Iran Tak Gentar Hadapi Ancaman Economic D-Day Amerika Serikat
Iran menegaskan tidak gentar menghadapi ancaman serangan ekonomi besar-besaran Amerika Serikat yang disebut Washington sebagai Economic D-Day untuk memutus jalur ekonomi Teheran.
Berita dan artikel terbaru WTO News yang berkaitan dengan perang Iran.
Iran menegaskan tidak gentar menghadapi ancaman serangan ekonomi besar-besaran Amerika Serikat yang disebut Washington sebagai Economic D-Day untuk memutus jalur ekonomi Teheran.
Gangguan pasokan LNG akibat konflik Iran membuat sejumlah negara kembali meningkatkan penggunaan batu bara, membuka peluang bagi produsen dan eksportir.
Dukungan publik terhadap Donald Trump turun ke 33 persen, level terendah selama kepresidenannya, ketika perang Iran memicu kekhawatiran soal ekonomi dan harga energi.
Perang Iran mendorong perubahan pendekatan militer AS. Drone murah dan strategi serangan berlapis membuat sistem pertahanan berbasis rudal mahal menghadapi tantangan baru.
Amerika Serikat menyiapkan rencana agar sejumlah kedutaan di Timur Tengah tetap beroperasi dengan staf terbatas di tengah perang dengan Iran yang belum berakhir.
Militer Amerika Serikat dilaporkan kehilangan sedikitnya 45 drone MQ-9 Reaper selama perang dengan Iran, menambah tekanan terhadap strategi militer pemerintahan Donald Trump.
Durasi konflik Iran dipengaruhi faktor internal, regional, dan global yang menentukan apakah ketegangan akan mereda atau justru berkepanjangan.
Kementerian Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon secara resmi mengajukan penambahan dana darurat setelah operasi militer terkait perang Iran menelan biaya masif mencapai Rp 675 triliun.
Dampak perang di Iran tidak hanya bersifat regional, tetapi juga memengaruhi stabilitas ekonomi global, energi, dan geopolitik dunia.