Ferrari mengawali akhir pekan Formula 1 Grand Prix Hungaria 2026 dengan performa yang menjanjikan. Tim asal Italia tersebut menguasai dua sesi latihan bebas yang berlangsung di Hungaroring, Budapest, melalui Charles Leclerc dan Lewis Hamilton. Leclerc menjadi pembalap tercepat pada Free Practice 1 atau FP1, sementara Hamilton mengambil posisi teratas pada Free Practice 2 atau FP2.
Hasil tersebut membuat Ferrari menjadi tim yang paling menonjol pada hari pertama aktivitas lintasan GP Hungaria. Leclerc membuka hari dengan catatan waktu terbaik 1 menit 19,075 detik pada FP1. Beberapa jam kemudian, Hamilton menutup sesi kedua sebagai pembalap tercepat dengan waktu 1 menit 18,729 detik. Dalam FP2, Ferrari bahkan mengamankan posisi pertama dan kedua melalui Hamilton dan Leclerc.
Leclerc Membuka FP1 dengan Kecepatan Terbaik
Charles Leclerc langsung menunjukkan kecepatan mobil Ferrari pada sesi latihan pertama. Pembalap asal Monako itu mencatat waktu 1:19.075 untuk menempati posisi teratas. Max Verstappen dari Red Bull berada di posisi kedua dengan selisih 0,484 detik, sedangkan Lewis Hamilton melengkapi tiga besar dengan selisih 0,543 detik dari rekan setimnya.
Hasil tersebut memperlihatkan bahwa dua mobil Ferrari mampu berada di kelompok terdepan sejak awal sesi. Leclerc dan Hamilton sama-sama menunjukkan bahwa SF-26 memiliki kecepatan yang kompetitif di karakter sirkuit Hungaroring.
Namun, sesi Leclerc tidak sepenuhnya berjalan tanpa masalah. Menjelang akhir FP1, pembalap Ferrari tersebut mengalami persoalan mekanis dan harus menghentikan mobilnya. Leclerc dilaporkan memberi tahu tim bahwa ada sesuatu yang rusak sebelum akhirnya menghentikan mobil di sekitar jalur pit. Penyebab detail persoalan tersebut belum dipastikan dalam laporan awal.
Ferrari Tetap Menjadi Perhatian Utama
Masalah yang dialami Leclerc menjadi catatan penting bagi Ferrari karena kecepatan satu putaran harus berjalan beriringan dengan keandalan mobil. Meski demikian, performa keseluruhan pada FP1 tetap menunjukkan potensi kuat Ferrari. Hamilton berada di posisi ketiga, sehingga kedua pembalap tim tersebut tetap berada di barisan depan.
Di belakang mereka, Isack Hadjar menempati posisi keempat untuk Red Bull, sementara George Russell menjadi pembalap tercepat kelima. Posisi tersebut memberikan gambaran bahwa Red Bull dan Mercedes masih berada dalam persaingan, meskipun Ferrari menjadi tim yang paling mencuri perhatian pada sesi pembuka.
Hamilton Membawa Ferrari ke Puncak FP2
Dominasi Ferrari berlanjut pada latihan kedua. Kali ini Lewis Hamilton mengambil alih posisi teratas setelah mencatat waktu 1:18.729. Hamilton unggul 0,148 detik atas Leclerc yang berada di posisi kedua. Dengan demikian, Ferrari mencatat finis satu-dua pada FP2.
Lando Norris dari McLaren berada di posisi ketiga dengan selisih 0,499 detik dari Hamilton. Max Verstappen menempati posisi keempat, sedangkan George Russell berada di urutan kelima. Hasil ini menunjukkan bahwa Ferrari bukan hanya mampu menghasilkan satu lap cepat, tetapi juga menempatkan kedua pembalapnya di dua posisi teratas.
Keunggulan Hamilton juga menjadi menarik karena pembalap Inggris tersebut berhasil mengungguli rekan setimnya yang sebelumnya menjadi pembalap tercepat pada FP1. Perubahan posisi tersebut menunjukkan bahwa persaingan internal Ferrari juga menjadi salah satu hal yang menarik untuk diperhatikan sepanjang akhir pekan.
Hamilton Unggul Tipis atas Leclerc
Selisih 0,148 detik antara Hamilton dan Leclerc menunjukkan betapa ketatnya persaingan di dalam Ferrari. Keduanya menggunakan mobil yang sama, tetapi kemampuan menemukan waktu terbaik pada kondisi lintasan dan ban yang berbeda membuat posisi teratas berpindah tangan.
Hamilton berhasil mencatat waktu terbaik setelah melakukan lap cepat dengan ban soft. Leclerc sebelumnya sempat berada di depan, tetapi Hamilton kemudian mampu meningkatkan catatan waktunya dan mengamankan posisi pertama hingga akhir sesi.
Keunggulan tersebut membuat Hamilton menjadi pembalap tercepat pada hari pertama latihan GP Hungaria 2026. Namun, hasil latihan belum menentukan posisi start maupun hasil balapan. Tim masih harus memanfaatkan sesi berikutnya untuk memahami perkembangan mobil dan kondisi lintasan sebelum menghadapi kualifikasi.
Ferrari Menunjukkan Paket yang Kompetitif di Hungaroring
Hungaroring memiliki karakter yang membuat pengaturan mobil menjadi penting. Sirkuit di Budapest memiliki kombinasi tikungan yang membutuhkan keseimbangan mobil dan kemampuan pembalap menjaga kecepatan melalui rangkaian tikungan. Karena itu, catatan Ferrari dalam dua sesi latihan menjadi indikasi awal bahwa mobil mereka bekerja dengan baik pada karakter lintasan tersebut.
Ferrari juga mendapatkan kesempatan untuk membandingkan performa kedua pembalapnya dalam kondisi latihan yang berbeda. Leclerc memberikan patokan pada FP1, sedangkan Hamilton menjadi benchmark pada FP2. Situasi tersebut memberi tim data yang berharga untuk menentukan arah persiapan menghadapi sesi berikutnya.
Meski demikian, dominasi pada hari Jumat tidak otomatis berarti Ferrari akan menjadi tim tercepat ketika kualifikasi dan balapan berlangsung. Tim-tim Formula 1 biasanya menjalankan berbagai program selama latihan, mulai dari simulasi kualifikasi hingga long run untuk mengetahui perilaku mobil dalam kondisi balapan. Karena itu, posisi akhir latihan perlu dibaca sebagai gambaran awal, bukan kesimpulan mengenai hasil akhir akhir pekan.
McLaren dan Red Bull Masih Mengintai
Di tengah performa Ferrari yang kuat, McLaren dan Red Bull tetap menunjukkan kecepatan yang patut diperhitungkan. Lando Norris berada di posisi ketiga pada FP2, hanya tertinggal 0,499 detik dari Hamilton. Max Verstappen berada di urutan keempat dengan selisih 0,692 detik.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa persaingan belum hanya melibatkan Ferrari. Norris menjadi pembalap non-Ferrari tercepat pada FP2, sementara Verstappen juga tetap berada dalam kelompok depan. Dengan karakter Formula 1 yang sangat bergantung pada pengaturan mobil dan kondisi lintasan, selisih waktu pada latihan dapat berubah pada sesi berikutnya.
Mercedes juga masih berada di dalam persaingan melalui George Russell yang menempati posisi kelima pada FP2. Posisi Russell menunjukkan bahwa beberapa tim papan atas masih memiliki peluang untuk mendekati Ferrari ketika persiapan akhir dilakukan.
FP2 Diwarnai Insiden Colapinto
Latihan kedua tidak berjalan sepenuhnya mulus. Franco Colapinto mengalami insiden di tikungan terakhir ketika kehilangan kendali atas mobil Alpine. Mobilnya meluncur mundur menuju pembatas dan mengalami kerusakan pada bagian belakang. Insiden tersebut menyebabkan sesi dihentikan sementara dengan bendera merah.
Situasi tersebut memengaruhi jalannya FP2 karena sejumlah pembalap tidak mendapatkan kesempatan ideal untuk menyelesaikan simulasi lap cepat. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan ketika membandingkan catatan waktu para pembalap, terutama bagi mereka yang belum memperoleh lap representatif menggunakan ban soft.
Lance Stroll juga tidak mengikuti FP2 setelah mobil Aston Martin miliknya mengalami masalah suspensi belakang pada FP1. Tim tidak dapat menyelesaikan perbaikan mobil tepat waktu sehingga Stroll harus melewatkan sesi kedua.
Persaingan Menuju Kualifikasi Semakin Menarik
Dengan Ferrari memimpin kedua sesi latihan, perhatian kini tertuju pada bagaimana tim tersebut mempertahankan kecepatannya ketika memasuki tahap yang lebih menentukan. Leclerc dan Hamilton memiliki data dari dua sesi berbeda yang dapat digunakan untuk menyempurnakan pengaturan mobil.
Bagi Leclerc, prioritas lain tentu memastikan persoalan mekanis yang muncul pada akhir FP1 tidak menjadi hambatan lanjutan. Kecepatan yang ditunjukkannya pada sesi pembuka menjadi modal positif, tetapi keandalan akan tetap menjadi bagian penting dalam persiapan menghadapi kualifikasi dan balapan.
Hamilton juga memiliki alasan untuk percaya diri setelah menjadi pembalap tercepat pada FP2. Namun, selisih yang relatif dekat dengan Leclerc dan keberadaan Norris serta Verstappen di belakang menunjukkan bahwa Ferrari belum bisa menganggap persaingan telah selesai.
Peran Strategi dan Kondisi Lintasan
Hasil latihan juga belum menggambarkan seluruh kekuatan masing-masing tim. Perbedaan jenis ban, jumlah bahan bakar, program simulasi, dan kondisi lintasan dapat memengaruhi catatan waktu. Oleh sebab itu, tim biasanya menggunakan data latihan untuk mempelajari berbagai skenario sebelum menentukan pendekatan untuk kualifikasi dan balapan.
Ferrari memiliki keuntungan berupa performa satu lap yang terlihat kuat dari dua sesi pertama. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan mobil tetap kompetitif dalam simulasi balapan serta mampu menjaga ban dan kecepatan secara konsisten.
Jika Ferrari mampu mempertahankan kombinasi kecepatan dan keandalan tersebut, Leclerc dan Hamilton berpotensi menjadi dua pembalap yang kembali diperhitungkan dalam perebutan posisi terdepan di Hungaroring. Namun, hasil kualifikasi dan balapan tetap menjadi penentu sesungguhnya.
Ferrari Mengirim Sinyal Kuat dari Hari Pertama
Secara keseluruhan, dua sesi latihan pertama GP Hungaria 2026 memberikan sinyal positif bagi Ferrari. Leclerc menjadi yang tercepat pada FP1 dengan catatan 1:19.075, kemudian Hamilton membawa Ferrari ke posisi pertama pada FP2 dengan waktu 1:18.729. Leclerc kembali berada di posisi kedua, sehingga Ferrari menutup hari dengan finis satu-dua pada sesi kedua.
Performa tersebut membuat Ferrari menjadi tim yang paling menonjol pada awal akhir pekan di Hungaroring. Namun, hasil latihan tetap harus ditempatkan dalam konteks yang tepat. Persaingan antara Ferrari, McLaren, Red Bull, dan Mercedes masih terbuka karena setiap tim memiliki program pengujian yang berbeda.
Leclerc dan Hamilton kini memiliki kesempatan untuk membawa momentum tersebut ke sesi berikutnya. Ferrari harus memastikan persoalan mekanis yang sempat dialami Leclerc tidak berlanjut, sementara para rival akan berusaha menemukan tambahan performa untuk memperkecil jarak.
Dengan demikian, GP Hungaria 2026 telah dimulai dengan persaingan yang menarik. Ferrari menguasai dua sesi latihan melalui dua pembalapnya, tetapi belum ada jaminan bahwa keunggulan tersebut akan bertahan hingga kualifikasi maupun balapan. Jawaban mengenai kekuatan sebenarnya masing-masing tim akan mulai terlihat ketika persaingan memasuki sesi yang lebih menentukan di Hungaroring.



