Sedan Listrik BYD Da Han EV Bisa Tempuh 1.008 Km Sekali Cas
BYD memperkenalkan Da Han EV dengan jarak tempuh hingga 1.008 km berdasarkan CLTC, dilengkapi LiDAR, suspensi udara, rear-wheel steering, dan fast charging.
Berita dan artikel terbaru WTO News yang berkaitan dengan mobil listrik China.
BYD memperkenalkan Da Han EV dengan jarak tempuh hingga 1.008 km berdasarkan CLTC, dilengkapi LiDAR, suspensi udara, rear-wheel steering, dan fast charging.
China melakukan recall terbesar dengan sekitar 4,3 juta kendaraan dari sembilan produsen. Masalah gagang pintu berpotensi menyulitkan penumpang keluar saat darurat.
MG resmi meluncurkan sedan MG 07 di China dengan pilihan EV dan plug-in hybrid. Model ini membawa teknologi 800 volt, LiDAR, serta jarak tempuh hingga 845 km.
Sekitar 4,3 juta kendaraan ditarik kembali di China karena masalah gagang pintu elektronik yang dinilai dapat menyulitkan penumpang keluar saat kondisi darurat.
Mazda memperbarui CX-6e dengan sensor LiDAR di atap dan sistem bantuan mengemudi Level 2 yang mampu menangani berbagai skenario berkendara di jalan tol maupun perkotaan.
Omoda O4 dan MG S5 EV menjadi dua SUV listrik yang menawarkan teknologi, performa, dan desain modern di pasar Indonesia. Keduanya bersaing di kelas SUV listrik dengan banderol sekitar Rp400 jutaan.
XPENG memperluas jaringan di Indonesia lewat Experience & Service Center terbesar di Surabaya, yang menjadi fasilitas ke-500 global sekaligus memperkuat layanan EV di Jawa Timur.
BAIC T1 diuji Jakarta-Bandung PP dengan baterai 42,3 kWh, motor 94 hp, dan torsi 176 Nm untuk melihat efisiensi, kenyamanan, serta performanya.
BAIC T1 menjadi mobil listrik pertama BAIC di Indonesia. Nama T1 juga digunakan Jetour, namun BAIC menyebut penamaannya terkait nomenklatur model dan hak merek.
BAIC T1 dan Lepas E4 sama-sama meramaikan segmen SUV listrik China di kisaran Rp300 jutaan. Keduanya menawarkan karakter, spesifikasi, jarak tempuh, dan fitur berbeda.
Industri otomotif Jepang menghadapi tekanan dari ekspansi kendaraan listrik China. Ketua JAMA menyerukan kolaborasi produsen Jepang untuk memperkuat daya saing global.
Industri otomotif China disebut telah melewati masa keemasannya. Gejala kelebihan kapasitas produksi (overcapacity) dan perang harga yang destruktif kini mengancam profitabilitas para pabrikan di pasar domestik.