BAIC T1 vs Lepas E4, Adu SUV Listrik China Rp300 Jutaan

BAIC T1 dan Lepas E4 sama-sama meramaikan segmen SUV listrik China di kisaran Rp300 jutaan. Keduanya menawarkan karakter, spesifikasi, jarak tempuh, dan fitur berbeda.

BAIC T1 dan Lepas E4 SUV listrik China di kelas Rp300 jutaan
BAIC T1 dan Lepas E4 SUV listrik China di kelas Rp300 jutaan

Persaingan mobil listrik di Indonesia semakin ramai, termasuk di kelas SUV dengan harga Rp300 jutaan. Dua model yang menarik perhatian adalah BAIC T1 dan Lepas E4 EV. Keduanya sama-sama berasal dari China dan hadir dengan menawarkan pendekatan berbeda untuk konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik.

BAIC T1 menjadi salah satu pendatang baru dari BAIC Indonesia di segmen SUV kompak. Sementara itu, Lepas E4 EV hadir sebagai model listrik dari merek Lepas yang masih tergolong baru di pasar Indonesia. Keduanya sama-sama tampil di GIIAS 2026 dan menjadi bagian dari gelombang kendaraan elektrifikasi yang semakin banyak menghiasi pasar otomotif nasional.

Dari sisi harga, keduanya memang berada dalam rentang yang berdekatan. Namun, ketika melihat kapasitas baterai, jarak tempuh, dimensi, performa, fitur keselamatan, hingga karakter desain, terdapat perbedaan cukup jelas yang bisa menjadi pertimbangan calon pembeli.

BAIC T1 dan Lepas E4 Sama-sama Menyasar SUV Listrik

BAIC T1 diposisikan sebagai compact SUV listrik yang menyasar konsumen perkotaan. Mobil ini mempunyai dimensi panjang 4.337 mm, lebar 1.860 mm dan tinggi 1.572 mm, dengan jarak sumbu roda 2.770 mm. Dimensi tersebut membuat T1 cukup kompak untuk kebutuhan mobilitas perkotaan, tetapi tetap menawarkan ruang kabin yang relatif lega.

BAIC sebelumnya memperkenalkan T1 dengan estimasi harga Rp300 jutaan dan kemudian mengumumkan harga spesial GIIAS 2026 sebesar Rp373 juta untuk 1.000 konsumen pertama. Harga retail normalnya berada di kisaran Rp393 juta. Program tersebut membuat T1 menjadi salah satu SUV listrik yang menarik perhatian di kelas harga tersebut.

Sementara itu, Lepas E4 EV mengambil pendekatan berbeda. SUV listrik ini hadir dengan bodi yang lebih berorientasi pada gaya modern dan menawarkan kapasitas baterai yang jauh lebih besar. Saat GIIAS 2026, Lepas E4 EV dipasarkan dengan harga spesial Rp339 juta, sementara harga normalnya berada di kisaran Rp349 juta.

Dengan demikian, dari sisi harga awal, Lepas E4 justru mempunyai banderol pameran lebih rendah dibandingkan BAIC T1. Namun, harga bukan satu-satunya faktor yang perlu diperhatikan.

Perbandingan Harga BAIC T1 vs Lepas E4

Untuk BAIC T1, harga spesial yang ditawarkan pada periode GIIAS 2026 adalah Rp373 juta untuk 1.000 konsumen pertama. Harga tersebut lebih rendah dibandingkan harga retail normal yang berada di angka sekitar Rp393 juta.

Selain harga kendaraan, program GIIAS BAIC juga menawarkan beberapa keuntungan seperti dashcam dan portable charger untuk konsumen sesuai ketentuan program. Wall charger 7 kW juga tersedia dengan harga khusus.

Sementara itu, Lepas E4 EV hadir dengan harga spesial sekitar Rp339 juta selama penyelenggaraan GIIAS 2026. Harga normalnya dilaporkan sekitar Rp349 juta.

Artinya, jika hanya melihat angka harga pameran, Lepas E4 lebih murah sekitar Rp34 juta dibandingkan BAIC T1. Perbedaan tersebut cukup signifikan bagi konsumen yang memiliki anggaran terbatas.

Namun, perbandingan harga harus dilihat bersama spesifikasi. Baterai Lepas E4 mempunyai kapasitas 67 kWh, sedangkan BAIC T1 menggunakan baterai 42,3 kWh. Perbedaan kapasitas tersebut menjadi salah satu faktor utama yang membedakan keduanya.

BAIC T1 Menggunakan Baterai 42,3 kWh

BAIC T1 dibekali baterai berkapasitas 42,3 kWh yang dipasok CALB. Kapasitas tersebut dipadukan dengan motor listrik penggerak roda depan atau FWD.

Motor listriknya menghasilkan tenaga sekitar 70 kW atau setara kurang lebih 94 hp, dengan torsi maksimum 176 Nm. Karakter tersebut lebih diarahkan untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari daripada mengejar performa sport.

Dengan ukuran baterai tersebut, BAIC T1 diklaim mampu menempuh jarak hingga sekitar 425 kilometer berdasarkan standar CLTC. Angka tersebut cukup untuk kebutuhan perjalanan harian, terutama bagi konsumen yang mayoritas menggunakan kendaraan di dalam kota.

BAIC juga menawarkan kemampuan pengisian daya yang relatif cepat. Pengisian baterai dari sekitar 30 persen hingga 80 persen dapat dilakukan dalam waktu sekitar 25 menit dengan fasilitas yang sesuai.

Lepas E4 Membawa Baterai 67 kWh

Di sisi lain, Lepas E4 EV mempunyai keunggulan besar pada kapasitas baterai. SUV listrik tersebut menggunakan baterai berkapasitas 67 kWh.

Kapasitas yang lebih besar memungkinkan Lepas E4 menawarkan jarak tempuh hingga lebih dari 600 kilometer berdasarkan standar CLTC. Klaim tersebut menjadi salah satu daya tarik utama karena jarak tempuh sebesar itu relatif tinggi untuk kendaraan yang ditawarkan di kisaran Rp300 jutaan.

Jarak tempuh tersebut memberikan fleksibilitas lebih besar bagi pengguna. Mobil tidak harus terlalu sering diisi ulang ketika digunakan untuk perjalanan antarkota, meskipun jarak tempuh nyata tetap dapat berbeda dari angka CLTC karena dipengaruhi gaya berkendara, kecepatan, kondisi jalan, temperatur, beban kendaraan dan penggunaan AC.

Dengan baterai 67 kWh, Lepas E4 terlihat lebih unggul dalam hal kapasitas energi dibandingkan BAIC T1. Bagi calon pembeli yang sering melakukan perjalanan jauh, faktor tersebut bisa menjadi pertimbangan penting.

Jarak Tempuh Menjadi Pembeda Utama

Jika dibandingkan secara langsung, BAIC T1 menawarkan jarak tempuh sekitar 425 km berdasarkan CLTC, sedangkan Lepas E4 EV diklaim dapat mencapai lebih dari 600 km CLTC.

Selisih tersebut cukup besar. Dalam penggunaan sehari-hari, angka jarak tempuh tidak selalu sama dengan klaim laboratorium, tetapi kapasitas baterai yang lebih besar pada Lepas E4 tetap memberikan keuntungan secara teori dalam perjalanan jauh.

BAIC T1 lebih masuk akal bagi konsumen yang membutuhkan mobil listrik kompak untuk aktivitas perkotaan. Sementara Lepas E4 lebih menarik bagi pengguna yang menginginkan fleksibilitas perjalanan lebih jauh tanpa terlalu sering mencari lokasi pengisian daya.

Dimensi dan Karakter Bodi

BAIC T1 memiliki dimensi panjang 4.337 mm, lebar 1.860 mm, tinggi 1.572 mm dan wheelbase 2.770 mm. Ukuran tersebut membuatnya berada di area compact SUV yang cukup cocok untuk lingkungan perkotaan.

Desain bodinya dibuat dengan pendekatan modern dan futuristis. Proporsi yang relatif ringkas juga menjadi keuntungan ketika mobil digunakan di jalan perkotaan dengan ruang parkir terbatas.

Lepas E4 juga mengusung karakter SUV kompak dengan desain yang lebih menonjolkan kesan modern dan elegan. Merek Lepas sendiri berada dalam ekosistem Chery dan dikembangkan untuk pasar global.

Karena desain merupakan aspek subjektif, pilihan antara T1 dan E4 akan sangat bergantung pada selera calon pembeli. T1 lebih menampilkan karakter compact SUV yang fungsional, sedangkan E4 mencoba menggabungkan tampilan premium dengan teknologi elektrifikasi.

Performa BAIC T1 Fokus Efisiensi

BAIC T1 menggunakan motor listrik FWD dengan tenaga 70 kW atau sekitar 94 hp dan torsi 176 Nm. Motor listrik memberikan karakter respons yang cepat pada kecepatan rendah dan menengah.

Konfigurasi FWD juga cukup umum digunakan pada kendaraan listrik kompak. Sistem tersebut memungkinkan konstruksi kendaraan dibuat relatif sederhana sekaligus membantu pemanfaatan ruang di bagian kabin.

Dengan karakter tenaga tersebut, T1 lebih cocok dipahami sebagai kendaraan untuk mobilitas harian. Konsumen yang mencari akselerasi agresif mungkin akan mempertimbangkan model lain, tetapi untuk perjalanan perkotaan, tenaga dan torsi yang tersedia cukup relevan.

Lepas E4 Menawarkan Performa Lebih Menarik

Lepas E4 EV memiliki akselerasi 0-100 km/jam sekitar 7,2 detik berdasarkan informasi spesifikasi yang dipublikasikan. Angka tersebut membuat E4 memiliki karakter performa yang cukup responsif untuk ukuran SUV listrik di kelas harganya.

Performa tersebut dipadukan dengan baterai 67 kWh sehingga E4 tidak hanya mengandalkan desain. Mobil ini juga berusaha menawarkan pengalaman berkendara yang lebih bertenaga.

Bagi konsumen yang menginginkan SUV listrik untuk perjalanan dalam kota sekaligus perjalanan luar kota, kombinasi performa dan kapasitas baterai tersebut menjadi salah satu keunggulan E4.

Fitur Keselamatan Lepas E4

Lepas E4 EV memberikan perhatian cukup besar pada sektor keselamatan. Mobil ini dilengkapi dengan enam airbag serta perlindungan baterai dengan standar IP68/IPX9K.

Perlindungan tersebut menjadi penting karena baterai merupakan komponen paling mahal sekaligus salah satu komponen vital pada kendaraan listrik. Perlindungan terhadap air dan debu juga relevan untuk kondisi penggunaan di Indonesia yang memiliki musim hujan dan berbagai kondisi jalan.

Lepas E4 juga membawa hingga 18 fitur ADAS. Sistem bantuan pengemudi tersebut dirancang untuk membantu meningkatkan kewaspadaan pengemudi terhadap kondisi di sekitar kendaraan.

Fitur ADAS dapat mencakup berbagai fungsi bantuan seperti pemantauan kondisi lalu lintas, peringatan potensi bahaya dan dukungan ketika melakukan manuver. Namun, fitur bantuan tersebut tetap tidak menggantikan peran pengemudi dan pengoperasian kendaraan secara penuh tetap menjadi tanggung jawab pengemudi.

Kamera 540 Derajat Jadi Fitur Menarik E4

Salah satu fitur unik yang dibawa Lepas E4 adalah sistem kamera 540 derajat. Teknologi tersebut dirancang untuk membantu pengemudi mendapatkan pandangan lebih luas ketika melakukan manuver.

Kamera dengan sudut pandang luas dapat membantu ketika kendaraan masuk ke area parkir sempit atau melewati ruang yang terbatas. Bagi pengguna SUV yang memiliki bodi cukup besar, visibilitas tambahan bisa memberikan rasa percaya diri ketika bermanuver.

Fitur semacam ini juga menunjukkan bagaimana produsen mobil listrik China berusaha menawarkan teknologi yang biasanya ditemukan pada kendaraan dengan harga lebih tinggi ke segmen yang lebih terjangkau.

BAIC T1 Mengandalkan Kokpit Digital

BAIC T1 juga tidak hadir dengan pendekatan sederhana. Mobil ini dibekali kokpit digital dan sistem infotainment yang menjadi bagian dari pengalaman berkendara modern.

Sebelumnya, BAIC menyebut T1 menggunakan platform komputasi Qualcomm 8155. Platform tersebut banyak digunakan pada kendaraan modern untuk mendukung sistem infotainment, konektivitas dan berbagai fungsi digital.

Dengan demikian, T1 tidak hanya menawarkan kendaraan listrik sebagai pengganti mobil bermesin pembakaran internal. BAIC juga berusaha menghadirkan pengalaman kendaraan yang terhubung dengan teknologi digital.

Penggunaan Harian Jadi Pertimbangan Penting

Ketika memilih antara BAIC T1 dan Lepas E4, calon pembeli sebaiknya tidak hanya melihat angka tenaga atau jarak tempuh. Pola penggunaan kendaraan menjadi faktor yang tidak kalah penting.

Untuk konsumen yang tinggal di perkotaan dan lebih sering menggunakan mobil untuk pergi bekerja, mengantar keluarga, berbelanja atau aktivitas harian dengan jarak relatif pendek, BAIC T1 dapat menjadi pilihan yang masuk akal.

Dimensi kompak dan baterai 42,3 kWh membuat T1 lebih diarahkan untuk kebutuhan tersebut. Jarak tempuh sekitar 425 km CLTC juga sudah cukup panjang untuk sebagian besar kebutuhan mobilitas harian.

Sementara bagi pengguna yang sering bepergian antarkota, Lepas E4 mempunyai keunggulan dari kapasitas baterai dan klaim jarak tempuh. Baterai 67 kWh dan jarak tempuh lebih dari 600 km CLTC dapat mengurangi kekhawatiran terhadap frekuensi pengisian daya.

Perbandingan Pengisian Daya

Pengisian daya menjadi bagian penting dalam pengalaman memiliki kendaraan listrik. BAIC T1 dapat mengisi baterai dari 30 persen hingga 80 persen dalam sekitar 25 menit dengan fasilitas pengisian yang mendukung.

Lepas E4 juga menawarkan kemampuan fast charging yang dirancang untuk mempersingkat waktu pengisian. Informasi produk menyebut pengisian dari 30 persen hingga 80 persen dapat dilakukan dalam sekitar 20 menit pada kondisi yang sesuai.

Perbedaan beberapa menit tersebut mungkin terlihat kecil, tetapi dapat terasa ketika pengguna melakukan perjalanan jauh dan harus berhenti di stasiun pengisian kendaraan listrik.

Meski demikian, waktu pengisian nyata bergantung pada kemampuan charger, kondisi baterai, temperatur, persentase baterai ketika mulai diisi dan faktor lainnya.

Harga Bukan Satu-satunya Ukuran

Dengan harga di bawah atau sekitar Rp400 juta, BAIC T1 dan Lepas E4 berada pada segmen yang cukup menarik. Namun, konsumen sebaiknya tidak langsung memilih mobil berdasarkan harga termurah.

Harga pembelian merupakan salah satu komponen biaya kepemilikan. Konsumen juga perlu mempertimbangkan biaya pemasangan charger di rumah, ketersediaan stasiun pengisian, garansi baterai, biaya perawatan, asuransi serta nilai jual kembali.

Mobil listrik umumnya mempunyai karakter perawatan berbeda dari kendaraan bermesin pembakaran internal karena tidak menggunakan banyak komponen seperti oli mesin dan sistem transmisi konvensional. Namun, komponen kelistrikan dan baterai tetap membutuhkan perhatian serta layanan purnajual yang memadai.

BAIC T1 Unggul di Sisi Ukuran Baterai yang Lebih Ringan

Baterai BAIC T1 yang lebih kecil mempunyai sisi positif. Kapasitas 42,3 kWh berarti bobot dan kebutuhan energinya dapat lebih rendah dibandingkan kendaraan dengan baterai jauh lebih besar.

Untuk penggunaan perkotaan, membawa baterai sangat besar tidak selalu diperlukan. Jika jarak tempuh harian hanya puluhan kilometer, kapasitas tersebut sudah memberikan ruang cukup besar sebelum kendaraan perlu diisi ulang.

Pemilik juga dapat melakukan pengisian di rumah pada malam hari sehingga kendaraan siap digunakan keesokan harinya. Pola penggunaan seperti ini dapat membuat keterbatasan kapasitas baterai T1 menjadi kurang signifikan.

Lepas E4 Unggul untuk Konsumen yang Mengejar Range

Lepas E4 mempunyai keunggulan yang sangat jelas pada kapasitas baterai dan klaim jarak tempuh. Baterai 67 kWh dan kemampuan menempuh lebih dari 600 km CLTC menjadi nilai jual utama.

Keunggulan tersebut membuat E4 menarik bagi konsumen yang menjadikan jarak tempuh sebagai prioritas. Pengguna yang sering melakukan perjalanan luar kota dapat memperoleh fleksibilitas lebih tinggi dibandingkan kendaraan dengan baterai yang lebih kecil.

Namun, baterai besar juga berarti kendaraan membawa lebih banyak energi dan kemungkinan bobot yang lebih tinggi. Karena itu, calon pembeli tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan sebenarnya agar tidak membeli kapasitas yang jauh melebihi pola penggunaan.

GIIAS 2026 Jadi Panggung Persaingan SUV Listrik

Kehadiran BAIC T1 dan Lepas E4 di GIIAS 2026 menunjukkan semakin ketatnya persaingan kendaraan listrik di Indonesia. Pameran tersebut menjadi tempat berbagai produsen memperkenalkan model baru dari segmen entry-level hingga premium.

Pasar kini tidak lagi hanya menawarkan city car listrik dengan ukuran kecil. Konsumen sudah dapat menemukan SUV listrik dengan fitur ADAS, baterai besar, kamera 360 derajat atau lebih, fast charging dan sistem infotainment modern.

Persaingan tersebut berpotensi memberikan keuntungan bagi konsumen. Produsen harus semakin kompetitif dalam menentukan harga, teknologi, fitur dan layanan purnajual jika ingin mendapatkan perhatian pasar.

Mana yang Lebih Menarik?

Jika prioritas utama adalah harga dan kebutuhan mobilitas perkotaan, BAIC T1 mempunyai daya tarik tersendiri. Dengan harga spesial Rp373 juta untuk konsumen awal, baterai 42,3 kWh dan jarak tempuh sekitar 425 km CLTC, T1 dapat menjadi pilihan bagi konsumen yang menginginkan SUV listrik kompak.

Jika prioritasnya adalah jarak tempuh dan kapasitas baterai, Lepas E4 terlihat lebih unggul. Harga spesial Rp339 juta dipadukan dengan baterai 67 kWh dan klaim jarak tempuh lebih dari 600 km CLTC membuat paket yang ditawarkan cukup agresif.

Dari sisi fitur keselamatan dan bantuan pengemudi, Lepas E4 juga mempunyai keunggulan dengan enam airbag, 18 fitur ADAS dan kamera 540 derajat.

Namun, pilihan terbaik tetap bergantung pada kebutuhan pengguna. Konsumen yang lebih sering menggunakan mobil di perkotaan belum tentu membutuhkan baterai sebesar 67 kWh. Sebaliknya, konsumen yang rutin bepergian jauh mungkin lebih menghargai kapasitas baterai besar daripada dimensi kendaraan yang lebih kompak.

Persaingan Akan Semakin Ketat

BAIC T1 dan Lepas E4 juga tidak sendirian. Segmen SUV listrik Rp300 jutaan semakin ramai dengan berbagai produk dari merek China dan produsen lainnya.

Kehadiran model-model baru membuat konsumen memiliki lebih banyak pilihan. Pada saat yang sama, produsen harus membuktikan bahwa harga kompetitif tidak hanya hadir ketika peluncuran, tetapi juga didukung oleh layanan purnajual, ketersediaan suku cadang dan jaringan pengisian daya yang memadai.

Bagi pasar Indonesia, persaingan ini dapat menjadi perkembangan positif. Semakin banyak pilihan kendaraan listrik dengan harga terjangkau, semakin besar pula peluang masyarakat mempertimbangkan perpindahan dari kendaraan berbahan bakar fosil menuju kendaraan elektrifikasi.

Kesimpulan

BAIC T1 dan Lepas E4 sama-sama menawarkan alternatif SUV listrik China di kisaran Rp300 jutaan, tetapi keduanya memiliki karakter yang berbeda. BAIC T1 dipasarkan dengan harga spesial Rp373 juta untuk 1.000 konsumen pertama, sedangkan Lepas E4 EV hadir dengan harga spesial sekitar Rp339 juta selama GIIAS 2026.

BAIC T1 menggunakan baterai 42,3 kWh dengan motor listrik 70 kW atau sekitar 94 hp dan torsi 176 Nm. Jarak tempuh yang diklaim mencapai sekitar 425 km berdasarkan standar CLTC. Mobil ini mempunyai dimensi 4.337 mm x 1.860 mm x 1.572 mm dengan wheelbase 2.770 mm.

Lepas E4 EV membawa baterai jauh lebih besar, yakni 67 kWh, dengan klaim jarak tempuh lebih dari 600 km CLTC. Mobil ini juga mempunyai akselerasi 0-100 km/jam sekitar 7,2 detik dan mendukung fast charging.

Dalam hal teknologi keselamatan, Lepas E4 dilengkapi enam airbag, perlindungan baterai IP68/IPX9K, 18 fitur ADAS dan kamera 540 derajat. Fitur-fitur tersebut menjadi salah satu daya tarik utama E4 di tengah persaingan SUV listrik yang semakin ketat.

Sementara itu, BAIC T1 menawarkan pendekatan yang lebih kompak dengan fokus pada mobilitas perkotaan. Kapasitas baterainya mungkin lebih kecil, tetapi jarak tempuh sekitar 425 km CLTC sudah cukup untuk kebutuhan harian banyak pengguna.

Jika konsumen mengutamakan range, kapasitas baterai dan fitur bantuan berkendara, Lepas E4 menjadi pilihan yang lebih menarik di atas kertas. Namun, jika kebutuhan utamanya adalah SUV listrik kompak untuk penggunaan sehari-hari dengan ukuran yang lebih mudah dikendalikan di perkotaan, BAIC T1 patut dipertimbangkan.

Pada akhirnya, persaingan keduanya menunjukkan bahwa mobil listrik di Indonesia semakin berkembang. Konsumen kini tidak lagi harus menyediakan anggaran sangat besar untuk mendapatkan SUV listrik dengan baterai besar dan teknologi modern. Kehadiran BAIC T1 dan Lepas E4 menjadi contoh bagaimana produsen China terus mendorong harga kendaraan listrik agar semakin kompetitif di pasar nasional.