HONOR resmi memperkenalkan Robot Phone, smartphone unik yang membawa konsep kamera bergerak ke tingkat berbeda. Perangkat ini bukan sekadar ponsel dengan kamera beresolusi tinggi, tetapi mengintegrasikan mekanisme gimbal bermotor ke dalam bodinya sehingga kamera dapat bergerak secara fisik.
Konsep tersebut membuat Robot Phone terlihat berbeda dari mayoritas smartphone flagship yang selama ini mengandalkan modul kamera statis. Kamera pada perangkat ini dapat melakukan berbagai gerakan untuk membantu proses pengambilan gambar sekaligus menjadi bagian dari pengalaman interaksi berbasis kecerdasan buatan.
HONOR meluncurkan Robot Phone di China pada 12 Agustus 2026. Perangkat tersebut hadir dengan kamera utama 200 MP yang ditempatkan pada mekanisme gimbal empat derajat kebebasan atau 4DoF. Sistem ini memungkinkan kamera melakukan gerakan pan, tilt, rotasi, serta penyesuaian posisi untuk kebutuhan pengambilan gambar.
Kamera Robot Phone Bisa Bergerak seperti Robot
Fitur paling mencolok dari HONOR Robot Phone berada pada kamera belakangnya. Kamera utama tidak sepenuhnya tertanam secara permanen seperti pada smartphone konvensional, melainkan berada di atas mekanisme gimbal bermotor yang dapat keluar dan bergerak dari bodi perangkat.
Mekanisme tersebut menggunakan struktur berbahan titanium dan dirancang agar tetap dapat dimasukkan ke dalam bodi ketika tidak digunakan. Ketika kamera diaktifkan, modul tersebut dapat bergerak dan menyesuaikan arah pengambilan gambar.
Kemampuan ini membuat HONOR Robot Phone mempunyai semacam bahasa tubuh. Kamera dapat mengubah posisi mengikuti perintah maupun aktivitas tertentu. Dalam demonstrasi fitur, kamera bahkan dapat melakukan gerakan menyerupai anggukan, gelengan kepala dan gerakan lain yang membuat perangkat tampak seperti robot kecil.
HONOR menggunakan konsep tersebut untuk memperlihatkan bagaimana kecerdasan buatan tidak hanya bekerja melalui tampilan layar, tetapi juga dapat diwujudkan dalam bentuk gerakan fisik perangkat.
Bisa Mengangguk, Mengintip, hingga Menari Mengikuti Musik
Fungsi kamera bergerak pada Robot Phone tidak berhenti pada stabilisasi gambar. HONOR juga memberikan sejumlah ekspresi dan gerakan yang dirancang agar perangkat dapat memberikan respons visual kepada pengguna.
Kamera dapat melakukan gerakan seperti mengangguk ketika merespons sesuatu, menggelengkan kepala, serta mengintip dari posisi tertentu. Dalam mode yang berkaitan dengan musik, kamera bahkan dapat bergerak mengikuti irama sehingga terlihat seperti sedang menari.
Fitur tersebut menjadi salah satu pembeda paling unik dibandingkan smartphone lain. Kamera tidak lagi hanya dipandang sebagai perangkat untuk menangkap gambar, tetapi juga menjadi elemen interaktif yang dapat menunjukkan respons secara fisik.
Menurut laporan mengenai perangkat tersebut, HONOR menyediakan lebih dari 100 ekspresi atau animasi untuk mekanisme gimbal. Kemampuan ini terhubung dengan fitur AI dan sistem interaksi perangkat sehingga kamera dapat memberikan respons sesuai konteks tertentu.
AI Membantu Kamera Mengikuti Objek
Di balik gerakan fisiknya terdapat sistem kecerdasan buatan yang dirancang untuk membantu kamera mengikuti subjek. Fitur subject tracking memungkinkan kamera mempertahankan posisi seseorang atau objek tertentu dalam frame.
Kemampuan tersebut dapat berguna ketika pengguna merekam video seorang diri. Biasanya, pembuat konten membutuhkan tripod, gimbal eksternal atau orang lain untuk membantu mengarahkan kamera. Robot Phone mencoba mengurangi kebutuhan tersebut dengan membuat kamera dapat bergerak mengikuti subjek secara otomatis.
Fitur ini juga berpotensi digunakan untuk vlog, siaran langsung, video call dan pembuatan konten pendek. Pengguna dapat menempatkan ponsel di satu lokasi, kemudian membiarkan sistem kamera menyesuaikan arah berdasarkan pergerakan subjek.
Selain subject tracking, perangkat juga menyediakan auto-framing sehingga komposisi gambar dapat disesuaikan secara otomatis. Kombinasi mekanisme fisik dan AI tersebut menjadi salah satu bagian utama dari konsep Robot Phone.
Kamera Utama Mengusung Resolusi 200 MP
Walaupun desain kamera menjadi daya tarik utama, HONOR tidak mengabaikan kemampuan fotografi. Kamera utama Robot Phone menggunakan sensor beresolusi 200 MP dengan sensor berukuran sekitar 1/1,28 inci dan aperture f/1.6.
Sensor berukuran besar dan resolusi tinggi tersebut ditujukan untuk membantu menangkap lebih banyak detail serta meningkatkan kemampuan kamera dalam berbagai kondisi pencahayaan. Mekanisme gimbal kemudian memberikan kemampuan tambahan dalam menjaga arah dan gerakan kamera ketika digunakan untuk merekam.
Selain kamera utama, perangkat juga membawa kamera telefoto periskop 200 MP dengan sensor 1/1,4 inci dan optical zoom 2,7x. Kamera ultrawide 50 MP turut melengkapi sistem fotografi belakang dan mendukung kemampuan makro.
Kombinasi tiga kamera tersebut membuat Robot Phone tidak hanya mengandalkan satu sensor unik. Perangkat tetap dirancang sebagai smartphone flagship dengan sistem kamera yang cukup lengkap untuk kebutuhan fotografi dan videografi.
Kolaborasi dengan ARRI untuk Pengambilan Video
Salah satu aspek lain yang membuat Robot Phone menarik bagi kreator konten adalah kerja sama HONOR dengan ARRI. Perusahaan asal Jerman tersebut dikenal luas di industri perfilman dan kamera profesional.
Kolaborasi ini membawa sejumlah teknologi pengolahan warna dan fitur video profesional ke Robot Phone. Perangkat mendukung ARRI LogC3, ARRI Wide Gamut 3 serta sejumlah opsi tampilan warna yang ditujukan untuk pengguna yang ingin melakukan proses color grading.
Format Log memberikan ruang lebih luas bagi proses pengolahan gambar pada tahap pascaproduksi. Bagi videografer, kemampuan tersebut dapat menjadi nilai tambah karena pengguna mempunyai kontrol lebih besar terhadap warna, highlight dan shadow dibandingkan sekadar menggunakan filter otomatis.
HONOR juga menyediakan Cinema Mode untuk memberikan pengalaman pengambilan video yang lebih dekat dengan perangkat kamera sinema. Dengan demikian, Robot Phone mencoba menyasar pengguna yang membutuhkan kemampuan produksi video lebih serius.
Gimbal 4DoF Terintegrasi ke Dalam Bodi
Gimbal pada Robot Phone memiliki empat derajat kebebasan atau 4DoF. Mekanisme tersebut memungkinkan kamera bergerak pada beberapa arah tanpa harus menggunakan perangkat gimbal eksternal.
Keuntungan utama konsep tersebut adalah integrasi. Pengguna tidak perlu membawa kamera tambahan atau memasang ponsel ke gimbal terpisah hanya untuk memperoleh kemampuan pergerakan kamera tertentu.
HONOR juga mengembangkan motor berukuran kecil untuk menggerakkan mekanisme kamera. Sistem tersebut dirancang agar seluruh komponen dapat dimasukkan ke dalam bodi smartphone tanpa membuat perangkat berubah menjadi perangkat kamera khusus.
Meski begitu, integrasi mekanisme bergerak juga membawa konsekuensi terhadap desain. Robot Phone mempunyai ketebalan sekitar 9,6 milimeter dan bobot sekitar 248 gram. Angka tersebut membuat perangkat relatif berbobot dibandingkan sejumlah smartphone flagship konvensional.
Layar 6,3 Inci dengan Refresh Rate hingga 120 Hz
Di luar sistem kamera, Robot Phone tetap membawa spesifikasi yang tergolong kelas atas. Perangkat menggunakan layar LTPO OLED berukuran sekitar 6,3 inci dengan resolusi 2.640 x 1.216 piksel.
Layar tersebut mendukung refresh rate adaptif mulai dari 1 Hz hingga 120 Hz. Sistem adaptif memungkinkan perangkat menyesuaikan kecepatan penyegaran berdasarkan aktivitas yang sedang dilakukan.
Ketika pengguna melakukan aktivitas yang membutuhkan pergerakan visual lebih halus, refresh rate dapat meningkat. Sementara pada tampilan statis, sistem dapat menurunkannya untuk membantu menghemat konsumsi daya.
HONOR juga membekali layar dengan lapisan anti-reflektif untuk mengurangi pantulan cahaya. Tingkat kecerahan lokal puncaknya dilaporkan dapat mencapai 6.800 nits dalam kondisi tertentu.
Ditopang Snapdragon 8 Elite Gen 5
Untuk performa, HONOR Robot Phone menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5. Chipset kelas flagship tersebut menjadi pusat pemrosesan berbagai fungsi perangkat, termasuk menjalankan aplikasi, pengolahan kamera dan fitur kecerdasan buatan.
Perangkat tersedia dengan konfigurasi hingga 16 GB RAM dan penyimpanan internal hingga 1 TB. Kapasitas tersebut memberikan ruang besar bagi pengguna yang menyimpan banyak foto, video dan aplikasi, terutama bagi kreator konten yang menghasilkan file berukuran besar.
Penggunaan chipset flagship juga penting karena sistem kamera bergerak membutuhkan pemrosesan real-time. Subject tracking, auto-framing, pemrosesan gambar dan fitur AI harus dapat bekerja dengan cepat agar respons perangkat tetap terasa natural.
MagicOS 10 Berbasis Android 16
Robot Phone menjalankan MagicOS 10 yang berbasis Android 16. Sistem operasi tersebut menjadi bagian penting karena sebagian fitur unik perangkat bergantung pada integrasi antara perangkat lunak, AI dan mekanisme kamera.
HONOR menempatkan AI bukan hanya sebagai fitur tambahan, tetapi sebagai bagian dari pengalaman menggunakan Robot Phone. Kamera dapat merespons perintah suara, mengikuti subjek dan melakukan sejumlah ekspresi yang terhubung dengan sistem perangkat.
Konsep ini menunjukkan arah perkembangan smartphone yang mulai bergerak dari sekadar perangkat pasif menjadi perangkat yang dapat memahami konteks dan melakukan tindakan fisik.
Baterai Besar 7.060 mAh
Untuk menopang kebutuhan daya, HONOR Robot Phone dibekali baterai silicon-carbon berkapasitas sekitar 7.060 mAh. Kapasitas tersebut tergolong besar untuk sebuah smartphone flagship.
Perangkat juga mendukung pengisian cepat kabel 120W serta pengisian nirkabel 50W. Kapasitas baterai yang besar menjadi penting karena mekanisme kamera bermotor, layar ber-refresh tinggi dan pemrosesan AI berpotensi membutuhkan daya lebih besar dibandingkan smartphone biasa.
Dengan kombinasi baterai besar dan pengisian cepat, HONOR berusaha memastikan perangkat tetap dapat digunakan untuk aktivitas berat seperti merekam video dalam waktu panjang.
Robot Phone Bukan Sekadar Gimmick
Konsep kamera yang bisa mengangguk, mengintip dan menari memang terlihat seperti gimmick ketika pertama kali diperkenalkan. Namun, mekanisme yang sama sebenarnya memiliki fungsi praktis untuk fotografi dan videografi.
Kemampuan tracking dapat membantu pengguna ketika membuat konten seorang diri. Gimbal terintegrasi juga dapat membantu menjaga gerakan kamera tanpa membutuhkan aksesori tambahan.
Di sisi lain, ekspresi seperti mengangguk dan menari lebih berkaitan dengan pengalaman interaksi. Fitur tersebut belum tentu menjadi kebutuhan utama pengguna smartphone, tetapi menjadi cara HONOR membedakan produknya dari perangkat lain yang menawarkan spesifikasi serupa.
Tantangan di Balik Kamera Bergerak
Meskipun inovatif, penggunaan mekanisme kamera bergerak juga menghadirkan sejumlah pertanyaan. Komponen mekanis mempunyai tingkat kompleksitas lebih tinggi dibandingkan modul kamera statis. Artinya, ketahanan terhadap penggunaan jangka panjang menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan.
Robot Phone memiliki sertifikasi IP54 ketika mekanisme kamera dalam kondisi tertutup. Karena kamera dapat keluar dan bergerak, perlindungan terhadap air dan debu menjadi aspek yang berbeda dibandingkan smartphone dengan modul kamera permanen.
Selain itu, bobot sekitar 248 gram dan ketebalan sekitar 9,6 milimeter menunjukkan bahwa desain mekanis mempunyai konsekuensi terhadap kenyamanan. Pengguna harus menilai apakah kemampuan gimbal benar-benar memberikan manfaat yang cukup untuk mengimbangi tambahan ukuran dan bobot tersebut.
Harga Robot Phone Mulai 9.999 Yuan
HONOR Robot Phone diluncurkan di China dengan harga awal sekitar 9.999 yuan untuk varian dasar. Dengan kurs yang berubah-ubah, harga tersebut setara dengan sekitar Rp20 jutaan, meskipun harga resmi dalam rupiah akan bergantung pada nilai tukar dan jika perangkat nantinya dipasarkan secara resmi di Indonesia.
Untuk saat ini, ketersediaan internasional menjadi salah satu hal yang masih perlu diperhatikan. Peluncuran awal dilakukan di China sehingga calon pengguna di negara lain masih harus menunggu informasi resmi mengenai ekspansi pasar.
Harga yang tinggi menempatkan Robot Phone di segmen premium. Karena itu, perangkat ini lebih ditujukan kepada pengguna yang menginginkan teknologi kamera dan AI yang berbeda daripada sekadar mencari smartphone dengan spesifikasi flagship konvensional.
Apakah Robot Phone Bisa Mengubah Masa Depan Smartphone?
Peluncuran Robot Phone memperlihatkan bahwa produsen smartphone mulai mengeksplorasi bentuk baru interaksi antara manusia dan perangkat. Selama bertahun-tahun, perkembangan smartphone banyak berfokus pada layar, kamera, prosesor dan kapasitas baterai.
HONOR mencoba memperluas arah tersebut dengan memberikan kemampuan fisik kepada perangkat. Kamera bukan hanya menangkap gambar, tetapi dapat bergerak, mengikuti pengguna dan memberikan respons visual.
Konsep ini sejalan dengan perkembangan AI yang semakin diarahkan untuk memahami lingkungan dan melakukan tindakan. Ketika AI digabungkan dengan perangkat keras yang dapat bergerak, smartphone berpotensi berubah dari alat komunikasi menjadi asisten digital yang lebih aktif.
Namun, keberhasilan konsep tersebut pada akhirnya akan ditentukan oleh pengalaman penggunaan nyata. Fitur yang terlihat menarik dalam demonstrasi harus mampu memberikan manfaat sehari-hari agar konsumen bersedia membayar harga premium.
Target Pengguna Robot Phone
Robot Phone mempunyai peluang menarik di kalangan kreator konten, vlogger, fotografer mobile dan pengguna yang sering membuat video seorang diri. Kemampuan mengikuti subjek dapat mengurangi kebutuhan akan perangkat tambahan ketika merekam.
Bagi pengguna biasa, fitur kamera yang dapat mengangguk atau menari mungkin lebih berfungsi sebagai pengalaman hiburan. Sementara bagi kreator, kemampuan gimbal dan tracking justru dapat menjadi fitur yang lebih relevan.
Kolaborasi dengan ARRI juga memperkuat posisi Robot Phone sebagai perangkat yang mencoba menyasar videografi. Dukungan LogC3 dan pengolahan warna dapat memberikan fleksibilitas lebih bagi pengguna yang terbiasa melakukan editing video secara serius.
Kesimpulan
HONOR Robot Phone menjadi salah satu smartphone paling unik yang diluncurkan pada 2026. Perangkat ini menggabungkan ponsel flagship dengan kamera utama 200 MP yang ditempatkan pada gimbal mekanis 4DoF berbahan titanium.
Kamera tersebut dapat bergerak secara fisik dan mendukung berbagai kemampuan berbasis AI, termasuk mengikuti subjek, melakukan auto-framing, merespons perintah suara serta melakukan ekspresi seperti mengangguk, menggeleng, mengintip dan bergerak mengikuti musik.
Di sektor fotografi, Robot Phone membawa kamera utama 200 MP, kamera telefoto periskop 200 MP dan kamera ultrawide 50 MP. HONOR juga bekerja sama dengan ARRI untuk menghadirkan teknologi warna dan video profesional seperti LogC3, ARRI Wide Gamut 3 dan Cinema Mode.
Spesifikasi lainnya mencakup layar LTPO OLED 6,3 inci 120 Hz, Snapdragon 8 Elite Gen 5, RAM hingga 16 GB, penyimpanan hingga 1 TB, MagicOS 10 berbasis Android 16 serta baterai silicon-carbon 7.060 mAh dengan pengisian kabel 120W dan nirkabel 50W.
Harga awal perangkat di China berada di kisaran 9.999 yuan. Dengan harga tersebut, Robot Phone masuk kategori smartphone premium dan lebih menarik bagi pengguna yang menginginkan pengalaman teknologi berbeda, terutama kreator konten dan penggemar fotografi mobile.
Terlepas dari keunikannya, tantangan terbesar HONOR adalah membuktikan bahwa kamera bergerak dan fitur AI fisik bukan hanya gimmick. Jika kemampuan tracking, stabilisasi dan pengambilan gambar otomatis benar-benar membantu pengguna, konsep tersebut berpotensi menjadi salah satu arah baru perkembangan smartphone.
Robot Phone pada akhirnya menjadi contoh bagaimana batas antara smartphone, kamera gimbal dan perangkat AI mulai semakin tipis. Kamera yang bisa bergerak bukan lagi sekadar konsep futuristis, tetapi sudah diwujudkan menjadi produk yang dapat digunakan konsumen.



