Gempa bumi dangkal berkekuatan magnitudo 3,3 mengguncang wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Rabu (5/8/2026) sore. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada kedalaman 10 kilometer sehingga termasuk kategori gempa dangkal.
BMKG menyebut episentrum gempa berada di wilayah Kabupaten Sukabumi. Hingga laporan awal diterbitkan, belum terdapat informasi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut. :contentReference[oaicite:0]{index=0}
Gempa Dangkal
Gempa dangkal merupakan gempa yang memiliki hiposenter pada kedalaman kurang dari 60 kilometer. Jenis gempa ini umumnya lebih mudah dirasakan masyarakat karena sumber guncangannya relatif dekat dengan permukaan bumi.
Meski memiliki magnitudo yang tidak terlalu besar, gempa dangkal dapat menimbulkan getaran yang cukup terasa di sekitar pusat gempa, terutama apabila terjadi di wilayah padat penduduk.
BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
BMKG memastikan gempa yang terjadi di Sukabumi tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hal tersebut karena magnitudo gempa relatif kecil dan mekanisme sumber gempa tidak memenuhi syarat untuk memicu gelombang tsunami.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Informasi resmi mengenai parameter gempa sebaiknya diperoleh melalui kanal resmi BMKG. :contentReference[oaicite:1]{index=1}
Belum Ada Laporan Kerusakan
Hingga informasi awal dirilis, belum terdapat laporan mengenai dampak kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut. BMKG menjelaskan bahwa parameter gempa dapat berubah setelah dilakukan analisis lanjutan oleh para ahli seismologi.
Karena itu, masyarakat diminta terus memantau pembaruan informasi apabila terdapat revisi parameter ataupun laporan dampak dari instansi terkait.
Imbauan kepada Masyarakat
Dalam situasi setelah gempa, masyarakat disarankan tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan meskipun belum tentu terjadi. Apabila berada di dalam bangunan saat terjadi gempa, langkah keselamatan seperti berlindung di bawah meja yang kokoh dan menjauhi benda yang mudah roboh tetap menjadi tindakan yang dianjurkan.
BMKG juga mengingatkan agar masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya dan hanya mengacu pada informasi resmi dari lembaga berwenang. :contentReference[oaicite:2]{index=2}
Aktivitas Seismik di Jawa Barat
Wilayah Jawa Barat termasuk daerah yang cukup aktif secara tektonik karena dipengaruhi oleh zona subduksi di selatan Pulau Jawa serta sejumlah sesar aktif di daratan. Kondisi tersebut menyebabkan gempa bumi dengan magnitudo kecil hingga sedang relatif sering terjadi di berbagai wilayah, termasuk Sukabumi.
Sebagian besar gempa dengan magnitudo kecil seperti kejadian ini tidak menimbulkan dampak signifikan. Namun, pemantauan aktivitas seismik tetap dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung mitigasi bencana dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi gempa bumi di masa mendatang. :contentReference[oaicite:3]{index=3}



