Google Assistant memasuki fase akhir penggunaannya di perangkat mobile. Google akan mulai menghapus akses ke asisten digital tersebut dari ponsel dan tablet Android pada September 2026, sebagai bagian dari peralihan menuju Gemini. Perubahan ini menandai berakhirnya era salah satu layanan asisten suara yang selama bertahun-tahun menjadi bagian dari pengalaman Android.
Bagi pengguna, perubahan tersebut bukan sekadar pergantian nama aplikasi. Google sedang mengubah cara layanan asistennya bekerja, dari sistem yang selama ini dikenal karena perintah-perintah praktis menuju pengalaman yang lebih berorientasi pada kecerdasan buatan generatif. Gemini diposisikan sebagai asisten utama baru pada perangkat mobile yang memenuhi persyaratan dan berada di wilayah yang mendukung layanan tersebut.
Google Assistant Mulai Ditinggalkan di Perangkat Mobile
Google telah mengembangkan Assistant sebagai asisten digital yang dapat merespons perintah suara maupun sentuhan. Pengguna Android selama ini dapat memanggilnya dengan perintah suara seperti Hey Google atau melalui metode akses yang tersedia pada perangkat masing-masing. Assistant kemudian dapat membantu menjalankan berbagai tugas sederhana tanpa pengguna harus membuka aplikasi secara manual.
Namun, arah pengembangan Google kini berubah. Gemini secara bertahap mengambil posisi sebagai pengalaman asisten utama di perangkat mobile. Google menjelaskan bahwa pada perangkat Android yang memenuhi syarat, pengguna dapat memulai Gemini melalui aplikasi atau metode akses yang sebelumnya digunakan untuk memanggil Assistant. Ketika Gemini ditetapkan sebagai asisten utama, layanan tersebut menggantikan Google Assistant di perangkat mobile.
Peralihan ini akan semakin jelas mulai September 2026. Berdasarkan informasi yang dikutip Kompas Tekno dan dikonfirmasi melalui informasi dukungan Google, proses penghapusan akses Google Assistant dari perangkat mobile dimulai pada 4 September dan dapat berlangsung selama beberapa pekan sebelum diterapkan secara luas.
Mengapa Google Beralih ke Gemini?
Perubahan tersebut berkaitan erat dengan strategi Google dalam mengembangkan kecerdasan buatan. Google Assistant dirancang terutama sebagai asisten digital untuk menjalankan perintah tertentu, sedangkan Gemini dibangun sebagai layanan AI yang dapat menangani percakapan dan permintaan dengan konteks yang lebih luas.
Perbedaan pendekatan ini membuat Gemini dapat digunakan untuk kebutuhan yang tidak selalu berbentuk perintah singkat. Pengguna dapat berinteraksi dengan Gemini melalui percakapan, mengajukan pertanyaan lanjutan, meminta bantuan menyusun informasi, serta memanfaatkan kemampuan AI yang terus dikembangkan Google.
Dengan menjadikan Gemini sebagai pengalaman utama pada perangkat mobile, Google juga dapat menyatukan layanan asistennya dengan pengembangan model AI yang menjadi bagian penting dari strategi perusahaan. Perubahan ini menunjukkan bahwa pengalaman menggunakan smartphone semakin diarahkan ke interaksi berbasis AI, bukan hanya melalui menu aplikasi dan perintah suara konvensional.
Apa yang Berubah bagi Pengguna Android?
Perubahan paling terasa adalah ketika pengguna memanggil asisten digital melalui metode yang sebelumnya digunakan untuk mengakses Google Assistant. Pada perangkat yang telah beralih, perintah Hey Google atau metode sentuh yang didukung akan memunculkan Gemini apabila layanan tersebut tersedia dan telah menjadi asisten utama.
Google menyebut Gemini dapat menjalankan sebagian tugas yang sebelumnya dilakukan Google Assistant. Artinya, pengguna tidak sepenuhnya kehilangan konsep asisten digital. Yang berubah adalah teknologi dan layanan yang berada di balik pengalaman tersebut.
Google juga menyediakan proses perpindahan bagi perangkat yang memenuhi syarat. Pengguna dapat menerima pemberitahuan dari Google Assistant untuk beralih ke Gemini atau mengunduh aplikasi Gemini melalui Google Play Store. Setelah Gemini dipilih sebagai asisten utama, pengguna dapat mengaksesnya menggunakan metode yang sebelumnya digunakan untuk memanggil Assistant.
Perintah Suara Tetap Menjadi Bagian Penting
Peralihan ke Gemini tidak berarti interaksi suara langsung ditinggalkan. Google tetap mendukung akses melalui perintah suara Hey Google apabila fitur tersebut diaktifkan. Dengan demikian, kebiasaan pengguna dalam memanggil asisten melalui suara masih dapat dipertahankan, meskipun sistem yang memberikan respons telah berubah.
Perubahan ini penting karena banyak pengguna telah terbiasa menggunakan asisten suara untuk menjalankan tugas tanpa harus menyentuh layar. Pergantian layanan berarti pengguna akan tetap memiliki mekanisme interaksi yang serupa, tetapi respons dan kemampuan asistennya berasal dari Gemini.
Tidak Semua Perangkat Google Langsung Terpengaruh
Penghentian Google Assistant yang dibahas dalam perubahan ini berfokus pada pengalaman asisten di perangkat mobile dan perangkat yang terhubung dengannya. Google menjelaskan bahwa perubahan pada ponsel tidak otomatis berarti Assistant berhenti berfungsi pada seluruh ekosistem perangkat Google.
Perangkat non-mobile tertentu masih dapat menggunakan Google Assistant. Dokumentasi Google menyebut smart display, smart speaker, televisi, serta beberapa perangkat lain yang memiliki Assistant bawaan dapat tetap merespons Google Assistant. Karena itu, pengguna tidak seharusnya menganggap bahwa seluruh produk Google akan kehilangan Assistant pada waktu yang sama.
Perbedaan juga berlaku pada perangkat yang terhubung dengan ponsel. Google menjelaskan bahwa ketika Gemini ditetapkan sebagai asisten pada perangkat mobile, perubahan tersebut dapat memengaruhi perangkat yang dipasangkan dengan ponsel, termasuk perangkat wearable tertentu, headphone atau earbud yang kompatibel, serta kendaraan yang menggunakan Android Auto berbasis proyeksi dari perangkat mobile.
Sementara itu, kendaraan yang memiliki Google built-in memiliki perlakuan berbeda. Google Assistant pada perangkat tersebut tidak termasuk dalam perubahan yang sama dengan pengalaman Assistant pada perangkat mobile.
Gemini Belum Menggantikan Semua Fitur Assistant
Meskipun Gemini diposisikan sebagai penerus Google Assistant pada perangkat mobile, Google sendiri mengakui bahwa tidak seluruh fitur dan layanan Assistant tersedia di Gemini. Hal ini menjadi salah satu aspek penting yang perlu diketahui pengguna sebelum menghadapi perubahan.
Dokumentasi Google menyebut sejumlah layanan dari Google Assistant belum didukung oleh Gemini. Contohnya termasuk beberapa penyedia layanan media seperti podcast, berita, radio, serta sebagian penyedia musik pihak ketiga. Mode Interpreter juga disebut masih membutuhkan Google Assistant.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa transisi menuju Gemini bukan sekadar proses mengganti aplikasi lama dengan aplikasi baru. Ada perubahan kemampuan yang perlu diperhatikan karena fungsi yang selama ini digunakan melalui Assistant belum tentu memiliki padanan yang sama pada Gemini.
Google tetap mengembangkan Gemini sehingga kemampuan layanan dapat berubah dari waktu ke waktu. Karena itu, pengalaman pengguna pada masa transisi dapat berbeda bergantung pada perangkat, wilayah, serta fitur yang tersedia.
Pengguna Perlu Memahami Perubahan Sebelum September
Bagi pengguna Android yang masih mengandalkan Google Assistant, masa sebelum penghentian menjadi waktu yang tepat untuk memahami perubahan. Pengguna dapat memeriksa apakah perangkatnya telah menerima pilihan untuk beralih ke Gemini dan melihat bagaimana fungsi yang biasa digunakan bekerja pada asisten baru tersebut.
Langkah ini terutama relevan bagi pengguna yang memanfaatkan Assistant untuk berbagai aktivitas rutin. Jika sebuah fungsi tertentu merupakan bagian penting dari kebiasaan penggunaan perangkat, pengguna perlu memastikan apakah Gemini sudah mendukung fungsi tersebut atau apakah terdapat metode lain untuk menjalankannya.
Google menyediakan opsi pengaturan untuk mengubah pengalaman asisten digital pada perangkat yang kompatibel. Sebelum penghentian dilakukan secara penuh, sebagian pengguna masih dapat menemukan pilihan untuk berpindah antara Gemini dan Google Assistant, tergantung pada kondisi perangkat dan ketersediaan layanan.
Berakhirnya Era Google Assistant di Android
Google Assistant memiliki posisi penting dalam perkembangan asisten digital di smartphone. Selama bertahun-tahun, layanan ini memperkenalkan cara baru bagi pengguna untuk berinteraksi dengan perangkat melalui suara. Pengguna tidak selalu perlu mengetik atau membuka aplikasi untuk menjalankan tugas tertentu.
Kini, pola tersebut memasuki babak baru. Google memilih Gemini sebagai fondasi pengalaman asisten pada perangkat mobile. Pergeseran tersebut mencerminkan perubahan besar dalam industri teknologi, ketika perusahaan teknologi tidak lagi hanya mengembangkan asisten berbasis perintah, tetapi juga mengintegrasikan model AI yang mampu memahami percakapan dan konteks.
Bagi pengguna, perubahan ini menghadirkan dua sisi. Di satu sisi, Gemini menawarkan pendekatan yang lebih luas terhadap interaksi dengan AI. Di sisi lain, pengguna harus beradaptasi dengan kemampuan dan keterbatasan layanan baru, terutama karena tidak seluruh fungsi Google Assistant telah tersedia di Gemini.
Dengan dimulainya penghapusan Google Assistant pada September 2026, pengguna Android akan semakin terbiasa melihat Gemini sebagai wajah baru layanan asisten Google. Perubahan ini sekaligus mempertegas arah Google yang menempatkan kecerdasan buatan sebagai bagian utama dari pengalaman perangkat mobile.
Pada akhirnya, yang berubah bukan sekadar nama asisten di layar ponsel. Pergantian Google Assistant ke Gemini menunjukkan pergeseran cara Google membangun interaksi antara pengguna dan perangkat. Smartphone semakin diarahkan untuk memahami permintaan dalam bentuk percakapan, sementara layanan AI menjadi penghubung antara pengguna, aplikasi, informasi, dan berbagai fungsi perangkat.



