Kasus Bigmo Masuk Babak Baru, Polisi Gandeng KPAI dan Ahli Pidana

Kasus dugaan pelibatan anak dalam promosi vape oleh YouTuber Bigmo didalami Polda Metro Jaya bersama KPAI DKI Jakarta dan ahli pidana.

YouTuber Bigmo dalam kasus dugaan pelibatan anak dalam promosi vape
YouTuber Bigmo dalam kasus dugaan pelibatan anak dalam promosi vape

JAKARTA - Kasus yang menyeret YouTuber Muhammad Jannah alias Bigmo memasuki babak baru. Polda Metro Jaya kini menggandeng Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) DKI Jakarta serta ahli pidana untuk mendalami dugaan pelibatan anak dalam promosi produk rokok elektronik atau vape.

Langkah tersebut dilakukan setelah penyidik mengumpulkan sejumlah keterangan dan bukti digital terkait sebuah siaran langsung di YouTube yang diduga melibatkan anak-anak dalam kegiatan promosi produk liquid vape. Polisi masih berada pada tahap penyelidikan sehingga belum ada kesimpulan akhir mengenai ada atau tidaknya tindak pidana dalam perkara tersebut. :contentReference[oaicite:0]{index=0}

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan koordinasi dengan KPAI DKI Jakarta dan ahli pidana dilakukan untuk melihat perkara dari dua sisi penting, yakni aspek perlindungan anak dan penerapan ketentuan hukum. Pendalaman masih berlangsung dan polisi juga menyiapkan pemeriksaan terhadap pihak lain yang dianggap mengetahui rangkaian peristiwa tersebut.

Polisi Gandeng KPAI dan Ahli Pidana

Dalam perkembangan terbaru, penyelidik Direktorat Perlindungan Perempuan, Anak, dan Pemberantasan Perdagangan Orang atau Dit PPA PPO Polda Metro Jaya berkoordinasi dengan KPAI DKI Jakarta. Polisi juga meminta pandangan ahli pidana untuk membantu mengkaji perkara yang melibatkan Bigmo.

Koordinasi tersebut diperlukan karena perkara tidak hanya menyangkut aktivitas promosi sebuah produk, tetapi juga dugaan keterlibatan anak dalam konten yang berkaitan dengan rokok elektronik. Posisi anak sebagai pihak yang diduga muncul dalam tayangan menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian penyidik.

Menurut polisi, kajian bersama KPAI dan ahli pidana diharapkan dapat membantu menentukan bagaimana ketentuan perlindungan anak serta aturan pidana yang relevan diterapkan terhadap perkara tersebut. :contentReference[oaicite:1]{index=1}

Kasus Bermula dari Pengaduan

Perkara Bigmo bermula dari pengaduan yang diterima Polda Metro Jaya pada 31 Juli 2026. Pengaduan tersebut berkaitan dengan sebuah siaran langsung di YouTube yang diduga memperlihatkan keterlibatan anak dalam promosi produk rokok elektronik atau vape.

Dalam tayangan yang kemudian menjadi perhatian, Bigmo terlihat mendatangi sebuah toko yang menjual liquid rokok elektronik. Sejumlah anak yang berada di lokasi kemudian diajak masuk ke dalam siaran langsung dan disebut ikut mempromosikan produk liquid vape.

Materi siaran langsung tersebut selanjutnya menjadi salah satu bagian dari bukti digital yang dikumpulkan penyidik. Polisi melakukan pendalaman untuk mengetahui secara lebih lengkap bagaimana peristiwa tersebut berlangsung, siapa saja yang terlibat, serta hubungan antara pihak-pihak yang berada di lokasi.

Empat Anak Telah Dimintai Keterangan

Dalam proses penyelidikan, polisi telah meminta keterangan dari sejumlah pihak yang dianggap mengetahui kejadian. Mereka antara lain pelapor, orang tua, serta empat anak yang muncul dalam video.

Pemeriksaan terhadap anak dilakukan dengan pendampingan orang tua. Hal ini menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan karena polisi perlu memperoleh informasi tanpa mengabaikan aspek perlindungan terhadap anak.

Keterangan dari anak-anak tersebut kemudian menjadi salah satu bahan yang digunakan penyidik untuk memahami rangkaian kejadian. Polisi juga tetap melakukan analisis terhadap bukti digital yang tersedia.

Bigmo Sudah Diperiksa Polisi

Muhammad Jannah alias Bigmo telah memenuhi undangan klarifikasi dari Polda Metro Jaya pada 10 Agustus 2026. Pemeriksaan berlangsung sekitar empat jam dan penyidik mencecar Bigmo dengan sekitar 40 pertanyaan.

Dalam pemeriksaan tersebut, Bigmo memberikan keterangan mengenai siaran langsung yang menjadi perhatian penyidik. Ia juga menyerahkan sejumlah bukti yang berkaitan dengan tayangan tersebut.

Pemeriksaan terhadap Bigmo menjadi salah satu bagian dari rangkaian penyelidikan. Pada tahap ini, keterangan dari terlapor masih harus dibandingkan dengan keterangan saksi, bukti digital, serta informasi lain yang berhasil dikumpulkan polisi.

Polisi Kumpulkan Bukti Digital

Sejumlah bukti digital telah dikumpulkan dalam perkara tersebut. Bukti itu mencakup rekaman live streaming, cuplikan video, tangkapan layar tayangan, serta materi yang diduga berkaitan dengan promosi produk vape.

Polisi juga meminta keterangan dari seorang saksi yang mengetahui dan menyimpan materi video tersebut. Bukti digital menjadi penting karena perkara bermula dari konten yang disiarkan melalui platform digital.

Analisis terhadap materi digital diperlukan untuk melihat isi tayangan secara utuh, termasuk konteks kemunculan anak, bentuk promosi produk, serta pihak-pihak yang berperan dalam pembuatan dan penyebaran konten.

Penyidik Datangi Lokasi Terkait

Selain memeriksa saksi dan mengumpulkan bukti digital, penyidik juga mendatangi lokasi yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut. Salah satu lokasi yang didatangi berada di wilayah Jakarta Selatan.

Polisi juga mendatangi PT TLI di Jakarta Utara. Langkah ini dilakukan untuk mendalami hubungan kerja dan dokumen yang berkaitan dengan pihak yang dilaporkan.

Pemeriksaan terhadap hubungan kerja tersebut menjadi bagian dari upaya penyidik untuk mengetahui bagaimana kegiatan yang dipersoalkan dapat berlangsung dan apakah terdapat pihak lain yang memiliki peran dalam pembuatan atau penyebaran konten.

Melvin Akan Dipanggil Polisi

Dalam perkembangan terbaru, penyidik juga menjadwalkan pemanggilan terhadap Melvin atau M yang disebut sebagai kreator konten. Pemanggilan tersebut bertujuan mendapatkan keterangan tambahan mengenai perkara.

Keterangan Melvin diharapkan dapat membantu penyidik menyusun rangkaian peristiwa secara lebih lengkap. Polisi masih melakukan pendalaman sehingga informasi dari setiap pihak yang berkaitan dapat menjadi bahan untuk menentukan langkah hukum berikutnya.

Hingga perkembangan terbaru, proses tersebut masih berada dalam tahap penyelidikan. Artinya, polisi masih mengumpulkan informasi dan bukti sebelum menentukan apakah perkara dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan atau tidak.

Fokus pada Perlindungan Anak

Keterlibatan KPAI DKI Jakarta menjadi salah satu perkembangan penting dalam perkara Bigmo. Kehadiran lembaga yang memiliki perhatian khusus terhadap perlindungan anak diperlukan untuk memberikan perspektif mengenai posisi anak dalam konten tersebut.

Dalam kasus yang melibatkan anak, aspek perlindungan tidak hanya berkaitan dengan tindakan yang dilakukan di dunia nyata, tetapi juga bagaimana anak ditampilkan dan digunakan dalam konten digital.

Perkembangan media sosial dan platform video membuat anak dapat dengan mudah muncul dalam berbagai konten. Kondisi tersebut membuat perlindungan anak di ruang digital menjadi isu yang semakin penting.

Promosi Vape di Ruang Digital Jadi Sorotan

Kasus ini juga menyoroti persoalan promosi rokok elektronik melalui konten digital. Platform seperti YouTube memungkinkan sebuah tayangan menjangkau audiens dalam jumlah besar dalam waktu singkat.

Ketika anak-anak muncul dalam konten yang berkaitan dengan produk rokok elektronik, muncul pertanyaan mengenai batas antara pembuatan konten, aktivitas promosi, dan perlindungan anak.

Karena itu, polisi tidak hanya melihat materi video secara terpisah, tetapi juga berupaya memahami konteks keseluruhan kegiatan dan hubungan para pihak yang terlibat.

Polisi Belum Menetapkan Kesimpulan Akhir

Penting untuk dicatat bahwa perkara Bigmo masih dalam tahap penyelidikan. Polisi belum menyampaikan kesimpulan akhir mengenai adanya tindak pidana maupun status hukum baru terhadap Bigmo.

Proses penyelidikan dilakukan dengan mengumpulkan keterangan dan bukti dari berbagai pihak. Hasil kajian ahli pidana dan koordinasi dengan KPAI juga menjadi bagian dari proses tersebut.

Dengan demikian, berbagai dugaan yang muncul dalam perkara ini masih harus dibuktikan melalui proses hukum. Status Bigmo dalam perkara tersebut tidak dapat disamakan dengan seseorang yang telah dinyatakan bersalah oleh pengadilan.

Riwayat Pemeriksaan Bigmo

Sebelum perkembangan terbaru, polisi telah memanggil Bigmo untuk memberikan klarifikasi. Pemeriksaan berlangsung pada 10 Agustus 2026 dan dilakukan di ruang Subdirektorat 2 Dit PPA PPO Polda Metro Jaya.

Ketika itu, penyidik juga telah meminta keterangan dari pelapor yang disebut sebagai pihak yang mendokumentasikan video promosi tersebut. Polisi turut meminta keterangan dari orang tua serta empat anak yang muncul dalam video.

Polisi kemudian memperluas penyelidikan dengan mendatangi pihak perusahaan serta menganalisis dokumen dan barang bukti digital yang tersedia. :contentReference[oaicite:2]{index=2}

Bigmo Dicecar Sekitar 40 Pertanyaan

Pemeriksaan terhadap Bigmo berlangsung sekitar empat jam. Dalam pemeriksaan tersebut, ia disebut mendapatkan sekitar 40 pertanyaan dari penyidik.

Jumlah pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa penyidik berupaya mendapatkan gambaran secara rinci mengenai proses pembuatan siaran langsung, pihak yang terlibat, serta bagaimana anak-anak dapat muncul dalam konten yang berkaitan dengan produk vape.

Bigmo juga disebut menyerahkan sejumlah bukti yang berkaitan dengan siaran langsung. Bukti tersebut nantinya dapat dibandingkan dengan materi yang sebelumnya telah dikumpulkan polisi.

Orang Tua Anak Turut Diperiksa

Selain anak-anak, polisi meminta keterangan dari orang tua mereka. Pemeriksaan terhadap orang tua dapat memberikan informasi mengenai kondisi anak sebelum, selama, dan setelah kegiatan yang terekam dalam video.

Pendampingan orang tua dalam pemeriksaan anak juga menjadi bagian dari upaya memastikan proses penyelidikan tetap memperhatikan kepentingan anak.

Keterangan dari keluarga menjadi salah satu sumber informasi yang kemudian dapat digunakan untuk melengkapi hasil pemeriksaan polisi.

Peran Perusahaan Ikut Didalami

Polda Metro Jaya juga mendatangi PT TLI untuk mendalami hubungan kerja dengan pihak yang dilaporkan. Polisi perlu mengetahui apakah kegiatan tersebut dilakukan secara mandiri atau memiliki hubungan tertentu dengan pihak perusahaan.

Dokumen yang berkaitan dengan hubungan kerja juga menjadi bagian dari pendalaman. Informasi tersebut dapat membantu penyidik mengetahui siapa yang bertanggung jawab terhadap kegiatan dan materi promosi yang menjadi objek penyelidikan.

Namun, hingga saat ini polisi masih melakukan pendalaman dan belum menyampaikan kesimpulan mengenai tanggung jawab hukum masing-masing pihak.

Aspek Hukum Menjadi Perhatian

Selain aspek perlindungan anak, polisi perlu menilai ketentuan hukum yang relevan dengan aktivitas promosi produk rokok elektronik. Karena itu, ahli pidana dilibatkan untuk memberikan pandangan mengenai penerapan aturan terhadap fakta yang ditemukan.

Keterlibatan ahli diharapkan dapat membantu penyidik menentukan apakah rangkaian tindakan yang ditemukan memenuhi unsur pelanggaran hukum tertentu atau masih memerlukan bukti tambahan.

Proses tersebut merupakan bagian dari mekanisme penyelidikan agar keputusan hukum tidak hanya didasarkan pada potongan video atau informasi yang beredar di media sosial.

Kasus Menjadi Perhatian Publik

Kasus Bigmo mendapat perhatian publik karena melibatkan figur yang dikenal melalui aktivitas di platform digital serta adanya anak-anak dalam konten yang dipersoalkan.

Perkara tersebut juga memperlihatkan tantangan yang dihadapi aparat dalam menangani konten digital. Sebuah video dapat menyebar luas sebelum konteks lengkapnya diketahui masyarakat.

Karena itu, proses pemeriksaan bukti dan keterangan menjadi penting agar publik mendapatkan gambaran berdasarkan fakta yang telah diverifikasi.

Pentingnya Edukasi Konten Kreator

Perkara ini dapat menjadi pengingat bagi konten kreator mengenai pentingnya memahami aturan ketika membuat konten yang melibatkan anak dan produk tertentu.

Kreator tidak hanya perlu mempertimbangkan aspek hiburan atau jumlah penonton, tetapi juga harus memperhatikan dampak konten terhadap pihak yang tampil di dalamnya.

Ketika anak dilibatkan dalam produksi konten, kepentingan dan keselamatan mereka perlu menjadi pertimbangan utama. Hal tersebut semakin penting jika konten berkaitan dengan produk yang memiliki aturan promosi khusus.

Ruang Digital dan Perlindungan Anak

Perkembangan platform digital membuat batas antara aktivitas pribadi, hiburan, dan promosi menjadi semakin tipis. Konten yang awalnya dibuat untuk hiburan dapat sekaligus menjadi sarana pemasaran sebuah produk.

Kondisi tersebut membuat perlindungan anak di ruang digital membutuhkan perhatian dari berbagai pihak, mulai dari keluarga, kreator, perusahaan, platform digital, hingga regulator.

Kasus Bigmo menjadi salah satu contoh bagaimana aktivitas pembuatan konten dapat berkembang menjadi persoalan hukum ketika terdapat dugaan pelanggaran terhadap kelompok yang harus mendapatkan perlindungan khusus.

Apa Langkah Polisi Selanjutnya?

Untuk saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman. Polisi akan mengumpulkan keterangan tambahan dari pihak yang dianggap memiliki informasi mengenai kejadian tersebut.

Pemanggilan Melvin sebagai kreator konten menjadi salah satu langkah berikutnya. Selain itu, hasil koordinasi dengan KPAI DKI Jakarta dan ahli pidana akan menjadi bagian dari proses analisis perkara.

Polisi juga akan terus memeriksa bukti digital yang telah dikumpulkan. Jika diperlukan, penyidik dapat meminta keterangan tambahan dari pihak lain yang berkaitan dengan siaran langsung tersebut.

Belum Ada Keputusan Mengenai Status Tersangka

Dengan status perkara yang masih dalam tahap penyelidikan, belum terdapat keputusan akhir mengenai apakah Bigmo akan ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan status hukum membutuhkan dasar bukti dan proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Oleh karena itu, perkembangan kasus perlu mengikuti hasil pemeriksaan polisi dan bukan semata-mata berdasarkan potongan video atau informasi yang beredar di media sosial.

Polisi sendiri menyatakan proses pendalaman masih berjalan. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penyidik masih membutuhkan informasi sebelum menentukan arah perkara selanjutnya. :contentReference[oaicite:3]{index=3}

Peran KPAI dalam Pendalaman Kasus

Koordinasi dengan KPAI memberikan perhatian khusus terhadap posisi anak dalam perkara. Perspektif perlindungan anak dibutuhkan untuk memastikan penyelidikan tidak hanya melihat dugaan pelanggaran dari sisi pidana, tetapi juga mempertimbangkan kepentingan anak.

Hal tersebut menjadi relevan karena terdapat empat anak yang telah dimintai keterangan oleh penyidik. Pemeriksaan dilakukan dengan pendampingan orang tua dan menjadi bagian dari upaya mengumpulkan informasi mengenai kejadian.

Masukan dari pihak yang memiliki kompetensi dalam perlindungan anak dapat membantu penyidik melihat dampak dan konteks keterlibatan anak dalam konten digital tersebut.

Konten Digital Menjadi Barang Bukti Penting

Rekaman siaran langsung dan berbagai materi digital menjadi salah satu komponen penting dalam perkara ini. Polisi telah mengamankan rekaman live streaming, cuplikan video, tangkapan layar, serta dokumen pendukung.

Barang bukti digital dapat membantu penyidik melihat secara lebih objektif apa yang terjadi dalam tayangan. Analisis juga diperlukan untuk memastikan apakah materi yang beredar merupakan rekaman utuh atau potongan yang telah dipisahkan dari konteksnya.

Selain video, polisi juga meminta keterangan dari pihak yang mengetahui dan menyimpan materi tersebut. Dengan demikian, penyidik dapat membandingkan isi materi digital dengan keterangan saksi.

Kasus Bigmo dan Tanggung Jawab Kreator

Perkembangan kasus ini kembali menyoroti tanggung jawab kreator dalam memproduksi konten. Kreator yang memiliki jumlah penonton besar mempunyai kemampuan untuk memengaruhi perilaku audiens melalui materi yang dipublikasikan.

Ketika konten mengandung unsur promosi, tanggung jawab tersebut menjadi semakin besar karena terdapat kepentingan komersial yang mungkin melekat pada tayangan.

Apabila anak terlibat dalam konten tersebut, aspek perlindungan anak juga harus menjadi perhatian. Inilah salah satu alasan mengapa polisi menggandeng KPAI dan ahli pidana untuk mendalami perkara.

Publik Diminta Menunggu Proses Hukum

Di tengah perhatian publik terhadap kasus Bigmo, proses hukum tetap perlu berjalan berdasarkan bukti. Informasi yang beredar di media sosial belum tentu menggambarkan keseluruhan peristiwa.

Penyelidikan yang dilakukan polisi bertujuan mengumpulkan fakta dari berbagai sumber sebelum menentukan tindakan berikutnya. Pemeriksaan terhadap Bigmo, anak-anak, orang tua, pelapor, pihak perusahaan, serta kreator konten lain merupakan bagian dari proses tersebut.

Dengan melibatkan KPAI dan ahli pidana, penyidik juga berusaha memastikan aspek perlindungan anak dan ketentuan hukum diperhitungkan dalam penanganan kasus.

Kesimpulan

Kasus YouTuber Muhammad Jannah alias Bigmo memasuki tahap pendalaman baru setelah Polda Metro Jaya menggandeng KPAI DKI Jakarta dan ahli pidana. Langkah tersebut dilakukan untuk mengkaji dugaan pelibatan anak dalam promosi produk rokok elektronik atau vape melalui siaran langsung YouTube.

Kasus ini bermula dari pengaduan yang diterima Polda Metro Jaya pada 31 Juli 2026. Polisi kemudian meminta keterangan dari pelapor, orang tua, dan empat anak yang muncul dalam video. Penyidik juga mengumpulkan rekaman live streaming, cuplikan video, tangkapan layar, serta dokumen pendukung. :contentReference[oaicite:4]{index=4}

Bigmo sendiri telah menjalani pemeriksaan pada 10 Agustus 2026 dan disebut dicecar sekitar 40 pertanyaan. Ia juga menyerahkan sejumlah bukti yang berkaitan dengan siaran langsung tersebut.

Dalam perkembangan terbaru, polisi masih melakukan penyelidikan dan berencana meminta keterangan dari Melvin, seorang kreator konten yang dianggap memiliki informasi terkait perkara. Polisi juga telah mendatangi lokasi di Jakarta Selatan serta PT TLI di Jakarta Utara untuk mendalami hubungan kerja dan dokumen yang berkaitan dengan kasus.

Hingga kini, perkara masih berada pada tahap penyelidikan. Belum ada keputusan akhir mengenai status hukum Bigmo. Hasil koordinasi dengan KPAI dan ahli pidana, ditambah pemeriksaan bukti digital serta keterangan para pihak, akan menjadi bagian penting dalam menentukan langkah hukum berikutnya.

Sumber