Pemilik Panathinaikos Basketball Club, Dimitrios Giannakopoulos, mengaku telah mencoba melakukan langkah serius untuk membawa bintang Denver Nuggets, Nikola Jokic, bermain di Yunani. Upaya tersebut disebut telah disampaikan kepada klub NBA asal Amerika Serikat itu, tetapi mendapat penolakan.
Dalam sebuah podcast Euro Insiders yang diterbitkan pada 10 Agustus 2026, Giannakopoulos mengatakan dirinya telah mengajukan proposal kepada Denver Nuggets dan Jokic untuk membahas kemungkinan kepindahan sang pemain ke Panathinaikos. Ia menyebut proposal tersebut bukan sekadar candaan atau wacana, melainkan sebuah pendekatan yang benar-benar dilakukan.
Panathinaikos Serius Membidik Nikola Jokic
Nama Nikola Jokic tentu menjadi salah satu target paling sulit bagi klub basket Eropa. Pemain asal Serbia tersebut telah menghabiskan seluruh karier NBA-nya bersama Denver Nuggets dan menjadi figur penting dalam sejarah modern klub tersebut.
Menurut laporan Reuters, Giannakopoulos mengungkapkan bahwa dirinya pernah mencoba membeli sisa kontrak Jokic agar sang pemain dapat meninggalkan Denver dan bergabung dengan Panathinaikos. Proposal itu kemudian ditolak oleh pihak Nuggets.
Giannakopoulos menggambarkan respons dari pihak Denver sebagai penolakan yang sangat cepat ketika mengetahui bahwa pendekatan tersebut datang dari klub Yunani. Meski demikian, pemilik Panathinaikos tidak menutup kemungkinan untuk kembali mencoba pada masa mendatang.
Proposal Tidak Berujung Kepindahan
Upaya tersebut tidak menghasilkan kesepakatan. Jokic tetap menjadi bagian dari Denver Nuggets dan tidak berpindah ke Panathinaikos untuk musim yang sedang dibicarakan.
Hal tersebut menunjukkan betapa besarnya tantangan yang harus dihadapi klub Eropa ketika mencoba mendatangkan pemain dengan status seperti Jokic. Selain posisi sang pemain sebagai bintang utama NBA, kontrak dan komitmen Jokic bersama Denver menjadi faktor penting dalam menentukan apakah perpindahan semacam itu realistis dilakukan.
Giannakopoulos tetap memberikan sinyal bahwa peluang tersebut belum sepenuhnya ditutup. Ia menyebut kemungkinan untuk kembali mencoba pada tahun berikutnya, sehingga pembicaraan mengenai masa depan Jokic di Eropa masih dapat menjadi bahan spekulasi di kemudian hari.
Kontrak Jokic Masih Menjadi Faktor Utama
Situasi kontrak menjadi salah satu aspek penting dalam cerita tersebut. Reuters melaporkan bahwa Jokic secara teknis masih memiliki dua tahun tersisa dalam kesepakatannya dengan Denver Nuggets, sementara musim berikutnya terkait dengan opsi pemain.
Menurut data yang dikutip Reuters dari Spotrac, Jokic dijadwalkan menerima bayaran lebih dari 59 juta dolar AS pada musim yang sedang berlangsung dan lebih dari 62 juta dolar AS pada musim berikutnya. Opsi pemain untuk periode selanjutnya membuat situasi kontraknya memiliki ruang keputusan yang berbeda dibanding kontrak biasa.
Karena itu, keinginan Panathinaikos untuk membawa Jokic ke Yunani tidak hanya bergantung pada ketertarikan pemain. Struktur kontrak, keputusan Denver Nuggets, serta keputusan Jokic sendiri menjadi bagian penting dari kemungkinan tersebut.
Dalam konteks olahraga profesional, pembelian atau pelepasan kontrak pemain NBA dengan nilai besar juga bukan perkara sederhana. Klub peminat harus menghadapi konsekuensi finansial dan olahraga yang jauh lebih besar dibandingkan perekrutan pemain biasa.
Nikola Jokic dan Statusnya di NBA
Nikola Jokic bukan pemain NBA biasa. Center asal Serbia tersebut telah menghabiskan 11 musim NBA bersama Denver Nuggets hingga laporan Reuters diterbitkan. Selama periode tersebut, ia berkembang dari pemain internasional menjadi salah satu figur paling dominan di liga.
Reuters mencatat Jokic telah memenangkan penghargaan NBA Most Valuable Player sebanyak tiga kali. Ia juga menjadi bagian utama ketika Denver Nuggets meraih satu-satunya gelar NBA dalam sejarah waralaba tersebut pada musim 2022-23.
Perannya di Denver juga terlihat dari kontribusinya di berbagai aspek permainan. Reuters mencatat bahwa Jokic memiliki rata-rata 22,2 poin, 11,1 rebound, dan 7,5 assist sepanjang karier NBA yang disebut dalam laporan tersebut.
Angka tersebut menggambarkan karakter permainan Jokic yang tidak hanya bergantung pada kemampuan mencetak angka. Ia juga dikenal karena kemampuannya memberikan kontribusi besar dalam rebound dan menciptakan peluang bagi rekan setimnya.
Jokic Punya Pengalaman Unik dalam Permainan Basket
Salah satu aspek yang membuat Jokic sangat menonjol adalah kemampuannya menghasilkan statistik yang biasanya sulit dicapai oleh seorang pemain berposisi center. Reuters mencatat Jokic membukukan rata-rata triple-double dalam dua musim terakhir yang disebut dalam laporan.
Dalam sejarah NBA, hanya Oscar Robertson dan Russell Westbrook yang juga pernah mencatat rata-rata triple-double dalam satu musim. Catatan tersebut semakin memperlihatkan mengapa pemain seperti Jokic memiliki nilai yang sangat tinggi bagi klubnya.
Dengan status tersebut, upaya Panathinaikos untuk membawanya ke Yunani menjadi sebuah langkah yang sangat ambisius. Klub Eropa tersebut bukan sekadar mencoba mendatangkan pemain NBA, tetapi membidik salah satu pemain paling berpengaruh di kompetisi basket Amerika Serikat.
Panathinaikos Ingin Memperkuat Ambisi di Eropa
Panathinaikos sendiri merupakan salah satu nama besar dalam basket Eropa. Klub asal Athena tersebut memiliki sejarah panjang dan menjadi salah satu peserta penting dalam kompetisi EuroLeague.
Namun, laporan Reuters menunjukkan bahwa perjalanan Panathinaikos pada musim EuroLeague sebelumnya tidak berjalan sesuai harapan. Mereka mencatat rekor 22 kemenangan dan 16 kekalahan untuk menempati posisi ketujuh dari 20 tim sebelum tersingkir pada putaran pertama playoff melawan Valencia Basket.
Situasi tersebut memberikan konteks mengapa nama Jokic bisa menjadi target yang begitu menarik bagi pemilik klub. Kehadiran pemain dengan kualitas seperti Jokic secara teori akan mengubah level kekuatan sebuah tim, meskipun realisasi transfer seperti itu sangat sulit dilakukan.
Panathinaikos juga memiliki sejumlah pemain yang pernah memiliki pengalaman di NBA. Reuters menyebut Jerian Grant, Juancho Hernangomez, Kendrick Nunn, dan Guerschon Yabusele sebagai nama-nama mantan pemain NBA yang tercantum dalam roster pramusim klub tersebut.
Mengapa Kepindahan Jokic ke Eropa Akan Menjadi Peristiwa Besar?
Jika Jokic benar-benar bermain untuk klub Eropa pada masa mendatang, dampaknya akan jauh melampaui Panathinaikos. Kehadirannya akan menjadi salah satu perpindahan pemain NBA paling mencolok ke kompetisi Eropa karena status dan pencapaiannya di Amerika Serikat.
Perpindahan pemain NBA ke Eropa bukan sesuatu yang sepenuhnya baru. Namun, kasus Jokic memiliki skala berbeda karena ia bukan pemain yang sedang mencari jalan untuk kembali membangun karier setelah masa NBA berakhir. Ia masih berada di level tertinggi kompetisi basket Amerika Utara dan tetap menjadi bagian penting dari Denver Nuggets.
Karena itu, pembicaraan mengenai kepindahan Jokic harus dibedakan dari transfer pemain biasa. Faktor olahraga, kontrak, finansial, keputusan klub NBA, serta keinginan pribadi pemain semuanya harus bertemu sebelum sebuah kesepakatan dapat terjadi.
Pernyataan Giannakopoulos juga belum berarti bahwa Jokic akan bergabung dengan Panathinaikos. Yang diketahui dari laporan tersebut adalah adanya proposal yang pernah diajukan dan kemudian ditolak. Setiap pembicaraan mengenai kepindahan berikutnya masih berada pada tahap kemungkinan.
Panathinaikos Masih Membuka Peluang
Meski proposal awal gagal, Giannakopoulos tidak menyatakan bahwa upayanya berhenti selamanya. Ia mengisyaratkan kemungkinan untuk kembali mencoba pada tahun berikutnya.
Sikap tersebut membuat masa depan Jokic tetap menarik untuk diperhatikan, terutama karena kontraknya memiliki struktur yang memberikan opsi bagi pemain pada periode berikutnya. Namun, belum ada indikasi dari laporan Reuters bahwa Jokic telah menyatakan keinginan untuk pindah ke Yunani.
Karena itu, penting untuk membedakan antara keinginan pemilik klub dan keputusan pemain. Pernyataan Giannakopoulos menunjukkan ambisi Panathinaikos, tetapi tidak dapat dianggap sebagai tanda bahwa transfer sudah dekat atau bahwa Jokic telah menyetujui kepindahan.
Dari Proposal Menjadi Kemungkinan Jangka Panjang
Untuk saat ini, cerita mengenai Jokic dan Panathinaikos lebih tepat dipandang sebagai upaya ambisius yang belum berhasil. Proposal telah diajukan, Denver Nuggets menolaknya, dan Jokic tetap berada dalam lingkungan NBA.
Namun, pernyataan pemilik Panathinaikos membuat kemungkinan tersebut menjadi bagian dari pembicaraan mengenai masa depan sang bintang Serbia. Jika situasi kontrak berubah dan semua pihak memiliki kepentingan yang sama, pendekatan serupa secara teori dapat kembali muncul.
Bagi Panathinaikos, ketertarikan terhadap Jokic juga menunjukkan seberapa tinggi ambisi klub dalam membangun kekuatan di basket Eropa. Membidik pemain dengan tiga penghargaan MVP NBA dan pengalaman membawa Denver Nuggets menjadi juara menunjukkan target yang berada di level paling tinggi.
Belum Ada Kesepakatan untuk Membawa Jokic ke Yunani
Pada akhirnya, belum ada kesepakatan yang membuat Nikola Jokic menjadi pemain Panathinaikos. Laporan Reuters menegaskan bahwa proposal yang pernah diajukan Giannakopoulos kepada Denver Nuggets mendapat penolakan.
Jokic tetap terikat dengan Denver Nuggets, sementara pembahasan mengenai kemungkinan bermain di Yunani masih sebatas upaya dan rencana yang disampaikan pemilik Panathinaikos. Jika pendekatan baru dilakukan pada masa mendatang, keputusan Jokic dan klub NBA tersebut akan menjadi faktor penentu.
Untuk sementara, perhatian terhadap cerita ini lebih banyak berada pada ambisi Panathinaikos daripada sebuah transfer yang sudah terjadi. Nama Jokic memang cukup besar untuk membuat setiap kemungkinan perpindahan klub menjadi sorotan, tetapi antara proposal dan kesepakatan masih terdapat proses panjang yang harus dilalui.
Upaya membawa salah satu bintang terbesar NBA ke Yunani memperlihatkan bagaimana klub-klub Eropa terus mencari cara untuk meningkatkan daya saing dan daya tarik kompetisi mereka. Bagi Panathinaikos, Jokic menjadi target yang sangat tinggi. Bagi dunia basket, wacana tersebut menjadi gambaran menarik tentang kemungkinan hubungan yang semakin dekat antara bintang NBA dan klub-klub papan atas Eropa.



