Dino Beganovic Belajar dari Hamilton dan Leclerc, Makin Percaya Diri Bersama Ferrari

Dino Beganovic memanfaatkan pengalaman bersama Ferrari untuk belajar dari Lewis Hamilton dan Charles Leclerc sekaligus membangun kembali kepercayaan dirinya pada musim Formula 2 2026.

Dino Beganovic menjalani aktivitas bersama Ferrari pada musim Formula 1 2026
Dino Beganovic menjalani aktivitas bersama Ferrari pada musim Formula 1 2026

Dino Beganovic menjadikan musim 2026 sebagai periode penting untuk mengembangkan kemampuan balap sekaligus memperkuat mentalitasnya. Pembalap Swedia tersebut tidak hanya menjalani persaingan di Formula 2 bersama DAMS Lucas Oil, tetapi juga mendapat kesempatan menjalankan tugas bersama Ferrari. Pengalaman itu memberinya kesempatan untuk belajar langsung dari dua pembalap Formula 1, Lewis Hamilton dan Charles Leclerc.

Di Formula 2, musim Beganovic berjalan dengan hasil yang beragam. Ia mengawali tahun dengan performa menjanjikan melalui pole position di Melbourne, kemudian meraih podium pada Feature Race di Miami dan Monte Carlo. Namun, sejumlah masalah yang membuatnya gagal finis ketika berada dalam persaingan untuk kemenangan membuat perolehan poinnya tidak maksimal.

Menjelang jeda musim panas, Beganovic kembali menunjukkan daya saing dengan meraih podium pada Sprint Race di Spa-Francorchamps dan Budapest. Rangkaian hasil tersebut menjadi bagian dari prosesnya untuk menjaga kepercayaan diri sekaligus mengejar hasil yang lebih konsisten pada paruh kedua musim.

Awal Musim Menjanjikan tetapi Hasil Belum Maksimal

Beganovic mengakui bahwa awal musim 2026 sebenarnya memberikan sinyal positif. Pole position di Melbourne menjadi bukti bahwa kecepatan mobil dan performanya mampu membawa mereka berada di posisi terdepan. Namun, peluang tersebut tidak berakhir dengan hasil yang diharapkan setelah ia gagal menyelesaikan balapan.

Situasi serupa kembali terjadi di Montreal. Beganovic berada dalam posisi kuat pada Feature Race ketika menempati posisi kedua sebelum masalah kembali menghentikan langkahnya. Dua kejadian tersebut menjadi bagian penting dari evaluasinya karena performa yang ditunjukkan sebenarnya memberikan gambaran mengenai potensi yang dimiliki.

Di sisi lain, akhir pekan di Austria menjadi salah satu periode yang lebih sulit. Beganovic menyebut timnya kekurangan kecepatan secara keseluruhan dan menghadapi akhir pekan yang berat. Ia akhirnya tidak memperoleh poin pada putaran tersebut.

Posisi di Klasemen Belum Mencerminkan Potensi

Dalam wawancara dengan Formula 2, Beganovic tercatat berada di posisi ketujuh klasemen dengan 79 poin. Ia tertinggal 88 poin dari pemimpin klasemen Nikola Tsolov. Secara matematis peluangnya masih terbuka, tetapi pembalap berusia 22 tahun itu menyadari bahwa sejumlah poin yang hilang dari hasil gagal finis membuat posisinya tidak sebaik yang diharapkan.

Meski kecewa, Beganovic melihat sisi positif dari pengalaman tersebut. Performa ketika berada di depan membuatnya tetap percaya bahwa kemampuan untuk bersaing memperebutkan hasil besar sebenarnya tersedia. Tantangan berikutnya adalah mengubah performa tersebut menjadi hasil yang konsisten dan memaksimalkan setiap peluang yang muncul.

Bagi seorang pembalap yang tengah membangun karier, kemampuan mempertahankan ketenangan setelah kehilangan peluang menjadi bagian penting dari perkembangan. Beganovic memilih untuk tidak larut dalam hasil yang sudah berlalu dan lebih berfokus pada bagaimana memanfaatkan setiap akhir pekan balapan berikutnya.

Beganovic Merasa Berkembang sebagai Pembalap

Selain mengevaluasi hasil, Beganovic juga menilai perkembangan pribadinya. Ia merasa mampu mempertahankan level performa yang ditunjukkannya pada akhir musim 2025 dan membawa pengalaman tersebut ke dalam kampanye Formula 2 2026.

Sebelum memasuki musim ini, Beganovic telah mendapatkan pengalaman dari dua tahun di Formula 3. Pengalaman tersebut digunakan untuk meningkatkan kemampuannya dalam pertarungan di lintasan, memahami jalannya balapan, dan mengambil keputusan secara lebih matang ketika menghadapi situasi yang berubah.

Menurut Beganovic, perkembangan itu membuat dirinya menjadi pembalap yang lebih lengkap. Ia merasa lebih cerdas ketika berduel di lintasan dan semakin memahami bagaimana mengelola sebuah akhir pekan balap, baik dari sisi dirinya sendiri maupun dari sisi tim.

Perkembangan tersebut menjadi modal penting karena Formula 2 menuntut pembalap bukan hanya memiliki kecepatan satu putaran. Konsistensi, kemampuan membaca situasi balapan, pengelolaan ban, komunikasi dengan tim, serta kemampuan memaksimalkan peluang juga menjadi bagian dari proses menuju hasil yang lebih baik.

Kesempatan Belajar Bersama Ferrari

Di luar aktivitas Formula 2, Beganovic tetap menjalankan tugasnya sebagai bagian dari Ferrari Driver Academy. Pada musim 2026, ia mengikuti sejumlah pengujian dan sesi Free Practice 1 bersama tim Formula 1 tersebut.

Pengalaman itu memberikan nilai tambah yang besar bagi pembalap muda. Beganovic tidak sekadar menggunakan kesempatan tersebut untuk mengemudikan mobil Formula 1, tetapi juga memanfaatkannya sebagai ruang belajar dari pembalap yang sudah memiliki pengalaman panjang di level tertinggi.

Dua sosok yang menjadi perhatian Beganovic adalah Lewis Hamilton dan Charles Leclerc. Keduanya merupakan pembalap Ferrari dan memiliki pengalaman panjang di Formula 1. Bagi Beganovic, dapat berada di lingkungan yang sama dengan mereka memberikan kesempatan untuk membandingkan data, mengamati cara kerja tim, serta memahami pendekatan pembalap papan atas.

Kesempatan tersebut menjadi semakin berkesan ketika Beganovic menjalani FP1 di Barcelona dengan menggunakan mobil yang sebelumnya digunakan Hamilton. Sebelumnya, ia juga sudah mendapatkan kesempatan menjalani dua sesi FP1 pada musim 2025 dengan mobil Leclerc.

Belajar dari Sikap Hamilton dan Leclerc

Beganovic melihat pengalaman bersama Hamilton dan Leclerc bukan hanya dari sisi teknis berkendara. Ia juga memperhatikan bagaimana kedua pembalap tersebut bekerja dan mempertahankan motivasi dalam lingkungan kompetitif.

Menurut Beganovic, Hamilton menunjukkan motivasi yang kuat dan terus mendorong tim meskipun sudah menjalani karier panjang. Sikap tersebut memberikan inspirasi bagi pembalap muda yang sedang berusaha membangun jalannya sendiri menuju level tertinggi.

Leclerc juga menjadi sosok yang diperhatikan Beganovic karena ambisinya bersama Ferrari. Dari lingkungan tersebut, Beganovic mendapatkan gambaran bahwa kemampuan seorang pembalap tidak hanya ditentukan oleh kecepatan di lintasan, tetapi juga oleh dorongan untuk terus berkembang dan membantu tim mencapai target.

Pengalaman tersebut kemudian coba dibawa Beganovic ke Formula 2. Ia menggambarkan dirinya seperti spons yang terus menyerap pengetahuan. Ia ingin mengambil hal-hal yang bisa dipelajari dari lingkungan Formula 1 dan menerapkannya ketika memimpin perjuangan DAMS di Formula 2.

Pengalaman Ferrari Membantu Membangun Kepercayaan Diri

Musim yang penuh pasang surut sempat memengaruhi kepercayaan diri Beganovic. Ia mengakui bahwa dirinya dapat terlalu keras terhadap diri sendiri ketika hasil tidak sesuai harapan. Karena itu, kesempatan tampil bersama Ferrari menjadi pengingat bahwa dirinya mempunyai kemampuan untuk bersaing di level tinggi.

Penampilan dalam sesi Formula 1 di Barcelona dan Austria memberikan dorongan tambahan. Beganovic merasa mampu tampil percaya diri dan menunjukkan kemampuannya ketika berada di dalam mobil Ferrari. Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa hasil yang kurang baik di Formula 2 tidak serta-merta menggambarkan keseluruhan kemampuan seorang pembalap.

Bagi Beganovic, perbandingan dengan pembalap seperti Hamilton juga memberikan perspektif mengenai posisinya sendiri. Ia dapat melihat secara langsung bagaimana performanya dibandingkan dengan pembalap yang telah lama berada di Formula 1. Pengalaman tersebut menjadi sumber keyakinan untuk terus bekerja dan memperbaiki diri.

Fokus pada Setiap Akhir Pekan Balapan

Dengan jarak dari pemimpin klasemen yang sudah melebar, Beganovic memilih pendekatan yang lebih terukur. Alih-alih terlalu memikirkan posisi akhir kejuaraan, ia ingin fokus pada satu akhir pekan balapan pada satu waktu.

Pendekatan tersebut berarti memaksimalkan apa yang dapat dilakukan dirinya dan mobil pada setiap kesempatan. Setiap sesi, mulai dari latihan hingga balapan, menjadi peluang untuk memperoleh hasil terbaik tanpa terlalu terbebani oleh perhitungan klasemen.

Strategi mental semacam itu juga membantu pembalap menghadapi tekanan setelah kehilangan poin penting. Dengan memusatkan perhatian pada proses, Beganovic dapat mengurangi risiko membawa kekecewaan dari satu balapan ke balapan berikutnya.

Target Kebangkitan pada Paruh Kedua Musim

Pengalaman bersama Ferrari memberikan tambahan keyakinan bagi Beganovic ketika memasuki bagian lanjutan musim Formula 2 2026. Ia telah melihat bahwa dirinya mampu menunjukkan performa yang kuat ketika kondisi mobil dan situasi balapan mendukung.

Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi. Pole position dan podium telah menunjukkan bahwa kecepatan bukan persoalan utama ketika seluruh faktor berjalan sesuai harapan. Yang dibutuhkan adalah kemampuan mengubah peluang tersebut menjadi hasil secara lebih rutin.

Pengalaman gagal finis di Melbourne dan Montreal juga menjadi pelajaran penting. Setiap peluang yang datang harus dimaksimalkan karena persaingan di Formula 2 sangat ketat. Kehilangan poin dalam satu balapan dapat memberikan pengaruh terhadap posisi di klasemen dan memperbesar tekanan pada putaran berikutnya.

Beganovic kini memiliki kombinasi pengalaman dari Formula 3, Formula 2, dan aktivitas bersama Ferrari. Perjalanan tersebut memberinya perspektif yang lebih luas mengenai tuntutan menjadi pembalap profesional. Ia tidak hanya dituntut cepat, tetapi juga harus mampu memahami mobil, bekerja bersama tim, membaca balapan, dan menjaga ketenangan ketika menghadapi tekanan.

Ferrari Menjadi Bagian Penting dalam Perkembangan Karier

Hubungan Beganovic dengan Ferrari menjadi salah satu elemen penting dalam perkembangan kariernya. Sebagai anggota Ferrari Driver Academy, ia mendapat kesempatan untuk merasakan lingkungan Formula 1 sekaligus berinteraksi dengan pembalap yang memiliki pengalaman berbeda.

Bagi pembalap muda, pengalaman tersebut dapat menjadi sumber pembelajaran yang tidak mudah diperoleh hanya melalui kompetisi junior. Berada di sekitar tim Formula 1 memberikan gambaran mengenai standar kerja, persiapan, komunikasi, dan tuntutan yang diperlukan untuk mencapai level tertinggi.

Beganovic juga tidak melihat pengalaman tersebut sebagai alasan untuk berhenti berkembang. Sebaliknya, ia ingin menggunakan setiap kesempatan sebagai bekal untuk kembali ke Formula 2 dengan kemampuan dan keyakinan yang lebih baik.

Hal itu terlihat dari fokusnya untuk terus belajar dari pengalaman bersama Ferrari sambil tetap menjalankan target utama di Formula 2. Ia ingin membuktikan kemampuan melalui hasil di lintasan dan membantu DAMS Lucas Oil tampil kompetitif pada setiap putaran.

Perjalanan Masih Panjang

Musim 2026 menunjukkan bahwa perjalanan Beganovic tidak sepenuhnya berjalan mulus. Pole position, podium, kegagalan finis, akhir pekan tanpa poin, hingga penampilan bersama Ferrari menjadi bagian dari satu proses perkembangan yang sama.

Daripada melihat musim hanya dari posisi klasemen, perjalanan tersebut juga dapat dinilai dari perkembangan kemampuan yang dibangun Beganovic. Ia merasa semakin matang dalam pertarungan, lebih memahami pengelolaan akhir pekan balapan, dan mendapatkan pengalaman baru melalui keterlibatannya dengan Ferrari.

Pelajaran dari Hamilton dan Leclerc menambah dimensi lain dalam proses tersebut. Beganovic dapat melihat langsung bagaimana dua pembalap Formula 1 bekerja, mempertahankan motivasi, dan terus mengejar hasil terbaik. Pengalaman itu menjadi bekal berharga ketika ia kembali menghadapi persaingan ketat di Formula 2.

Untuk sisa musim, fokus Beganovic sederhana: menjalani setiap balapan dengan maksimal, memanfaatkan potensi mobil, dan menjaga kepercayaan diri. Hasil akhir klasemen memang penting, tetapi proses memperbaiki performa dari satu putaran ke putaran berikutnya akan menjadi bagian utama dari upayanya untuk kembali bersaing di barisan depan.

Sumber