Polisi Periksa Produsen Vape dan Anak dalam Kasus Dugaan Eksploitasi Bigmo

Polda Metro Jaya mendalami dugaan eksploitasi anak dalam promosi vape yang melibatkan YouTuber Bigmo. Polisi telah meminta keterangan dari pelapor, orang tua dan empat anak, serta mendatangi perusahaan produsen liquid untuk menelusuri hubungan kerja dan peran masing-masing pihak.

YouTuber Bigmo menjalani pemeriksaan terkait dugaan pelibatan anak dalam promosi vape
YouTuber Bigmo menjalani pemeriksaan terkait dugaan pelibatan anak dalam promosi vape

Kasus dugaan pelibatan anak di bawah umur dalam promosi produk rokok elektronik atau vape yang menyeret YouTuber Muhammad Jannah alias Bigmo terus didalami Polda Metro Jaya. Perkara ini bermula dari beredarnya tayangan siaran langsung yang memperlihatkan anak-anak ikut muncul dalam konten yang berkaitan dengan promosi liquid vape. Polisi kemudian menerima pengaduan masyarakat dan melakukan serangkaian langkah penyelidikan untuk mengetahui bagaimana peristiwa tersebut terjadi, siapa saja yang terlibat, serta apakah terdapat unsur pelanggaran hukum.

Dalam proses penyelidikan, polisi tidak hanya memeriksa pihak yang dilaporkan. Penyidik juga meminta keterangan dari pelapor, orang tua, dan empat anak yang muncul dalam video. Selain itu, polisi mendatangi perusahaan yang berkaitan dengan produk liquid vape tersebut untuk mendalami hubungan kerja dan keterlibatan perusahaan dengan pihak yang dilaporkan. Langkah ini menunjukkan bahwa penyelidikan diarahkan untuk melihat keseluruhan rangkaian peristiwa, bukan hanya aktivitas seorang pembuat konten.

Bigmo sendiri kemudian memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya pada 10 Agustus 2026. Setelah pemeriksaan, kuasa hukumnya menyebut Bigmo mendapat sekitar 40 pertanyaan terkait kronologi siaran langsung tersebut. Bigmo juga menyampaikan permintaan maaf dan menyatakan akan kooperatif dalam proses hukum yang sedang berjalan.

Kasus Bermula dari Konten Promosi Vape

Perkara ini menjadi perhatian setelah potongan tayangan siaran langsung Bigmo beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diberitakan sejumlah media, Bigmo terlihat berada di sebuah lokasi yang berkaitan dengan penjualan liquid rokok elektronik dan melibatkan sejumlah anak dalam tayangan tersebut. Anak-anak tersebut disebut ikut menyebutkan nama produk liquid vape yang sedang dibicarakan dalam konten.

Konten tersebut kemudian menuai kritik karena produk rokok elektronik bukan produk yang semestinya dipromosikan dengan melibatkan anak. Persoalan yang kemudian diperiksa polisi bukan semata-mata soal keberadaan anak dalam sebuah tayangan, tetapi dugaan adanya pelibatan anak dalam aktivitas promosi yang memiliki nilai ekonomi.

Polda Metro Jaya menerima pengaduan masyarakat yang berkaitan dengan dugaan eksploitasi anak secara ekonomi. Pada tahap awal, perkara tersebut masih berada dalam proses penyelidikan. Polisi menyatakan bahwa identitas dan posisi anak-anak yang muncul dalam tayangan perlu didalami, sementara materi digital yang berkaitan dengan peristiwa juga dikumpulkan sebagai bagian dari proses tersebut.

Polisi Periksa Empat Anak dan Orang Tua

Salah satu bagian penting dalam penyelidikan adalah meminta keterangan dari anak-anak yang muncul dalam video. Polisi telah meminta keterangan dari empat anak tersebut dengan pendampingan pihak keluarga. Orang tua mereka juga dimintai keterangan untuk membantu penyidik memahami konteks kejadian serta hubungan anak-anak dengan pihak yang terlibat dalam pembuatan konten.

Pemeriksaan terhadap anak dalam perkara seperti ini membutuhkan perhatian khusus karena mereka bukan sekadar sumber informasi dalam penyelidikan. Mereka juga merupakan pihak yang diduga menjadi korban dan harus mendapatkan perlindungan selama proses hukum berlangsung.

Karena itu, informasi mengenai identitas anak tidak seharusnya disebarluaskan. Dalam pemberitaan mengenai kasus ini, fokus utama sebaiknya ditempatkan pada proses hukum, dugaan peristiwa, dan langkah penyidik tanpa membuka informasi yang dapat membuat anak mudah dikenali.

Pemeriksaan tersebut juga belum berarti bahwa seluruh unsur pidana telah terbukti. Keterangan dari anak, orang tua, pelapor, pihak perusahaan, dan Bigmo harus dianalisis bersama dengan bukti digital serta keterangan ahli sebelum penyidik dapat menentukan langkah hukum berikutnya.

Produsen Liquid Ikut Didalami Polisi

Selain meminta keterangan dari keluarga dan anak-anak, penyidik juga mendatangi perusahaan yang berkaitan dengan produk liquid vape yang muncul dalam konten. Polisi melakukan langkah tersebut untuk mendalami hubungan kerja antara perusahaan dan pihak yang dilaporkan.

Langkah ini menjadi penting karena jika sebuah konten diduga memiliki unsur promosi komersial, penyidik perlu memahami bagaimana hubungan antara pembuat konten dengan perusahaan produk. Hubungan tersebut dapat berupa kerja sama, pemberian tugas, aktivitas pemasaran, atau bentuk keterlibatan lain. Namun, bentuk hubungan dan tanggung jawab masing-masing pihak tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan kemunculan merek atau produk dalam video.

Polisi sebelumnya juga disebut telah mengamankan rekaman siaran langsung, cuplikan video, serta dokumen pendukung lain yang berkaitan dengan perkara. Materi digital tersebut menjadi bagian penting untuk mengetahui konteks lengkap tayangan, bukan hanya potongan video yang beredar di media sosial.

Bigmo Kemudian Diperiksa Penyidik

Setelah serangkaian pemeriksaan awal dilakukan, polisi memanggil Bigmo untuk memberikan klarifikasi. Muhammad Jannah hadir di Polda Metro Jaya pada Senin, 10 Agustus 2026 untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan pelibatan anak dalam promosi liquid vape.

Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik mengajukan sekitar 40 pertanyaan. Kuasa hukum Bigmo mengatakan pertanyaan tersebut berkaitan dengan kronologi saat siaran langsung berlangsung serta keterlibatan pihak-pihak yang muncul dalam tayangan. Pemeriksaan berlangsung beberapa jam sebelum Bigmo meninggalkan Polda Metro Jaya.

Setelah pemeriksaan, Bigmo menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga anak yang terlibat. Ia juga menyatakan akan menjadikan perkara tersebut sebagai pelajaran dan bersikap kooperatif dalam proses hukum. Permintaan maaf tersebut merupakan pernyataan dari pihak Bigmo dan tidak dengan sendirinya menentukan ada atau tidaknya pelanggaran pidana.

Polisi Masih Mendalami Peran Masing-Masing Pihak

Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam perkara ini adalah status penyelidikan. Polisi sedang mengumpulkan informasi untuk menentukan konstruksi peristiwa dan kemungkinan unsur pidana yang relevan. Dengan demikian, belum tepat untuk menyimpulkan bahwa pihak tertentu telah terbukti melakukan tindak pidana sebelum proses penyidikan dan pembuktian selesai.

Direktur Reserse PPA-PPO Polda Metro Jaya Kombes Pol. Rita Wulandari Wibowo sebelumnya menyebut penyelidik masih mendalami status dan peran anak-anak yang terekam dalam video tersebut dengan melibatkan para ahli. Pemeriksaan terhadap pihak produsen juga menjadi bagian dari upaya memahami hubungan antara konten, produk, dan pihak yang mungkin terlibat dalam pembuatannya.

Proses tersebut penting karena satu tayangan dapat melibatkan lebih dari satu unsur. Ada pembuat konten, pihak yang menyediakan atau menjual produk, kemungkinan hubungan komersial, anak yang tampil dalam video, serta orang dewasa lain yang berada di lokasi. Masing-masing perlu diperiksa berdasarkan perannya sendiri dan bukti yang tersedia.

Mengapa Pelibatan Anak Menjadi Persoalan Serius?

Persoalan utama dalam kasus ini adalah dugaan penggunaan anak dalam konteks promosi produk rokok elektronik. Anak memiliki posisi khusus dalam hukum dan kebijakan perlindungan anak. Karena itu, ketika anak muncul dalam kegiatan yang diduga memiliki nilai komersial, aparat perlu melihat apakah keterlibatan tersebut dilakukan secara tepat, apakah terdapat unsur eksploitasi, dan apakah kepentingan terbaik anak telah dilindungi.

Perlindungan anak juga menjadi semakin penting ketika aktivitas tersebut berlangsung di ruang digital. Konten yang dibuat dalam satu siaran langsung dapat direkam, dipotong, disebarkan kembali, dan ditonton oleh audiens yang jauh lebih luas daripada orang-orang yang berada di lokasi kejadian.

Dalam konteks promosi produk, persoalan tersebut menjadi lebih sensitif karena anak dapat diposisikan sebagai bagian dari daya tarik konten. Anak yang tampil di depan kamera belum tentu memahami konsekuensi komersial dari tayangan yang dibuat. Karena itu, orang dewasa yang terlibat memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa kepentingan anak tidak dikalahkan oleh kepentingan konten atau promosi.

Rokok Elektronik dan Perlindungan Anak

Rokok elektronik atau vape juga memiliki dimensi kesehatan masyarakat. Produk tersebut mengandung zat yang dapat menimbulkan ketergantungan, sehingga perlindungan terhadap anak dan remaja menjadi salah satu perhatian dalam pengaturan produk tembakau dan rokok elektronik.

Dalam pemberitaan terkait kasus ini, pejabat pemerintah juga menyoroti pentingnya mencegah anak menjadi sasaran maupun bagian dari promosi produk yang dapat membahayakan kesehatan. Prinsip tersebut menjadi semakin relevan ketika promosi berlangsung melalui media sosial karena konten dapat menjangkau pengguna muda tanpa batas ruang fisik.

Masalahnya bukan hanya apakah seorang anak membeli atau menggunakan produk tersebut. Keterlibatan anak dalam materi promosi juga dapat membuat produk terlihat lebih dekat dengan kehidupan anak dan remaja. Karena itu, batas antara konten hiburan dan promosi komersial perlu diperhatikan secara serius.

Peran Media Sosial dalam Kasus Bigmo

Kasus ini juga memperlihatkan bagaimana media sosial dapat mempercepat munculnya persoalan hukum. Tayangan langsung yang awalnya dibuat untuk audiens tertentu dapat dengan cepat direkam oleh penonton dan diedarkan kembali. Potongan video kemudian dapat menjadi perhatian publik sebelum konteks keseluruhan diketahui.

Situasi tersebut membuat penyidik perlu bekerja dengan materi digital yang lengkap. Potongan video yang beredar di media sosial dapat membantu menunjukkan adanya suatu peristiwa, tetapi konteks keseluruhan tayangan tetap diperlukan untuk mengetahui apa yang terjadi sebelum dan sesudah bagian yang viral.

Karena itu, pengamanan rekaman asli, dokumen digital, dan materi pendukung menjadi langkah penting dalam penyelidikan. Polisi juga perlu mencocokkan materi digital dengan keterangan para saksi serta pihak yang terlibat agar konstruksi peristiwa tidak hanya didasarkan pada potongan konten yang telah beredar.

Di sisi lain, publik juga perlu berhati-hati dalam menyebarkan ulang video yang menampilkan anak. Penyebaran ulang yang tidak bertanggung jawab dapat memperluas paparan identitas anak dan berpotensi memperburuk dampak terhadap mereka.

Belum Ada Kesimpulan Akhir soal Pidana

Sejauh proses yang diberitakan, perkara ini masih berada pada tahap penyelidikan. Polisi sedang mengumpulkan keterangan dan bukti untuk menentukan apakah terdapat tindak pidana serta siapa yang dapat dimintai pertanggungjawaban.

Status penyelidikan penting untuk dipahami agar pemberitaan tidak mendahului proses hukum. Sebuah laporan atau pengaduan masyarakat belum sama dengan penetapan tersangka. Begitu pula pemeriksaan seseorang oleh polisi tidak otomatis berarti orang tersebut telah terbukti melakukan tindak pidana.

Dalam kasus Bigmo, polisi perlu menentukan apakah terdapat unsur eksploitasi ekonomi terhadap anak, bagaimana bentuk hubungan komersial dengan pihak perusahaan, serta apakah ada pihak lain yang memiliki peran dalam pembuatan atau penyebaran materi promosi tersebut.

Karena itu, permintaan sebagian pihak agar polisi segera menangkap seseorang tidak dapat dijadikan dasar untuk menyatakan bahwa penangkapan pasti akan dilakukan. Tindakan hukum harus mengikuti hasil penyelidikan dan ketentuan hukum yang berlaku.

Hubungan dengan Perusahaan Juga Perlu Dijelaskan

Pemeriksaan terhadap perusahaan liquid menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian karena dapat membantu menjelaskan apakah konten tersebut memiliki hubungan kerja atau kepentingan promosi dengan perusahaan. Jika hubungan komersial memang ada, penyidik dapat mendalami bentuk kerja sama dan siapa yang memiliki kewenangan dalam aktivitas tersebut.

Namun, pemeriksaan perusahaan tidak berarti perusahaan tersebut telah dinyatakan bersalah. Polisi masih perlu membuktikan fakta mengenai hubungan para pihak. Demikian pula, keberadaan suatu merek dalam konten tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa perusahaan memberikan instruksi untuk melibatkan anak.

Karena itu, proses pemeriksaan harus memisahkan antara fakta yang sudah diketahui dan dugaan yang masih diperiksa. Pendekatan tersebut penting agar hak semua pihak tetap terlindungi sekaligus memastikan kepentingan anak tidak terabaikan.

Perlindungan Anak Harus Tetap Menjadi Prioritas

Terlepas dari hasil akhir proses hukum, perkara ini memperlihatkan pentingnya kehati-hatian ketika anak muncul dalam konten komersial. Anak bukan sekadar objek untuk meningkatkan jumlah penonton atau membuat konten menjadi lebih menarik.

Orang dewasa yang memiliki akses terhadap media sosial, produk komersial, dan sumber daya produksi memiliki posisi yang lebih kuat dibandingkan anak. Karena itu, tanggung jawab untuk memastikan keamanan dan kepentingan anak seharusnya berada pada pihak yang lebih dewasa dan memiliki kendali atas aktivitas tersebut.

Dalam ruang digital, perlindungan tersebut juga mencakup cara video dibuat, bagaimana anak diperkenalkan kepada audiens, apakah identitas mereka dapat diketahui, serta bagaimana rekaman tersebut disimpan dan disebarkan setelah siaran berakhir.

Kasus ini dapat menjadi pengingat bahwa standar kehati-hatian dalam membuat konten tidak berhenti pada persoalan apakah sebuah video menarik bagi penonton. Ketika anak dan produk yang memiliki konsekuensi kesehatan terlibat dalam satu konten, aspek perlindungan anak dan kepatuhan hukum menjadi jauh lebih penting.

Proses Hukum Masih Berjalan

Polda Metro Jaya telah melakukan sejumlah langkah dalam perkara ini, mulai dari meminta keterangan pelapor, orang tua dan empat anak, mengamankan materi digital, mendatangi perusahaan yang berkaitan dengan produk liquid, hingga memeriksa Bigmo. Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa penyelidik sedang mencoba membangun gambaran lengkap mengenai peristiwa yang dilaporkan.

Pemeriksaan Bigmo pada 10 Agustus menjadi salah satu tahapan penting, tetapi bukan akhir dari perkara. Penyidik masih dapat melakukan pendalaman berdasarkan hasil pemeriksaan, keterangan ahli, dokumen perusahaan, materi digital, dan informasi lain yang dianggap relevan.

Hasil akhir proses tersebut akan menentukan apakah perkara dapat ditingkatkan ke tahap berikutnya atau membutuhkan pendalaman lebih lanjut. Sampai ada keputusan resmi dari aparat penegak hukum, seluruh pihak yang diperiksa tetap harus diposisikan sesuai status hukumnya masing-masing.

Yang paling penting dalam perkara ini adalah memastikan dugaan pelibatan anak ditangani secara serius tanpa mengorbankan hak dan privasi anak. Penegakan hukum dan perlindungan anak harus berjalan bersamaan, sementara publik sebaiknya menunggu hasil penyelidikan sebelum menarik kesimpulan mengenai kesalahan pidana pihak tertentu.

Kasus dugaan promosi vape yang melibatkan Bigmo pada akhirnya menjadi persoalan yang berada di persimpangan antara konten digital, aktivitas komersial, perlindungan anak, dan penegakan hukum. Pemeriksaan terhadap Bigmo, anak-anak yang muncul dalam tayangan, orang tua, serta pihak perusahaan menjadi bagian dari upaya polisi untuk mengetahui rangkaian peristiwa secara utuh.

Dengan proses yang masih berjalan, perhatian publik kini tertuju pada hasil pendalaman Polda Metro Jaya. Apakah terdapat unsur pidana, bagaimana peran masing-masing pihak, dan apakah perkara akan berlanjut ke tahap hukum berikutnya merupakan pertanyaan yang harus dijawab berdasarkan bukti, bukan semata-mata tekanan opini publik.

Sumber