Daikin Goes to School Hadir di SMKN 3 Mataram, Guru Dibekali Teknologi AC Terbaru

Program Daikin Goes to School di SMKN 3 Mataram membekali 18 guru dengan pelatihan teknologi AC Multi S Installation untuk memperkuat kompetensi vokasi.

Pelatihan teknologi tata udara Daikin Goes to School bagi guru SMKN 3 Mataram
Pelatihan teknologi tata udara Daikin Goes to School bagi guru SMKN 3 Mataram

Program Daikin Goes to School hadir di SMKN 3 Mataram, Nusa Tenggara Barat, dengan membawa pelatihan teknologi tata udara bagi tenaga pendidik. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara dunia industri dan pendidikan vokasi, sekaligus memberikan pembekalan yang lebih dekat dengan kebutuhan praktik di industri pendingin dan tata udara.

SMKN 3 Mataram menjadi sekolah pertama di Nusa Tenggara Barat yang menyelenggarakan pelatihan Training AC Multi S Installation bagi guru dalam rangkaian program tersebut. Pelatihan berlangsung selama dua hari, pada 29 hingga 30 Juni 2026, dengan materi yang menggabungkan pemahaman teori dan praktik langsung di bengkel sekolah.

18 Guru Mengikuti Pelatihan Teknologi AC

Pelatihan diikuti 18 guru yang berasal dari sejumlah program keahlian di SMKN 3 Mataram. Pesertanya tidak hanya berasal dari bidang Teknik Pendingin dan Tata Udara, tetapi juga melibatkan guru dari program keahlian lain yang memiliki keterkaitan dengan kelistrikan, elektronika, hingga otomotif.

Keterlibatan lintas program keahlian tersebut memperlihatkan bahwa teknologi tata udara memiliki hubungan dengan berbagai kompetensi teknis. Sistem pendingin tidak berdiri sendiri karena proses pemasangan dan pengoperasiannya membutuhkan pemahaman mengenai instalasi, kelistrikan, perangkat elektronik, serta prosedur teknis yang sesuai.

Pelatihan dipandu oleh Instruktur Regional Bali Nusra Daikin, I Made Adi Guna Dharma, S.T. Dalam kegiatan tersebut, para guru mendapatkan kesempatan memahami teknologi AC Multi S Installation sekaligus melakukan praktik menggunakan peralatan yang tersedia di lingkungan sekolah.

Materi Tidak Hanya Berupa Teori

Salah satu bagian penting dalam pelatihan adalah pendekatan praktik. Para peserta tidak hanya menerima penjelasan mengenai teknologi AC, tetapi juga mempraktikkan sejumlah tahapan instalasi yang berkaitan dengan sistem pendingin udara.

Materi praktik mencakup pemasangan unit indoor dan outdoor. Selain itu, peserta mendapatkan pembekalan mengenai proses swaging, brazing, flaring, tes tekan, vacuum, commissioning test, hingga pump down.

Rangkaian materi tersebut memberikan gambaran mengenai pentingnya ketelitian dalam proses pemasangan sistem tata udara. Setiap tahapan membutuhkan prosedur yang tepat agar instalasi dapat dilakukan sesuai standar kerja yang dipelajari selama pelatihan.

Mendekatkan Pembelajaran dengan Praktik Industri

Bagi pendidikan vokasi, pengalaman belajar yang berkaitan langsung dengan praktik industri memiliki arti penting. Guru tidak hanya berperan menyampaikan teori kepada peserta didik, tetapi juga perlu memahami perkembangan teknologi dan metode kerja yang digunakan di lapangan.

Pembekalan bagi guru melalui kegiatan seperti ini dapat menjadi salah satu cara untuk memperbarui wawasan teknis sebelum pengetahuan tersebut diterapkan dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, materi yang disampaikan kepada siswa dapat memiliki hubungan yang lebih dekat dengan kebutuhan kompetensi di dunia kerja.

Kolaborasi antara sekolah dan industri juga memberikan ruang bagi sekolah untuk memahami perkembangan teknologi yang terus berubah. Di bidang tata udara, perubahan teknologi menuntut tenaga pengajar untuk terus memperbarui pengetahuan agar pembelajaran tidak hanya bertumpu pada materi yang bersifat dasar.

Daikin Goes to School Perkuat Pendidikan Vokasi

Daikin Goes to School merupakan program yang diarahkan untuk mendukung pengembangan pendidikan vokasi melalui kegiatan pelatihan dan pengenalan dunia industri. Dalam pelaksanaan sebelumnya, program tersebut juga digunakan Daikin untuk memberikan wawasan teknis maupun keterampilan pendukung kepada siswa dan pengajar di sekolah kejuruan.

Daikin menjelaskan bahwa program Goes To School menjadi salah satu bagian dari inisiatif perusahaan yang menyasar dunia pendidikan. Kegiatannya dilakukan melalui kunjungan ke berbagai sekolah menengah dengan fokus pada pelatihan serta pengembangan wawasan yang berkaitan dengan industri solusi tata udara.

Model kolaborasi seperti ini menempatkan industri bukan hanya sebagai pengguna tenaga kerja lulusan sekolah vokasi, tetapi juga sebagai salah satu pihak yang dapat membantu memperkenalkan perkembangan teknologi kepada lingkungan pendidikan.

Guru Menjadi Penghubung antara Industri dan Siswa

Dalam pendidikan kejuruan, peningkatan kompetensi guru memiliki dampak yang lebih luas karena pengetahuan yang diperoleh pendidik dapat diterapkan kembali dalam proses pembelajaran. Guru menjadi penghubung antara materi yang dipelajari siswa di sekolah dengan keterampilan yang dibutuhkan ketika mereka memasuki dunia kerja.

Karena itu, pelatihan teknologi AC bagi guru SMKN 3 Mataram tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis individu peserta. Pengetahuan mengenai instalasi dan prosedur kerja dapat menjadi tambahan wawasan bagi kegiatan praktik siswa, khususnya bagi program keahlian yang memiliki hubungan dengan tata udara, kelistrikan, elektronika, dan bidang teknik lainnya.

Pendekatan tersebut juga dapat membantu sekolah membangun budaya pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan industri. Ketika teknologi yang digunakan di lapangan berubah, lingkungan pendidikan perlu memiliki kemampuan untuk mengikuti perubahan tersebut secara bertahap.

Praktik Instalasi Menjadi Bagian Penting Pembekalan

Pelaksanaan praktik langsung menjadi salah satu bagian yang membedakan pelatihan teknis dari pembelajaran yang hanya berorientasi pada teori. Dalam instalasi sistem pendingin, peserta perlu memahami urutan pekerjaan dan penggunaan metode yang tepat.

Materi seperti flaring, brazing, tes tekan, dan vacuum berkaitan dengan proses instalasi yang membutuhkan ketelitian. Sementara itu, commissioning test dan pump down menjadi bagian dari rangkaian pekerjaan yang diperkenalkan kepada peserta dalam pelatihan.

Dengan memperoleh pengalaman praktik, guru memiliki kesempatan untuk memahami proses kerja secara lebih menyeluruh. Pengetahuan tersebut kemudian dapat menjadi referensi ketika menyusun atau memperbarui materi praktik di sekolah.

Kolaborasi Industri dan Sekolah Semakin Dibutuhkan

Perkembangan teknologi membuat hubungan antara sekolah kejuruan dan dunia industri menjadi semakin penting. Sekolah perlu memastikan bahwa keterampilan yang diberikan kepada siswa tetap memiliki relevansi dengan kebutuhan pekerjaan, sementara industri membutuhkan calon tenaga kerja yang memahami dasar-dasar teknis serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Program pelatihan yang melibatkan tenaga ahli industri dapat menjadi salah satu bentuk pertukaran pengetahuan. Sekolah memperoleh akses terhadap wawasan yang lebih dekat dengan praktik industri, sedangkan industri dapat berinteraksi secara langsung dengan lingkungan pendidikan dan melihat kebutuhan pengembangan kompetensi di tingkat sekolah.

Dalam jangka panjang, pola kerja sama semacam ini dapat mendukung penguatan pendidikan vokasi apabila dilakukan secara berkelanjutan. Bukan hanya fasilitas yang penting, tetapi juga kualitas pengajar, relevansi materi pembelajaran, serta kesempatan untuk mengenal standar dan prosedur kerja yang digunakan di industri.

SMKN 3 Mataram Jadi Titik Penguatan Kompetensi di NTB

Pelaksanaan Daikin Goes to School di SMKN 3 Mataram memiliki arti khusus karena pelatihan tersebut disebut sebagai yang pertama diselenggarakan Daikin bagi guru SMK di wilayah Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini sekaligus memperluas jangkauan kolaborasi pendidikan vokasi yang sebelumnya telah dilakukan di berbagai sekolah kejuruan.

Bagi SMKN 3 Mataram, keterlibatan guru dari berbagai program keahlian memberikan ruang untuk memperluas pemahaman mengenai teknologi tata udara. Pengetahuan tersebut dapat menjadi tambahan kompetensi yang mendukung proses pembelajaran berbasis praktik.

Pelatihan juga memperlihatkan bahwa pengembangan kompetensi pendidikan vokasi tidak selalu harus berlangsung di luar lingkungan sekolah. Bengkel sekolah dapat menjadi tempat belajar yang mempertemukan teori, praktik, dan pengetahuan industri selama didukung dengan materi serta pendampingan yang sesuai.

Menyiapkan Pendidikan yang Lebih Dekat dengan Dunia Kerja

Penguatan kompetensi guru menjadi salah satu bagian penting dalam menyiapkan pendidikan yang mampu mengikuti perubahan kebutuhan dunia kerja. Guru yang memperoleh pembaruan pengetahuan teknis memiliki kesempatan untuk membawa wawasan tersebut ke ruang kelas dan kegiatan praktik.

Dalam konteks Daikin Goes to School, pembekalan teknologi AC Multi S Installation memberikan contoh bagaimana kolaborasi industri dapat diarahkan pada peningkatan kemampuan pendidik. Materi yang diberikan tidak hanya memperkenalkan perangkat, tetapi juga mencakup tahapan kerja yang perlu dipahami dalam proses instalasi.

Ke depan, keberlanjutan kolaborasi antara industri dan sekolah dapat menjadi salah satu faktor pendukung pengembangan pendidikan vokasi. Semakin dekat hubungan antara materi pembelajaran dengan praktik industri, semakin terbuka pula kesempatan bagi siswa untuk memahami kompetensi yang akan mereka perlukan ketika memasuki dunia kerja.

Hadirnya Daikin Goes to School di SMKN 3 Mataram pada akhirnya tidak hanya menjadi agenda pelatihan teknologi pendingin. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan kebutuhan industri dengan proses pendidikan melalui peningkatan kompetensi guru. Dengan pembekalan teori dan praktik teknologi AC Multi S Installation, para pendidik memperoleh tambahan wawasan yang dapat dikembangkan kembali dalam pembelajaran di sekolah.

Kolaborasi semacam ini menunjukkan bahwa penguatan pendidikan vokasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Sekolah menyediakan lingkungan pembelajaran dan tenaga pendidik, sementara industri dapat memberikan pengetahuan mengenai perkembangan teknologi serta praktik kerja. Ketika keduanya berjalan beriringan, pendidikan vokasi memiliki peluang lebih besar untuk terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan dunia kerja yang berkembang.

Sumber