Jakarta - Kabar mengejutkan datang dari dunia esports internasional. Esports Nations Cup (ENC) resmi ditunda dan tidak jadi digelar pada 2026. Turnamen esports berbasis tim nasional yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung di Riyadh, Arab Saudi, pada November tahun ini kini dipindahkan ke November 2027.
Keputusan penundaan tersebut diumumkan oleh Esports Foundation setelah melakukan evaluasi terhadap kondisi wilayah serta mempertimbangkan kesiapan berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kompetisi. Dengan perubahan ini, penyelenggaraan perdana ENC harus menunggu satu tahun lebih lama dari jadwal awal.
Esports Foundation menyatakan keputusan tersebut bukan hal yang mudah. Penyelenggara ingin memastikan edisi perdana ENC dapat berlangsung dalam kondisi yang tepat serta memenuhi standar penyelenggaraan yang telah ditetapkan.
ENC Tidak Jadi Digelar pada November 2026
Esports Nations Cup sebelumnya dirancang sebagai salah satu kompetisi esports internasional terbesar yang menggunakan format tim nasional. Berbeda dengan turnamen klub yang mempertemukan organisasi esports, ENC mempertemukan pemain yang membawa nama negara masing-masing.
Jadwal awal ENC ditetapkan pada 2 hingga 29 November 2026. Riyadh dipilih sebagai kota penyelenggara dengan rencana menghadirkan delegasi dari berbagai negara dan wilayah di dunia.
Namun, rencana tersebut kini berubah. Esports Foundation menetapkan November 2027 sebagai jadwal baru untuk penyelenggaraan ENC. Lokasi Riyadh tetap menjadi bagian dari rencana penyelenggaraan berdasarkan informasi yang tersedia saat pengumuman penundaan.
Alasan Penundaan Esports Nations Cup
Esports Foundation menyebut keputusan tersebut diambil setelah mengevaluasi kondisi wilayah yang dinilai belum memberikan kepastian yang cukup untuk penyelenggaraan turnamen berskala internasional.
Situasi tersebut berkaitan dengan kebutuhan untuk memberikan kepastian dan stabilitas kepada berbagai pihak. Mereka yang terdampak antara lain tim nasional, penerbit game, mitra penyelenggara, pemain, serta penggemar esports yang sudah menantikan kompetisi tersebut.
CEO Esports Foundation, Ralf Reichert, menegaskan bahwa penundaan dilakukan agar penyelenggaraan perdana ENC dapat berlangsung dalam kondisi yang sesuai dengan standar kualitas yang diharapkan.
Keputusan tersebut juga menunjukkan bahwa penyelenggara memilih menunggu kondisi yang lebih memungkinkan daripada memaksakan turnamen tetap berlangsung sesuai jadwal awal.
ENC Dijadwalkan Kembali pada November 2027
Dengan penundaan tersebut, November 2027 menjadi periode baru yang dipersiapkan untuk penyelenggaraan Esports Nations Cup. Artinya, para pemain, tim nasional, publisher game, dan mitra memiliki tambahan waktu sekitar satu tahun untuk melakukan persiapan.
Penundaan tidak serta-merta menghapus seluruh program yang sudah dibangun untuk ENC. Esports Foundation memastikan sejumlah komitmen pengembangan tetap berjalan meskipun turnamen utamanya dipindahkan ke tahun berikutnya.
Program pengembangan tersebut menjadi penting karena ENC sejak awal tidak hanya dirancang sebagai kompetisi dengan hadiah besar. Turnamen ini juga memiliki visi untuk membangun ekosistem esports berbasis tim nasional di berbagai negara.
Esports Foundation Tetap Jalankan Program Pengembangan
Salah satu bagian penting dari proyek ENC adalah ENC Development Fund. Dana tersebut disiapkan untuk membantu mitra tim nasional dalam berbagai kebutuhan, termasuk logistik, perjalanan, operasional, promosi, serta pengembangan tim nasional untuk jangka panjang.
Penundaan turnamen tidak berarti seluruh program tersebut berhenti. Esports Foundation memastikan komitmen terkait ENC Development Fund kepada mitra tim nasional tetap berjalan.
Dengan demikian, ekosistem yang telah dibangun menjelang ENC 2026 masih memiliki kesempatan untuk terus berkembang sambil menunggu penyelenggaraan kompetisi utama pada 2027.
Hadiah ENC Mencapai US$45 Juta
Salah satu daya tarik terbesar Esports Nations Cup adalah besarnya dana yang disiapkan untuk kompetisi tersebut. Pada rencana awal, total dana yang berkaitan dengan penyelenggaraan ENC mencapai US$45 juta.
Dana tersebut tidak seluruhnya diberikan sebagai hadiah pertandingan. Skema pendanaan dibagi menjadi beberapa bagian untuk mendukung pemain dan pelatih, memberikan insentif kepada klub yang melepas pemainnya untuk membela negara, serta mendukung pengembangan tim nasional.
Sekitar US$20 juta dialokasikan untuk pemain dan pelatih. Kemudian US$5 juta disiapkan sebagai insentif bagi klub esports yang mendukung partisipasi pemain profesional mereka dalam kompetisi tim nasional.
Sementara itu, sekitar US$20 juta lainnya dialokasikan melalui ENC Development Fund. Dana tersebut dirancang untuk membantu kebutuhan perjalanan, logistik, operasional, promosi, serta pengembangan tim nasional.
Format Berbasis Tim Nasional
ENC memiliki konsep yang berbeda dari banyak turnamen esports profesional yang biasanya menggunakan nama klub atau organisasi sebagai identitas utama. Dalam Esports Nations Cup, pemain bertanding dengan membawa nama negara.
Konsep tersebut membuat ENC dapat disebut sebagai kompetisi esports berbasis tim nasional. Pemain dari berbagai organisasi dapat bergabung dalam satu delegasi untuk mewakili negaranya.
Format ini juga membuka peluang bagi negara-negara dengan ekosistem esports yang sedang berkembang untuk membangun struktur tim nasional dan meningkatkan pengalaman pemain di tingkat internasional.
Konsep kompetisi antarnegara menjadi salah satu alasan ENC mendapatkan perhatian besar sebelum penyelenggaraan perdananya. Turnamen ini berusaha mempertemukan semangat kompetisi esports dengan identitas nasional.
Indonesia Sebelumnya Sudah Disiapkan untuk ENC
Indonesia termasuk negara yang sebelumnya dipersiapkan untuk berpartisipasi dalam Esports Nations Cup. Pengurus Besar Esports Indonesia atau PB ESI telah ditunjuk sebagai mitra tim nasional Indonesia untuk ajang tersebut.
Penunjukan PB ESI menjadi bagian dari persiapan Indonesia menghadapi kompetisi yang semula direncanakan berlangsung pada November 2026. Indonesia juga telah mulai menyiapkan sejumlah roster untuk beberapa game yang dipertandingkan.
Dengan adanya penundaan, persiapan tim nasional Indonesia memiliki tambahan waktu. Namun, perubahan jadwal juga dapat membuat komposisi pemain dan strategi harus dievaluasi kembali karena performa pemain esports dapat berubah dalam kurun waktu satu tahun.
Penundaan ini memberikan tantangan sekaligus peluang bagi Indonesia. Tambahan waktu dapat digunakan untuk melakukan pembinaan, mencari pemain terbaik, dan membangun koordinasi yang lebih matang di antara pemain serta pelatih.
Perubahan Jadwal Bisa Memengaruhi Roster
Salah satu persoalan yang mungkin muncul akibat penundaan adalah perubahan roster. Dunia esports bergerak sangat cepat dan karier pemain profesional dapat mengalami perubahan dalam waktu singkat.
Pemain yang masuk dalam roster pada 2026 belum tentu memiliki kondisi yang sama ketika ENC digelar pada 2027. Perubahan performa, perpindahan klub, pensiun, cedera, hingga munculnya pemain baru dapat memengaruhi komposisi tim nasional.
Karena itu, Esports Foundation menyatakan akan memberikan pembaruan mengenai kalender kompetisi, jalur kualifikasi, dan berbagai implikasi lain yang muncul akibat perubahan jadwal tersebut.
Informasi lebih lanjut mengenai mekanisme kualifikasi dan status peserta akan menjadi penting bagi negara-negara yang sebelumnya telah mempersiapkan delegasi mereka.
Publisher Game Juga Terdampak
Penundaan ENC bukan hanya berdampak kepada pemain dan tim nasional. Publisher game yang terlibat dalam kompetisi juga perlu menyesuaikan agenda mereka.
Setiap game memiliki kalender kompetisi, turnamen profesional, dan jadwal pembaruan masing-masing. Pergeseran ENC selama satu tahun dapat memengaruhi koordinasi antara turnamen internasional, kompetisi regional, serta agenda publisher.
Karena itu, Esports Foundation menyatakan akan terus bekerja sama dengan publisher dan pemangku kepentingan untuk memberikan kejelasan mengenai perubahan jadwal.
Koordinasi tersebut diperlukan agar ketika ENC akhirnya digelar pada 2027, para pemain dapat berpartisipasi tanpa benturan besar dengan kompetisi profesional lain.
Riyadh Tetap Menjadi Rencana Tuan Rumah
Riyadh, Arab Saudi, sebelumnya dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan perdana Esports Nations Cup. Kota tersebut telah menjadi salah satu pusat perkembangan industri esports global dan beberapa tahun terakhir menjadi lokasi berbagai kompetisi esports berskala internasional.
Dengan konsep ENC yang membawa tim nasional dari berbagai negara, penyelenggaraan di Riyadh diproyeksikan menjadi acara besar yang melibatkan pemain, pelatih, publisher, mitra, serta penggemar dari berbagai wilayah.
Penundaan hingga 2027 memberikan waktu tambahan bagi penyelenggara untuk memastikan berbagai aspek penyelenggaraan dapat dipersiapkan dengan lebih matang.
Esports Nations Cup Bukan Sekadar Turnamen
Sejak awal, ENC dirancang lebih luas daripada sekadar kompetisi untuk memperebutkan hadiah. Esports Foundation juga ingin membangun struktur pengembangan tim nasional yang dapat memberikan manfaat jangka panjang.
Konsep tersebut terlihat dari keberadaan ENC Development Fund yang memiliki porsi pendanaan cukup besar. Dana tersebut diarahkan untuk mendukung mitra tim nasional dalam membangun program pengembangan dan operasional.
Dengan model tersebut, negara-negara peserta memiliki kesempatan untuk mendapatkan dukungan dalam mengembangkan ekosistem esports mereka. Program seperti pembinaan pemain, perjalanan kompetisi, promosi, dan pengelolaan tim dapat menjadi bagian dari proses tersebut.
Penundaan Memberikan Waktu Persiapan Lebih Panjang
Dari sisi kompetitif, penundaan juga memberikan waktu tambahan bagi para pemain. Tim nasional dapat menggunakan periode tersebut untuk melakukan evaluasi terhadap kekuatan lawan dan mempersiapkan strategi.
Pelatih juga dapat memiliki waktu lebih panjang untuk melakukan scouting pemain. Jika terdapat talenta baru yang muncul selama 2026 hingga 2027, mereka masih memiliki peluang untuk masuk dalam radar tim nasional.
Namun, waktu tambahan juga berarti persaingan menjadi semakin panjang. Pemain yang sudah mempersiapkan diri sejak 2026 harus mempertahankan performa hingga kompetisi benar-benar berlangsung.
Hadiah Besar Tetap Menjadi Daya Tarik
Selain konsep tim nasional, hadiah yang besar menjadi salah satu faktor yang membuat ENC menarik perhatian komunitas esports. Sistem hadiah dirancang berdasarkan peringkat dan diterapkan secara konsisten pada game yang dipertandingkan.
Dalam skema yang sebelumnya diumumkan, pemain yang berada di posisi pertama dapat memperoleh US$50 ribu per pemain, baik dalam kategori solo maupun tim. Posisi kedua mendapatkan US$30 ribu, sementara peringkat ketiga mendapatkan US$15 ribu.
Besarnya hadiah tersebut menunjukkan ambisi penyelenggara untuk menjadikan ENC sebagai salah satu kompetisi penting dalam kalender esports global.
Penundaan Bukan Berarti Komitmen Berakhir
Esports Foundation menegaskan bahwa perubahan jadwal tidak berarti komitmen terhadap proyek ENC dihentikan. Program yang berkaitan dengan pengembangan tim nasional tetap dilanjutkan sambil penyelenggara mempersiapkan jadwal baru.
Hal tersebut penting bagi negara-negara yang telah melakukan persiapan. Jika seluruh program dihentikan, ekosistem yang sudah dibangun akan kehilangan momentum.
Dengan mempertahankan program pengembangan, Esports Foundation berusaha menjaga kesinambungan proyek hingga turnamen utama dapat dilaksanakan pada November 2027.
Masa Depan ENC Setelah Penundaan
Penundaan selama satu tahun tentu menjadi ujian bagi Esports Nations Cup. Sebagai kompetisi yang belum menggelar edisi perdana, penyelenggara harus menjaga antusiasme komunitas dan memastikan peserta tetap memiliki alasan untuk menunggu.
Di sisi lain, tambahan waktu dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki berbagai aspek kompetisi. Penyelenggara memiliki kesempatan melakukan evaluasi terhadap sistem kualifikasi, format pertandingan, logistik, serta koordinasi dengan masing-masing negara.
Jika persiapan dilakukan dengan baik, penundaan tersebut justru dapat membuat edisi perdana ENC pada 2027 lebih matang daripada rencana awal.
Kesimpulan
Esports Nations Cup resmi ditunda dan tidak jadi digelar pada 2026. Kompetisi esports berbasis tim nasional tersebut kini dijadwalkan berlangsung pada November 2027 di Riyadh, Arab Saudi.
Esports Foundation mengambil keputusan setelah mengevaluasi kondisi wilayah dan mempertimbangkan kebutuhan akan stabilitas bagi tim nasional, publisher, mitra, pemain, serta penggemar. Penyelenggara menilai penundaan diperlukan agar edisi perdana ENC dapat berlangsung dalam kondisi yang tepat dan memenuhi standar kualitas yang ditargetkan.
Meski kompetisi utamanya ditunda, sejumlah program pengembangan tetap berjalan. ENC Development Fund juga dipastikan tetap menjadi bagian dari komitmen Esports Foundation untuk mendukung mitra tim nasional.
Bagi Indonesia, penundaan ini memberikan tambahan waktu untuk mematangkan persiapan tim nasional. Namun, perubahan jadwal juga berpotensi memengaruhi roster dan strategi karena kondisi pemain esports dapat berubah dalam waktu satu tahun.
Dengan hadiah dan konsep kompetisi antarnegara yang besar, Esports Nations Cup tetap menjadi salah satu proyek yang menarik perhatian dunia esports. Kini, tantangan terbesar bagi penyelenggara adalah memastikan momentum dan antusiasme tetap terjaga hingga November 2027 ketika ENC diharapkan akhirnya menggelar pertandingan perdananya.



