Sedan Listrik BYD Da Han EV Bisa Tempuh 1.008 Km Sekali Cas

BYD memperkenalkan Da Han EV dengan jarak tempuh hingga 1.008 km berdasarkan CLTC, dilengkapi LiDAR, suspensi udara, rear-wheel steering, dan fast charging.

BYD Da Han EV sedan listrik flagship dengan jarak tempuh hingga 1.008 kilometer
BYD Da Han EV sedan listrik flagship dengan jarak tempuh hingga 1.008 kilometer

JAKARTA - BYD kembali memperluas jajaran kendaraan listriknya dengan menghadirkan sedan flagship terbaru bernama Da Han EV. Mobil yang juga dikenal dengan nama Great Han tersebut menawarkan kombinasi antara performa tinggi, teknologi berkendara modern, serta kemampuan jarak tempuh yang menjadi salah satu daya tarik utamanya.

BYD Da Han EV diklaim mampu menempuh perjalanan hingga 1.008 kilometer dalam sekali pengisian baterai untuk varian tertentu berdasarkan standar pengujian CLTC. Angka tersebut membuat sedan listrik ini masuk dalam kelompok kendaraan listrik dengan klaim jarak tempuh sangat panjang.

Da Han EV melakukan debut di Chengdu Auto Show 2026, China. Setelah diperkenalkan, sedan listrik tersebut mulai memasuki tahap pre-order di pasar China dengan beberapa pilihan varian dan konfigurasi penggerak.

BYD Da Han EV Hadir sebagai Sedan Flagship

BYD menempatkan Da Han EV sebagai sedan berukuran besar dengan berbagai teknologi yang dirancang untuk memberikan pengalaman berkendara premium. Mobil ini memiliki panjang 5.256 milimeter, lebar 1.999 milimeter, tinggi 1.510 milimeter, serta jarak sumbu roda mencapai 3.130 milimeter.

Dimensi tersebut memberikan gambaran bahwa Da Han EV bukan sedan listrik berukuran kompak. Mobil ini masuk ke kelas kendaraan besar dengan kabin yang dirancang untuk menawarkan ruang serta kenyamanan lebih tinggi.

Dari sisi eksterior, BYD menyediakan beberapa pilihan warna bodi. Pilihannya mencakup silver, hijau, merah, beige, dan hitam. Beberapa konfigurasi juga tersedia dengan atap berwarna kontras sehingga memberikan pilihan tampilan yang lebih beragam bagi konsumen.

Jarak Tempuh Mencapai 1.008 Kilometer

Salah satu keunggulan yang paling menonjol dari BYD Da Han EV adalah kemampuan jarak tempuhnya. Varian RWD menggunakan satu motor listrik dengan tenaga puncak 370 kW atau sekitar 496 hp.

Motor tersebut dipadukan dengan baterai berkapasitas sekitar 102,326 kWh. Dengan konfigurasi tersebut, BYD mengklaim Da Han EV RWD dapat mencapai jarak tempuh hingga 1.008 kilometer berdasarkan standar CLTC.

Angka 1.008 kilometer menjadi salah satu aspek yang menarik karena kekhawatiran mengenai jarak tempuh atau range anxiety masih menjadi salah satu pertimbangan konsumen ketika memilih kendaraan listrik.

Meski demikian, angka CLTC merupakan hasil pengujian dalam siklus tertentu. Jarak yang benar-benar dapat ditempuh dalam penggunaan sehari-hari dapat berbeda bergantung pada kecepatan, kondisi lalu lintas, temperatur, gaya berkendara, penggunaan pendingin udara, beban kendaraan, serta kondisi jalan.

Tersedia Varian AWD

Selain versi penggerak roda belakang, BYD Da Han EV juga tersedia dalam konfigurasi AWD. Varian tertinggi menggunakan dua motor listrik dengan tenaga gabungan mencapai 570 kW atau sekitar 764 hp.

Konfigurasi dua motor memberikan kemampuan performa yang lebih tinggi dibandingkan varian RWD. Namun, konsekuensinya terlihat pada jarak tempuh yang sedikit lebih rendah.

Varian AWD tersebut memiliki klaim jarak tempuh hingga 880 kilometer berdasarkan standar CLTC dengan kapasitas baterai yang sama. Dengan demikian, calon konsumen memiliki pilihan antara mengejar efisiensi dan jarak tempuh atau mendapatkan tenaga lebih besar melalui sistem AWD.

Baterai Berkapasitas Lebih dari 100 kWh

Kapasitas baterai menjadi salah satu faktor penting di balik kemampuan jarak tempuh Da Han EV. Mobil ini menggunakan baterai dengan kapasitas sekitar 102,326 kWh.

Kapasitas tersebut cukup besar untuk sebuah sedan listrik dan menjadi salah satu komponen utama yang memungkinkan varian RWD mencapai klaim jarak tempuh lebih dari 1.000 kilometer berdasarkan pengujian CLTC.

Namun, kapasitas baterai bukan satu-satunya faktor yang menentukan jarak tempuh. Efisiensi motor listrik, aerodinamika kendaraan, pengelolaan energi, bobot mobil, serta sistem manajemen baterai juga berperan dalam menentukan konsumsi energi.

Flash Charging Hanya Sembilan Menit

Selain jarak tempuh panjang, BYD Da Han EV juga dibekali teknologi pengisian cepat. Seluruh varian mendukung teknologi yang disebut flash charging.

BYD mengklaim baterai dapat diisi dari kondisi 10 persen hingga 97 persen hanya dalam waktu sekitar sembilan menit. Kemampuan tersebut menjadi salah satu fitur penting bagi kendaraan listrik yang memiliki kapasitas baterai besar.

Teknologi pengisian cepat dapat membantu mengurangi waktu yang harus dihabiskan pengguna di stasiun pengisian. Bagi pengguna dengan mobilitas tinggi, kemampuan mengisi daya dalam waktu singkat dapat menjadi nilai tambah.

Meski demikian, kecepatan pengisian aktual tetap dapat dipengaruhi oleh kondisi baterai, temperatur, infrastruktur pengisian, serta kemampuan stasiun pengisian yang digunakan.

Dilengkapi Suspensi Udara DiSus-A

BYD juga memberikan perhatian terhadap kenyamanan berkendara melalui penggunaan sistem suspensi udara DiSus-A dual-chamber. Teknologi tersebut memungkinkan pengaturan ketinggian kendaraan.

Menurut informasi yang dipublikasikan, ground clearance Da Han EV dapat ditingkatkan hingga 100 milimeter melalui sistem suspensi tersebut. Kemampuan mengatur ketinggian dapat membantu kendaraan menyesuaikan diri dengan kondisi jalan tertentu.

Penggunaan suspensi udara juga menjadi bagian dari positioning Da Han EV sebagai sedan flagship. Teknologi tersebut tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan, tetapi juga memberikan fleksibilitas terhadap karakter berkendara kendaraan.

Rear-Wheel Steering Membantu Manuver

Ukuran bodi Da Han EV yang mencapai lebih dari lima meter membuat teknologi manuver menjadi salah satu aspek menarik. BYD membekali mobil ini dengan sistem rear-wheel steering atau kemudi roda belakang.

Teknologi tersebut memungkinkan roda belakang ikut membantu perubahan arah kendaraan. Hasilnya, radius putar Da Han EV diklaim hanya 4,95 meter.

Dengan ukuran bodi yang besar, radius putar tersebut dapat membantu pengemudi ketika melakukan manuver di ruang terbatas. Fitur ini juga dapat memberikan karakter berkendara yang berbeda dibandingkan sedan besar konvensional tanpa sistem kemudi roda belakang.

Menggunakan Sensor LiDAR

Teknologi bantuan berkendara menjadi bagian lain yang mendapat perhatian pada Da Han EV. BYD memasang sensor LiDAR di bagian atap kendaraan.

Sensor tersebut menjadi bagian dari sistem DiPilot 300 atau God’s Eye B. Sistem ini mendukung sejumlah kemampuan bantuan berkendara, termasuk Navigate On Autopilot atau NOA.

Dengan dukungan teknologi tersebut, kendaraan dapat membantu melakukan perjalanan dari satu alamat menuju alamat lainnya melalui sistem otomatis. Namun, fungsi bantuan berkendara bukan berarti kendaraan dapat digunakan tanpa pengawasan manusia.

Pengemudi tetap harus memperhatikan kondisi jalan dan siap mengambil alih kendali kendaraan apabila diperlukan.

Kabin Mengusung Konsep Premium

Masuk ke dalam kabin, BYD Da Han EV membawa sejumlah perlengkapan yang memperkuat kesan sebagai sedan premium. Interiornya menggunakan material kayu asli dan dilengkapi konfigurasi tiga layar.

Tiga layar tersebut terdiri dari panel instrumen LCD, layar tengah berdesain floating, serta monitor yang ditujukan bagi penumpang depan.

Selain itu, terdapat pula head-up display yang dapat memberikan informasi berkendara kepada pengemudi tanpa harus terus melihat panel instrumen.

Pintu mobil juga menggunakan sistem soft-closing yang memungkinkan pintu tertutup secara lebih halus. Fitur tersebut umum ditemukan pada kendaraan kelas premium yang mengutamakan kenyamanan pengguna.

Sistem Audio hingga 31 Speaker

BYD Da Han EV juga menawarkan sistem audio dengan jumlah speaker yang cukup banyak. Konfigurasi tertingginya disebut memiliki hingga 31 speaker, sedangkan konfigurasi standar menggunakan 25 speaker.

Jumlah speaker tersebut menunjukkan fokus BYD terhadap pengalaman penumpang di dalam kabin. Sistem audio menjadi salah satu bagian dari fitur kenyamanan yang ditawarkan pada sedan flagship tersebut.

Selain audio, mobil juga dilengkapi kaca belakang elektrokromik. Teknologi tersebut memungkinkan tingkat transparansi kaca diubah melalui tombol sesuai kebutuhan.

Pelek 20 dan 21 Inci

Untuk menunjang tampilan sekaligus karakter berkendaranya, BYD Da Han EV tersedia dengan pilihan pelek berukuran 20 dan 21 inci.

Pilihan pelek berukuran besar tersebut sesuai dengan dimensi bodi kendaraan yang panjang dan lebar. Desain eksterior juga dapat dipadukan dengan beberapa pilihan warna bodi dan konfigurasi atap kontras.

Kombinasi tersebut membuat Da Han EV tidak hanya mengandalkan kemampuan teknis, tetapi juga mencoba menawarkan tampilan yang sesuai dengan karakter sedan premium.

Harga Mulai Rp500 Jutaan di China

Di pasar China, BYD Da Han EV tersedia dalam tiga varian. Varian RWD Premium dibanderol 249.900 yuan, RWD Flagship 269.900 yuan, sedangkan AWD Flagship memiliki harga 299.900 yuan.

Jika menggunakan perkiraan konversi yang dicantumkan dalam laporan Liputan6.com, harga tersebut setara sekitar Rp575 juta hingga Rp690 jutaan. Harga tersebut merupakan harga pasar China dan belum mencerminkan harga apabila kendaraan tersebut nantinya dipasarkan di Indonesia.

Perbedaan harga antarvarian terutama berkaitan dengan konfigurasi penggerak dan tingkat perlengkapan. Varian RWD menjadi pilihan yang lebih berorientasi pada efisiensi dan jarak tempuh, sedangkan varian AWD menawarkan performa yang lebih tinggi.

Da Han EV Masuk Tahap Pre-order

Setelah melakukan debut di Chengdu Auto Show 2026, BYD Da Han EV mulai memasuki tahap pre-order di China. Kehadiran model tersebut memperlihatkan strategi BYD untuk terus memperluas pilihan kendaraan listrik, termasuk pada segmen sedan berukuran besar.

Da Han EV membawa kombinasi beberapa teknologi yang sebelumnya menjadi perhatian utama dalam pengembangan kendaraan listrik, mulai dari baterai berkapasitas besar, pengisian cepat, sistem bantuan berkendara, hingga pengaturan suspensi.

Dengan demikian, mobil ini tidak hanya ditawarkan dengan mengandalkan angka jarak tempuh, tetapi juga mencoba menghadirkan paket teknologi yang lebih lengkap.

Jarak Tempuh Menjadi Nilai Jual Utama

Kemampuan menempuh hingga 1.008 kilometer menjadi salah satu nilai jual utama Da Han EV. Bagi pengguna mobil listrik, jarak tempuh panjang dapat memberikan fleksibilitas lebih besar untuk melakukan perjalanan tanpa terlalu sering mencari stasiun pengisian.

Namun, konsumen tetap perlu memahami bahwa jarak tempuh berdasarkan CLTC tidak selalu sama dengan jarak yang akan dicapai dalam penggunaan sehari-hari. Pengujian resmi dilakukan dalam kondisi dan metode tertentu, sementara penggunaan di jalan raya memiliki banyak variabel.

Karena itu, klaim jarak tempuh sebaiknya dipandang sebagai indikator performa dalam pengujian, bukan jaminan jarak tempuh dalam semua kondisi penggunaan.

Persaingan Sedan Listrik Semakin Ketat

Kehadiran Da Han EV juga memperlihatkan semakin ketatnya persaingan di industri mobil listrik. Produsen kendaraan listrik kini tidak hanya berlomba menawarkan harga kompetitif, tetapi juga meningkatkan jarak tempuh, kecepatan pengisian, teknologi bantuan berkendara, dan kenyamanan.

BYD menjadi salah satu produsen yang agresif mengembangkan berbagai teknologi kendaraan listrik. Da Han EV menunjukkan pendekatan tersebut melalui kombinasi baterai berkapasitas besar, motor bertenaga tinggi, serta teknologi pengisian cepat.

Persaingan tersebut pada akhirnya dapat mendorong produsen lain untuk menghadirkan teknologi serupa dan mempercepat perkembangan kendaraan listrik di berbagai pasar.

Belum Ada Kepastian Masuk Indonesia

Meski Da Han EV telah diperkenalkan dan memasuki tahap pre-order di China, belum ada informasi dalam laporan sumber yang memastikan bahwa sedan tersebut akan segera dipasarkan di Indonesia.

Hal tersebut penting diperhatikan karena harga yang berlaku di China tidak dapat langsung digunakan sebagai patokan harga di Indonesia. Apabila sebuah kendaraan masuk ke pasar Indonesia, harga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pajak, biaya distribusi, spesifikasi yang disesuaikan, serta strategi harga distributor.

Karena itu, calon konsumen di Indonesia masih perlu menunggu informasi resmi apabila BYD memutuskan membawa Da Han EV ke pasar nasional.

Kombinasi Performa dan Efisiensi

BYD Da Han EV menawarkan kombinasi yang cukup menarik antara performa dan efisiensi. Varian RWD memiliki tenaga hingga 496 hp sekaligus klaim jarak tempuh 1.008 kilometer berdasarkan CLTC.

Sementara itu, varian AWD menawarkan tenaga gabungan hingga 764 hp dengan jarak tempuh 880 kilometer berdasarkan standar pengujian yang sama.

Perbedaan tersebut memberikan pilihan bagi konsumen sesuai kebutuhan. Pengguna yang lebih mementingkan jarak tempuh dapat mempertimbangkan RWD, sedangkan konsumen yang mengejar performa dapat memilih AWD.

Teknologi Menjadi Fokus Utama

Jika melihat keseluruhan paketnya, Da Han EV tidak hanya mengandalkan baterai besar. BYD juga memasukkan sejumlah teknologi yang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan, performa, dan kemampuan bantuan berkendara.

Suspensi udara DiSus-A, rear-wheel steering, LiDAR, sistem DiPilot 300, head-up display, serta flash charging menjadi bagian dari paket teknologi yang ditawarkan.

Kombinasi tersebut memperlihatkan arah pengembangan mobil listrik modern yang semakin menggabungkan teknologi elektrifikasi dengan fitur digital dan sistem bantuan berkendara.

Kesimpulan

BYD Da Han EV menjadi salah satu sedan listrik terbaru yang menarik perhatian berkat klaim jarak tempuh hingga 1.008 kilometer dalam sekali pengisian. Angka tersebut berlaku untuk varian RWD berdasarkan standar CLTC, dengan baterai berkapasitas sekitar 102,326 kWh.

Selain jarak tempuh, sedan flagship ini membawa motor listrik hingga 764 hp pada varian AWD, teknologi flash charging, suspensi udara DiSus-A, rear-wheel steering, serta sensor LiDAR untuk mendukung sistem bantuan berkendara.

Di China, Da Han EV tersedia dalam tiga varian dengan harga mulai 249.900 yuan hingga 299.900 yuan. Harga tersebut masih merupakan harga pasar China dan belum dapat dijadikan patokan apabila mobil ini nantinya dipasarkan di Indonesia.

Kehadiran Da Han EV menunjukkan bahwa persaingan kendaraan listrik semakin berkembang. Produsen tidak hanya berlomba meningkatkan jarak tempuh, tetapi juga menghadirkan teknologi pengisian cepat, performa tinggi, kenyamanan premium, dan sistem bantuan berkendara yang semakin canggih.

Sumber