Menjaga Lingkungan di Tengah Perubahan Iklim, Langkah Kecil yang Berdampak Besar
Menjaga lingkungan menjadi tanggung jawab bersama di tengah perubahan iklim, peningkatan sampah, pencemaran, dan tekanan terhadap ekosistem.
Ekosistem, konservasi, polusi, keanekaragaman hayati, dan pengelolaan lingkungan.
← Kembali ke Sains & LingkunganMenjaga lingkungan menjadi tanggung jawab bersama di tengah perubahan iklim, peningkatan sampah, pencemaran, dan tekanan terhadap ekosistem.
Menjaga lingkungan membutuhkan langkah nyata dan konsisten, mulai dari mengurangi sampah, menghemat energi dan air, hingga melindungi hutan serta keanekaragaman hayati.
Perubahan lingkungan menghadirkan tantangan yang semakin kompleks. Pengelolaan sumber daya, pengurangan pencemaran, perlindungan ekosistem, dan kesadaran masyarakat menjadi bagian penting menjaga keberlanjutan bumi.
Perubahan iklim semakin memengaruhi kehidupan manusia dan ekosistem. Menjaga lingkungan, mengurangi risiko, serta memperkuat adaptasi menjadi tanggung jawab bersama.
Penguatan El Nino membuat sebagian besar wilayah Indonesia menghadapi kemarau lebih kering. Risiko kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan perlu diantisipasi.
Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia membakar hampir 95.000 hektare pada Juli 2026, ketika kondisi lebih kering meningkatkan risiko kebakaran.
Kajian BRIN menempatkan Kupang dalam kelompok wilayah dengan dampak sampah tingkat menengah dan menekankan pentingnya pemilahan serta pengelolaan sampah sejak dari sumber.
Risiko kebakaran hutan dan lahan kembali menjadi perhatian di tengah musim kemarau. Pencegahan dan kesiapsiagaan menjadi kunci melindungi lingkungan.
Indonesia mendorong penguatan kerja sama lingkungan global dengan menempatkan kearifan lokal dan keadilan ekologis sebagai bagian penting dalam menghadapi tantangan lingkungan.
BRIN mengungkap Indonesia berpeluang menjadi produsen biogas sawit dunia dengan memanfaatkan limbah cair kelapa sawit sebagai sumber energi sekaligus mengurangi emisi.
Musim kemarau 2026 memasuki periode puncak. Kondisi kering dan penguatan El Niño meningkatkan kewaspadaan terhadap kekeringan serta karhutla di sejumlah wilayah Indonesia.
Muara Enim berstatus zona merah karhutla setelah lebih dari 30 kejadian tercatat sepanjang Juli hingga pertengahan Agustus 2026.