Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Kepulauan Sangihe, Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa M5,1 mengguncang Tahuna, Kepulauan Sangihe, Selasa 25 Agustus 2026. BMKG mencatat kedalaman 295 km dan gempa tidak berpotensi tsunami.
Gempa bumi, tsunami, banjir, letusan gunung, dan bencana alam lainnya.
← Kembali ke Sains & LingkunganGempa M5,1 mengguncang Tahuna, Kepulauan Sangihe, Selasa 25 Agustus 2026. BMKG mencatat kedalaman 295 km dan gempa tidak berpotensi tsunami.
Pemprov Kalimantan Timur menetapkan status Siaga Bencana akibat peningkatan karhutla. Hingga 22 Agustus 2026, tercatat 430 kejadian dengan luas terbakar 1.260,92 hektare.
Cekungan Bandung memiliki endapan danau purba dengan tanah lunak dan pasir jenuh air yang dapat memperkuat guncangan gempa serta meningkatkan risiko likuifaksi.
Kebakaran meluas di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur. Di tengah upaya pemadaman, kelompok gajah liar terpantau berada di bagian utara kawasan, sementara titik api berada di bagian selatan.
Pemerintah memperkuat operasi terpadu penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dengan mengerahkan sedikitnya 12.880 personel gabungan di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Gempa M7,7 mengguncang NTT dan menyebabkan sejumlah bangunan, termasuk masjid, rusak akibat gempa utama serta rangkaian gempa susulan di Flores.
Pegadaian menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada warga terdampak gempa Magnitudo 7,7 di NTT yang tersebar di enam kabupaten.
Gempa bumi bermagnitudo 6,1 mengguncang wilayah Nias pada 18 Agustus 2026. Titik pusat gempa dilaporkan berada di laut, sehingga pemantauan kondisi wilayah terdampak menjadi perhatian.
Gempa kuat mengguncang Flores, NTT, dan merusak ribuan bangunan. Kabupaten Ngada menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah, sementara pendataan masih berlangsung.
Kemensos menyiapkan bantuan logistik Rp4,52 miliar untuk memenuhi kebutuhan pengungsi gempa NTT, termasuk makanan, tenda, perlengkapan tidur, serta santunan Rp15 juta bagi ahli waris korban meninggal.
Korban gempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur bertambah menjadi 40 orang meninggal dunia dan 50 lainnya mengalami luka-luka atau luka berat.
Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas erupsi dengan delapan letusan dalam rentang enam jam. Kolom letusan tercatat mencapai 800 meter di atas puncak.