Trump Ancam Negara Pendukung Iran dengan Tekanan Ekonomi Besar
Presiden AS Donald Trump mengancam konsekuensi ekonomi besar bagi negara yang membantu Iran, memperluas tekanan Washington di tengah konflik yang memasuki bulan keenam.
Berita dan artikel terbaru WTO News yang berkaitan dengan Amerika Serikat.
Presiden AS Donald Trump mengancam konsekuensi ekonomi besar bagi negara yang membantu Iran, memperluas tekanan Washington di tengah konflik yang memasuki bulan keenam.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan Iran dan Amerika Serikat kembali melanjutkan perundingan untuk mencari penyelesaian diplomatik dan meredakan ketegangan yang berisiko mengganggu stabilitas kawasan.
Ketidakpastian pelayaran di Selat Hormuz kembali mengguncang pasar energi. Harga minyak naik ke level tertinggi sekitar tiga pekan karena pasar mengantisipasi risiko gangguan pasokan global.
Trump menunda tarif 50 persen terhadap sejumlah barang Kanada selama tiga hari untuk memberi waktu tambahan bagi Washington dan Ottawa menyelesaikan negosiasi perdagangan.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memicu kekhawatiran global. Harga minyak naik, pasar obligasi tertekan, dan investor meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko ekonomi.
Dukungan publik terhadap Donald Trump turun ke 33 persen, level terendah selama kepresidenannya, ketika perang Iran memicu kekhawatiran soal ekonomi dan harga energi.
Iran menyiapkan hadiah US$30.000 atau sekitar Rp534 juta bagi siapa saja yang berhasil membunuh atau menangkap tentara Amerika Serikat.
Donald Trump memerintahkan Pentagon mengurangi latihan militer bersama AS-Korea Selatan. Keputusan ini memunculkan perhatian terhadap kesiapan pertahanan dan diplomasi dengan Korea Utara.
Investasi langsung perusahaan Jerman di Amerika Serikat turun hampir dua pertiga pada semester pertama 2026 di tengah ketidakpastian kebijakan dagang pemerintahan Donald Trump.
Perang Iran mendorong perubahan pendekatan militer AS. Drone murah dan strategi serangan berlapis membuat sistem pertahanan berbasis rudal mahal menghadapi tantangan baru.
Amerika Serikat menyiapkan rencana agar sejumlah kedutaan di Timur Tengah tetap beroperasi dengan staf terbatas di tengah perang dengan Iran yang belum berakhir.
Donald Trump mengancam akan menjadikan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat setelah ketegangan dengan Iran meningkat. Ancaman itu muncul saat lalu lintas kapal di jalur energi strategis tersebut masih terganggu.