Vivo kembali menyiapkan generasi baru smartphone flagship melalui seri X500. Setelah sebelumnya menghadirkan lini X300, Vivo memastikan keluarga X500 akan diperkenalkan pada September 2026. Peluncuran awal tersebut akan berlangsung di China dan menjadi salah satu agenda penting Vivo di segmen smartphone premium.
Berbeda dari sekadar peningkatan spesifikasi rutin, Vivo tampaknya ingin menjadikan kemampuan kamera dan video sebagai daya tarik utama seri terbaru ini. Sejumlah informasi resmi yang telah diungkap menunjukkan bahwa Vivo memberikan perhatian besar terhadap pengalaman merekam video menggunakan smartphone.
Informasi mengenai peluncuran September 2026 juga telah dikonfirmasi oleh Vivo. Seri ini diperkirakan terdiri dari Vivo X500, Vivo X500 Pro, dan Vivo X500 Pro Max.
Vivo X500 Meluncur September 2026
Vivo mengonfirmasi bahwa seri X500 akan hadir di China pada September 2026. Namun, hingga informasi terbaru yang tersedia, perusahaan belum mengumumkan tanggal peluncuran secara lebih spesifik.
Generasi baru tersebut akan menjadi penerus keluarga X300. Menariknya, Vivo melewati penamaan X400 dan langsung menggunakan nama X500. Strategi penamaan ini membuat seri terbaru Vivo menjadi cukup menarik perhatian sebelum resmi diperkenalkan.
Untuk tahap awal, Vivo mengonfirmasi tiga model, yakni X500, X500 Pro, dan X500 Pro Max. Detail lengkap mengenai spesifikasi model reguler masih belum diumumkan secara menyeluruh, sementara Vivo telah lebih banyak memberikan informasi mengenai kemampuan kamera pada model Pro.
Video Jadi Fokus Utama
Salah satu perubahan terbesar pada generasi X500 adalah perhatian Vivo terhadap kemampuan video. Perusahaan ingin membawa pengalaman perekaman yang lebih serius ke perangkat smartphone flagship.
Vivo menyebut model X500 Pro akan mendapatkan peningkatan besar pada sistem kamera. Kemampuan tersebut mencakup dukungan perekaman video dengan resolusi tinggi dan frame rate tinggi yang dirancang untuk menghasilkan rekaman lebih fleksibel ketika digunakan untuk kebutuhan kreator konten.
Pada model Pro, Vivo mengungkap dukungan video 4K hingga 240 frame per detik untuk kebutuhan slow motion. Selain itu, tersedia pula perekaman 4K 120fps HDR dengan keluaran HDR secara langsung.
4K 240fps untuk Slow Motion
Dukungan 4K 240fps menjadi salah satu fitur yang paling menonjol dari Vivo X500 Pro. Frame rate tinggi memungkinkan pengguna menangkap gerakan dengan lebih banyak frame sehingga rekaman dapat diperlambat untuk menghasilkan efek slow motion.
Fitur seperti ini dapat berguna bagi kreator yang sering merekam aktivitas olahraga, kendaraan yang bergerak cepat, objek yang membutuhkan detail gerakan, maupun konten kreatif lainnya.
Namun, kemampuan teknis tersebut tetap perlu diuji secara langsung untuk mengetahui kualitas hasil akhirnya. Resolusi dan frame rate tinggi bukan satu-satunya faktor yang menentukan kualitas video karena pemrosesan gambar, stabilisasi, pencahayaan, serta kemampuan sensor juga berpengaruh.
Video 4K 120fps HDR
Selain slow motion 4K 240fps, seri X500 Pro juga mendukung perekaman 4K 120fps HDR. Vivo juga menonjolkan kemampuan menghasilkan output HDR secara langsung.
Dukungan HDR memungkinkan kamera menangani area terang dan gelap dalam satu adegan dengan rentang yang lebih luas. Dalam kondisi pencahayaan yang menantang, kemampuan tersebut berpotensi membantu mempertahankan detail pada bagian terang sekaligus area bayangan.
Vivo memosisikan kemampuan tersebut sebagai bagian dari upaya menghadirkan pengalaman video dengan pendekatan yang lebih dekat ke kebutuhan produksi konten profesional.
Kamera ZEISS Super Dynamic
Untuk mendukung kemampuan imaging tersebut, model Pro dari Vivo X500 disebut menggunakan kamera utama ZEISS Super Dynamic. Kamera tersebut dikembangkan melalui kolaborasi antara tim imaging BluePrint milik Vivo dan Sony.
Sensor yang digunakan disebut sebagai BluePrint Guangyu 900. Sensor tersebut memiliki resolusi 50 megapiksel dengan ukuran 1/1,28 inci.
Vivo menyebut sensor ini mampu mencapai dynamic range hingga 17EV. Rentang dinamis yang tinggi menjadi salah satu elemen penting dalam perekaman video karena kamera harus menangani perubahan intensitas cahaya secara bersamaan.
Dynamic Range 17EV
Dynamic range menggambarkan kemampuan sistem kamera dalam menangkap detail pada area yang sangat terang sekaligus area yang gelap. Semakin luas rentangnya, semakin besar peluang kamera mempertahankan informasi visual pada kondisi pencahayaan yang kontras.
Vivo mengklaim sensor baru pada X500 Pro dapat mencapai hingga 17EV dynamic range. Perusahaan juga mengaitkan kemampuan tersebut dengan kebutuhan perekaman video, sehingga setiap frame diharapkan mampu mempertahankan lebih banyak informasi pada area highlight dan shadow.
Dalam penggunaan nyata, kualitas akhir tetap akan dipengaruhi oleh pemrosesan gambar dan kondisi pengambilan gambar. Karena itu, klaim spesifikasi perlu dilihat bersama hasil pengujian ketika perangkat telah tersedia secara luas.
Stabilisasi Video Ditingkatkan
Vivo juga memberikan perhatian pada stabilisasi. Sistem kamera utama pada seri Pro disebut mendapatkan optical image stabilization atau OIS dengan pergerakan hingga 3 derajat.
Vivo mempromosikan teknologi tersebut sebagai sistem stabilisasi yang memiliki pendekatan seperti gimbal. Tujuannya adalah membantu mengurangi efek guncangan ketika pengguna merekam sambil berjalan atau bergerak.
Khusus X500 Pro Max, sistem 3 derajat OIS dan stabilisasi CIPA 7.0 menjadi salah satu bagian yang paling ditonjolkan.
Mengincar Kreator Konten
Fokus terhadap video menunjukkan bahwa Vivo tidak hanya membidik pengguna yang membutuhkan kamera untuk foto. Seri X500 juga diarahkan kepada pengguna yang sering membuat konten video.
Kemampuan seperti 4K 240fps, 4K 120fps HDR, dynamic range tinggi, dan stabilisasi yang lebih kuat dapat menjadi nilai tambah bagi vlogger, kreator media sosial, maupun pengguna yang ingin merekam aktivitas sehari-hari dengan kualitas tinggi.
Strategi tersebut juga menunjukkan bahwa persaingan kamera smartphone semakin bergeser. Produsen tidak lagi hanya berlomba menawarkan megapiksel tinggi, tetapi juga kemampuan video, stabilisasi, dynamic range, dan pemrosesan gambar.
Potensi Kamera Periskop 200MP
Selain informasi resmi mengenai kamera utama, terdapat pula laporan mengenai kemungkinan penggunaan kamera telefoto periskop 200 megapiksel pada keluarga X500.
Informasi tersebut masih berasal dari bocoran dan belum seluruhnya dikonfirmasi oleh Vivo. Jika benar, kamera tersebut dapat menjadi salah satu komponen imaging paling menarik pada X500 Pro Max.
Sejumlah laporan menyebut kamera telefoto 200MP tersebut berpotensi merupakan pengembangan dari sistem telefoto yang digunakan pada generasi sebelumnya. Namun, detail final mengenai sensor, kemampuan zoom, dan implementasi perangkat keras masih perlu menunggu pengumuman resmi.
X500 Pro Max Diprediksi Jadi Model Tertinggi
Dalam keluarga X500, X500 Pro Max diperkirakan menjadi model dengan kemampuan kamera paling tinggi. Selain sistem kamera utama, perangkat ini disebut akan mendapatkan sejumlah teknologi imaging tambahan.
Namun, penting membedakan antara fitur yang sudah dikonfirmasi dengan informasi yang masih berupa bocoran. Vivo baru mengungkap sebagian kemampuan kamera dan video, sehingga spesifikasi lengkap X500 Pro Max belum dapat dianggap final.
Informasi mengenai chipset, kapasitas baterai, ukuran layar, RAM, penyimpanan, serta harga masih perlu menunggu pengumuman resmi perusahaan.
Belum Ada Harga Resmi
Vivo hingga informasi terbaru belum mengumumkan harga resmi seri X500. Peluncuran awal juga baru dipastikan berlangsung di China pada September 2026.
Karena itu, informasi mengenai harga yang beredar sebelum peluncuran sebaiknya diperlakukan sebagai prediksi atau bocoran. Harga untuk pasar internasional juga belum dapat dipastikan hanya berdasarkan harga China.
Hal serupa berlaku untuk ketersediaan di Indonesia. Belum ada kepastian bahwa seluruh model X500 yang diperkenalkan di China akan langsung masuk ke pasar Indonesia.
Belum Diketahui Kapan Masuk Indonesia
Bagi konsumen Indonesia, salah satu pertanyaan terbesar adalah kapan Vivo X500 akan tersedia secara resmi di Tanah Air. Hingga informasi terbaru, Vivo baru mengonfirmasi peluncuran seri tersebut di China.
Jadwal peluncuran global atau Indonesia masih belum diumumkan secara resmi. Karena itu, calon pembeli sebaiknya menunggu informasi dari Vivo Indonesia sebelum mengambil keputusan berdasarkan rumor mengenai harga dan tanggal penjualan.
Melompati Nama X400
Penggunaan nama X500 setelah X300 juga menjadi bagian menarik dari strategi Vivo. Perusahaan tidak menggunakan nama X400 untuk generasi baru ini.
Sejumlah laporan mengaitkan keputusan tersebut dengan fenomena tetraphobia, yaitu kecenderungan menghindari angka empat di sejumlah budaya Asia Timur karena pelafalannya dianggap memiliki kemiripan dengan kata yang berkaitan dengan kematian.
Meski demikian, Vivo sendiri belum menjadikan alasan tersebut sebagai penjelasan resmi dalam pengumuman yang tersedia. Karena itu, alasan penamaan sebaiknya tidak dipastikan sebagai fakta tanpa pernyataan perusahaan.
Persaingan Smartphone Kamera Semakin Ketat
Peluncuran Vivo X500 akan menambah persaingan di segmen smartphone flagship yang semakin mengandalkan kamera sebagai nilai jual utama. Vivo sebelumnya sudah membangun reputasi kuat melalui seri X dengan teknologi ZEISS dan sistem imaging BluePrint.
Melalui X500, strategi tersebut tampaknya akan semakin diperkuat dengan memberikan perhatian lebih besar pada video. Pendekatan ini menarik karena kebutuhan pengguna terhadap video berkualitas tinggi terus meningkat seiring berkembangnya platform media sosial dan konten digital.
Smartphone Mulai Menargetkan Pengalaman Sinematik
Klaim mengenai kemampuan video dengan dynamic range tinggi, frame rate tinggi, dan stabilisasi kuat menunjukkan bahwa smartphone semakin diarahkan untuk memenuhi kebutuhan produksi konten.
Pengguna tidak selalu membutuhkan kamera profesional khusus untuk membuat konten. Dengan perangkat yang memiliki kemampuan video semakin tinggi, proses perekaman dapat dilakukan langsung melalui smartphone.
Namun, perangkat keras tetap harus didukung pemrosesan gambar yang baik. Kemampuan sensor dan spesifikasi di atas kertas tidak otomatis menjamin kualitas video yang sama dalam semua kondisi.
Menunggu Pengujian Dunia Nyata
Spesifikasi Vivo X500 Pro memang menarik, tetapi performa sebenarnya baru dapat diketahui setelah perangkat digunakan secara langsung. Pengujian dunia nyata diperlukan untuk melihat kualitas video dalam kondisi siang, malam, backlight, pergerakan cepat, serta penggunaan stabilisasi saat berjalan.
Hal tersebut penting karena angka seperti 4K 240fps dan 17EV dynamic range memberikan gambaran kemampuan teknis, tetapi pengalaman pengguna juga dipengaruhi oleh software dan pemrosesan akhir.
Fokus pada Video Bisa Jadi Pembeda
Persaingan smartphone flagship saat ini membuat produsen perlu mencari pembeda. Jika kemampuan fotografi sudah menjadi standar di banyak perangkat premium, video dapat menjadi area yang masih memiliki ruang untuk dikembangkan.
Vivo tampaknya melihat peluang tersebut melalui X500. Dengan memberikan perhatian khusus pada video, perusahaan berusaha menawarkan alasan baru bagi pengguna untuk memilih perangkatnya dibandingkan flagship dari merek lain.
Seri X500 Hadir dengan Tiga Model
Untuk peluncuran awal, Vivo telah mengonfirmasi tiga perangkat dalam keluarga X500, yaitu Vivo X500, Vivo X500 Pro, dan Vivo X500 Pro Max.
Ketiga perangkat tersebut diperkirakan memiliki posisi berbeda dalam jajaran flagship Vivo. Model Pro dan Pro Max mendapatkan perhatian terbesar dalam informasi kamera yang sudah diungkap, sedangkan detail mengenai model reguler masih terbatas.
Dengan tiga model tersebut, Vivo memiliki peluang untuk menjangkau pengguna dengan kebutuhan berbeda di segmen premium.
Menanti Detail Lengkap
Peluncuran pada September 2026 akan menjadi momen ketika Vivo kemungkinan mengungkap lebih banyak detail mengenai keluarga X500. Informasi yang masih belum jelas mencakup harga, konfigurasi memori, kapasitas baterai, chipset masing-masing model, ukuran layar, serta jadwal pemasaran di luar China.
Pengguna juga perlu menunggu pengumuman resmi mengenai model mana yang akan dipasarkan secara internasional.
Kesimpulan
Vivo X500 series dipastikan meluncur di China pada September 2026 dengan tiga model yang telah dikonfirmasi, yaitu X500, X500 Pro, dan X500 Pro Max. Generasi baru ini menjadi penerus seri X300 dan membawa fokus yang lebih kuat pada teknologi kamera serta perekaman video.
Model X500 Pro dan X500 Pro Max menjadi sorotan karena membawa kamera utama ZEISS Super Dynamic yang dikembangkan bersama tim BluePrint Vivo dan Sony. Sensor BluePrint Guangyu 900 beresolusi 50MP dan berukuran 1/1,28 inci tersebut disebut mampu mencapai dynamic range hingga 17EV.
Untuk kebutuhan video, seri Pro mendukung perekaman 4K 240fps untuk slow motion serta 4K 120fps HDR dengan direct HDR output. Sistem stabilisasi juga ditingkatkan melalui OIS hingga 3 derajat, sementara X500 Pro Max disebut mendapatkan dukungan stabilisasi CIPA 7.0.
Di luar spesifikasi yang sudah dikonfirmasi, sejumlah bocoran juga menyebut kemungkinan hadirnya kamera periskop 200MP pada model tertentu. Namun, informasi tersebut masih perlu menunggu konfirmasi resmi Vivo.
Hingga kini harga, tanggal peluncuran yang lebih spesifik, serta ketersediaan internasional dan Indonesia belum diumumkan. Karena itu, calon pengguna sebaiknya menunggu informasi resmi sebelum menganggap rumor mengenai harga dan spesifikasi lainnya sebagai kepastian.
Jika seluruh kemampuan yang dijanjikan dapat bekerja optimal dalam penggunaan nyata, Vivo X500 berpotensi menjadi salah satu smartphone kamera yang menarik pada 2026. Fokus besar pada video menunjukkan bahwa Vivo tidak hanya mengejar kualitas foto, tetapi juga ingin menjadikan smartphone sebagai perangkat produksi konten yang semakin serius.



