Tantang Sanksi AS, Iran Ancam Balik: Tak Setetes Pun Minyak Keluar dari Teluk
Iran menantang tekanan AS dengan memperingatkan dampak terhadap aliran minyak di Teluk Persia dan Selat Hormuz serta stabilitas energi kawasan.
Berita dan artikel terbaru WTO News yang berkaitan dengan Selat Hormuz.
Iran menantang tekanan AS dengan memperingatkan dampak terhadap aliran minyak di Teluk Persia dan Selat Hormuz serta stabilitas energi kawasan.
Amerika Serikat kembali memperketat tekanan terhadap Iran melalui kebijakan ekonomi dan sanksi. Langkah Washington berpotensi memengaruhi hubungan diplomatik, energi, perdagangan, dan pasar global.
Iran menegaskan tidak gentar menghadapi ancaman serangan ekonomi besar-besaran Amerika Serikat yang disebut Washington sebagai Economic D-Day untuk memutus jalur ekonomi Teheran.
Harga minyak dunia menguat sekitar 6 persen dalam sepekan setelah ancaman sanksi Amerika Serikat terhadap mitra dagang Iran meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan energi global.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyerukan agar perang dengan Amerika Serikat diakhiri ketika Iran dinilai berada dalam posisi kuat dan bermartabat. Ia juga membela kesepakatan diplomasi terbaru dengan Washington.
Donald Trump kembali menegaskan klaim atas Selat Hormuz di tengah kebuntuan dengan Iran dan ancaman sanksi baru Amerika Serikat.
Amerika Serikat memperketat tekanan ekonomi terhadap Iran dengan menyiapkan sanksi yang lebih berat. Pemerintahan Donald Trump juga mendorong negara dan pihak asing untuk tidak membantu perekonomian Teheran.
Presiden AS Donald Trump mengancam konsekuensi ekonomi besar bagi negara yang membantu Iran, memperluas tekanan Washington di tengah konflik yang memasuki bulan keenam.
Harga minyak mentah kembali menembus 91 dollar AS per barel di tengah perhatian pasar terhadap aktivitas pelayaran dan pasokan energi melalui Selat Hormuz.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan Iran dan Amerika Serikat kembali melanjutkan perundingan untuk mencari penyelesaian diplomatik dan meredakan ketegangan yang berisiko mengganggu stabilitas kawasan.
Ketidakpastian pelayaran di Selat Hormuz kembali mengguncang pasar energi. Harga minyak naik ke level tertinggi sekitar tiga pekan karena pasar mengantisipasi risiko gangguan pasokan global.
Dukungan publik terhadap Donald Trump turun ke 33 persen, level terendah selama kepresidenannya, ketika perang Iran memicu kekhawatiran soal ekonomi dan harga energi.