak hanya datang untuk mencari makanan, tetapi juga dapat menikmati suasana bangunan, dekorasi, dan lingkungan bersejarah yang menjadi bagian dari identitas kawasan.
Bagi wisatawan yang ingin menjelajahi Kota Tua Jakarta, pilihan tempat makan tersebut dapat menjadi bagian dari perjalanan untuk mengenal sisi kuliner sekaligus sejarah Batavia. Setiap tempat menawarkan karakter berbeda, sehingga pengalaman yang didapat tidak sekadar makan, tetapi juga menikmati suasana masa lalu yang masih terasa di tengah kawasan Jakarta.



