Chery Tiggo V Dikembangkan dari Riset Jalanan Indonesia

Chery Tiggo V dikembangkan khusus untuk Indonesia melalui riset kondisi jalan, pola mobilitas keluarga, dan kebutuhan konsumen sejak 2024.

Chery Tiggo V yang dikembangkan berdasarkan riset jalanan Indonesia.
Chery Tiggo V yang dikembangkan berdasarkan riset jalanan Indonesia.

Chery Tiggo V menjadi salah satu model yang menarik perhatian di GIIAS 2026 karena pengembangannya dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan konsumen Indonesia. Kendaraan ini tidak hanya mengandalkan desain dan teknologi global, tetapi dikembangkan berdasarkan riset terhadap kondisi jalan, pola perjalanan, serta karakter mobilitas masyarakat di Tanah Air.

Chery bahkan memilih Indonesia sebagai negara pertama di luar China untuk memperkenalkan Tiggo V secara resmi. Kendaraan tersebut dirancang dengan konsep 3-in-1 yang menggabungkan karakter SUV, akomodasi MPV tujuh penumpang, dan fleksibilitas double cab dalam satu kendaraan. :contentReference[oaicite:1]{index=1}

Pengembangan Dimulai Sejak 2024

Pengembangan Tiggo V berawal dari proyek internal Chery bernama T1TP yang dimulai pada Februari 2024. Dalam proyek tersebut, tim riset dan pengembangan Chery Global melakukan studi langsung di berbagai wilayah Indonesia.

Riset tersebut dilakukan untuk memahami kondisi infrastruktur jalan, pola perjalanan keluarga, kebutuhan mobilitas, serta tantangan iklim tropis. Tim Chery juga melakukan diskusi teknis dengan tim lokal dan mengadakan focus group discussion bersama konsumen Indonesia.

Hasil riset tersebut kemudian menjadi dasar dalam menentukan karakter kendaraan yang dianggap sesuai dengan kebutuhan pengguna di Indonesia. :contentReference[oaicite:2]{index=2}

Riset Menyoroti Kondisi Jalan Indonesia

Chery menemukan berbagai kondisi yang umum ditemui pengendara Indonesia. Tantangan tersebut mencakup jalan menanjak, permukaan jalan yang tidak rata, genangan air ketika musim hujan, hingga kondisi cuaca panas.

Temuan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam karakter kendaraan. Tiggo V dirancang agar dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari sekaligus menghadapi berbagai kondisi perjalanan yang ditemukan selama proses riset.

Konsep 3-in-1

Salah satu keunikan utama Tiggo V adalah konsep 3-in-1 versatility. Kendaraan tersebut dapat menjalankan tiga fungsi sekaligus, yakni sebagai SUV, MPV, dan double cab.

Sebagai SUV, Tiggo V menawarkan karakter kendaraan yang dirancang untuk menghadapi berbagai kondisi medan. Dalam konfigurasi MPV, kendaraan menyediakan kabin tiga baris dengan kapasitas hingga tujuh penumpang. Sementara itu, konfigurasi belakang dapat diubah menjadi area bak terbuka untuk membawa barang atau menunjang aktivitas luar ruangan.

Kabin Fleksibel untuk Berbagai Kebutuhan

Chery Tiggo V memiliki dimensi panjang 4.910 mm, lebar 1.921 mm, dan tinggi 1.790 mm. Jarak terendah ke tanah mencapai 220 mm.

Dengan desain kabin yang dibuat lebih kotak, ruang interior dapat dimanfaatkan secara fleksibel. Konfigurasi tempat duduk dapat disesuaikan untuk kebutuhan dua, empat, lima, hingga tujuh penumpang.

Fleksibilitas tersebut membuat Tiggo V tidak hanya ditujukan untuk perjalanan keluarga, tetapi juga aktivitas produktif dan kegiatan luar ruang. :contentReference[oaicite:3]{index=3}

Bisa Berubah Menjadi Double Cab

Konsep double cab menjadi salah satu bagian yang membedakan Tiggo V dari SUV keluarga pada umumnya. Area belakang kendaraan dapat dikonversi menjadi bak terbuka sesuai kebutuhan pengguna.

Proses perubahan konfigurasi dapat dilakukan oleh pemilik kendaraan maupun dengan bantuan diler resmi. Dengan konsep tersebut, satu kendaraan dapat digunakan untuk kebutuhan keluarga sekaligus membawa barang atau mendukung aktivitas hobi.

Split Tailgate dan Fitur V2L

Untuk menunjang fleksibilitas penggunaan, Tiggo V dilengkapi split tailgate pada bagian belakang. Peranti tersebut memiliki kemampuan menahan beban hingga 250 kg ketika digunakan sebagai area duduk atau penopang barang.

Kendaraan ini juga dilengkapi teknologi Vehicle-to-Load atau V2L dengan daya 2,2 kW. Fitur tersebut memungkinkan kendaraan menjadi sumber listrik portabel untuk mendukung berbagai perangkat elektronik ketika digunakan di luar ruangan.

Dirancang Menghadapi Medan Indonesia

Karakter jalan Indonesia juga tercermin pada kemampuan Tiggo V. Kendaraan ini diklaim mampu menghadapi tanjakan hingga sudut 41 derajat dan memiliki kemampuan melintasi genangan dengan kedalaman hingga 700 mm.

Chery juga menghadirkan fitur Easy Turn yang memanfaatkan pengereman roda belakang untuk mengurangi radius putar hingga 0,5 meter. Teknologi tersebut ditujukan untuk membantu pengemudi melakukan manuver di area yang lebih sempit.

AC Disesuaikan untuk Iklim Tropis

Selain kondisi jalan, iklim Indonesia juga menjadi pertimbangan dalam pengembangan Tiggo V. Sistem pendingin kabin dilengkapi Air Flow Calibration System untuk membantu mendistribusikan udara dingin secara lebih merata.

Chery juga menempatkan kisi-kisi AC tambahan pada baris ketiga dan pilar C. Penempatan tersebut ditujukan agar penumpang di bagian belakang tetap mendapatkan distribusi udara yang memadai.

Memiliki Dua Pilihan Powertrain

Chery Tiggo V ditawarkan dengan dua pilihan teknologi penggerak. Konsumen nantinya dapat memilih mesin pembakaran internal atau ICE dan varian dengan teknologi Chery Super Hybrid (CSH).

Teknologi CSH yang digunakan pada Tiggo V memiliki efisiensi termal hingga 42,5 persen. Chery juga mengklaim varian tersebut mampu menawarkan jarak tempuh total hingga 1.030 km. :contentReference[oaicite:4]{index=4}

Teknologi Konektivitas

Sektor hiburan dan konektivitas Tiggo V mengandalkan sistem Human-Machine Intelligence terbaru. Sistem tersebut mendukung integrasi dengan perangkat pengguna melalui wireless Apple CarPlay dan Android Auto.

Konektivitas tersebut menjadi bagian dari upaya Chery memberikan pengalaman penggunaan yang lebih praktis, terutama bagi konsumen yang menggunakan kendaraan untuk perjalanan harian dan perjalanan keluarga.

Indonesia Jadi Pasar Penting Chery

Pemilihan Indonesia sebagai negara pertama di luar China untuk peluncuran Tiggo V menunjukkan pentingnya pasar Indonesia bagi Chery. Model ini bahkan dikembangkan dengan pendekatan yang secara khusus mempertimbangkan kebutuhan pengguna lokal.

Strategi tersebut berbeda dengan sekadar membawa model global ke pasar Indonesia. Chery mencoba memasukkan karakteristik jalan, iklim, serta pola mobilitas masyarakat ke dalam proses pengembangan kendaraan sejak tahap awal.

Tiggo V Diperkenalkan di GIIAS 2026

Chery resmi memperkenalkan Tiggo V dalam ajang GIIAS 2026. Kehadiran kendaraan tersebut menjadi bagian dari strategi Chery memperluas portofolio produknya di Indonesia.

Konsep yang menggabungkan SUV, MPV, dan double cab membuat Tiggo V memiliki posisi yang cukup unik. Kendaraan ini berusaha menjawab kebutuhan konsumen yang menginginkan mobil keluarga tetapi tetap membutuhkan fleksibilitas untuk membawa barang dan melakukan aktivitas luar ruang.

Riset Konsumen Menjadi Dasar Pengembangan

Pengembangan Tiggo V memperlihatkan bagaimana riset pasar dapat diterapkan langsung dalam pengembangan produk otomotif. Chery tidak hanya mengamati tren penjualan, tetapi juga mempelajari kondisi jalan dan kebiasaan pengguna secara langsung.

Pendekatan tersebut memungkinkan produsen mendapatkan gambaran mengenai kebutuhan yang mungkin tidak terlihat hanya dari data pasar. Hasilnya kemudian diterjemahkan menjadi fitur, konfigurasi kabin, kemampuan berkendara, serta teknologi yang digunakan pada kendaraan.

Menunggu Kehadiran di Pasar

Chery Tiggo V menjadi salah satu model yang menarik untuk diperhatikan setelah debut globalnya di Indonesia. Dengan konsep 3-in-1 dan pengembangan yang berangkat dari riset konsumen lokal, kendaraan ini membawa pendekatan berbeda di segmen otomotif nasional.

Keberhasilan Tiggo V nantinya akan sangat bergantung pada penerimaan konsumen, harga, ketersediaan varian, layanan purnajual, serta kemampuan Chery mempertahankan keunggulan yang ditawarkan kendaraan tersebut.

Jika strategi tersebut berhasil, Tiggo V dapat menjadi contoh bagaimana kebutuhan pasar Indonesia tidak hanya menjadi target penjualan, tetapi juga menjadi bagian langsung dari proses pengembangan sebuah produk otomotif.

Sumber