Kemensos Siapkan Rp 4,52 Miliar untuk Pengungsi Gempa NTT

Kemensos menyiapkan bantuan logistik Rp4,52 miliar untuk memenuhi kebutuhan pengungsi gempa NTT, termasuk makanan, tenda, perlengkapan tidur, serta santunan Rp15 juta bagi ahli waris korban meninggal.

Penanganan korban gempa di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur
Penanganan korban gempa di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur

Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan bantuan logistik senilai Rp4,52 miliar untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain kebutuhan dasar bagi pengungsi, pemerintah juga menyiapkan santunan bagi keluarga korban meninggal dunia.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari respons Kemensos terhadap kebutuhan mendesak masyarakat setelah gempa mengguncang wilayah NTT. Bantuan diarahkan untuk mendukung kebutuhan pengungsian sekaligus membantu keluarga yang kehilangan anggota keluarganya akibat bencana.

Kemensos Mobilisasi Logistik dari Tiga Titik

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan seluruh sumber daya dikerahkan untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi. Mobilisasi logistik dilakukan melalui tiga titik utama, yakni Sentra Efata Kupang, Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT, dan Gudang Pusat Kemensos di Bekasi.

Menurut Agus Jabo, dua gudang yang berada di NTT menjadi titik penting dalam mobilisasi bantuan menuju wilayah terdampak. Sentra Efata Kupang dan Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT digunakan untuk mendukung penyaluran logistik ke masyarakat yang membutuhkan.

Namun, proses distribusi bantuan dari Kupang menuju sejumlah lokasi terdampak menghadapi kendala kondisi alam. Gelombang laut yang masih tinggi menghambat pengiriman logistik melalui jalur air.

Distribusi Bantuan Menghadapi Kendala Gelombang Tinggi

Hambatan transportasi tersebut membuat Kemensos mengambil langkah khusus agar kebutuhan masyarakat tidak tertunda. Kemensos menerapkan skema belanja langsung di wilayah bencana sehingga kebutuhan pangan dan perlengkapan pengungsian dapat diperoleh di lokasi.

Skema tersebut ditujukan untuk mempercepat akses masyarakat terhadap bantuan tanpa harus menunggu seluruh kebutuhan dikirim dari luar daerah. Dengan cara ini, kebutuhan mendesak di lokasi bencana dapat dipenuhi melalui pengadaan langsung di wilayah terdampak.

Agus Jabo menyebut nilai bantuan logistik yang telah dikerahkan Kemensos mencapai Rp4,52 miliar. Bantuan tersebut mencakup sejumlah kebutuhan dasar yang diperlukan masyarakat selama berada di pengungsian.

Isi Bantuan Logistik

Bantuan yang dikerahkan antara lain makanan siap saji, tenda keluarga, kasur, selimut, serta perlengkapan untuk anak-anak dan orang dewasa. Kemensos juga menambahkan pasokan beras reguler sebanyak 48 ton sebagai bagian dari dukungan kebutuhan pangan masyarakat terdampak.

Komposisi bantuan tersebut menunjukkan bahwa penanganan tidak hanya diarahkan pada penyediaan makanan, tetapi juga kebutuhan tempat tinggal sementara dan perlengkapan dasar selama masa pengungsian. Tenda keluarga disiapkan untuk mendukung tempat berlindung, sementara kasur dan selimut menjadi bagian dari perlengkapan kebutuhan dasar pengungsi.

Perlengkapan untuk anak-anak dan orang dewasa juga termasuk dalam bantuan yang dimobilisasi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan masyarakat yang berada dalam kondisi darurat setelah gempa.

Santunan Rp15 Juta bagi Ahli Waris

Selain bantuan logistik, Kemensos juga memberikan perhatian kepada keluarga korban yang meninggal dunia. Pemerintah menyiapkan santunan berupa tali asih sebesar Rp15 juta untuk ahli waris setiap korban meninggal.

Agus Jabo meminta pemerintah daerah dan Dinas Sosial segera melakukan pendataan serta melaporkan data korban kepada Kemensos. Pendataan tersebut diperlukan agar proses pemberian santunan kepada ahli waris dapat segera dilakukan.

Kebijakan santunan ini menjadi bagian lain dari respons pemerintah terhadap dampak gempa. Jika bantuan logistik ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di pengungsian, santunan diarahkan kepada keluarga yang kehilangan anggota keluarganya akibat bencana.

Respons Darurat untuk Masyarakat Terdampak

Penanganan gempa NTT oleh Kemensos mencakup dua kebutuhan utama, yaitu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dan dukungan bagi keluarga korban meninggal. Bantuan logistik senilai Rp4,52 miliar dikerahkan dengan mempertimbangkan kondisi distribusi di lapangan, termasuk kendala gelombang laut.

Penggunaan skema belanja langsung di wilayah bencana menjadi langkah yang diambil Kemensos untuk mengatasi hambatan pengiriman. Sementara itu, mobilisasi melalui Sentra Efata Kupang, Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT, dan Gudang Pusat Kemensos di Bekasi menjadi bagian dari jalur penyediaan bantuan.

Dengan bantuan berupa makanan siap saji, tenda keluarga, kasur, selimut, perlengkapan anak dan dewasa, serta tambahan 48 ton beras, pemerintah berupaya menjaga agar kebutuhan dasar pengungsi tetap dapat dipenuhi di tengah kondisi darurat. Di sisi lain, pendataan korban menjadi tahapan penting untuk memastikan santunan Rp15 juta dapat diberikan kepada ahli waris yang berhak.

Respons Kemensos tersebut memperlihatkan bahwa penanganan pascagempa tidak hanya berkaitan dengan pengiriman logistik, tetapi juga mencakup dukungan sosial bagi keluarga korban. Bantuan langsung di lokasi dan percepatan pendataan menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam merespons kebutuhan masyarakat terdampak gempa di NTT.

Sumber