Panel Tri-Fold Masuk Pasar, Gadget Kini Berubah dari Ponsel Menjadi Tablet

Komersialisasi perangkat tri-fold mengubah konsep ponsel lipat melalui panel tiga bagian yang dapat berkembang menjadi layar berukuran tablet.

Ponsel tri-fold dengan dua engsel ditampilkan dalam posisi tertutup, setengah terbuka, dan terbuka penuh
Ponsel tri-fold dengan dua engsel ditampilkan dalam posisi tertutup, setengah terbuka, dan terbuka penuh

Komersialisasi perangkat tri-fold menandai perubahan penting dalam industri gadget. Ponsel tidak lagi hanya memiliki pilihan layar biasa atau satu engsel seperti model foldable berbentuk buku. Dengan dua engsel dan panel fleksibel yang terbagi menjadi tiga bagian, perangkat dapat berubah dari ponsel berukuran normal menjadi layar besar yang mendekati pengalaman menggunakan tablet.

Peralihan dari konsep pameran menuju produk yang benar-benar dijual dimulai secara nyata melalui Huawei Mate XT Ultimate Design pada 2024. Samsung kemudian memperluas persaingan dengan Galaxy Z TriFold yang dipasarkan di sejumlah negara sejak akhir 2025 dan tersedia di Amerika Serikat pada Januari 2026.

Kehadiran dua produsen besar menunjukkan bahwa tri-fold bukan lagi sekadar eksperimen desain. Meski masih menyasar pasar premium dan belum diproduksi sebesar ponsel konvensional, teknologi ini mulai membentuk kategori baru dalam industri perangkat seluler.

Dua Engsel Mengubah Fungsi Satu Perangkat

Istilah tri-fold biasanya digunakan untuk perangkat dengan satu layar fleksibel yang dibagi menjadi tiga bagian oleh dua engsel. Ketika ditutup, bentuknya menyerupai ponsel. Setelah dibuka penuh, bidang layarnya menjadi jauh lebih lebar dan dapat digunakan untuk membaca dokumen, menonton video, mengedit konten, atau membuka beberapa aplikasi secara bersamaan.

Huawei Mate XT menggunakan mekanisme yang memungkinkan satu bagian layar dilipat ke dalam dan bagian lain dilipat ke luar. Susunan tersebut memberikan beberapa pilihan penggunaan, mulai dari mode satu layar, dua layar, hingga tiga layar.

Huawei menyebut Mate XT sebagai ponsel tri-fold komersial pertama di dunia berdasarkan produk yang telah dipasarkan hingga 10 September 2024. Dalam kondisi terbuka penuh, perangkat tersebut memiliki layar berukuran 10,2 inci dengan resolusi 2232 × 3184 piksel.

Samsung mengambil pendekatan berbeda melalui Galaxy Z TriFold. Dua sisi layar utama dilipat ke dalam sehingga panel fleksibel terlindungi ketika perangkat ditutup. Pengguna kemudian mengoperasikan layar luar berukuran ponsel dalam kondisi terlipat.

Saat dibuka dua kali, Galaxy Z TriFold menghadirkan layar utama 10 inci. Samsung memosisikannya sebagai perangkat yang memadukan portabilitas ponsel dengan ruang kerja sebuah tablet.

Komersialisasi Tidak Hanya Bergantung pada Panel

Membuat perangkat tri-fold membutuhkan lebih dari sekadar memperpanjang panel OLED fleksibel. Produsen harus merancang dua engsel yang bekerja secara berurutan, struktur rangka yang tetap kokoh, lapisan pelindung layar, serta jalur kabel fleksibel yang dapat bertahan terhadap pembukaan dan penutupan berulang.

Ketebalan juga menjadi tantangan. Tiga bagian perangkat akan saling menumpuk ketika ditutup. Setiap lapisan tambahan pada panel, baterai, rangka, dan engsel dapat membuat ponsel terlalu tebal atau berat untuk digunakan sehari-hari.

Produsen kemudian harus membagi baterai dan komponen internal ke beberapa bagian. Desain ini membutuhkan pengaturan ruang yang lebih rumit dibandingkan ponsel biasa karena setiap bagian harus tetap tipis dan dapat mengikuti gerakan engsel.

Huawei menggunakan baterai silikon anoda dengan kapasitas tipikal 5.600 mAh pada Mate XT. Perusahaan menyatakan struktur baterainya dibuat setipis 1,9 milimeter untuk menjaga keseimbangan antara kapasitas dan bentuk perangkat.

Galaxy Z TriFold juga menggunakan baterai yang ditempatkan pada tiga panel perangkat. Samsung menyebutnya sebagai baterai terbesar yang pernah digunakan perusahaan pada ponsel lipatnya saat produk tersebut diperkenalkan.

Ketahanan Menjadi Ujian Utama

Semakin banyak titik lipatan, semakin rumit pula pengujian ketahanan. Panel harus menahan tekanan pada dua area engsel, sementara rangka perlu menjaga agar seluruh bagian tetap sejajar ketika perangkat dibuka.

Samsung menyatakan layar utama Galaxy Z TriFold menjalani pengujian pelipatan sebanyak 200.000 siklus. Jumlah tersebut disetarakan perusahaan dengan sekitar 100 kali pelipatan setiap hari selama lima tahun.

Setiap unit juga melewati pemeriksaan kualitas, termasuk pemindaian terhadap papan sirkuit fleksibel. Proses tersebut diperlukan karena kerusakan kecil pada jalur elektronik dapat mengganggu layar atau komponen lain setelah perangkat digunakan berulang kali.

Huawei memakai sistem engsel yang mendukung lipatan ke dalam dan ke luar. Perusahaan menggunakan lapisan komposit pada layar, material fleksibel multidireksional, serta kaca sangat tipis atau UTG untuk meningkatkan perlindungan terhadap tekanan.

Walaupun produsen menawarkan hasil pengujian laboratorium, penggunaan sehari-hari tetap menghadirkan kondisi berbeda. Debu, pasir, tekanan benda asing, benturan, suhu rendah, dan kesalahan urutan melipat dapat memengaruhi umur perangkat.

Samsung bahkan memberi petunjuk khusus mengenai urutan menutup Galaxy Z TriFold. Bagian tanpa kamera harus dilipat terlebih dahulu karena melipat dari sisi lain dapat merusak perangkat.

Layar Besar Mengubah Desain Aplikasi

Tri-fold tidak hanya mengubah bentuk perangkat keras. Pengembang aplikasi perlu menyesuaikan tampilan agar dapat berpindah secara mulus ketika ponsel digunakan dalam kondisi tertutup, terbuka sebagian, atau terbuka penuh.

Pada layar kecil, sebuah aplikasi dapat menampilkan satu kolom. Ketika panel dibuka, aplikasi yang sama dapat berubah menjadi dua atau tiga kolom, memperlihatkan menu, dokumen, dan panel tambahan secara bersamaan.

Ruang layar yang lebih besar juga memungkinkan multitasking menyerupai komputer. Pengguna dapat menampilkan panggilan video sambil membaca dokumen, membuka peramban bersama aplikasi catatan, atau memindahkan materi dari satu jendela ke jendela lainnya.

Namun, manfaat tersebut hanya terasa apabila aplikasi memiliki antarmuka adaptif. Aplikasi yang sekadar diperbesar dapat menyisakan ruang kosong, menampilkan tombol terlalu besar, atau gagal memanfaatkan perbandingan layar yang lebar.

Produsen juga perlu mengatur perpindahan aplikasi ketika perangkat dilipat. Video, dokumen, atau pekerjaan yang sedang dibuka seharusnya tetap berjalan tanpa kehilangan posisi saat ukuran layar berubah.

Harga Tinggi Membatasi Pasar Awal

Perangkat tri-fold generasi awal masih berada pada kelas harga premium. Huawei Mate XT diperkenalkan di China dengan harga awal 19.999 yuan, sedangkan Galaxy Z TriFold dipasarkan di Amerika Serikat mulai 2.899 dolar AS.

Harga tersebut dipengaruhi kompleksitas panel, dua sistem engsel, rendahnya skala produksi, proses perakitan, dan kebutuhan pemeriksaan kualitas yang lebih ketat. Tingkat hasil produksi panel yang memenuhi standar juga dapat memengaruhi biaya setiap unit.

Samsung menyatakan Galaxy Z TriFold ditujukan kepada konsumen yang secara khusus menginginkan teknologi tersebut, bukan sebagai produk untuk mengejar penjualan dalam jumlah besar. Analis yang dikutip Reuters juga menilai perangkat tri-fold generasi pertama lebih menyerupai pameran kemampuan teknologi daripada produk massal.

Counterpoint Research memperkirakan ponsel lipat masih menyumbang kurang dari 3 persen pasar smartphone global pada 2027. Angka tersebut mencakup seluruh jenis foldable, sehingga segmen tri-fold kemungkinan masih lebih kecil.

Kondisi itu tidak membuat teknologi tri-fold kehilangan arti. Perangkat generasi pertama dapat menjadi tempat produsen menguji desain engsel, respons konsumen, pola penggunaan layar besar, dan kemampuan rantai produksi sebelum memperluasnya ke model yang lebih terjangkau.

Form Factor Gadget Mulai Menjadi Fleksibel

Selama bertahun-tahun, ukuran sebuah ponsel dibatasi oleh ruang saku dan kenyamanan genggaman. Tablet menawarkan layar lebih besar, tetapi harus dibawa sebagai perangkat terpisah. Tri-fold berusaha menggabungkan dua kebutuhan tersebut dalam satu produk.

Perangkat ini tidak sepenuhnya menggantikan tablet atau laptop. Bobot, ketebalan saat tertutup, harga, keterbatasan aplikasi, dan daya tahan masih menjadi pertimbangan. Namun, layar sekitar 10 inci yang dapat dilipat menjadi ukuran ponsel memperlihatkan bahwa bentuk gadget tidak lagi harus tetap.

Teknologi yang dikembangkan untuk tri-fold juga dapat digunakan pada perangkat lain. Panel fleksibel, engsel tipis, baterai berlapis, dan antarmuka adaptif berpotensi diterapkan pada tablet lipat, layar gulung, komputer portabel, serta perangkat yang bentuknya dapat berubah sesuai kebutuhan.

Persaingan antara Huawei dan Samsung menunjukkan dimulainya tahap komersial bagi kategori ini. Huawei membuktikan bahwa desain dengan lipatan ke dalam dan ke luar dapat dijual kepada konsumen, sedangkan Samsung membawa pendekatan dua lipatan ke dalam dengan perlindungan panel utama saat perangkat ditutup.

Generasi berikutnya kemungkinan akan berfokus pada pengurangan berat dan ketebalan, peningkatan ketahanan, penyamaran bekas lipatan, efisiensi baterai, serta penurunan harga. Produsen juga harus menentukan apakah konsumen benar-benar membutuhkan tiga mode layar atau hanya tertarik pada kebaruan desainnya.

Komersialisasi panel tri-fold belum berarti seluruh ponsel akan segera memiliki dua engsel. Namun, kehadiran produk yang sudah dijual membuktikan bahwa konsep tersebut telah melewati tahap prototipe. Tri-fold kini menjadi laboratorium berjalan bagi era gadget yang dapat berubah dari ponsel menjadi tablet hanya dengan membuka dua lipatan.

Sumber