Iran Tak Gentar Hadapi Ancaman Economic D-Day Amerika Serikat
Iran menegaskan tidak gentar menghadapi ancaman serangan ekonomi besar-besaran Amerika Serikat yang disebut Washington sebagai Economic D-Day untuk memutus jalur ekonomi Teheran.
Iran menegaskan tidak gentar menghadapi ancaman serangan ekonomi besar-besaran Amerika Serikat yang disebut Washington sebagai Economic D-Day untuk memutus jalur ekonomi Teheran.
Dinamika global terus berubah akibat perkembangan geopolitik, ekonomi, teknologi, energi, iklim, dan perdagangan yang semakin saling terhubung antarnegara.
Tekanan Amerika Serikat terhadap Iran kembali meningkat dan berpotensi memengaruhi diplomasi, perdagangan, energi, pasar keuangan, serta stabilitas ekonomi global.
Kondisi kesehatan Raja Norwegia Harald V memburuk selama akhir pekan saat menjalani perawatan di rumah sakit akibat anemia dan infeksi bakteri dalam darah.
Turki mengajukan permintaan Red Notice Interpol terhadap PM Israel Benjamin Netanyahu terkait perkara hukum atas insiden Global Sumud Flotilla yang membawa bantuan ke Gaza.
Gempa bermagnitudo 5,9 mengguncang Prefektur Ibaraki, Jepang, Minggu 23 Agustus 2026. Puluhan orang dilaporkan terluka dan sejumlah layanan kereta terganggu.
Ketegangan Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Washington memperkuat tekanan ekonomi terhadap Teheran. Dampaknya berpotensi meluas ke diplomasi, perdagangan, energi, dan pasar global.
Perubahan geopolitik, ekonomi, teknologi, energi, dan lingkungan membentuk dinamika baru hubungan internasional serta menghadirkan tantangan dan peluang bagi berbagai negara.
Pemerintah Republik Demokratik Kongo dan aliansi pemberontak yang dipimpin M23 menyepakati peta jalan untuk perundingan damai, meski pertempuran di wilayah timur negara itu masih berlanjut.
Kunjungan kenegaraan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa ke Indonesia menjadi momentum untuk mempererat kemitraan strategis, memperluas kerja sama ekonomi, dan memperkuat solidaritas negara-negara Global South.
Pangeran Harry dan Meghan Markle dikabarkan akan kembali tinggal di Inggris pada akhir Agustus 2026 bersama kedua anak mereka setelah enam tahun menetap di Amerika Serikat.
Malaysia memilih jalur diplomatik melalui mekanisme ASEAN untuk menangani kabut asap lintas batas yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.