Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menggelar Coaching Clinic Basket untuk memberikan ruang belajar dan pengembangan keterampilan bagi talenta muda di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan tersebut berlangsung di Sport Hall Student Center, Gedung Slamet Rijadi, pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Program ini diikuti siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA yang berasal dari berbagai sekolah di DIY. Coaching clinic tersebut menjadi bagian dari rangkaian kompetisi bola basket Atma Jaya Hoopsdawn #3 Tahun 2026 sekaligus rangkaian Dies Natalis ke-61 UAJY.
Mengusung tema Build Skills, Build Mentality, Build Champions, kegiatan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan teknis bermain basket. Para peserta juga mendapatkan dorongan untuk membangun mentalitas, konsistensi latihan, dan kebiasaan menetapkan target dalam proses pengembangan diri sebagai atlet muda.
Coaching Clinic Jadi Ruang Belajar bagi Pelajar
Coaching clinic yang digelar UAJY dirancang sebagai kesempatan bagi para pelajar untuk memperoleh pengalaman latihan secara langsung. Peserta tidak hanya menerima penjelasan mengenai teknik permainan, tetapi juga mengikuti praktik yang dipandu pelatih.
Sesi pelatihan dimulai dengan penyampaian materi oleh Efri Meldy. Pelatih tersebut memberikan contoh gerakan secara langsung agar peserta dapat melihat penerapan teknik sebelum mencobanya dalam latihan.
Setelah sesi materi, peserta melanjutkan kegiatan dengan praktik bersama pelatih lainnya. Rangkaian latihan kemudian dilengkapi dengan sesi sparring, sehingga para siswa memiliki kesempatan untuk menerapkan keterampilan yang telah dipelajari dalam situasi permainan.
Pola pelatihan semacam ini memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan sekadar menerima materi secara teoritis. Peserta dapat mengamati gerakan, mencoba teknik, mendapatkan arahan, kemudian menggunakannya dalam aktivitas bermain.
Peserta Berasal dari Berbagai Jenjang Pendidikan
Salah satu karakter kegiatan tersebut adalah keterlibatan peserta dari berbagai jenjang pendidikan. Siswa SD, SMP, dan SMA dari sejumlah sekolah di wilayah DIY mengikuti program yang diselenggarakan UAJY.
Keterlibatan peserta dengan rentang usia dan jenjang pendidikan berbeda membuat kegiatan menjadi ruang pertemuan bagi pelajar yang memiliki ketertarikan terhadap olahraga basket. Mereka dapat berlatih dalam lingkungan yang dirancang untuk pembelajaran sekaligus pengembangan pengalaman bermain.
Kehadiran orang tua juga menjadi bagian dari suasana kegiatan. Para orang tua mendampingi anak-anak mereka selama mengikuti coaching clinic, sehingga kegiatan olahraga tersebut sekaligus menjadi pengalaman yang melibatkan dukungan keluarga.
Orang Tua Melihat Antusiasme Anak
Rima, orang tua dari Hiro yang merupakan peserta dari SD Muhammadiyah Sapen, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang diselenggarakan UAJY. Ia melihat anaknya menikmati kegiatan basket yang diadakan UAJY dan bersemangat untuk mengikuti aktivitas tersebut.
Menurut Rima, rangkaian kegiatan yang berlangsung memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi anak. Ia juga menilai suasana kegiatan ramah bagi anak dan dapat menjadi pengalaman yang berkesan bagi peserta.
Dukungan orang tua menjadi salah satu unsur penting dalam proses pengembangan minat anak terhadap olahraga. Ketika anak memperoleh kesempatan berlatih dan mendapat dukungan dari lingkungan terdekat, aktivitas olahraga dapat menjadi bagian dari pengalaman perkembangan mereka.
Efri Meldy Tekankan Konsistensi Latihan
Dalam coaching clinic tersebut, Efri Meldy memberikan perhatian tidak hanya pada teknik permainan, tetapi juga pada kebiasaan latihan. Ia mendorong peserta untuk membangun konsistensi melalui latihan yang dilakukan secara rutin.
Efri menyampaikan bahwa latihan tidak selalu harus berlangsung dalam waktu yang panjang. Menurut pesan yang disampaikannya kepada peserta, latihan selama 15 menit setiap hari dapat menjadi kebiasaan yang lebih baik apabila dilakukan secara konsisten.
Pesan tersebut menempatkan konsistensi sebagai salah satu bagian penting dalam pengembangan kemampuan. Bagi atlet muda, kemampuan tidak hanya dibangun melalui latihan ketika mengikuti kompetisi atau kegiatan khusus, tetapi juga melalui kebiasaan berlatih secara rutin.
Selain konsistensi, Efri juga mengingatkan peserta mengenai pentingnya memiliki target. Target dapat menjadi arah bagi proses latihan sehingga peserta memiliki tujuan yang ingin dicapai dan dapat menjaga motivasi dalam menjalani proses pengembangan kemampuan.
Basket Dipandang Bisa Membuka Peluang bagi Pelajar
Coaching clinic UAJY juga membawa pesan bahwa olahraga basket dapat memberikan peluang yang lebih luas bagi pelajar. Dalam kegiatan tersebut, Efri menjelaskan bahwa menekuni basket dapat menjadi salah satu jalan bagi siswa untuk memperoleh beasiswa maupun menunjang karier pada masa mendatang.
Peluang tersebut membuat olahraga tidak hanya dipandang sebagai kegiatan rekreasi. Bagi sebagian pelajar yang memiliki kemampuan dan keseriusan, olahraga dapat menjadi bagian dari perjalanan pendidikan dan pengembangan karier.
Namun, proses menuju peluang tersebut membutuhkan komitmen. Kemampuan teknis perlu dibangun secara bertahap, sementara mentalitas dan disiplin juga menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang atlet muda.
Karena itu, pesan mengenai latihan rutin dan penetapan target menjadi relevan dengan tujuan coaching clinic. Peserta tidak hanya diarahkan untuk mengetahui teknik bermain, tetapi juga memahami pentingnya proses dalam mengembangkan kemampuan.
Tema Build Skills, Build Mentality, Build Champions
Tema Build Skills, Build Mentality, Build Champions menggambarkan tiga unsur yang menjadi perhatian dalam kegiatan. Keterampilan menjadi dasar untuk meningkatkan kemampuan bermain, mentalitas membantu peserta menghadapi proses latihan dan kompetisi, sedangkan semangat menjadi juara dapat menjadi dorongan untuk terus berkembang.
Ketiga unsur tersebut saling berkaitan. Keterampilan tanpa konsistensi dapat sulit berkembang secara optimal. Sebaliknya, semangat berkompetisi juga membutuhkan dasar kemampuan dan kesiapan mental agar dapat diterapkan dalam situasi pertandingan.
Melalui pendekatan tersebut, coaching clinic menjadi lebih dari sekadar sesi latihan teknik. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperkenalkan kepada pelajar bahwa perkembangan dalam olahraga membutuhkan proses yang berkelanjutan.
Praktik Langsung Membantu Peserta Memahami Teknik
Metode yang digunakan dalam kegiatan memadukan materi, demonstrasi, praktik, dan sparring. Peserta terlebih dahulu mendapatkan penjelasan dan contoh gerakan dari pelatih sebelum mempraktikkannya.
Demonstrasi secara langsung memungkinkan peserta melihat bagaimana suatu gerakan dilakukan. Setelah itu, mereka dapat mencoba gerakan tersebut dengan arahan dari pelatih yang mendampingi.
Praktik memberikan kesempatan kepada peserta untuk menemukan bagian yang masih perlu diperbaiki. Dalam proses latihan, kesalahan dapat menjadi bagian dari pembelajaran selama peserta mendapatkan arahan untuk memperbaikinya.
Sementara itu, sesi sparring memberikan konteks permainan yang lebih nyata. Peserta dapat mencoba menerapkan keterampilan dalam situasi yang lebih dinamis dibandingkan latihan gerakan secara terpisah.
Pengalaman Peserta Menjadi Bagian Penting Kegiatan
Peserta juga memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan tersebut. Elvira, peserta dari SMA Negeri 4 Yogyakarta, mengungkapkan kegembiraannya setelah mengikuti proses pelatihan.
Ia menilai kegiatan tersebut memberikan kesempatan untuk menambah keterampilan bermain basket. Elvira juga berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar pada tahun berikutnya dengan menghadirkan pelatih-pelatih lain.
Respons peserta memperlihatkan bahwa kegiatan seperti coaching clinic dapat menjadi sarana untuk memperoleh pengalaman belajar di luar lingkungan sekolah. Peserta dapat berinteraksi langsung dengan pelatih dan mendapatkan kesempatan untuk berlatih dalam suasana yang berbeda.
Bagi pelajar yang memiliki ketertarikan terhadap basket, pengalaman tersebut dapat menjadi tambahan motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan. Kesempatan belajar langsung juga dapat membantu peserta memahami aspek permainan yang sebelumnya mungkin belum mereka dapatkan secara langsung.
Bagian dari Atma Jaya Hoopsdawn #3
Coaching Clinic Basket UAJY merupakan bagian dari rangkaian Atma Jaya Hoopsdawn #3 Tahun 2026. Dengan demikian, kegiatan pelatihan tersebut tidak berdiri sendiri, tetapi terhubung dengan rangkaian aktivitas bola basket yang diselenggarakan UAJY.
Integrasi antara kompetisi dan coaching clinic memberikan pengalaman yang lebih lengkap bagi lingkungan basket muda. Kompetisi memberikan ruang untuk bertanding, sedangkan coaching clinic memberikan kesempatan untuk belajar dan meningkatkan keterampilan.
Kombinasi tersebut juga memperlihatkan pendekatan UAJY dalam menghadirkan kegiatan olahraga yang tidak hanya berorientasi pada pertandingan. Proses pembelajaran dan pengembangan peserta menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
Olahraga sebagai Sarana Pengembangan Diri
Aktivitas olahraga bagi pelajar memiliki dimensi yang lebih luas daripada kemampuan teknis. Latihan dapat memperkenalkan nilai seperti disiplin, konsistensi, kerja sama, tanggung jawab, dan kemampuan menetapkan tujuan.
Dalam olahraga beregu seperti basket, pemain juga perlu memahami peran masing-masing ketika berada di lapangan. Kemampuan individu perlu berjalan bersama pemahaman terhadap permainan tim.
Coaching clinic memberikan ruang untuk memperkenalkan aspek tersebut kepada peserta sejak usia sekolah. Dengan mendapatkan pengalaman latihan secara langsung, pelajar dapat memahami bahwa peningkatan kemampuan membutuhkan waktu dan proses.
Pesan mengenai latihan singkat tetapi rutin yang disampaikan dalam kegiatan juga menekankan bahwa kemajuan dapat dibangun melalui kebiasaan. Konsistensi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pengembangan kemampuan.
UAJY Hubungkan Dies Natalis dengan Kegiatan yang Berdampak
Kegiatan coaching clinic juga menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-61 UAJY. Perayaan tersebut tidak hanya diwujudkan dalam kegiatan seremonial, tetapi juga melalui aktivitas yang diarahkan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.
Dengan menghadirkan pelajar sebagai peserta, UAJY membuka ruang interaksi antara lingkungan perguruan tinggi dan generasi muda di sekitarnya. Olahraga menjadi salah satu medium yang digunakan untuk membangun hubungan tersebut.
Kegiatan seperti ini juga memberikan kesempatan kepada institusi pendidikan tinggi untuk berkontribusi pada pengembangan potensi masyarakat melalui bidang yang berada di luar kegiatan akademik formal.
Bagi peserta, manfaat yang diperoleh berasal dari pengalaman langsung selama mengikuti pelatihan. Mereka dapat belajar dari pelatih, berlatih bersama peserta lain, dan mendapatkan pengalaman yang dapat menjadi bagian dari perjalanan mereka dalam olahraga basket.
Talenta Muda Membutuhkan Ruang untuk Berkembang
Pengembangan talenta olahraga tidak berlangsung secara instan. Atlet muda membutuhkan kesempatan untuk berlatih, memperoleh bimbingan, mengikuti kompetisi, dan belajar dari pengalaman. Ruang seperti coaching clinic dapat menjadi salah satu bagian dari ekosistem tersebut.
Kesempatan bertemu pelatih yang berpengalaman juga memberikan nilai tambah bagi peserta. Mereka dapat memperoleh perspektif mengenai latihan dan pengembangan kemampuan yang mungkin berbeda dari pengalaman latihan sehari-hari.
Namun, satu kegiatan tidak dapat menjadi penentu perkembangan seorang atlet. Proses berikutnya tetap bergantung pada kemauan peserta untuk berlatih dan mempertahankan konsistensi setelah kegiatan berakhir.
Di sinilah pesan mengenai target dan latihan rutin menjadi penting. Coaching clinic dapat memberikan pengetahuan dan motivasi, sementara penerapan secara berkelanjutan menjadi tanggung jawab masing-masing peserta dengan dukungan lingkungan mereka.
Harapan untuk Keberlanjutan Program
Antusiasme peserta terhadap kegiatan tersebut juga membuka harapan agar program serupa dapat terus berlangsung. Elvira, salah satu peserta, menyampaikan harapan agar coaching clinic kembali diadakan pada tahun berikutnya dengan menghadirkan pelatih-pelatih lain.
Keberlanjutan kegiatan dapat memberikan kesempatan lebih banyak bagi pelajar untuk mendapatkan pengalaman latihan. Program yang dilakukan secara berkala juga dapat menjadi ruang pembelajaran yang berkesinambungan bagi peserta yang ingin mengembangkan kemampuan basket.
Jika kegiatan serupa terus dikembangkan, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh peserta yang sudah memiliki pengalaman bermain. Pelajar dengan minat terhadap basket juga dapat memperoleh kesempatan untuk mengenal latihan yang lebih terarah.
Membangun Keterampilan dan Mentalitas Sejak Dini
Pesan utama dari Coaching Clinic Basket UAJY tidak berhenti pada teknik permainan. Tema kegiatan menempatkan keterampilan dan mentalitas sebagai dua bagian penting sebelum berbicara mengenai pencapaian sebagai seorang juara.
Pendekatan tersebut relevan untuk peserta yang masih berada pada jenjang pendidikan dasar hingga menengah. Pada usia tersebut, pengalaman olahraga dapat menjadi bagian dari proses membangun kebiasaan dan karakter.
Latihan rutin dapat mengajarkan konsistensi. Penetapan target dapat membantu peserta memiliki arah. Sementara pengalaman mengikuti latihan dan sparring dapat memperkenalkan bagaimana kemampuan individu diterapkan dalam permainan.
Dengan demikian, kegiatan olahraga dapat menjadi ruang pembelajaran yang menggabungkan kemampuan fisik dan aspek mental. Peserta tidak hanya belajar bagaimana memainkan bola, tetapi juga bagaimana menjalani proses untuk menjadi lebih baik.
Coaching Clinic Jadi Investasi Pengembangan Talenta
UAJY melalui kegiatan ini menunjukkan bahwa pengembangan olahraga dapat dilakukan melalui berbagai bentuk kegiatan. Kompetisi memberi ruang bagi atlet untuk menguji kemampuan, sementara coaching clinic menyediakan kesempatan untuk mendapatkan pembelajaran dan arahan.
Bagi talenta muda, kesempatan seperti ini dapat menjadi bagian dari perjalanan panjang dalam mengenali potensi diri. Tidak semua peserta akan memiliki tujuan yang sama, tetapi pengalaman yang diperoleh dapat membantu mereka memahami minat dan kemampuan dalam olahraga.
Peserta yang ingin melanjutkan perjalanan di bidang basket membutuhkan proses latihan yang konsisten. Mereka juga perlu menjaga keseimbangan dengan pendidikan formal karena para peserta masih berada pada jenjang sekolah.
Dalam konteks tersebut, pesan mengenai peluang beasiswa yang disampaikan dalam kegiatan menjadi salah satu gambaran bahwa prestasi olahraga dan pendidikan dapat berjalan beriringan bagi siswa yang menekuninya secara serius.
Menumbuhkan Ekosistem Basket di Yogyakarta
Kegiatan yang mempertemukan pelajar, pelatih, orang tua, dan institusi pendidikan dapat membantu memperkuat ekosistem olahraga di tingkat lokal. Setiap unsur memiliki peran berbeda dalam mendukung perkembangan atlet muda.
Pelatih memberikan arahan teknis dan pengalaman. Orang tua memberikan dukungan kepada anak. Institusi menyediakan ruang dan program. Sementara peserta menjadi pihak yang menjalankan proses latihan serta pengembangan kemampuan.
Ketika berbagai unsur tersebut dapat bertemu dalam kegiatan olahraga, pelajar memperoleh lingkungan yang lebih mendukung untuk berkembang. Kompetisi dan pelatihan kemudian dapat saling melengkapi sebagai bagian dari pengalaman olahraga.
Kesimpulan
Universitas Atma Jaya Yogyakarta menggelar Coaching Clinic Basket pada 15 Agustus 2026 di Sport Hall Student Center, Gedung Slamet Rijadi. Kegiatan tersebut diikuti siswa SD, SMP, dan SMA dari berbagai sekolah di DIY dan menjadi bagian dari Atma Jaya Hoopsdawn #3 Tahun 2026 serta rangkaian Dies Natalis ke-61 UAJY.
Dengan tema Build Skills, Build Mentality, Build Champions, program tersebut menggabungkan materi, demonstrasi teknik, praktik, dan sparring. Pelatih Efri Meldy juga menekankan pentingnya konsistensi latihan dan memiliki target dalam proses mengembangkan kemampuan.
Lebih dari sekadar latihan basket, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pelajar untuk belajar, memperoleh pengalaman, dan mengenal peluang yang dapat muncul dari keseriusan menekuni olahraga. Dukungan orang tua dan lingkungan pendidikan juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
Melalui kegiatan seperti coaching clinic, pengembangan talenta muda dapat dilakukan secara lebih terarah. Bagi para peserta, pengalaman yang diperoleh diharapkan menjadi tambahan bekal untuk terus berlatih, membangun mentalitas, dan mengembangkan kemampuan mereka di bidang olahraga basket.



