RIFTSTORM, Game Buatan Indonesia yang Menembus Steam

RIFTSTORM, game buatan Indonesia hasil kolaborasi Agate dan Confiction Labs, memasuki Steam setelah dikembangkan hampir lima tahun dengan ambisi menjangkau pemain global.

Tampilan game RIFTSTORM buatan Indonesia yang dikembangkan Agate dan Confiction Labs
Tampilan game RIFTSTORM buatan Indonesia yang dikembangkan Agate dan Confiction Labs

RIFTSTORM menjadi salah satu contoh terbaru bagaimana pengembang gim Indonesia mencoba membawa karya lokal ke panggung internasional. Gim yang dikembangkan melalui kolaborasi Agate dan Confiction Labs tersebut hadir di Steam setelah melalui proses pengembangan yang berlangsung hampir lima tahun. Perjalanan panjang itu memperlihatkan bahwa pengembangan gim dengan skala besar membutuhkan waktu, tenaga, eksperimen, serta proses penyempurnaan yang tidak singkat.

RIFTSTORM mengusung genre looter-shooter dengan sudut pandang isometrik dan menawarkan pengalaman bermain yang dapat dinikmati secara solo maupun bersama pemain lain. Konsep tersebut dipadukan dengan elemen aksi, RPG, supernatural, serta dunia fiksi yang dibangun melalui Mythic Protocol. Kehadiran RIFTSTORM di Steam sekaligus menjadi kesempatan bagi pengembang Indonesia untuk memperkenalkan kekayaan ide dan kemampuan produksi studio lokal kepada pasar yang lebih luas.

Perjalanan Panjang Pengembangan RIFTSTORM

Pengembangan RIFTSTORM bukan proyek yang dikerjakan dalam waktu singkat. Agate sebelumnya menjelaskan bahwa proses produksinya berlangsung hampir lima tahun dan melibatkan lebih dari 120 talenta lokal. Seluruh proses tersebut dikerjakan secara in-house, mulai dari tahap awal hingga pengembangan produk yang dipersiapkan untuk menjangkau pemain internasional.

Lamanya proses produksi menunjukkan besarnya tantangan yang dihadapi ketika sebuah studio lokal berusaha membangun intellectual property atau IP orisinal dengan dunia, karakter, cerita, serta sistem permainan sendiri. Gim seperti ini tidak hanya membutuhkan kemampuan membuat mekanik permainan, tetapi juga memerlukan perencanaan visual, desain karakter, pemrograman, audio, narasi, pengujian, serta pengembangan sistem yang dapat mendukung pengalaman bermain dalam jangka panjang.

Sebelum memasuki tahap yang lebih luas di Steam, RIFTSTORM telah melalui sejumlah fase pengujian. Pada 2024, proyek tersebut mendapatkan perhatian melalui rangkaian alpha playtest. Agate melaporkan bahwa salah satu fase pengujian global RIFTSTORM mencatat peningkatan jumlah pemain bersamaan dibandingkan pengujian sebelumnya. Tahapan semacam itu menjadi bagian penting untuk mengumpulkan masukan sekaligus melihat bagaimana pemain merespons mekanik yang ditawarkan.

Game Lokal dengan Ambisi Pasar Global

RIFTSTORM sejak awal diposisikan sebagai IP orisinal yang memiliki target lebih luas daripada pasar Indonesia. Agate menyebut proyek tersebut sebagai salah satu IP orisinal paling ambisius yang pernah dikembangkan di Tanah Air. Skala pengembangannya juga mencerminkan upaya studio lokal untuk menghasilkan produk yang dapat bersaing di pasar global.

Pada 2025, Agate mengumumkan bahwa proyek RIFTSTORM mendapatkan investasi lebih dari Rp100 miliar dan melibatkan lebih dari 120 talenta lokal. Proyek tersebut juga mendapat dukungan dari investor seperti Shima Capital dan Alpha JWC Ventures. Dukungan pendanaan tersebut menunjukkan adanya keyakinan terhadap potensi pengembangan IP gim lokal yang memiliki orientasi pasar internasional.

Namun, besarnya investasi bukan jaminan bahwa sebuah gim otomatis berhasil. Pasar gim global sangat kompetitif dan pemain memiliki banyak pilihan. Karena itu, kehadiran RIFTSTORM di Steam menjadi tahap penting untuk menguji apakah konsep, mekanik, visual, dan pengalaman bermain yang dikembangkan selama bertahun-tahun dapat diterima oleh komunitas pemain yang lebih luas.

Mengusung Konsep Looter-Shooter

RIFTSTORM menggabungkan aksi menembak dengan sistem pengumpulan serta pengembangan perlengkapan. Di Steam, gim ini dikategorikan sebagai aksi dan RPG, sementara deskripsinya menempatkan RIFTSTORM sebagai looter-shooter co-op yang dapat dimainkan sendiri atau bersama tim hingga tiga pemain.

Konsep tersebut membuat pemain tidak hanya berfokus pada mengalahkan musuh. Perlengkapan, kemampuan karakter, serta kombinasi peningkatan menjadi bagian dari perkembangan permainan. Pemain dapat membangun gaya bermain sesuai dengan karakter dan perlengkapan yang digunakan.

Steam juga menjelaskan bahwa RIFTSTORM memiliki sejumlah elemen seperti PvE, co-op online, roguelite, top-down shooter, serta sistem loot. Kombinasi tersebut memberikan identitas yang cukup jelas bagi RIFTSTORM di tengah persaingan gim aksi yang semakin beragam.

Solo atau Bermain Bersama Teman

Salah satu aspek yang ditawarkan RIFTSTORM adalah fleksibilitas dalam bermain. Pemain dapat menjalankan permainan secara solo atau membentuk kelompok bersama pemain lain. Mode kerja sama tersebut mendukung tim hingga tiga orang.

Pilihan tersebut penting karena permainan berbasis aksi dan loot sering kali memiliki pengalaman yang berbeda ketika dimainkan sendiri dibandingkan bersama teman. Saat bermain bersama, pemain dapat menyusun strategi berdasarkan kemampuan karakter dan perlengkapan masing-masing. Sementara itu, pengalaman solo memberikan kesempatan kepada pemain untuk menentukan ritme permainan sendiri.

Steam juga mencantumkan dukungan pemain tunggal dan co-op online sebagai fitur RIFTSTORM. Dengan demikian, permainan tidak semata-mata bergantung pada keberadaan tim besar untuk dapat dimainkan.

Dunia Mythic Protocol Menjadi Fondasi Cerita

RIFTSTORM tidak berdiri sebagai permainan aksi tanpa latar cerita. Gim ini ditempatkan dalam dunia Mythic Protocol, sebuah semesta yang dibangun dengan konsep organisasi rahasia, anomali, makhluk mitologis, serta celah antardimensi yang dikenal sebagai Rift.

Pemain berperan sebagai Weaver, agen elit yang memiliki tugas menghadapi ancaman tersebut. Dalam dunia RIFTSTORM, keberadaan Mythic menjadi bagian penting dari konflik. Para pemain diajak memasuki lingkungan yang dipenuhi misteri sekaligus menghadapi berbagai ancaman yang berasal dari Rift.

Konsep tersebut memberikan ruang bagi pengembang untuk membangun identitas visual dan narasi yang berbeda dari permainan aksi realistis. Perpaduan antara senjata modern dan unsur supernatural menjadi salah satu karakteristik yang menonjol dari dunia RIFTSTORM.

Mythic Protocol juga dirancang sebagai ekosistem yang lebih luas. Agate sebelumnya menjelaskan bahwa proyek tersebut menggabungkan elemen gim, keterlibatan komunitas, serta pengembangan IP dalam jangka panjang. Dengan pendekatan seperti ini, RIFTSTORM tidak hanya diposisikan sebagai satu produk gim, tetapi juga sebagai bagian dari dunia fiksi yang dapat terus dikembangkan.

Variasi Karakter dan Sistem Perkembangan

Dalam RIFTSTORM, karakter yang dimainkan disebut Weaver. Setiap Weaver memiliki kemampuan serta gaya bermain yang berbeda. Perbedaan tersebut memungkinkan pemain menyesuaikan pilihan karakter dengan pendekatan yang mereka sukai.

Sistem perkembangan juga menjadi bagian penting dalam pengalaman bermain. Steam menjelaskan bahwa pemain dapat menyesuaikan Weaver melalui berbagai kemampuan dan Periapt. Pemain juga dapat menemukan atau membuat perlengkapan yang sesuai dengan gaya bermain masing-masing.

Selain itu, RIFTSTORM menawarkan sistem Lythogram yang memberikan peningkatan berbeda selama misi. Steam mencantumkan lebih dari 100 power-up Lythogram yang dapat dikombinasikan. Sistem tersebut dirancang agar setiap perjalanan dalam misi dapat memberikan kombinasi kemampuan dan sinergi yang berbeda.

Model seperti ini menjadi penting bagi gim dengan unsur roguelite karena memberikan variasi dalam setiap sesi permainan. Pemain tidak hanya mengandalkan satu pola perkembangan, tetapi dapat mencoba kombinasi yang berbeda untuk menghadapi tantangan.

RIFTSTORM dan Peran Talenta Lokal

Salah satu aspek penting dari proyek RIFTSTORM adalah keterlibatan talenta Indonesia dalam proses produksinya. Lebih dari 120 talenta lokal disebut terlibat secara langsung dalam pengembangan. Pengalaman mengerjakan proyek berskala besar dapat menjadi modal penting bagi industri gim dalam negeri.

Pengembangan gim dengan standar pasar global membutuhkan koordinasi banyak bidang. Programmer, desainer, seniman, penulis, animator, perancang sistem, penguji, dan berbagai peran lainnya harus bekerja dalam satu arah. Proses tersebut juga menuntut kemampuan produksi yang dapat diterapkan pada proyek-proyek berikutnya.

Karena itu, nilai sebuah proyek seperti RIFTSTORM tidak hanya dapat dilihat dari produk akhirnya. Pengalaman produksi yang diperoleh tim juga menjadi bagian dari perkembangan ekosistem gim Indonesia. Semakin banyak tenaga lokal mendapatkan pengalaman menangani proyek dengan kompleksitas tinggi, semakin besar pula peluang munculnya proyek baru yang memiliki ambisi serupa.

Steam Menjadi Pintu Menuju Pemain Internasional

Steam memiliki peran penting dalam strategi distribusi RIFTSTORM. Platform tersebut memungkinkan gim PC dipasarkan kepada komunitas pemain dari berbagai negara tanpa harus bergantung pada distribusi fisik tradisional.

RIFTSTORM juga menyediakan sejumlah pilihan bahasa antarmuka, termasuk bahasa Indonesia dan Inggris. Steam mencatat dukungan antarmuka untuk beberapa bahasa lainnya. Dukungan bahasa tersebut menunjukkan upaya pengembang agar produk dapat diakses oleh pemain dari berbagai pasar.

Kehadiran di platform global juga membawa konsekuensi tersendiri. Pemain internasional dapat memberikan tanggapan langsung terhadap kualitas permainan, stabilitas teknis, desain sistem, dan pengalaman bermain. Bagi pengembang, masukan tersebut dapat menjadi sumber informasi penting untuk menentukan arah penyempurnaan produk.

Masuk Steam Bukan Akhir Perjalanan

Bagi sebuah gim yang dikembangkan selama hampir lima tahun, masuk ke Steam merupakan pencapaian penting. Namun, fase tersebut juga menandai dimulainya tahap baru. Gim yang memiliki sistem perkembangan dan permainan berulang perlu terus mendapatkan perhatian agar pengalaman pemain tetap menarik.

RIFTSTORM memiliki fondasi yang cukup luas untuk dikembangkan. Sistem karakter, perlengkapan, power-up, misi, musuh, serta dunia Mythic Protocol memberikan banyak ruang bagi pengembang untuk melakukan penyempurnaan dan penambahan konten.

Dalam pengembangan gim modern, masukan komunitas sering kali memiliki peran besar. Pengembang dapat menemukan masalah yang tidak selalu terlihat selama pengujian internal ketika sebuah produk telah dimainkan oleh komunitas yang lebih beragam. Karena itu, fase akses awal atau pengujian publik dapat menjadi proses penting untuk memperbaiki kualitas sebelum pengembangan mencapai tahap berikutnya.

Tantangan Industri Game Indonesia

RIFTSTORM juga memperlihatkan tantangan yang dihadapi industri gim Indonesia ketika mencoba masuk ke pasar global. Membuat gim dengan konsep orisinal membutuhkan investasi besar dan waktu produksi panjang. Di sisi lain, keberhasilan komersial tidak dapat dipastikan hanya dari besarnya anggaran.

Studio lokal harus menghadapi persaingan dengan pengembang dari berbagai negara yang telah memiliki pengalaman panjang dan sumber daya besar. Mereka juga perlu memahami perilaku pemain global, membangun komunitas, menjaga kualitas teknis, serta memastikan permainan tetap menarik setelah dirilis.

Dalam konteks tersebut, pengalaman RIFTSTORM dapat menjadi pembelajaran bagi industri lokal. Keberanian mengembangkan IP sendiri memberikan kesempatan bagi studio Indonesia untuk tidak hanya menjadi pengembang pendukung bagi perusahaan luar, tetapi juga membangun karakter dan merek gim yang berasal dari Indonesia.

Harapan untuk Ekosistem Gim Lokal

Perjalanan RIFTSTORM menunjukkan bahwa industri gim Indonesia memiliki kapasitas untuk mengembangkan proyek dengan skala dan ambisi yang lebih besar. Keterlibatan talenta lokal dalam proses produksi menjadi salah satu aspek yang dapat memperkuat ekosistem pengembangan gim di dalam negeri.

Ke depan, tantangan yang tidak kalah penting adalah bagaimana pengalaman tersebut dapat diteruskan ke proyek berikutnya. Studio lokal membutuhkan keberlanjutan, bukan hanya satu proyek besar. Semakin banyak IP orisinal yang mampu masuk ke pasar internasional, semakin besar pula peluang Indonesia membangun posisi yang lebih kuat dalam industri gim global.

RIFTSTORM pada akhirnya bukan hanya tentang sebuah gim aksi dengan dunia supernatural. Perjalanannya menjadi gambaran mengenai upaya pengembang Indonesia membangun IP sendiri, mengembangkan talenta lokal, menguji kemampuan produksi berskala besar, dan membawa karya tersebut ke platform yang digunakan komunitas pemain di seluruh dunia.

Dengan masuknya RIFTSTORM ke Steam, perhatian berikutnya akan tertuju pada bagaimana gim tersebut berkembang bersama komunitas. Respons pemain, kualitas pembaruan, keberlanjutan pengembangan, dan kemampuan tim mempertahankan identitas permainan akan menjadi bagian penting dari perjalanan berikutnya. Bagi industri gim Indonesia, setiap langkah tersebut menjadi pengalaman berharga dalam upaya menghasilkan karya lokal yang mampu berdiri di pasar internasional.

Sumber