Raffi Ahmad mengungkap rencana RANS Entertainment untuk mengembangkan festival musik berskala internasional yang terinspirasi dari konsep Coachella. Gagasan tersebut disiapkan sebagai intellectual property atau IP baru di luar RANS Carnival, dengan ambisi menjadikan Indonesia sebagai tempat bertemunya masyarakat lokal dan pengunjung dari berbagai negara melalui sebuah gelaran hiburan berskala besar.
Rencana itu disampaikan Raffi ketika membahas perkembangan bisnis RANS Entertainment di kawasan Panglima Polim, Jakarta Selatan, pada Rabu, 13 Agustus 2026. Bagi RANS, festival musik tersebut tidak hanya diposisikan sebagai sebuah acara yang berlangsung secara berkala, tetapi juga sebagai aset kreatif yang dapat dikembangkan menjadi IP tersendiri dalam industri hiburan.
Gagasan membuat festival dengan nuansa seperti Coachella menunjukkan bahwa RANS ingin memperluas aktivitasnya di sektor hiburan. Perusahaan yang dibangun Raffi Ahmad dan Nagita Slavina itu sebelumnya telah mengembangkan sejumlah IP dan kegiatan hiburan. Kini, festival musik internasional menjadi salah satu rencana yang kembali disorot seiring perubahan tren konsumsi hiburan dan semakin besarnya peluang industri pertunjukan.
Raffi Ahmad Ingin Membuat Festival di Luar RANS Carnival
Raffi menjelaskan bahwa festival musik yang sedang direncanakan akan dibuat di luar RANS Carnival. Penegasan ini penting karena RANS Carnival telah menjadi salah satu bentuk kegiatan yang dikembangkan RANS, sedangkan proyek baru tersebut diarahkan untuk memiliki identitas dan posisi tersendiri.
Menurut Raffi, gagasan festival seperti Coachella sudah pernah disampaikan sebelumnya. Konsep yang dimaksud bukan sekadar menghadirkan pertunjukan musik biasa, melainkan membangun sebuah konser internasional yang mampu mendatangkan masyarakat dari berbagai negara ke Indonesia.
Dengan konsep tersebut, festival yang direncanakan RANS memiliki sasaran yang lebih luas dibandingkan acara yang hanya berorientasi pada penonton domestik. Kehadiran pengunjung internasional menjadi bagian dari visi yang disampaikan Raffi, sehingga festival tersebut diharapkan dapat memiliki daya tarik lintas negara.
Raffi juga menyebut gagasan tersebut memperoleh respons positif dari para mitra RANS. Dukungan mitra menjadi salah satu elemen penting dalam pengembangan acara berskala besar karena sebuah festival membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari penyelenggara hingga mitra bisnis dan pelaku industri kreatif.
Festival Musik Diproyeksikan Menjadi IP Baru
Salah satu hal yang membedakan rencana tersebut dari sekadar penyelenggaraan konser adalah penempatannya sebagai intellectual property baru. Dalam industri hiburan, IP dapat menjadi aset yang memiliki identitas, konsep, dan potensi pengembangan secara berkelanjutan.
RANS selama ini tidak hanya mengandalkan kegiatan berbasis konten. Perusahaan tersebut juga mengembangkan berbagai bentuk IP dan aktivitas hiburan. Karena itu, rencana festival musik internasional dapat dilihat sebagai bagian dari strategi memperluas portofolio kreatif perusahaan.
Jika sebuah festival berhasil membangun identitas yang kuat, penyelenggara dapat memiliki ruang untuk mengembangkan berbagai elemen di sekitar acara utama. Namun, dalam konteks rencana RANS yang disampaikan Raffi, belum ada rincian mengenai nama festival, tanggal penyelenggaraan, lokasi, daftar artis, harga tiket, maupun format teknis acara. Detail-detail tersebut belum dapat dipastikan hanya berdasarkan pengumuman mengenai rencana pembuatannya.
Yang sudah disampaikan adalah arah besarnya: RANS ingin membuat sebuah festival musik internasional di luar RANS Carnival, terinspirasi dari konsep Coachella, dan menjadikannya IP baru. Tahap selanjutnya akan menentukan bagaimana gagasan tersebut diterjemahkan menjadi sebuah acara yang benar-benar dapat diwujudkan.
Targetnya Bukan Hanya Penonton Indonesia
Raffi menekankan keinginan untuk membangun wadah besar yang dapat mendatangkan orang-orang internasional ke Indonesia. Target tersebut membuat festival yang direncanakan memiliki dimensi lebih luas daripada hiburan semata.
Sebuah festival yang menarik pengunjung dari luar negeri pada dasarnya dapat mempertemukan berbagai kepentingan dalam satu kegiatan. Penonton datang untuk menikmati musik dan pengalaman acara, sementara industri kreatif memperoleh ruang untuk memperkenalkan karya serta talenta kepada audiens yang lebih luas.
Dalam pernyataannya, Raffi melihat potensi dampak yang besar apabila acara tersebut mampu menarik masyarakat internasional datang ke Indonesia. Ia mengaitkan penyelenggaraan festival dengan dampak yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia, meskipun bentuk dan besaran dampak tersebut belum dijabarkan secara rinci.
Visi internasional itu juga membuat tantangan penyelenggaraan menjadi lebih kompleks. Festival yang menyasar audiens global membutuhkan konsep yang mudah dikenali, pengalaman acara yang kuat, serta pengelolaan yang mampu memenuhi ekspektasi penonton dari berbagai latar belakang. Karena itu, keberhasilan sebuah festival internasional tidak hanya ditentukan oleh nama besar artis yang tampil.
Mengapa Konsep Coachella Menjadi Inspirasi?
Nama Coachella digunakan Raffi sebagai gambaran mengenai festival musik internasional yang ingin dibuat RANS. Dalam konteks pernyataannya, Coachella menjadi referensi untuk menggambarkan skala dan karakter festival yang ingin dikembangkan, bukan pernyataan bahwa RANS akan membuat salinan acara tersebut.
Festival musik modern semakin berkembang menjadi pengalaman yang menggabungkan pertunjukan, kreativitas, komunitas, dan berbagai aktivitas pendukung. Karena itu, ketika sebuah penyelenggara menggunakan festival internasional sebagai inspirasi, tantangannya adalah menciptakan identitas sendiri yang sesuai dengan karakter pasar dan budaya lokal.
RANS memiliki pengalaman mengembangkan berbagai IP di industri hiburan. Pengalaman tersebut menjadi modal dalam memahami bagaimana sebuah konsep hiburan dapat dikemas dan diperkenalkan kepada publik. Namun, festival musik internasional mempunyai kebutuhan yang berbeda karena melibatkan produksi panggung, pengisi acara, penonton dalam jumlah besar, keamanan, logistik, promosi, serta koordinasi banyak pihak.
Dengan demikian, istilah seperti Coachella dalam rencana Raffi lebih tepat dipahami sebagai gambaran ambisi dan arah konsep. Detail mengenai bentuk akhir festival tetap menunggu pengembangan lebih lanjut dari RANS Entertainment.
Perjalanan RANS Menjadi Bagian dari Rencana Besar
Rencana festival musik tersebut tidak dapat dilepaskan dari perjalanan RANS Entertainment yang dibangun Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Dalam kesempatan yang sama, Nagita kembali mengingat perjalanan perusahaan mereka yang bermula dari skala yang jauh lebih kecil.
Nagita menyebut RANS pada awalnya beroperasi dari sebuah garasi dengan jumlah karyawan yang masih terbatas. Seiring waktu, perusahaan tersebut berkembang dengan berbagai lini bisnis dan IP. Perjalanan itu kemudian membawa RANS hingga melantai di Bursa Efek Indonesia.
Perubahan tersebut menggambarkan bagaimana perusahaan yang awalnya kuat di dunia konten berkembang menjadi entitas dengan aktivitas yang lebih beragam. Konten tetap menjadi bagian dari ekosistem RANS, tetapi perusahaan juga bergerak ke berbagai bentuk kegiatan dan IP yang berhubungan dengan hiburan serta gaya hidup.
Dalam konteks itulah rencana festival musik internasional menjadi menarik. Festival tersebut bukan sekadar agenda konser, tetapi bagian dari upaya memperluas jenis aset kreatif yang dimiliki dan dikembangkan RANS.
Nagita Slavina Soroti Pentingnya Kolaborasi
Nagita Slavina juga menyoroti perkembangan RANS dari sisi kolaborasi. Menurutnya, perjalanan perusahaan menunjukkan bahwa kolaborasi antara perusahaan, brand, kreator, dan platform dapat menghasilkan dampak yang lebih besar.
Model kolaborasi tersebut menjadi semakin penting dalam industri hiburan karena sebuah acara berskala besar jarang berdiri hanya dengan mengandalkan satu pihak. Festival membutuhkan keterlibatan banyak elemen yang memiliki kemampuan berbeda, baik dari sisi produksi, pemasaran, kreativitas, distribusi konten, maupun pengembangan pengalaman bagi penonton.
Bagi RANS, pengalaman bekerja dengan berbagai mitra dapat menjadi bagian dari proses mempersiapkan IP baru. Namun, festival internasional tetap membutuhkan perencanaan yang matang agar visi yang disampaikan dapat diterjemahkan menjadi produk hiburan yang memiliki karakter kuat.
Nagita menyebut sejumlah IP yang telah dikembangkan RANS, termasuk Cipung Land, RANS Carnival, dan The Dudas Minus One. Beragam proyek tersebut menunjukkan bahwa perusahaan tidak lagi hanya bergantung pada satu format hiburan, tetapi mencoba menciptakan berbagai IP dengan karakter masing-masing.
Dari Konten ke Pengalaman Hiburan Langsung
Perkembangan industri hiburan membuat batas antara konten digital dan pengalaman langsung semakin fleksibel. Perusahaan yang sebelumnya dikenal melalui konten dapat memperluas aktivitasnya ke konser, festival, dan berbagai bentuk pengalaman yang memungkinkan audiens berinteraksi secara langsung.
Rencana festival musik RANS berada dalam perubahan tersebut. Pengalaman penonton tidak hanya diperoleh melalui layar, tetapi juga melalui kehadiran fisik di lokasi acara. Musik, tata panggung, interaksi dengan pengisi acara, suasana festival, dan aktivitas pendukung dapat menjadi bagian dari pengalaman yang ditawarkan.
Konsep seperti itu juga memberikan kesempatan bagi sebuah IP untuk membangun komunitas. Jika penonton merasa memiliki pengalaman yang khas, sebuah festival dapat berkembang menjadi acara yang memiliki identitas dan penggemarnya sendiri. Namun, pembentukan komunitas semacam itu tentu membutuhkan konsistensi dan kualitas penyelenggaraan dari waktu ke waktu.
Dalam rencana RANS, aspek internasional membuat kebutuhan tersebut semakin besar. Festival yang ingin menarik pengunjung dari negara lain perlu memiliki alasan yang cukup kuat bagi mereka untuk memilih Indonesia sebagai tujuan.
Adaptasi Menjadi Kunci dalam Industri Hiburan
Selain berbicara mengenai festival, Raffi juga menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi terhadap perubahan teknologi dan tren industri hiburan. Menurutnya, perjalanan industri telah mengalami perubahan dari media konvensional menuju media digital, kemudian berkembang dengan meningkatnya popularitas konser dan live streaming.
Perubahan tersebut membuat pelaku industri tidak dapat hanya mengandalkan pola lama. Kebiasaan penonton berubah, begitu pula cara konten ditemukan, dikonsumsi, dan dibagikan. Sebuah acara fisik pun dapat memiliki kehidupan kedua melalui platform digital ketika momen-momen di dalamnya dibagikan kepada audiens yang tidak hadir secara langsung.
Bagi perusahaan seperti RANS, kemampuan menggabungkan berbagai format tersebut dapat menjadi peluang. Festival dapat menjadi acara langsung, sementara aktivitas digital dapat membantu memperluas jangkauannya. Namun, bagaimana strategi tersebut akan diterapkan pada festival yang direncanakan belum dijelaskan secara rinci.
Pesan mengenai adaptasi juga menunjukkan bahwa rencana festival merupakan bagian dari cara RANS membaca perubahan perilaku audiens. Industri hiburan bergerak cepat, sehingga perusahaan perlu menciptakan format yang dapat mengikuti minat masyarakat tanpa kehilangan identitasnya sendiri.
Potensi Festival bagi Industri Musik Indonesia
Jika terealisasi sesuai visi yang disampaikan, festival musik internasional RANS berpotensi menjadi salah satu tambahan dalam ekosistem pertunjukan musik Indonesia. Kehadiran acara baru dapat memberikan ruang bagi musisi, pekerja kreatif, dan berbagai pelaku pendukung industri untuk terlibat.
Festival musik tidak hanya berkaitan dengan penampilan penyanyi atau band. Di belakang sebuah acara terdapat pekerjaan yang melibatkan produksi, teknis panggung, tata suara, pencahayaan, keamanan, transportasi, konsumsi, dokumentasi, pemasaran, hingga pembuatan konten.
Karena target RANS juga mencakup pengunjung internasional, keberadaan festival semacam itu dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Indonesia melalui industri hiburan. Musik memiliki kemampuan menjangkau audiens lintas negara, sehingga festival dapat menjadi ruang pertemuan antara talenta lokal dan penonton internasional.
Meski demikian, potensi tersebut masih berada pada tahap visi dan rencana. Belum ada rincian yang cukup untuk mengukur dampak ekonomi atau jumlah pengunjung yang nantinya dapat dihasilkan. Karena itu, pembahasan mengenai manfaat bagi industri perlu ditempatkan sebagai peluang, bukan hasil yang sudah terjadi.
Tantangan Membawa Festival ke Level Internasional
Membuat festival dengan target internasional bukan pekerjaan sederhana. Selain mendatangkan pengisi acara yang memiliki daya tarik global, penyelenggara harus memastikan pengalaman penonton dapat memenuhi standar yang diharapkan. Hal tersebut mencakup berbagai aspek yang saling berkaitan.
Pengelolaan penonton menjadi salah satu kebutuhan utama. Semakin besar target audiens, semakin besar pula kebutuhan terhadap sistem akses, keamanan, transportasi, fasilitas, serta koordinasi di lokasi. Penyelenggara juga harus mempertimbangkan bagaimana penonton dari luar negeri memperoleh informasi mengenai acara dan melakukan perjalanan menuju Indonesia.
Dari sisi konten, pemilihan pengisi acara akan menjadi salah satu elemen yang menentukan karakter festival. Namun, sampai saat ini belum ada daftar musisi yang diumumkan dalam pernyataan Raffi mengenai rencana tersebut. Karena itu, spekulasi mengenai siapa saja yang akan tampil belum dapat dianggap sebagai informasi resmi.
Hal lain yang tidak kalah penting adalah identitas festival. Inspirasi dari acara internasional dapat memberikan gambaran mengenai ambisi, tetapi festival yang sukses tetap membutuhkan ciri khas. Identitas tersebut dapat menjadi pembeda agar acara tidak sekadar dianggap sebagai versi lain dari festival yang sudah dikenal di luar negeri.
RANS Memiliki Portofolio IP yang Semakin Beragam
Pengembangan festival musik juga sejalan dengan strategi RANS yang disebut Nagita telah menghasilkan sejumlah IP. Cipung Land, RANS Carnival, dan The Dudas Minus One disebut sebagai contoh proyek yang dikembangkan perusahaan.
Keberagaman IP tersebut menunjukkan bahwa RANS mencoba membangun ekosistem hiburan dengan berbagai karakter. Setiap IP dapat menyasar kebutuhan audiens yang berbeda dan memiliki bentuk pengalaman yang berbeda pula. Festival musik nantinya akan menjadi tambahan baru apabila rencana tersebut benar-benar direalisasikan.
Strategi berbasis IP juga dapat membantu perusahaan mengembangkan identitas jangka panjang. Sebuah acara tidak harus berhenti pada satu penyelenggaraan apabila memiliki konsep yang dapat dikembangkan. Namun, keberlanjutan tetap bergantung pada respons audiens, kualitas acara, dukungan mitra, serta kemampuan penyelenggara menjaga relevansi.
Karena itu, keputusan untuk menjadikan festival sebagai IP baru menunjukkan bahwa RANS melihat proyek tersebut dalam perspektif yang lebih panjang daripada sekadar membuat satu konser.
Festival Musik sebagai Wadah Pertemuan Internasional
Salah satu gagasan utama yang disampaikan Raffi adalah menjadikan festival sebagai wadah yang dapat mempertemukan masyarakat Indonesia dengan orang-orang dari berbagai negara. Konsep tersebut menempatkan festival bukan hanya sebagai tempat menonton pertunjukan, tetapi juga sebagai ruang pertemuan budaya dan pengalaman.
Indonesia memiliki pasar musik dan hiburan yang besar. Apabila sebuah festival dapat menarik perhatian audiens internasional, maka kesempatan untuk memperkenalkan talenta lokal juga dapat terbuka lebih luas. Musisi Indonesia dapat memperoleh ruang untuk tampil di hadapan penonton yang lebih beragam, sementara pengunjung asing mendapatkan pengalaman hiburan yang berlangsung di Indonesia.
Namun, tujuan internasional tersebut membutuhkan strategi yang jelas. Promosi lintas negara, komunikasi dalam berbagai bahasa, kemudahan akses informasi, serta daya tarik line-up menjadi sejumlah faktor yang biasanya penting bagi acara yang ingin menjangkau audiens global. Rencana tersebut masih harus melewati berbagai tahapan sebelum dapat dinilai hasilnya.
Apa yang Bisa Dinantikan dari Rencana RANS?
Untuk saat ini, publik dapat menantikan perkembangan lebih lanjut mengenai festival yang disebut Raffi Ahmad. Informasi yang telah disampaikan baru mencakup konsep besar dan arah pengembangan, sementara rincian teknis belum diumumkan.
Belum diketahui kapan festival tersebut akan digelar, di mana lokasinya, siapa saja musisi yang akan tampil, bagaimana konsep panggungnya, maupun seperti apa mekanisme penjualan tiketnya. Karena itu, informasi mengenai elemen-elemen tersebut sebaiknya menunggu pengumuman resmi dari pihak RANS Entertainment.
Yang menarik adalah posisi festival tersebut sebagai IP baru. Jika konsepnya dapat dikembangkan dengan identitas yang kuat, proyek ini berpotensi menjadi salah satu bagian penting dari portofolio hiburan RANS. Sebaliknya, tantangan penyelenggaraan berskala internasional juga akan menuntut kesiapan yang jauh lebih besar dibandingkan acara dengan target audiens yang lebih terbatas.
Raffi Ahmad dan Ambisi Memperluas Industri Hiburan
Rencana festival musik internasional memperlihatkan ambisi Raffi Ahmad dan RANS Entertainment untuk terus memperluas aktivitas di industri hiburan. Perjalanan dari perusahaan berbasis konten menuju pengembangan berbagai IP menunjukkan adanya perubahan dalam cara RANS melihat peluang bisnis kreatif.
Raffi juga menekankan bahwa perubahan teknologi dan tren membuat pelaku industri harus bergerak cepat. Ketika media konvensional berkembang menjadi media digital dan kemudian bertemu dengan konser serta live streaming, model hiburan ikut mengalami perubahan.
Festival musik dapat menjadi salah satu bentuk respons terhadap perubahan tersebut. Acara langsung memberikan pengalaman yang tidak sepenuhnya dapat digantikan oleh konten digital, sementara teknologi memungkinkan pengalaman tersebut diperluas kepada audiens yang tidak berada di lokasi.
Dengan menggabungkan pengalaman langsung, konten, IP, kolaborasi, dan target internasional, RANS tampaknya ingin membuat festival yang tidak berhenti pada satu malam pertunjukan. Namun, bentuk akhirnya masih akan sangat bergantung pada proses pengembangan yang dilakukan perusahaan.
Menunggu Bentuk Nyata Festival Internasional RANS
Janji Raffi Ahmad untuk membuat festival musik seperti Coachella memberikan gambaran mengenai arah baru yang sedang disiapkan RANS Entertainment. Proyek tersebut dirancang di luar RANS Carnival dan ingin dikembangkan sebagai IP baru yang memiliki jangkauan internasional.
Ambisinya cukup jelas: menciptakan wadah besar yang dapat mendatangkan pengunjung dari berbagai negara ke Indonesia sekaligus memperluas aktivitas RANS di industri hiburan. Perjalanan perusahaan yang telah mengembangkan sejumlah IP menjadi latar belakang penting dalam rencana tersebut.
Namun, publik masih perlu menunggu detail mengenai pelaksanaan festival. Sampai informasi lebih lanjut diumumkan, belum ada dasar untuk memastikan tanggal, lokasi, pengisi acara, harga tiket, maupun skala akhir penyelenggaraan.
Yang sudah dapat dipastikan dari pernyataan Raffi adalah adanya keinginan RANS untuk menghadirkan sebuah festival musik internasional dengan inspirasi dari konsep Coachella. Jika rencana tersebut berhasil diwujudkan, proyek ini akan menjadi babak baru dalam perjalanan RANS sekaligus menambah pilihan festival musik bagi masyarakat Indonesia.
Perkembangan selanjutnya akan menjadi penentu apakah gagasan tersebut dapat berubah dari sebuah rencana menjadi festival yang benar-benar memiliki identitas kuat dan daya tarik internasional. Untuk saat ini, ambisi tersebut menjadi sinyal bahwa RANS Entertainment masih melihat industri musik dan pertunjukan sebagai ruang yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan.



