Urutan kelahiran anak selama ini lebih sering dibahas dalam konteks karakter, pola asuh, atau dinamika hubungan di dalam keluarga. Namun, sebuah penelitian berskala besar menunjukkan bahwa posisi seorang anak di antara saudara kandung juga berkaitan dengan perbedaan risiko terhadap sejumlah penyakit. Temuan tersebut memberikan gambaran yang lebih luas mengenai bagaimana faktor yang berkaitan dengan urutan lahir dapat berhubungan dengan kesehatan sepanjang kehidupan.
Penelitian yang diterbitkan dalam Nature Health pada Agustus 2026 menganalisis data kesehatan dalam skala yang sangat besar. Para peneliti membandingkan saudara kandung untuk melihat apakah anak pertama dan anak yang lahir setelahnya memiliki pola risiko penyakit yang berbeda. Hasilnya menunjukkan adanya hubungan antara urutan kelahiran dan berbagai kondisi kesehatan, tetapi temuan tersebut tidak dapat diartikan bahwa urutan lahir secara langsung menyebabkan seseorang mengalami penyakit tertentu.
Penelitian Melibatkan Jutaan Keluarga
Penelitian tersebut menggunakan data klaim kesehatan komersial dari Merative MarketScan di Amerika Serikat. Analisis dilakukan dengan dua pendekatan yang saling melengkapi. Pendekatan pertama membandingkan anak dengan urutan lahir berbeda dari keluarga yang berbeda melalui pasangan yang dicocokkan berdasarkan sejumlah karakteristik. Pendekatan kedua membandingkan saudara kandung dalam keluarga yang sama.
Secara keseluruhan, penelitian mencakup lebih dari 10 juta individu dari sekitar 5,1 juta keluarga dengan dua anak. Para peneliti mengevaluasi 569 kelompok penyakit berdasarkan kode diagnosis yang digunakan dalam data klaim kesehatan. Dari penyakit yang memiliki jumlah kasus memadai untuk dianalisis, sebanyak 150 menunjukkan hubungan dengan urutan kelahiran yang memenuhi ambang signifikansi statistik yang sangat ketat.
Skala penelitian menjadi salah satu aspek penting karena penelitian mengenai hubungan urutan kelahiran dan penyakit sebelumnya sering berfokus pada kondisi tertentu atau menggunakan jumlah peserta yang lebih terbatas. Dengan jumlah keluarga yang jauh lebih besar, peneliti dapat melihat pola hubungan tersebut di berbagai kelompok penyakit sekaligus.
Anak Pertama dan Risiko Penyakit Neuroperkembangan
Salah satu pola yang terlihat dalam penelitian adalah hubungan antara status anak pertama dengan sejumlah kondisi neuroperkembangan. Analisis menunjukkan adanya kelebihan risiko pada anak pertama untuk beberapa kondisi dalam kelompok tersebut. Autism dan ADHD termasuk kondisi yang menunjukkan hubungan dengan urutan kelahiran dalam analisis.
Peneliti juga menemukan hubungan pada beberapa kondisi neuropsikiatri lainnya. Namun, besarnya hubungan tidak berarti bahwa seorang anak pertama pasti memiliki risiko tinggi mengalami kondisi tersebut. Hasil penelitian berbicara mengenai perbedaan pola risiko pada kelompok populasi, bukan mengenai kepastian diagnosis pada individu.
Hal ini penting dipahami karena penyakit neuroperkembangan memiliki banyak faktor yang dapat berperan. Faktor genetik, lingkungan, perkembangan awal kehidupan, kondisi keluarga, serta berbagai aspek lain dapat berinteraksi dalam membentuk kesehatan seseorang. Karena itu, urutan kelahiran sebaiknya dipandang sebagai salah satu variabel yang ditemukan berkaitan dengan kondisi tertentu, bukan sebagai penyebab tunggal.
Pola Berbeda pada Penyakit Alergi
Selain kondisi neuroperkembangan, penelitian juga menemukan hubungan antara urutan lahir dan beberapa penyakit yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh serta alergi. Anak pertama menunjukkan pola risiko yang lebih tinggi untuk sejumlah kondisi alergi dibandingkan anak kedua dalam analisis tertentu.
Temuan tersebut memiliki kaitan dengan salah satu penjelasan yang sudah lama dibahas dalam penelitian kesehatan mengenai urutan kelahiran. Anak yang lahir setelah saudara kandungnya mungkin mengalami paparan mikroorganisme dan lingkungan rumah tangga yang berbeda sejak masa awal kehidupan. Paparan tersebut secara teoritis dapat berhubungan dengan perkembangan sistem kekebalan tubuh.
Dalam penelitian terbaru, hubungan dengan alergi juga terlihat berubah berdasarkan jarak usia antarsaudara. Pengaruh urutan kelahiran terhadap beberapa kondisi alergi cenderung berbeda ketika jarak usia antara saudara semakin lebar. Temuan ini mendukung kemungkinan bahwa faktor lingkungan pada masa awal kehidupan dapat ikut berperan, meski mekanisme biologisnya belum dapat dijelaskan secara menyeluruh hanya dari data klaim kesehatan.
Risiko Tidak Selalu Lebih Tinggi pada Anak Pertama
Menariknya, penelitian tidak menunjukkan bahwa anak pertama selalu memiliki risiko penyakit lebih tinggi. Hubungan tersebut berjalan dalam dua arah. Beberapa kondisi menunjukkan pola yang lebih tinggi pada anak pertama, sedangkan kondisi lain memperlihatkan hubungan dengan anak yang lahir kemudian.
Salah satu kelompok kondisi yang terlihat lebih banyak pada anak kedua berkaitan dengan masalah gastrointestinal. Penelitian juga menemukan hubungan dengan penyalahgunaan zat pada kelompok anak yang lahir kemudian. Pola tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara urutan kelahiran dan kesehatan tidak sederhana dan tidak dapat diringkas sebagai anggapan bahwa menjadi anak pertama selalu lebih berisiko.
Dengan kata lain, posisi seseorang dalam urutan kelahiran mungkin berhubungan dengan kondisi kesehatan yang berbeda melalui jalur yang berbeda pula. Faktor biologis, sosial, perilaku, lingkungan, serta perubahan kondisi keluarga sepanjang waktu dapat menjadi bagian dari penjelasan.
Mengapa Membandingkan Saudara Kandung Penting?
Salah satu kekuatan penelitian ini adalah penggunaan perbandingan dalam keluarga. Ketika dua anak berasal dari keluarga yang sama, sebagian faktor yang mereka miliki dapat dianggap lebih serupa dibandingkan jika peneliti membandingkan individu dari keluarga yang berbeda.
Peneliti menggunakan analisis saudara kandung untuk mengurangi pengaruh sejumlah faktor yang sama-sama dimiliki anggota keluarga, seperti latar belakang keluarga, lingkungan rumah, sebagian faktor genetik, dan karakteristik sosial ekonomi. Pendekatan tersebut membantu peneliti menguji apakah hubungan yang terlihat dalam perbandingan antarkeluarga juga muncul ketika anak pertama dibandingkan dengan adiknya dalam keluarga yang sama.
Hasil dari kedua pendekatan tersebut secara umum menunjukkan arah hubungan yang cukup konsisten pada sejumlah penyakit. Konsistensi ini memperkuat temuan statistik, tetapi tetap tidak mengubah penelitian menjadi bukti bahwa urutan kelahiran merupakan penyebab langsung penyakit.
Jarak Usia Saudara Juga Menjadi Perhatian
Peneliti turut melihat apakah jarak usia antara saudara kandung memengaruhi hubungan antara urutan lahir dan risiko penyakit. Analisis menunjukkan bahwa kekuatan hubungan untuk beberapa kondisi dapat berubah sesuai dengan jarak usia tersebut.
Untuk kondisi tertentu, termasuk beberapa penyakit neuroperkembangan dan alergi, pola hubungan dapat berbeda ketika jarak usia saudara kurang dari beberapa tahun dibandingkan ketika perbedaannya lebih jauh. Temuan ini menjadi petunjuk bahwa urutan kelahiran tidak berdiri sendiri. Kondisi ketika seorang anak lahir, termasuk lingkungan keluarga dan keberadaan saudara yang lebih tua, dapat berubah tergantung pada waktu kelahiran anak berikutnya.
Meski demikian, hubungan tersebut tetap perlu ditafsirkan secara hati-hati. Penelitian berbasis data klaim kesehatan memiliki keterbatasan karena data tersebut pada dasarnya dibuat untuk keperluan layanan dan administrasi kesehatan, bukan secara khusus untuk menjelaskan seluruh mekanisme biologis suatu penyakit.
Urutan Lahir Bukan Penentu Nasib Kesehatan
Temuan penelitian ini tidak seharusnya membuat orang tua menganggap bahwa anak pertama memiliki nasib kesehatan tertentu atau anak kedua pasti lebih terlindungi dari penyakit tertentu. Hubungan statistik pada tingkat populasi tidak dapat digunakan untuk memprediksi kondisi kesehatan seorang individu tanpa mempertimbangkan faktor lain.
Setiap anak memiliki kombinasi faktor kesehatan yang berbeda. Riwayat keluarga, faktor genetik, kondisi kehamilan dan kelahiran, pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, lingkungan tempat tinggal, akses terhadap layanan kesehatan, serta berbagai faktor sosial dapat memengaruhi kesehatan seseorang.
Karena itu, hasil penelitian lebih tepat digunakan untuk memperluas pemahaman ilmiah mengenai faktor-faktor yang mungkin berhubungan dengan kesehatan. Penelitian semacam ini juga dapat membantu ilmuwan menentukan pertanyaan baru mengenai mekanisme biologis dan lingkungan yang mungkin mendasari perbedaan risiko antarsaudara.
Temuan Perlu Dibaca sebagai Hubungan, Bukan Sebab-Akibat
Hal paling penting dari penelitian ini adalah membedakan antara hubungan dan sebab-akibat. Ketika suatu kondisi lebih sering ditemukan pada kelompok anak dengan urutan kelahiran tertentu, hal itu tidak otomatis berarti urutan lahirlah yang menyebabkan kondisi tersebut.
Para peneliti memang menggunakan beberapa metode untuk mengurangi pengaruh faktor pembaur, termasuk pencocokan karakteristik dan perbandingan saudara kandung. Hasilnya juga diuji melalui sejumlah analisis sensitivitas. Namun, data observasional tetap memiliki keterbatasan dalam membuktikan hubungan kausal secara mutlak.
Penelitian tersebut justru menunjukkan betapa kompleksnya hubungan antara struktur keluarga dan kesehatan manusia. Urutan lahir dapat menjadi penanda dari berbagai kondisi yang berubah sepanjang perjalanan sebuah keluarga. Misalnya, usia orang tua saat memiliki anak berikutnya, jarak kelahiran, perubahan kondisi ekonomi keluarga, lingkungan sosial, serta perkembangan sistem diagnosis dapat berbeda dari satu anak ke anak lainnya.
Implikasi bagi Orang Tua
Bagi orang tua, penelitian ini tidak mengubah prinsip dasar dalam menjaga kesehatan anak. Setiap anak tetap membutuhkan perhatian terhadap pertumbuhan dan perkembangan, pola makan yang seimbang, aktivitas fisik yang sesuai, tidur yang cukup, imunisasi sesuai anjuran, serta akses terhadap pemeriksaan kesehatan ketika terdapat keluhan atau tanda yang perlu diperiksa.
Orang tua juga tidak perlu memberikan perlakuan berbeda kepada anak hanya karena mereka mengetahui adanya hubungan statistik berdasarkan urutan kelahiran. Anak pertama maupun anak yang lahir kemudian memiliki kebutuhan kesehatan yang harus dilihat secara individual.
Jika seorang anak menunjukkan gejala atau perubahan perkembangan yang mengkhawatirkan, keputusan mengenai pemeriksaan dan penanganan sebaiknya didasarkan pada kondisi anak tersebut, bukan pada posisi kelahirannya dalam keluarga. Informasi mengenai urutan lahir lebih relevan sebagai bagian dari penelitian populasi daripada sebagai alat diagnosis pribadi.
Riset Membuka Ruang untuk Penelitian Lanjutan
Besarnya data yang digunakan dalam penelitian ini memberikan peta baru mengenai hubungan antara urutan kelahiran dan berbagai penyakit. Namun, peta tersebut sekaligus menunjukkan bahwa masih banyak pertanyaan yang belum terjawab.
Penelitian lanjutan diperlukan untuk memahami mekanisme biologis dan lingkungan yang mungkin menjelaskan pola tersebut. Para peneliti perlu melihat lebih jauh bagaimana perubahan lingkungan keluarga, paparan mikroorganisme, usia orang tua, jarak kelahiran, kondisi sosial ekonomi, serta faktor kesehatan lainnya berinteraksi dengan urutan kelahiran.
Penelitian di populasi dan negara yang berbeda juga dapat membantu mengetahui apakah pola yang ditemukan pada data kesehatan Amerika Serikat berlaku secara konsisten di lingkungan masyarakat lain. Perbedaan sistem kesehatan, budaya keluarga, pola hidup, dan karakteristik demografi dapat menghasilkan pola yang berbeda.
Pada akhirnya, penelitian mengenai urutan lahir dan penyakit memperlihatkan bahwa kesehatan manusia terbentuk melalui kombinasi banyak faktor. Posisi seorang anak dalam keluarga memang ditemukan berkaitan dengan perbedaan risiko pada sejumlah kondisi, tetapi hubungan tersebut relatif kompleks dan tidak dapat digunakan untuk menentukan masa depan kesehatan seseorang secara individual.
Temuan ini menjadi pengingat bahwa penelitian kesehatan modern semakin mampu melihat pola yang sebelumnya sulit diamati karena menggunakan data dalam skala besar. Namun, semakin luas data yang tersedia, semakin penting pula membaca hasil penelitian secara proporsional. Urutan kelahiran dapat menjadi bagian dari teka-teki kesehatan, tetapi bukan satu-satunya penentu kesehatan seorang anak.



